LEGENDA HUTAN HUJAN -Part 3

-SIHIR VOS LAPIDES-

Sang vampir tak bereaksi tapi hanya memandang dengan pandangan yang sangat tajam kepada Hairi. Lalu kemudian bocah vampir tersebut berucap, “Hutan Hujan sudah menjadi kekuasaan kami, sejak perjanjian dengan bangsa serigala di sepakati. Dan manusia manapun yang memasuki hutan ini sama saja mengantarkan darahnya kepada kami.”

“Perjanjian apa itu? Aku tak peduli, aku hanya ingin membunuhmu!” teriak Hairi Lantang.

Bocah vampir tersebut tak sedikit pun merasa takut, bahkan ia kembali melanjutkan kata-katanya, “Apa aku terlihat sendiri? Sehingga kau dengan mudah dapat membunuhku?”

Seiring kata-kata itu terucap, satu demi satu vampir-vampir lain, mulai menampakan dirinya, mereka bermunculan dari balik pohon, dari balik batu, bahkan dari balik semak-semak. Mereka berjumlah enam vampir. Enam vampir remaja dan seorang bocah vampir. Sebagian berdiri di samping bocah vampir tersebut dan sebagian lagi berdiri di atas batu-batu besar di depan Hairi. Melihat yang demikian Hairi terkejut bukan main. Ia menahan nafasnya sebentar lalu mengacungkan tongkat putihnya ke hadapan para vampir tersebut.

“Aku tak akan mati sia-sia!!” teriak Hairi.

Tapi tak lama tiba-tiba bocah vampir tersebut berlari cepat menghampiri Hairi. Hairi lengah. Bocah itu ada di hadapannya sekarang. Belum sempat untuk mundur tiba-tiba telapak tangan bocah tersebut mencengkeram leher Hairi dan mendorong ke depan hingga tertahan pada batang pohon yang mati itu.

Tongkat sihir terlepas dari lengan Hairi. Hairi berusaha untuk melepas tangan bocah itu dari lehernya. Tapi anak itu terlalu kuat. Sudah berusaha sekuat tenaga Hairi melepaskan tangan itu, namun usahanya hanya sia-sia.

Bocah itu tidak mencekik terlalu kuat. Hanya ingin melihat wajah Hairi dari dekat. Dan Hairi dapat melihat dengan jelas wajah vampir itu tepat di hadapannya. Iris matanya berwarna biru yang tadi tertutupi oleh rambutnya yang panjang kini tersingkap oleh angin. Mata bocah itu tak henti menatap bola mata Hairi dari dekat. Bahkan Hairi tak mampu bersuara karena ia tercekik terlalu kuat. Hairi hanya dapat berupaya sekuat mungkin untuk lepas dari jerat tangan kanan vampir tersebut.

Sementara para vampir yang lain hanya berdiri diam di tempatnya masing-masing tanpa suara menatap kepada Hairi dan juga bocah vampir tersebut.

“Vos lapides.”

Suara itu membuat tersentak Hairi dan semua menjadi kacau ketika beberapa vampir mulai menghidar. Seberkas cahaya hitam mengarah kepada mereka. Bocah itu melepas cekikan tangan di leher Hairi dan melihat yang tengah terjadi. Warna matanya kini berubah jadi merah darah. Di lihatnya lima vampir lainnya telah menjadi patung batu.

Sekelompok ahli sihir mengacungkan tongkatnya kepada vampir. Tanpa menunggu waktu lama, Hairi menyingkirkan tubuh bocah vampir dari hadapannya namun hanya mampu tersingkir beberapa meter saja dari hadapan Hairi. Hairi segera mengambil tongkat sihirnya yang tergeletak di atas rumput.

Dengan wajah marah bocah vampir dan sekumpulan vampir lain pun mulai mundur. Sesaat ketika Kriptoz hendak mengucap mantra sihir, bocah vampir tersebut mengambil satu langkah untuk berlari. Bocah itu dan vampir lain berlari.

“Vos lapides,” teriak Kriptoz.

Dengan cepat laksana kilat sebuah cahaya hitam keluar dari ujung tongkat dan mengarah kepada bocah vampir tersebut. Cahaya hitam itu memburu bocah vampir tersebut. Cahaya itu berada tepat di belakang punggung si bocah. Hanya tinggal beberapa centi lagi mantra hitam itu mengenai bocah itu. Tapi mantra itu tiba-tiba lenyap. Dan bocah itu telah berlari jauh sampai tak terlihat oleh mata para ahli sihir.

[bersambung]

Read previous post:  
10
points
(507 words) posted by aridanking 8 years 28 weeks ago
50
Tags: Cerita | Novel | dongeng | dongeng fantasi vampire desa sihir
Read next post:  
Writer matadewa
matadewa at LEGENDA HUTAN HUJAN -Part 3 (8 years 28 weeks ago)
100

masih belum kelihatan siapa yang jadi tokoh utama
agak menyusahkan pembaca seperti qu, yang terbiasa masuk ke POV orang bukan sudut pandang orang ketiga
tapi dari cerita gak masalah, masih awal" soalnya

Writer aridanking
aridanking at LEGENDA HUTAN HUJAN -Part 3 (8 years 28 weeks ago)

semoga part 4 tokoh utamanya ketahuan, aku sedang usahain. tanks dah baca.