Eternity (6)

“… Convallaria Majalis. Atau biasa disebut Lily of the Valley, biasanya digunakan dalam pengobatan, dipercaya untuk memperkuat ingatan. Apabila termakan dalam jumlah yang banyak, bunga ini menyebabkan rasa sakit di mulut, muntah-muntah, keram di seluruh tubuh, dan diare. Racun di bunga ini telah menyebabkan disfungsi jantung dan detaknya melemah…”

Samar-samar Erlangga mendengar suara-suara di sekitarnya. Ingin sekali rasanya dia tahu apa yang telah terjadi. Namun tubuhnya tidak berdaya, dia hanya mencium bau obat-obatan. Erlangga merasa terseret jauh ke dalam dimensi lain di dalam pikirannya.

(Kashmir, India)

“Sekarang kamu boleh membuka matamu, Aashritta,”

Erlangga melihat seorang laki-laki menggandeng perempuan cantik dengan rambut hitam panjang dan hidung yang sangat mancung ke hamparan padang rumput yang wangi oleh harum bunga-bunga yang tumbuh liar. Di sebelah utara, terlihat sebuah gunung menjulang yang tampak melindungi lembah itu. Di dekat gunung, tampak danau yang terlihat berwarna biru jernih dan berkilau oleh terpaan sinar matahari.

“Raj! Ini… ini indah sekali!” perempuan itu sangat senang mendapati apa yang terlihat oleh matanya ketika membuka mata. Dia langsung memeluk lelaki yang berdiri di hadapannya. Yang membuat Erlangga bingung, mereka berbicara dengan bahasa India, namun entah kenapa Erlangga mengerti dengan apa yang mereka katakan.

“Kamu bilang sudah lama ingin sekali ke Kashmir. Aku… hanya berusaha mewujudkannya untukmu,” ucap lelaki bernama Raj. Erlangga hampir tak berkedip memandang lelaki itu. Dia bingung, mengapa dia tiba-tiba berada di sebuah pegunungan yang dia merasa yakin tempat itu adalah di India, setelah melihat penampilan sepasang manusia itu dan mendengar nama Kashmir.

“Kenapa aku seperti merasa melihat diriku sendiri pada lelaki itu?!” batin Erlangga.

“Hey!” Erlangga mencoba memanggil lelaki yang berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri saat itu.

“Hey!... Hallo?” Erlangga kebingungan karena meskipun sudah mendekati lelaki dan perempuan itu serta memanggil mereka, tak satupun dari mereka menoleh, seakan tak menyadari kehadiran Erlangga di antara mereka.

“Bagaimana bisa aku berada di sini, dan mereka tak dapat melihatku?!” Erlangga terus merasa tersesat dalam pikirannya.

“Kamu tahu? Taman alami ini dapat berubah warna tiap kali pergantian musim. Hijau di musim semi…”

“Merah emas di musim gugur, dan hitam putih di musim dingin,” ucap Erlangga tanpa sadar mengikuti kalimat yang diucapkan lelaki pada perempuan di hadapannya itu. Kembali Erlangga merasa terkejut menyadari apa yang diucapkannya sama persis dengan ucapan lelaki itu.

Pandangan Erlangga tiba-tiba beralih pada kuntum-kuntum bunga yang tumbuh tak jauh dari tempat mereka berdiri. Sekumpulan bunga lili. Sebuah sinar putih menyilaukan muncul dari sekuntum bunga lili, sinar itu tiba-tiba menghilang, bersamaan dengan munculnya sesosok gadis cantik dengan kulit yang sangat putih, melayang di atas kumpulan hamparan bunga lili, menatap lelaki bernama Raj yang tengah menggenggam tangan perempuan di sampingnya yang tadi dipanggil dengan nama Aashritta.

Erlangga mendekati gadis yang mampu melayang di udara itu, gadis yang sama yang pernah dia lihat muncul di dalam toko bunga milik Dina.

“Lili…” panggil Erlangga. Kembali Erlangga merasa tindakannya sia-sia. Kehadirannya juga tak dirasakan oleh Lili, gadis bunganya, cintanya, kekasihnya, belahan jiwanya sepanjang masa.

Lili terus menatap Raj, di sudut matanya terlihat genangan air yang kemudian jatuh menetes di pipinya. Erlangga merasakan apa yang dirasakan Lili. Dadanya tiba-tiba terasa sakit.

“Aku di sini! Aku di sini, Sayang…” Erlangga mencoba memeluk Lili namun Lili menghilang dari hadapannya.

Erlangga kemudian merasakan tubuhnya melayang, seperti jatuh bebas entah ke mana. Erlangga merasakan tubuhnya ringan dan tak juga menyentuh dasar.

”Aku memang tidak berguna. Mengapa aku selalu melupakanmu? Padahal kamu selalu hadir di sekitarku, selalu harus merasakan luka yang sama berulang-ulang, selalu meneteskan air mata kepedihanmu di dalam takdir hidupmu yang tak mampu menyentuh kehidupanku…”

“Bagaimana bisa dia memakan bunga-bunga itu? Apa yang sudah merasuki pikirannya?” Erlangga mendengar suara ibunya.

“Saya… tidak tahu, Tante… saya bahkan tidak sadar kalau bunga itu hilang dari toko saya dan Erlangga membawanya. Tante, bunga itu memperkuat ingatan. Apa Tante tahu rahasia yang mungkin Erlangga coba simpan?”

“Tante tidak tahu. Tante pikir kamu tahu, Din, kamu kan sudah biasa banyak saling bercerita dengannya sejak kecil…”

“Ibu? Dina?” pikir Erlangga masih tak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya.

*-*-*-*

(Native American tribes, Eastern America)

“Di mana aku?” pikir Erlangga.

Erlangga melihat hamparan tanah luas berlatar pegunungan. Ada banyak orang dengan tampilan yang sama, seperti orang-orang suku Indian, dengan aksesoris bulu-bulu di kepala mereka. Erlangga mendapati kumpulan tenda-tenda kerucut setinggi kira-kira 10 kaki, yang dia tahu itu adalah rumah-rumah suku Indian, yang disebut Wigwams, seperti yang pernah dia baca dari ensiklopedi di toko buku milik ayahnya.

Ketika melempar pandangan ke arah kanan, Erlangga melihat sebuah hamparan tanah pertanian dengan tanaman seperti kacang-kacangan dan jagung. Di dekat kumpulan Wigwams, Erlangga melihat sekelompok lelaki tampak sedang melakukan kegiatan permainan. Sebuah piringan batu digelindingkan di tanah, sementara orang-orang berusaha menjatuhkan piringan tersebut dengan kayu dan bersorak ketika piringan itu jatuh.

“Etu! Etu!” seorang perempuan berlari mendekati sekumpulan lelaki yang bermain. Salah satu lelaki kemudian keluar dari kerumunan dan menghampiri perempuan yang memanggilnya.

“Ada apa, Lenmana?” tanya lelaki itu. Entah kenapa kaki Erlangga melangkah mendekati mereka. Kembali Erlangga bisa mengerti dengan bahasa yang mereka gunakan.

“Setelah ini kamu pulang kan?”

Lelaki bernama Etu itu menggeleng.”Aku harus berburu bison dulu, Lenmana. Apa itu?”

Erlangga melihat Lenmana membawa sekuntum bunga di tangan yang disembunyikan di balik pinggangnya. Erlangga sudah merasa yakin, mereka tak dapat melihat atau menyadari keberadaannya di tengah mereka, sama seperti apa yang dia alami sebelumnya. Erlangga meyakini dia tengah berada dalam sebuah rangkaian mimpi.

Tiba-tiba Erlangga merasa tubuhnya tertarik oleh suatu kekuatan aneh, membuatnya seperti tertidur dalam waktu sedetik. Ketika membuka matanya, Erlangga tiba-tiba berdiri di depan perempuan Indian bernama Lenmana, yang tadi dilihatnya. Lenmana tersenyum padanya, dengan posisi yang sama persis, menyembunyikan sesuatu di balik pinggangnya. Erlangga menunduk, mengamati tubuhnya yang kini mengenakan pakaian suku Indian. Ketika menoleh ke sekitarnya, Erlangga tidak menemukan lelaki bernama Etu yang tadi berdiri di hadapan Lenmana. Erlangga hanya melihat sekumpulan lelaki yang masih melakukan permainan tadi.

“Etu? Etu? Kamu tidak apa-apa?” Lenmana tampak kebingungan melihat ekspresi Erlangga.

“Etu?! Aku… aku bukan Etu…” Erlangga lebih bingung karena bibirnya mengucapkan bahasa yang berbeda dengan apa yang ia rasa telah ucapkan.

“Etu, kamu kenapa? Lihat, aku menemukan bunga yang bagus. Tadi aku jalan-jalan dan menemukan bunga ini? Indah bukan?”

Erlangga kemudian mengerti, dia berada dalam tubuh Etu. Erlangga merasakan ikatan yang sangat kuat dengan tubuh Etu, seolah pernah menjadi Etu. Lenmana menyodorkan seikat bunga yang dikenal Erlangga. Bunga Lily of the valley. Erlangga ingat pernah dengan tanpa sadar memakan bunga itu.

“Bunga itu…” Erlangga terkejut. Masih kebingungan karena lagi-lagi yang keluar dari mulutnya bukan bahasa yang dia ucapkan.

“Etu… hari ini adalah tepat setahun sejak kita menikah… Ayor ano… Aku mencintaimu…” ucap Lenmana masih menyodorkan bunga itu pada Erlangga.

Sebuah sinar yang sangat kuat terpancar dari bunga itu.

“Bunganya… bercahaya…” Lenmana tampak terkejut.

Tiba-tiba tangan Erlangga bergerak di luar kendalinya, mengambil bunga lili itu dari tangan Lenmana. Erlangga berusaha kuat menahan gerakan tangannya, namun tangannya seakan tidak mau menerima perintah dari otak, tangan Erlangga memetik bunga itu dari tangkainya dan menyodorkannya ke mulut Erlangga.

“Kenapa kamu memakannya, Etu?! Etu, aku rasa bunga itu bukan untuk dimakan…?!” Lenmana kebingungan dengan tingkah laku Erlangga sementara Erlangga tidak bisa berbuat apa-apa. Mulutnya mengunyah dan menelan bunga itu di luar kendalinya.

Tiba-tiba Erlangga yang terperangkap dalam tubuh Etu, merasakan perutnya mual dan tubuhnya keram.

“Aku tidak bisa melihatmu bersama orang lain, cahaya terangku… Aku ingin membawamu ke keabadian bersamaku…” Erlangga mendengar sebuah bisikan di telinganya sementara tubuhnya mulai terjatuh.

“Etu! Etuuuu!!” Lenmana panik. Sekumpulan lelaki yang sedang bermain kemudian berbondong-bondong menghampiri mereka.

“Ada apa?” tanya beberapa orang.

“Tadi bunga itu tiba-tiba bersinar… dan tiba-tiba… Etu memakannya, seperti ada yang menggerakkan tubuhnya…” Lenmana bicara terbata-bata makin panik.

“Mungkin dia kena voodoo…

“Lili… Liliiiii…” Erlangga hanya bisa mengucapkan nama Lili sementara beberapa saat kemudian dia merasakan tubuhnya kembali melayang jatuh ke jurang tanpa dasar.

*-*-*-*

“Kau sudah sering melakukan pelanggaran dan penyalahgunaan atas kodratmu, kau harus menerima hukumannya… Kau tidak bisa selalu mengganggu kehidupannya, bermain dengan pikirannya, bahkan mengendalikan tubuhnya…”

“Tapi aku sangat mencintainya!”

“Kau juga menampakkan dirimu di hadapan manusia. Itu sebuah kesalahan besar! Kau harus menerima konsekuensi atas perbuatanmu itu…”

“Aku hanya ingin dia ingat padaku…”

“Kau ingin dia mengingatmu? Baiklah, dia akan kembali ke kehidupannya dan mengingatmu, namun dia harus hidup dengan memori tentangmu tanpa pernah bisa melihatmu lagi, bahkan di kehidupan dia setelah ini, karena kau tidak akan lagi bereinkarnasi, kau akan musnah… Atau bisa saja kalian akan bertukar peran… Kau akan bereinkarnasi sebagai manusia, sementara dia akan bereinkarnasi menjadi roh yang lain. Dia akan selalu berada di sekitarmu dan mengingatmu, sementara kau tidak akan pernah mengingat dia lagi… Seperti kau dan dia selama ini… Seandainya saja kau bisa merasa rela dan ikut bahagia jika melihatnya bahagia, kau tidak akan menerima konsekuensi ini…”

I know not whether thou has been absent
I lie down with thee, I rise up with thee,
In my dreams thou art with me.
If my eardrops tremble in my ears,
I know it is thou moving within my heart.
(from native American tribes poems)

continued...

Read previous post:  
95
points
(1273 words) posted by cat 8 years 28 weeks ago
86.3636
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | cat | Eternity | paint | sunflowers-cat-lavender
Read next post:  
Writer lfour
lfour at Eternity (6) (7 years 9 weeks ago)
90

mmmm, ga tahu harus bilang apa neh,
keren abis... pokok kek,
lanjut ah baca na

Writer dede
dede at Eternity (6) (8 years 21 weeks ago)
100

setelah kulihat lihat dan ku baca ulang, wkt itu aku dah kumen, tp poinnya kok gag masuk yak.... jd ku kasi lg dahh....
mana ni lanjutannya ku tunggu-tunggu gag muncul-muncul...
**Mengerahkan massa untuk demo meminta kejelasan dan kelanjutan cerita**

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 21 weeks ago)

Ntuuhhh master dadun melarikan diriiii

Writer celtic
celtic at Eternity (6) (8 years 24 weeks ago)

kereen :D

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 24 weeks ago)

thanks..

Writer dewisun
dewisun at Eternity (6) (8 years 25 weeks ago)
100

ceritanya makin mantabz ( ***sambil nganga dan ngiler sakit kagumnya ) ^_^ setting yang berpindah2, lovely abiz. en aku suka sisipan puisi di ending, pas banget.... ditunggu lanjutannya

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 25 weeks ago)

thanks for reading :)

dadun at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
100

aku ngga mau bilang ini keren, tapi aku lebih ngga mau bilang kalo ini ngga keren. pindah2 negara gini remembering me sama serial HEROES. manstabsh! dan wigwams nya ngingetin aku sama cerita di majalah donal bebek waktu masih unyu2 dulu. huhuhu....
ayo ayo segera dilanjutkan! ini bakal jadi cerita kolab yg cihuy! can't wait to read next chapter. giliran siapakah? ayo dad--oh no! mamfus!
*mundur teratur*
*kabur*

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Hehehehe..
Hayoooooo mau kabuuurrr???!!!
Mbak Caaaaatttzzzzz, Flooooowww.. Ada yg mau kabuuuurr, cpt siapin tali rafia.. Ixixixi

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
90

Keren, kk
sampai dibuat riset segala
itu gambarnya bunga Suzuran? hem... memang beracun sih

Lama2 jadi nggak simpati lagi sama Lili...

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

hehe abis mbak Catz memasrahkanku dengan bunga Lily Of The Valley dari episode sebelumnya, jadi daku harus cari tahu deh tentang ntuh bunga.. ixixixi..
terima kasih telah membaca :)

Writer suararaa
suararaa at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
90

woww...
lavender selalu oke klo setting luar negri...

aku jdi inget ttng crita komik apa gitu *lupa judulnya*, dua orng yg saling mencintai tpi di beberapa kali reinkarnasi susah bgt bwt bersatu... dari jaman mesir kerajaan pharaoh berapa , mpe perang dunia 2, jaman nazi jerman.. dll...
moga lanjutannya cepet. he3... gak sabar nih...

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Hehe daku ga hobi baca kumik.. Tengkyuk for reading, suararaaaa.. :)
Lanjutannya tagih k dadunz yakk.. Ixixi..

Writer dede
dede at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Aaaaaarrrrgghhhh....!!
Yang ini keren buanget lav!! *teriak teriak gag karuan*
superb b^^d
empat jempol tangan kaki buat kamu!

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Waduhhh.. Thanksss dedeee.. :)

Writer Kika
Kika at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
90

Setelah nunggu kurang lebih 2 minggu, akhirnya ada lanjutannya juga ^^
ga tau mau komen apa..
Yang kolabnya para master sih
ayo kak dadun lanjutannya jangan lama2 :)
semangat!!

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

hehehehe iyak klo dah sampe giliranku pasti lama... ixixixixi.. maap yakk..
oh ya daku ga termasuk dalam list masternya.. daku hanya penggembira yang suka kabur ga bisa nerusin ixixixix..
terima kasih telah membaca..

Writer Kika
Kika at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

semuanya master...
termasuk kak lav juga :)

Writer aimie keiko
aimie keiko at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
100

ckckck.. binun mo komen apa lagi untuk master2 ini,
cm bisa bilang; cinta itu merinding
hahaaha...
*tidak sabar menunggu tulisannya Om D. Erlangga

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Thanks telah membaca, aiiiii.. :)

Writer September
September at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
90

kolabnya ketambahan 1 orang yak ?
hmm...patut dinantikan
sampe berapa seri nih eternity ceritanya ? berseri-serikah ?

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Iya tambah Dadun..
Belum tau sampe seri berapa, kuserahkan pada master2 yang berwenang hehe..

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

tenang saja.. yg penting gag akan sampe berlanjut2 macam sinetron tersanjung ato cinta fitri..
wkwkwkwkkwkww

Writer suasti_was
suasti_was at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
100

anggota kolabnya nmbah ya kak? sumpah, yg ini kren bgt...^_^

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Iya abis ni master Dadunz..
Terima kasih telah membaca.. :)

Writer cat
cat at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
100

Lav ... ku uda kasik 3 x poin kok ndak ada poinnya yak .. aku bingung ee

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Lah ntuh udah nungul mbak poinnyaa.. Hehehe..

Writer cat
cat at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Yup, krn aku pake lapie td he5. Tuh kan semua blg bgs bin keren kan.
Lav terlalu nda pd aja.

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Abis atut sih mbak.. Hehe..

Writer cat
cat at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Aku uda kasik poin kok ilang yak.

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Hayooo ngumpet kemana mbak ixixixi

Writer Rainie
Rainie at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
90

hore udah keluar lanjutannya,, abis ini kak dadun ya? personil kolabnya nambah satu XD
ayo ayo... Rainie tunggu lanjutannya ya,,

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Iyak abis ni master Dadunz, dijamin bagus ga ancur kayak part ini.. Ixixxixixixix..

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)
100

sippp.. lanjut.. :p
setting luarmu selalu keren :)

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Hiks tengkyuk Flowww, sungguh murah hati sekali dirimu.. Heheehe daku kabur yak..

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

nda boleh kabur.. daku dan kak cat akan melakukan penyekapan sampai cerita ini tamat. xxixixiiixixi...
aduh gwt ni.. sbentar lagi giliran saya pula , huhuhuhuhuhu..

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Hayo jangan cepet2 bikinnya, ntar tau2 sampe giliranku lagi.. Tidaaaaaaakkkkkk..

Writer cat
cat at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Uda ku kument di fb.
Tp aku pengen teriak lage . . .
Keren banget. . .

Lanjut ke dadun part 7 nya.

Writer lavender
lavender at Eternity (6) (8 years 26 weeks ago)

Huks mbak Catz baek sekali.. Tengkyuk mbak Catz..
Daku kabur ya sekarang? Ixixix..