Aku Anakmu

Malam terlalu dingin 'tuk disapa
Tetapi langkahku tak kunjung henti
Benci mengumpat di balik tangis
Lapar dan sakit di dadaku perih mengorek peluh

Dua puluh tahun sudah aku melihatmu
Meski tak penuh selama itu
Selama itu pula api kebencian kobar menyala
Padamu, seorang yang ku kenal dengan sebutan bapak

Aku tak menyesal membencimu
Hanya tak pahami mengapa tak lekas padam
Mungkin ini hasil yang harus kau tuai
Dari anak yang kau bangga-banggakan
Atau yang selalu kau cela?

Ini aku
Darah daging yang kau mandikan dengan penuh luka
Buah hati yang kau dendangkan nyanyian serpihan kaca
Lihatlah aku!
Anak yang kau suguhi dengan uang hasil judi
Lihatlah aku yang sekarang ini!
Gelap! Pekat!
Sepertimu
Atau mungkin lebih dari itu

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer agung_ps
agung_ps at Aku Anakmu (8 years 17 weeks ago)
70

ayah, sang pengemudi keluarga.
keriput tulang pipinya gambaran perjuangan.
pemimpin yang terus bergelut dengan zaman demi sesuap nasi.

Writer Ly_just_a_named
Ly_just_a_named at Aku Anakmu (8 years 25 weeks ago)

iya, kenapa ya..?
cuma ngandelin kemana air atau angin membawanya terhempas
atau jemari yang 'kan memungutnya
:D

Writer pecundang jalanan
pecundang jalanan at Aku Anakmu (8 years 25 weeks ago)
100

bagus..

Writer nixyan
nixyan at Aku Anakmu (8 years 25 weeks ago)
90

Ly..., apa kabar?
Benci itu pasti karena cinta ya?, mungkin aku salah, tapi aku yakin cinta itu bereinkarnasi sedemikian rupa karena terlalu banyak luka..
Salam..:D

Writer Ly_just_a_named
Ly_just_a_named at Aku Anakmu (8 years 25 weeks ago)

kabar-kabari aku hari ini jadi pengangguran
hehe
thank's

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at Aku Anakmu (8 years 25 weeks ago)
90

Oh ayah, apa yang telah terjadi pada lakon hidupmu, sehingga sang anak harus membenci hingga datang hari ini....

Writer Ly_just_a_named
Ly_just_a_named at Aku Anakmu (8 years 25 weeks ago)

lebih tepatnya, mengapa ayah harus seperti itu, kak..
:)