DIA MASIH KECIL

Untuk anak seusia 3 tahun, memiliki 2 orang ayah tentu sangat absurd baginya, yang satu di panggil ayah dan yang satunya di panggil dengan sebutan papa. meski tak jarang sebutan ayah dan papa sering bertukar tempat. yang seharusnya di panggil papa eh malah di panggil ayah, begitu pula sebaliknya.

beruntung cahaya kecil cuma memiliki satu ibu. ibu yang selalu menemaninya bermain sepanjang siang dan sore hari, ibu yang selalu mengajarinya menghafal doa-doa pendek sesusai sholat maghrib.ibu yang mengajarinya bagaimana cara memegang sendok dengan benar, dan ibu yang 24jam penuh selalu ada disisinya. jadi wajar saja, jika cahaya sangat sensitif dengan apapun yang mengatas namakan ibu. karna dia sangat mecintai ibunya.

Seperti biasa, cahaya kecil selalu bangun pukul 6.40 pagi tanpa harus dibangunkan ibunya,tubuh kecil itu belum sadar betul, sebagian nyawanya masih berkejaran menuju raga kecil yang bersiap meninggalkan ranjang, ia tahu kalau ibunya sedang memasak sesuatu di dapur, ibunya memang selalu begitu di setiap pagi, seusai sholat shubuh sang ibu biasanya langsung membuka kulkas, mengambil sesuatu untuk dimasak, dari hari ke hari, telor ceplok dengan kuningnya yang pas membentuk lingkarang di tengah selalu jadi menu andalan sang ibu, di dalam kamar kini anak kecil bermata sipit itu sudah benar-benar bernyawa, cahaya kecil mulai melakukan ritual paginya, ia menggerak-gerakan tangan ke udara, mengambil nafas panjang, kemudian berhenti, dan melakukannya lagi sebanyak tiga kali. setelah itu baru ia memanyun-manyunkan bibirnya, entah kenapa, yang pasti dia selalu begitu. terlebih ketika ia lagi merasa fit, biasanya ia meloncat-loncat kecil di atas springbad motiv kupu-kupu kesayangannya, membuat rambut keriting itu terbuai indah dibuatnya, siapa pun yang melihat tingkahnya pasti akan tersenyum senang dengan anak ini :)

setelah usai dengan ritualnya, cahaya mulai melangkah kebelakang, aroma bawang goreng mulai menyelinap ke dalam hidungnya "hemmm ayuum" cetusnya dalam hati, karna asik memasak sang ibu masih belum tahu kalau pujaan hatinya telah bangun, ia masih asik duduk menggiling cabe sambil mengawasi bawang gorengnya yang sudah setengah matang. tiba-tiba saja cahaya kecil memeluk nya dari belakang "ceyamat pagi buu" bisiknya lembut. tanpa ambil jeda, satu kecupanpun mendarat di pipi ibunya. sang ibu hanya tersenyum senang sambil menatap bidadari kesayanganya, "pagi juga anak gadis ibu" balas sang ibu lebih dalam. anak kecil berbibir tipis itu mulai memamerkan senyumnya kepada ibunya tanpa melepas pelukan, memanyun-manyunkan bibirnya ke wajah sang ibu. dari kerutan wajah ibunya, bocah kecil bermata sipit itu tau kalau ibunya paling jengkel ngeliat dirinya memanyun-manyunkan bibir seperti itu. tapi dia tetap masa bodoh, yang ada malah semakin asik memainkan bibirnya. membuat kerutan wajah ibu semakin jelas terlihat, kalau bukan 30 brarti ibunya sudah berumur 32 tahun :)

Diluar rumah, matahari sudah mulai meninggi, kicauan burungpun perlahan menghilang. meskipun ini hari minggu, para petani tetap bersepeda menuju sawah, hanya orang-orang seperti ibu lah yang bisa menikmati akhir pekan, ibu kan seorang guru meskipun hanya honorer, yang penting pagi ini cahaya dan ibu bisa sarapan lebih santai di banding biasanya.

Selagi cahaya mandi, sang ibu mulai menyiapkan hidangan di meja makan, menyiapkan satu porsi kecil nasi goreng special untuk buah hatinya, lengkap dengan telor ceplok bundar dengan kuning telur membentuk lingkaran di tengah. cahaya kecil keluar kamar mandi sambil menggigil, ibunya menghampiri untuk menghanduki juga memberikan baju kepada bidadarinya. untuk urusah handuk-menghanduki anak kecil bermata sipit itu memang belum bisa, tapi lain cerita untuk sekedar berpakaian, cahaya paling jago untuk masalah baju-bajuan. setelah bidadarinya terlihat anggun dengan bedak, sisirian dan embel-embelnya, sang ibu mulai menuntun buah hatinya ke meja makan, jangan fikir kalau sarapan itu mudah, apalagi untuk seorang cahaya yang super bandel. mau duduk diam di meja makan aja sudah syukur, tak perlu habis satu porsi, mau makan setengahnya aja udah syukur alhamdulillah. cahaya memang paling susah dalam kategori makan-memakan ini, yang ada hanya mencoret-coret telor ceplok pake kecap, kadang ia membuat emoticon smile kadang hanya garis lurus, gambar bintang, burung dan kereta api, tapi lebih banyak gambar abstraknya. hal inilah yang membuat ibunya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tabiat anak semata wayangnya itu. darah seniman sang ayah memang mengalir deras dalam diri cahaya, mungkin saja suatu saat kelak, telor ceplok bisa mengeser posisi kanvas lukis.

****************
tiga bulan yang lalu, tepat setelah perayaan hari ulang tahun cahaya yang ke 3, ibunya mendaftarkan buah hatinya ini ke sebuah playgroup ternama di kampung halamannya, awalnya cahaya kecil girang alang-kepalang dihari pertama sekolah, ia sangat suka dengan pita kupu-kupu di seragam sekolahnya tersebut,terlebih karna seragam itu memang berwarna pink, jadi sangat klop sekali dengan selera di bandel ini. seharian penuh ia di ajari berbagai macam permainan di playgroup tersebut,dan hebatnya, hanya dalam waktu 10 menit cahaya sudah bisa menyusun 3 buah puzzle bergambar bunga melati.

sepagi ini cahaya sudah banyak sekali berakifitas di sekolahan, ia kelelahan, keringatnya mengucur deras menjelang pukul 11.00 wib. dari dalam kelas, cahaya kecil tak lagi menghiraukan ibu guru dan teman-teman kelasnya yang asik bernyanyi, matanya liar, sesekali ia melirik kejendela, siapa tau ibunya sudah tak lagi berdiri disana?, tapi kecemasan itu hanyalah sebuah alibi belaka, dari guratan di dahinya sudah tampak jelas kalau anak itu memang sudah bosan berdiam diri di bangku terkutuk itu, sedari tadi anak itu memang tampak gelisah, entah mengapa?

insting seorang guru kadang tak bisa ditipu, ibu guru anis contohnya, mulut dan badannya memang bergoyang indah sesuai irama lagu yang dilantunkan, tapi mata bu guru ini tak pernah sedikitpun lepas mengawasi cahaya, ia tahu betul kalau hati sibandel ini tak lagi diruang kelas, hanya raganya saja yang duduk mematung disana, sekata pun tidak ia ikut bernyanyi,apa lagi menari?, pengalaman mengajar bertahun-tahun membuat ibu anis mengerti dan memahami tingkah bocah ini, setelah jam kelas usai, ibu anis menyempatkan diri berbincang-bincang kecil dengan ibu cahaya di kantin kecil dekat sekolahan, sejauh ibu cahaya bercerita, ibu anis hanya mengangguk-angguk polos saja, seolah ia sudah pernah mendengar cerita klasik ini, sebuah kisah perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, dan dampak negativnya untuk sikecil. lagi-lagi ibu anis hanya mengangguk-angguk polos, dan sesekali ia menyelipkan nasehat kedalam pembicaraan tersebut. ibu cahaya memang belum puas bercerita pada bu anis, tapi apa mau dikata? waktu adalah penghalang utama, lonceng masuk sudah berbunyi, dengan santun ibu anis pamit diri, dan bergegas menuju ruang kelas, sedangkan ibu cahaya tinggal sendiri, ia mengaduk-aduk teh hangat yang terhidang di depannya, menyeruput teh tersebut. dan berharap segala beban hidup yang dipikulnya juga ikut larut dalam tiap tetes teh yang mengucur di tenggorokannya tersebut, yang kemudian bisa menghanyutkan segala beban yang ia pikul sendiri selama ini.

( besambung lagi :)

Read previous post:  
24
points
(45 words) posted by bounce 4 years 16 weeks ago
60
Tags: Puisi | lain - lain | mata hati rasa cerita
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nixyan
nixyan at DIA MASIH KECIL (1 year 9 weeks ago)
90

Sip, aku menunggu lanjutannya :)

Writer miss.jade
miss.jade at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)
80

it's simple but awesome
mampirlah ke ceritaku juga
salam kenaaaal ^^

Writer idlsoexrie
idlsoexrie at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)

haha makasih :)

salam kenal kembali

Writer edogawa.indry
edogawa.indry at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)
20

keep writing .

Writer idlsoexrie
idlsoexrie at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)

siip :)

Writer iqrom
iqrom at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)
100

Kereen. makin ga sabar nunggu kelanjutanya. terus berkarya :)

Writer pecundang jalanan
pecundang jalanan at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)

go on

Writer idlsoexrie
idlsoexrie at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)

thanks dukungannya :)

Writer petaktujuh
petaktujuh at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)
70

siipp

Writer idlsoexrie
idlsoexrie at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)

:)

Writer dieka2501
dieka2501 at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)
50

masih belum jelas ya? :D

Writer idlsoexrie
idlsoexrie at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)

ini masih awalannya mas, di tunggu saja kelanjutannya. update terus kok. janji. mohon kritikannya yah :)

Writer afreeze
afreeze at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)
60

awal yang bagus. ditunggu kelanjutannya.

Writer idlsoexrie
idlsoexrie at DIA MASIH KECIL (1 year 12 weeks ago)

makasih mas, pasti saya update terus kok. meskipun nyicil. hehe.. saya masih susah jaga mood buat nulis. mohon kritik dan saranya mas ")