Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu?

Seperti sejak awal ku terlahir di dunia, bumi masih berputar tepat di porosnya. Kecepatan nya pun juga masih sama, kecepatan yang membuat satu hari terdiri dari 24 jam. 24 jam yang terkadang kuhabiskan dengan penuh kesia-siaan. Hari demi hari berlalu begitu saja, bahkan terkadang aku lupa kini aku telah masuk di paruh kedua di tahun pertama ku duduk di bangku perkuliahan.

Tapi tak seperti kisah-kisah yang sering ku tonton di TV. Masa awal perkuliahan ku sepi, tanpa kisah cinta yang merupakan menu utama dari serial-serial FTV yang sering ku tonton. Aku mulai ragu dengan kapabilitas kisah-kisah di sinema itu, aku berfikir itu hanyalah sebuah pengalihan isu yang menutup-nutupi fakta bahwa kampus adalah tempat yang sangat membosankan. Aku rasa FTV itu sengaja di buat untuk meracuni pikiran para tamatan SMA sederajat seperti ku untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mungkin juga produser-produser FTV itu sengaja di bayar oleh para petinggi DEPDIKNAS untuk meninggikan tingkat pendidikan di Indonesia ini. Kini imej kuliah telah benar-benar buruk di mata ku.

Aah, aku benar-benar bosan untuk sekedar pergi kuliah sekarang. Mengapa aku harus menjemput tugas-tugas yang pasti akan di berikan dosen itu? Mengapa aku harus pergi ke kampus pagi-pagi hanya untuk mendengarkan mereka berceramah di depan kelas? Pertanyaan-pertanyaan yang selalu bergentayangan di benak ku saat aku akan berangkat kuliah. Pertanyaan yang akhirnya membatalkan niatku, dan kembali berbalik untuk menarik selimut.

Tapi semua imej buruk tentang kuliah, kampus, dosen atau semacamnya kini mulai sirna di pikiranku. Aku mulai kembali rajin kuliah, tahu kenapa? Kemaren aku bertemu dengan seorang wanita, pertemuan kecil seperti yang sering ku lihat di FTV-FTV. Aku bertabrakan dengan nya, menjatuhkan bukunya. Merapikannya bersama. Lalu berkenalan, Kendyda namamya, nama yang kutahu saat menjulurkan tangan untuk berkenalan dengan nya. Uluran tangan yang di balas dengan uluran tangan di tambah senyum manis darinya. Tapi tak bisa lama, dia pergi "duluan ya, bentar lagi masuk" ujarnya. Aku hanya berkata "iya". sebenarnya aku masih ingin berlama bersamanya, tapi harus bagaimana lagi?

Pertemuan berdurasi 10 menit yang telah mengubah hidupku berakhir. Kini aku ingin mengenalnya, lebih dan lebih dekat lagi. Tapi sikap acuh ku selama ini, merepotkan ku. Aku tak punya banyak teman, Jangankan untuk menanyakan tentang Kendyda. untuk teman sehari-hari pun aku hanya punya Eral. Ya, aku dan Eral sama-sama merantau dari Pekanbaru menuju ke Yogyakrta ini. Karena faktor bahasa atau lainnya, aku tak pernah berminat untuk mengenal dekat orang-orang di sini. Tentang pergaulan atau semacamnya bisa dikatakan aku berbanding terbalik 180 derjat dari Eral.

Oleh sebab itu, untuk masalah "Kendyda", aku yakin Eral bisa menyelesaikannya. Maklum, Eral adalah tipe laki-laki tebar pesona yang mampu bergaul sangat cepat dan sangat baik pula. Aku bahkan yakin dengan cara bergaul seperti itu, Eral mengenal semua Mahasiswi di kampus kami dengan sama baiknya.

Keesokan harinya, dengan keyakinan Eral akan mapu menyelesaikan masalah ini. aku berencana pergi ke kontrakan Eral. Tak begitu jauh dari kampus, tapi berlawanan arah dari kos-kosan ku.

Tak sampai 15 menit, aku yang tadi asyik berkhayal di kamar kos-kosan ku sambil memikirkan Kendyda kini telah sampai di kontrakan Eral. Karena telah biasa ke kontrakan Eral, tanpa permisi aku langsung saja masuk ke kamar nya. Dengan banyak bacot dan ditambah lagi dengan logat pekanbaru yang (masih)sangat kental aku langsung menjamah Eral dengan banyak pertanyaan tentang Kendyda. Eral tampak heran, mungkin karena aku masuk tanpa permisi dan langsung menghujatnya dengan sejuta pertanyaan. apalagi pertanyaan ku adalah pertanyaan yang aneh di telinga Eral, ini kali pertama aku bertanya tentang wanita padanya. Memahami gelagat ku yang aneh, secara frontal dan tanpa basa-basi Eral bertanya pada ku, "dan, lo suka ya sama Kendy?" karena merasa tak perlu malu pada Eral, aku langsung mengangguk mengiyakan.

"Ral, bisa bantu carikan informasi tentang Kendyda?" "emang lo kenal dia dari mana? sejak kapan lo suka ama dia?" Eral berbalik menanya. lalu ku jelaskan semuanya pada Eral, tentang cara bodoh pertemuan kami dan semuanya. Dan Eral pun mengerti.

Beberapa saat kemudian Eral, mengambil sebuah map di dalam lemari pakaiannya, dan memberikan nya padaku.

*bersambung

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

wuich, ada kehidupan rupanya. sipsip!

Writer humerus
humerus at Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu? (6 years 37 weeks ago)

wah, oke banget ni idenya ha ha ha
konspirasi depdiknas dengan FTV. mana kepikiran kalo gw.

Writer iqrom
iqrom at Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu? (6 years 37 weeks ago)

bantu rating juga teman :)
makasih komennya:)

Writer lavender
lavender at Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu? (6 years 37 weeks ago)
70

kalau penulisannya ditata lagi, penggunaan huruf besar setelah titik, dll, akan lebih enak dibaca.. :)

Writer iqrom
iqrom at Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu? (6 years 37 weeks ago)

Siip, udah mulai di perbaiki :)
terimakasih komen dan rattingnya

Writer iqrom
iqrom at Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu? (6 years 37 weeks ago)
100

komentar ku sama seperti yang di atas

70

Ya ya, stream-of-consciousness... bagus, bagus...
.
Tapi ada yang aneh--> [aku bertabrakan nya, menjatuhkan bukunya. merapikannya bersama.] "Bertabrakannya" itu maksudnya apa, ya? Antara saia ga ngerti, atau memang logika saia ga nyampe, nih, ahahaha. Lalu EYD-nya bisa dirapihin kan, om? Okede kip raiting!

Writer iqrom
iqrom at Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu? (6 years 37 weeks ago)

hehe. salah ketik, udah di perbaiki kok :)
thanks ratting nya:)

Writer ip_23
ip_23 at Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu? (6 years 37 weeks ago)
50

Q tunggu sambungan'y cz msh kurang jelas ma alur cerita'y.....

Writer iqrom
iqrom at Apakah Hanya Sebuah Pengalihan Isu? (6 years 37 weeks ago)

masih ngumplin ide sama mood untuk ngelanjutinnya. tapi janji bakal di sambung kok :)