Eternity 5

Eternity (5) – Lukisan wajahmu

Erlangga tidak bisa mengalihkan pandangan dari wanita cantik yang mengaku bernama Lili. “Apakah aku mengenalmu?” Erlangga kembali mendapat beberapa kilasan ingatan. Erlangga memperhatikan wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Erlangga menyadari setiap bunga yang berada di dekat Lili terlihat lebih segar dan berwarna.

Dina mendekati Erlangga, tangannya berusaha menarik Erlangga menjauh dari wanita tak dikenal itu. “Siapa kau? Dan apa yang sedang kau lakukan di tokoku?” teriak Dina kesal. Dia tidak menyukai arti dari tatapan Erlangga terhadap wanita misterius itu.
“Sebaiknya kau segera menjelaskan siapa dirimu, bila tidak aku akan menelepon satpam,” ancam Dina. Namun suara dan teriakan Dina ternyata tidak dapat memutus koneksi tatapan mata Erlangga dan Lili.

Lili meperlihatkan senyum yang menawan dan indah. Matanya bersinar seindah cahaya rembulan. Setiap untaian rambutnya membentuk untaian ombak lembut yang jatuh dengan ringan setiap kali dia mengerakkan kepalanya. “Kau selalu melupakanku,” sahut Lili. Gerakannya luwes bagai angin yang berhembus perlahan.
“Aku berharap tidak perlu membuka kenangan kita lagi. Aku selalu berdoa saat kau membuka mata, kau langsung mengingat diriku dan janjimu,” Lili berbisik di telinga Erlangga.

Erlangga hanya terdiam dan membisu, dia merasakan perasaan rindu yang tak dapat dia gambarkan saat suara merdu itu memenuhi setiap ronga tubuhnya. Aroma yang begitu khas mengiringnya pada pelukan hangat yang diyakininya dulu selalu terasa pas di tubuhnya.

“Aku … melupakanmu?” Erlangga semakin bingung. Kembali dia berusaha mengenggam jemari Lili. Namun hanya angin yang dia sentuh. Tidak ada tubuh nyata yang dapat dia tangkap. “Kau? Kau tidak nyata!” teriak Erlangga.
“Sekarang bagimu aku bukanlah mahluk nyata?” Lili merasakan setetes air mata menuruni pipinya.
“Ternyata masih tersisa air mata di dalam jiwaku ini. Selalu ada ribuan sumber air mata untuk dirimu,” suara Lili terdengar bagai alunan melodi sendu.
“Aku bukanlah suatu yang semu. Untuk mengetahui siapa diriku, cobalah dimulai dari jujur pada hatimu,” Lili menatap Erlangga dengan tatapan merindu.

“Kau sesuatu yang tidak nyata namun terlalu nyata dalam jiwaku,” Erlangga terlalu pusing untuk memikirkan arti ucapannya sendiri.
“Aku ada bila kau menyakininya. Aku akan menghilang bila kau tidak menginginkanku lagi,” jawab Lili kembali dengan senyum manisnya.

“Ingatlah, sejak perjanjian itu aku adalah Lili, roh bunga Lily. Saat ini kau mungkin adalah Erlangga. Pada kehidupan yang lampau kau adalah Raj. Aku juga pernah bertemu dengan dirimu yang menjadi Etu. Namun semua itu bukan dirimu yang sebenarnya, kembalilah padaku,” Erlangga berusaha mencerna ucapan Lili.

“Jangan mempermainkan aku? Siapa dirimu sebenarnya?” Erlangga semakin bingung. Sementara Dina berusaha membuka pintu toko bunganya yang tetap tertutup rapat walau telah dibuka kuncinya.
“Aku tidak mempermainkanmu. Takdir yang mempermainkan kita. Apa salahnya cahaya dan gelap saling mencintai? Untuk apa Dia menciptakan cinta kasih bila Dia juga melarang cinta itu?” Lili terlihat emosi.
“Dia? Siapa Dia yang kau maksud?” tanya Erlangga.

Tiba-tiba saja Lili hilang dari hadapan Erlangga bersamaan dengan terbitnya surya.

“Lili! Lili!” Erlangga seperti orang kesetanan. Dia mencari Lili di setiap bagian dari toko bunga Dina. Dia bahkan tidak peduli dengan pot-pot bunga yang dihancurkannya.
“Angga! Angga, sadarlah. Lili itu tidak nyata. Dia hanya bayangan semu,” Dina berusaha menenangkan Erlangga. Dina memeluk Erlangga, menahan tangan dan kaki Erlangga. “Angga, Lili tidak pernah ada. Dia hanya bayangan, mimpimu!” isak Dina.
“Tidak! Aku yakin Lili itu bukan hanya mimpi. Bahkan kau tadi berbicara padanya!” bentak Erlangga.

Erlangga membanting pintu dan pergi tanpa mengucapkan kata pamit pada Dina.

==

Dina memasuki rumah Erlangga dengan buru-buru. Tadi tante Marina menelepon dan memintanya ke rumah. “Dina, syukurlah kamu sudah datang,” Tante Marina mengiring Dina menuju kamar Erlangga.
“Dia tidak mau keluar. Sudah seminggu,” kecemasan tergambar jelas di wajah yang mulai berkeriput itu.

Dina terdiam. Dia menatap Tante Marina, “sudah dicoba dibujuk?” tanya Dina.
“Angga hanya diam. Dia mengunci pintu, bahkan mematikan ponselnya,” isak Tante Marina. Dari arah tangga terdengar suara Mahendra, ayah Erlangga. “Biarkan saja bocah itu. Dia tidak pernah berubah. Tidak bertanggung jawab. Merajuk hanya karena sebuah kritikan kecil di majalah. Mengurung diri Cuma karena aku memintanya lebih bertanggung jawab!” teriak Mahendra.

“Angga tidak seperti itu. Angga-ku tidak selemah itu,” Tante Marina berkata pada dirinya sendiri,
“Aku merasa bukan hanya karena kritikan majalah dan pertengkaran dengan Om Ary,” Dina mencoba menghibur Tante Marina.
“Bagaimana kalau kita coba dobrak?” usul Dina.
“Astaga! Tante bahkan lupa, Tante punya kunci duplikatnya,” Tante Marina berlari menuju kamarnya. Mulutnya terus memarahi dirinya sendiri, “Bodohnya diriku,”

Saat pintu kamar dibuka, mereka berusaha menyesuaikan diri dengan gelapnya ruangan tersebut. Kertas yang berserakan serta puluhan kuas berjatuhan. Dina mengambil selembar kertas dan membaca isi tulisan tersebut.

Etu, namaku berarti matahari. Apakah aku pernah menjadi matahari?

Pada lembar berikutnya Dina kembali melihat goresan tinta

Aku ingat saat diriku menjadi Raj. Dan dirimu tetap menjadi roh bunga Lily. Bunga Lily bunga yang lahir dari tetesan air matamu. Bunga yang mengambarkan betapa tulusnya cintamu padaku. serta sebagai satu-satunya jalan untuk bertemu denganku.

Dina semakin risau, dia terlalu takut untuk menarik lembaran kertas yang lain. Namun rasa ingin tahu mengalahkan semua ketakutannya.

Kita pernah selalu menjadi dua sisi yang berbeda. Kau gelap dan aku terang. Mereka menyebut kita dengan Yin dan Yang. Dua bagian, dua sisi yang berlainan namun saling bersentuhan. Kita adalah dua, namun membentuk menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Salahkah bila aku terpesona pada kelemah lembutanmu? Dosakah aku bila tergoda oleh indahnya dirimu?

Takdir mempermainkan kita. Melemparkan rasa cinta ke dalam setiap denyut nadi. Dan pada saatnya dia menghisap tiap nurani yang tersisa.

Takdir menghukum tulusnya cinta kita, walau aku telah bersujud memohon. Meski kau telah relakan keabadianmu untuk cinta tulus ini.

Lily putih, kau katakan itu berarti kesucian cinta nan abadi. Pada tiap tetes airmatamu yang berubah menjadi kelopak Lily putih pula kau titipkan keyakinan akan kebangkitan hidup.

Air mata Dina membasahi kertas yang sedang dipegangnya itu. Dina terlalu takut untuk menghadapi kenyataan bahwa Lili yang mereka temui di malam itu adalah Lili yang dimaksudkan Angga dalm setiap goresan penanya saat ini.

“Angga,” ucap Tante Marina lirih. Perlahan Tante Marina menepuk pundak anak laki-lakinya itu. Dia mencoba mengangkat kepala Erlangga yang terbaring di atas meja kerjanya dengan laptop yang masih terus menyala serta tangan yang memegang kuas.

“Angga!” ucap Dina lebih keras. Dina menatap wajah sahabat yang dicintainya sepenuh hati itu. Wajah Erlangga pucat, bibirnya sedikit menghitam. Dina menatap sebuah pot biru berisi Lily putih yang dibeli Erlangga darinya beberapa waktu yang lalu, terletak di sudut kiri atas meja kerja Erlangga. Sementara itu tepat di depan Erlangga terdapat sebuah pot bunga berwarna merah jambu dengan bunga Lily of valley yang menghilang dari tokonya seminggu yang lalu. Untaian bunga Lily of valley itu telah lepas dari batangnya, beberapa kelopak bunga putih itu jatuh di atas lembaran kertas yang berwarna.

“Tubuh Angga agak dingin Tante,” Dina bergetar. Dia mencoba mencari hembusan nafas dari dua lubang hidung Erlangga.
Tangan Dina sibuk mendari detak jantung dan nadi yang terdengar lemah itu. “Sebaiknya kita segera membawa Angga ke rumah sakit,” Dina tidak menunggu reaksi Tante Marina. Dia segera memapah Erlangga dengan kekuatan yang datang entah dari mana.

Selembar kertas terjatuh dari meja kerja Erlangga. Kertas yang tadinya dipenuhi kelopak bunga Lily of Valley. Di atas kertas tersebut terlukis wajah Lili dan setangkai bunga Lily putih.

Angga, salahkah diriku bila mengharapkan kau segera bersatu denganku? Lili berdiri di depan pintu kamar Erlangga sambil menatap Dina dan Tante Marina terburu-buru membawa Erlangga ke rumah sakit. Di tangan Lili dia mengenggam kertas berisi lukisan wajahnya yang baru di selesaikan Erlangga.

Read previous post:  
190
points
(1400 words) posted by Sun_Flowers 8 years 29 weeks ago
95
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | Eternity | kolab | sunflowers-cat-lavender
Read next post:  
Writer dewisun
dewisun at Eternity 5 (8 years 25 weeks ago)
100

sedih.....****lemparin tissue mak.....lanjut ah

Writer aimie keiko
aimie keiko at Eternity 5 (8 years 26 weeks ago)
100

bagian ini dalem yak.. saya berasa kecebur!
tolongin saya Kaaaaaaakk
*menunduk hormat

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 26 weeks ago)

He5. Thx uda kecebur ke dalam sumur eternity ai wkwk.

Writer suararaa
suararaa at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

tante...
entah kenapa aku kok malah mendukung erlangga sama dina aja...
entah gimana ya 'kepedihan' karna tak bs bersatu kurng sedih ato kurng greget yah.. (maaf ini cm pndapat pribadi, tante....)..

gambr lilinya beda dg bayanganku he....

ayo ditunggu lnjutannya, he3.. penasaran.. apakah erlangga sama dina ato lili....

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

he5 ... ama dina yak ...saya serahkan pada lavender dan dadun untuk mengolahnyaaa

Writer lfour
lfour at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)
90

saya suka tema cerita ini...
mo dilanjutkan hehe...
penasaran seh....

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

He5 tgu saja lavender melanjtkan.
Ayo lav!
Eh, karen mana neh?

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

He5 tgu saja lavender melanjtkan.
Ayo lav!
Eh, karen mana neh?

Writer Maximus
Maximus at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)
100

Waaaw Kak Cat, chapter yang ini impressed banget XD XD
.
Apalagi part pas Erlangga mengurung diri di ruangannya XD, feelnya kerasa banget >.<
.
Sayangnya --pendapat jujur nih-- fotonya gak cocok!! terlalu tebel maskaranya, lips-gloss-nya apa lagi, ganti dong gambarnya o.O

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Gambrnya yak.
*ngubek2 paman gugel lage ah.
Thx saran nya max.

Writer lavender
lavender at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Makin puyeng dan stress..
*kabuuuurrr*

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Lanjutkan dunk . . . Bertapa dulu wkwkwk.
Cat bantu dgn doa.

Writer amy
amy at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)
100

Ceritanya keren. . Tp rumit jg yak? Jd penasaran mau dibawa kemana part selanjutnya. .

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

He5. Sebenarnya yg nulis juga bingung, mau dibw ke mana cerita ini.
Thx uda singgah amy.

Writer amy
amy at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Sama" kak. .

Ehm, kak mampir t4Q dunk, minta cabenya. . www.kemudian.com/node/252477

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)
90

Lho?
masa baru awal2 (ini masih panjang apa enggak?) tokoh utama pria dah mati
Lili kejam ya...
waktu dan penantian selama puluhan kehidupan bisa mengubah siapa saja

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Mati ato tidak masih blm pasti.
Nantikan saja pd part nya lavender he5.
Penantian ribuan tahun dapat membuat siapapun berubah.

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Mati ato tidak masih blm pasti.
Nantikan saja pd part nya lavender he5.
Penantian ribuan tahun dapat membuat siapapun berubah.

Writer kasurterakhir
kasurterakhir at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)
70

maaf saya bodoh,,,
saya mau bertanya, eternity itu apaa ya artinya??(bertanya dengan gaya lugu).hhhee..
maaf mbak cat...

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Kasur,*saya jg pasang muka lugu.
Mari nanya ma sun flower. Eternity tuh apa yak?

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

kak cat.. maksudnya eternity itu "keabadian"
hehehhee..

Writer kasurterakhir
kasurterakhir at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

ooooww,,,(manggut2)...aku mengerti sekarang....thanks sun_flowers..bagi kwacinya dunk...hhhhaaa

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Kasur,*saya jg pasang muka lugu.
Mari nanya ma sun flower. Eternity tuh apa yak?

dadun at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)
100

wahhh makin liar ini ceritanya. mbaket kayaknya mulai bernostalgila dg saat2 memorabelnya bersama masrudy nih jadi kalimat demi kalimatnya so touchy and deepy. *halah

*melacur ke TPS no. 6

(belum ada ya?)

nunggu lanjutannya

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Dun, saya mah kagak pernah pake kata2 romantis ginian wkwk.
Kita tgu yg no 6 dgn lavender he5.

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

berarti kak dadun dah positip ikut kolab kan? abis lav?

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Yup, dadun positip ikut.
Dia setelah lavender. Jd kita tenang2 dulu wkwkwk.
Lav, bertapa dulu gih. Cat bantu dgn doa.

Writer gula_bete
gula_bete at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

keren!!!!
di tunggu cerita slanjutnya!!!!

:)

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Thx yak gula.
Ikuti terus eternitynya.

dadun at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

ini cerita ttang apa si?
kayaknya seru deh kalo ikutan. hahaha
(nambah2in beban)

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

nih cerita ttg cinta dua dunia .. tuh tanya ma pembuat maslahnya *lirik Sun .. sun jelaskan ...

awalnya ada 2 roh, roh gelap dan terang yg saling cinta. namun mereka di larang. dan di hukum.

pada tiap reinkarnasi si cowok selalau jd sosok mahluk hidup. tp yg cewek hanya bisa menjadi roh bunga lily.

dan di cari lah cara agar mereka bersatu ... he5

berminat Dun? dudun setelah lav ...

dadun at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

mau. nanti aku baca2 dulu

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

horeee .. satu master cerita romantis berhasil ku tawan lagi *memasang wajah perompak galak wkwkwk ...

lavender ... setelah kamu dudun dulu baru sun ... aman diriku masih lamaaa .. wkwkwk.

Sun, Lav setuju kan

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

setujuuuuuuuuuuuu
wkwkwkkw
*gunting pita selamat datang*
hahahha
akhirnya giliran sy mundur satu..
senangnya.. hahhaa

Writer lavender
lavender at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Haaaaa curaaaaang!!!
Masa giliran flow mundur atuuu???
Curaaaangggg..
Abis ni dadun aja, angkot pelarianku dah siap ini.. Ixixixi..

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

he5 .. lavender dulu dunk .. tidak boleh melarikan diri.

atau kamu nego ma dudun gih sana.

yg jelas lady Lavender tetep ikutan dalam kolab ini .. haruuuussssssssssssssssssssss ...

Sun bantu diriku ikat di Lavender he5

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

boleh.. tinggal pilih mau diikat di mana? xixixiixixi
sy punya banyak tempat penyekapan (loh?) wkwk

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

sekaaaaaaaaaaap .. di ruang bawah tanah yg gelap dan penuh dengan kecok serta lipan ...*sadis mode on

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)
100

xixixiii..
sy uda nyeduh kopi ni.. smbil nggu lanjutannya lagi..
hehehe
kak cat, kata siapa kak cat nda bisa bikin cerita roman?
ini kalimatnya smua puitis2.. xixixiii

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

puitis dari mananyaaaaaaaa??

menunggu lavender .. he5

Writer lavender
lavender at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)
100

You're the lady of romantic, mbak Catttzzz..
Setiap kalimatnya dalaaaaaaammmmmmmm.. Membuatku benar2 tidak ada ide untuk lanjutannya..
*saatnya kabur*

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

hikz .. saya ini lady perusuh wkwkkw ... kabuur sebelum di timpuk Lav, lady of love story.

aku mau duduk santai dengan sepiring kue keranjang goreng sambil menikmati lav dan Sun selanjutnya wkwkwk

dadun at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

ini kolaborasi siapa aja eh? sunflower, lavender, cat
ckckck kolaborasi yg gila nih pasti
harus baca dari part 1

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

dadun ikutan kolab ini mau?? mauuuu? .. astaga mengajak seorang master lagi .. wadooh ..

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Menggantikan daku sajahhh..
jadi sy bisa naik gunung untuk mencari ilmu..
wkwkkwkww

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

dirimu sang pencipta masalah awal dilarang larii *ikat sun di tiang panjat pinag bekas 17 an wkwkwk ...

Writer lavender
lavender at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

Horeeeee dadun mau menggantikan dakuuuu..
Huraaaayyyy.. Aseeeeekkkkk..
Saatnya kabuuurrrr.. Ixixixix

Writer cat
cat at Eternity 5 (8 years 28 weeks ago)

siapa bilang dirimu boleh kabuuur?
kamu tetep diikat dan di masukkan ke dalam sel sampe selesai part 6 .. wkwkkw
*tawa ala penjahat ..