Tantangan Gambar - Nada Selamat Jalan pada Petang Keduapuluhsembilan



Sekarang petang pukul lima keduapuluhsembilan sejak aku mengenal kalian. Dan seperti kali pertama kita bertemu, kau tak pernah sendiri. Pun petang kali ini kau juga tetap membawanya di hatimu. Entah kekuatan apa yang kau miliki, hingga aku berpikir seharusnya kau menggantikanku. Namun, sepertinya kau belum pantas untuk itu.

Aku bisa—meski masih saja ingin dihentak kejutan—menerka sosok yang membuat matamu berkilau air mata. Apakah benar pemilik tangisan ini, yang tak kunjung menikmati dunianya sekarang, yang telah membuatmu melupakan kedatanganku? Ia mirip denganmu. Ia juga duduk termenung, seringkali menyenandungkan lagu selamat jalan dengan nada merdu. Alunannya merambat pelan menuju tempatmu menunggu. Apakah kau mendengar? Ia masih saja menyanyi sampai saat ini. Meski, harus kuakui, kalian berdua sama antusiasnya pada kepedihan. “Semoga kali ini ia mendengarku,” katanya di sela tangisan tak berkesudahan.

Sesungguhnya aku bimbang melihat fenomena ini. Bukan, aku bukannya bosan, Sobat. Hanya saja, seharusnya akulah yang menjadi fenomena untuk kalian nikmati. Namun, kita harus memahami kehidupan itu seperti roda yang berputar. Terkadang kau sedih dan di waktu yang lain kau bersenang-senang. Kau takkan bisa mendapatkan kebahagiaan sempurna. Seperti aku yang sesaat lagi akan meninggalkanmu. Sama seperti aku di setiap hari.

Maka sebelum itu, untuk kesekian kalinya, aku harus menyaksikanmu dan keluguan anjingmu. Ingin aku teriakkan padamu bahwa tak ada gunanya menanti seperti caramu. Kau melupakan hal-hal lain yang harus kau lakukan, Sobat. Kau melupakan waktu. Jujur, aku lebih suka membayangkanmu berlari sepanjang jalan—tentunya bersama anjingmu itu—tiap pagi dan sore. Sahabat seperti kalian berdua menikmati sisa waktu yang menipis setiap kali aku datang dan pulang. Lalu tawa riangmu dan seruan anjingmu melengkapi kehidupan di bumi. Mungkin ia menyalak dengan senang, ketika tahu tuannya dalam keadaan ceria. Tak lagi membuang-buang waktu seperti petang keduapuluhsembilanmu ini.

Tahukah engkau, cerita tentang anjing yang setia hanya untuk mengingatkanmu bahwa kesetiaan sangatlah penting dalam hidup. Tetapi, sangatlah-penting itu tak harus menjadikannya sesuatu yang wajib kau lakukan dengan cara seperti ini. Tak perlu pembuktian itu. Hidup hanya sekali dan kau tak harus menyesali dengan menanti. Aku takut kau marah, tapi itu bodoh namanya. Dan lebih bodoh lagi jika kau mengakhiri hidupmu dengan cara seperti ini!

“Mungkin ia memang sudah mati,” kata pujaan hatimu saat kami—semakin larut—mendiskusikanmu.

“Ya,” kataku ketus. Sepertinya memang benar, kau sudah mati di kursimu.

Andai saja belum, aku ingin mengatakan bahwa nyanyian selamat jalan dari gadis yang duduk dalam duniaku ini, terus terlantun menuju telingamu. Seharusnya sudah sampai ke dasar hatimu. Tiap nadanya menjadikanmu berbesar hati menerima kehilangan. Tiap nadanya membuatmu semakin kuat dalam penantian. Artinya kau harus tahu apa saja yang mestinya kau lakukan. Menunggu hanya membuat kita tertinggal dan semakin jauh tertinggal. Seperti yang tadi aku katakan, hidup selamanya terus berjalan. Apakah kau tak mau membuat gadis ini tersenyum bahagia—dengan melihatmu menikmati waktu yang tersisa bersama anjingmu yang lugu? Kupikir itu pasti lebih baik. Bahkan, jauh lebih baik daripada kau menungguiku hingga aku digantikan malam. Seperti itulah kehidupan, Sobat: kau mendapatkan, kau kehilangan.




- S.A.20110308 -

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

(T_T)
Saking bagusnya sampai tidak dapat berkata-kata...

100

tiap harinya makan apa ya koq bisa bikin sebagus ini... hihhii

100

Benar-benar Keren!!!!!!!!
Good Job!

100

keren ;) , aku gak bisa buat yang beginian... huhuhu
ajarin...

>.<
kakak reen ini bisa aja, deh
padahal, tulisan kakak sudah sangat baik sekali
sebaiknya kakak dong yang ngajarin adek ^^
hehehe

jadi maluw... >.< enggak laaaa... ini siy tulisannya mateng ;p
hehehehe
;)

lho!
kakak doyan masakan ya?
malah dibilang "mateng" :p
hehehe
ngga usah malu, kak--dengan "doyan masakan" :p
^^

oiyaaa, aku juga ikutan tantangan gambar ini -___-" tapi sepertinya bukan jadi cerita, tapi gak tau deh

masakan apa niy -____-"

bukannya kakak yang doyan?
jadi, aku yang harus bertanya, kan? :p

ya ampun >.<" maaf... komennya mulai ngaco, karena aku ngantuk banget...

disini pukul 10.38--bukan waktu untuk tidur, sebenarnya ^^

90

ya ampuuun, baru SMP dah jempolan... dulu saia cuma bisa maen congklak! *nggak penting komennya.. :D :D

pokonya aku suka gaya tutur bahasamu di sini :)

^^
terima kasih sudah mampir, kakak
hehehe

90

Great !!!

100

Ahak hak hak.... uhmmmm K@" $3pty tUliSannya b@gUs bGd deH....

makasih udah mampir kak plenilunio ^^

80

salam kenal.
aku suka dengan penggunaan POV yang tak terduga.

mampir juga ke lapakku.

salam kenal, kak
duh. susah manggil namanya
hehehe
^^
iya, pasti aku mampir

90

Duh kalo emang bener, untuk ukuran SMP sih ni jempolan banget. Kalo dulu aku SMP paling bikin ceritanya seputar liburan ke rumah kakek di desa. Halah!

Berat juga. Kalo awalnya ga ngintip bocoran, gak akan nyadar sampe akhir aku = matahari. Tapi pas di line akhir, "kamu" tiba-tiba jadi ganti arwah si gadis ya? Bisa jadi ini masalah terbesar buatku.

eh
ngga ganti jadi arwah kok, kak :'(

90

bahasanya halus...mengalir...

salam kenal septy

salam kenal kakak dina ^^

100

Wuih..., masih SMP dan sudah sehebat ini? aku mesti pinjem jempol orang lain nih untuk kasih jempol sembilan..
Salam.. :D

semua penulis disini hebat-hebat lho, kak ^^
makasih udah dateng
hehehe

100

Sangat indah...mempesona membawa pembaca terhanyut sepenuhnya...juga penuturanya begitu lembut
Salam :)

terima kasih sudah datang, kak laila ^^

80

keren..keren..heuheuheu..POV sang langit?atau matahari?...sip..sip..
fokusnya ke langit atau ke sosok orang..?? sedikit kurang fokus rasanya tadi...

maunya Si Langit, kakak
tapi sepertinya memang kurang fokus
semoga di tulisan berikutnya bisa lebih baik lagi ^^
hehehe
semangat (^o^)/

100

permisi, nabur bintang dulu....
setuju sama om dadun...^_^ tapi menyenangkan untuk dibaca, salam kenal septy

^^
salam kenal, kakak dewisun
hehehe

80

ini bacaan berat @_@
baguuus.
tapi, keduapuluhsembilan itu apa emang gitu ya nulisnya? kalo aku sih prefer keduapuluh sembilan.

oh?
aku kurang tahu penulisan bakunya seperti apa, kak :'(
kebetulan "keduapuluhsembilan" mau aku jadikan satu kata saja. hehehe.
tapi, kenapa cerita aku ini jadi terkesan berat, ya?
btw
makasi udah mampir kesini kakak ^^

90

kok bagus, ya? hehehehe...

ngga ada kritik ya, kak? ^^
btw, makasih udah mampir disini
hehehe

klo kritik ga ada, aku punyanya keripik :P

boleh, kak
keripik apa dulu?
^^

80

Ceritanya bagus, ngalir. Dan bahasanya, duh... puitis banget. Keren

makasih udah mampir, kak ^^

100

keren ini siy... ahak hak hak :D

makasih kakak ^^
semua cerita tantangan gambar ini keren-keren kok
hehehe

90

Bener kata yg lain. Bahasanya ampuunn. Aku perlu mikir dulu sampai akhirnya menginterpretasikan bahwa si "aku" adalah sang senja/langit. Dan inti kisah ini, ratapan seorang pemuda atas kematian kekasihnya. (Koreksi kalau aku salah)
.
Ada sedikit kritik aja. Tp ngga penting banget sih.
Cara memasukkan narasi mengenai anjingnya terasa agak sedikit maksa. Kurasa soal si anjing kurasa bisa sedikit disinggung di awal2 narasi. Yah.. Intinya sih. Ceritamu keren! :D

^^
iya, kakak
si aku itu langitnya. hehehe. aku cuma mau buat dari sudut berbeda saja. biar unik, tapi sepertinya tidak terlalu unik sih. hehehe.

dan benar juga tentang intinya. aku baca cerita tantangan yg lain juga, dan sepertinya rata-rata tentang ratapan itu. jadi, aku ikut-ikutan. hehehe. tapi aku mau fokus ke "menanti" secara penuh. jadinya cuma seperti ini deh ^^

kritiknya aku terima, kak.
makasih udah mampir di tulisanku (^o^)/

wow.... antap, manis sekaliiii :D

lagi-lagi bahasanya ya, kak ^^
ty ya udah mampir lagi di tulisan aku
hehehe

90

lucu saya pas bikin cerita itu ga liat ada anjingnya, wkwkw tapi kalo di cocokin sih masi pas

hehehe
makasih udah mampir, kakak ^^

80

wadooh septy .. bahasanya tuh ..

septy tar ikutan tantangan berikutnya lagi yak ..

mari semua yukz ikutan cerita tantangan dari gambar.