Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya

Rui terduduk di padang rumput di sisi desa. Tempat kesukaannya kala ia ingin sendiri. Ia melihat lentera bundar di atas sana bercahaya sabit menaungi bumi yang telah dilumuri kegelapan. Terkecuali padang rumput ini dimana puluhan pelita kecil beterbangan di sekelilingnya. Begitu indah, hingga membuatnya tak mampu berlama-lama kehilangan senyuman. Pun senyum itu tak mampu mengeringkan sungai yang telah mengalir di wajahnya sedari tadi.

Ia tergugu. Apakah arti sebuah kematian? Mengapa harus ada kehilangan? Di saat-saat seperti ini, tak seharusnya ia berada di sini. Seharusnya ia di sana kan? Bersama mereka mendoakan jasad sang pemilik mata teduh itu. Seharusnya ia di sana kan? Untuk bisa berucap perpisahan terakhir kepada orang itu. Kepada seorang lelaki yang senantiasa mengobarkan kembali pelita yang hampir redup di hatinya sejak ia kehilangan sosok seorang ibu. Seperti bintang di langit sana, yang mengobarkan kembali lentera sabit yang tak mampu menyinari seluruh malam sendirian. Seperti bintang di langit sana, yang menjaga bulan agar tak meredup cahayanya. Dan sekarang, ia kehilangan bintang lagi. Ataukah lelaki itu sudah berada di atas sana bersama bintang-bintang lain? Ia melihat bintang yang teramat terang dengan sudut matanya, jelmaan lelaki itukah?

Sayup-sayup, Rui mendengar sebuah nada pilu dari kejauhan. Irama yang kerap kali lelaki itu lantunkan untuk mengantarnya terlelap. Rui menoleh ke arah sumber suara demi menemukan sesosok anak laki-laki yang bermata kelabu persis dengan lelaki itu berdiri tak jauh darinya. Anak lelaki bernama Arash itu memandangnya pilu, meski lagu itu tak berhenti didendangkan. Saat Arash duduk di sisinya, rambut perak mereka berpendar indah tertimpa cahaya yang sama seperti yang menimpa padang rumput ini.

Perlahan, Arash mengayunkan tangannya. Formasi indah yang tak pernah mampu ditandingi oleh Rui itu mengundang embun-embun bekas hujan petang tadi. Membuatnya berkumpul menyelimuti mereka, dan melayang bagai dinding air yang mengitari keduanya. Lalu, alunan nada itu berhenti. Rui menoleh seketika. Arash hanya membalas dengan sekulum senyum. Kalau diperhatikan baik-baik, itu adalah seringai kepedihan. Sama seperti senyuman yang menghias wajah Rui sekarang.

Arash mengangkat tangannya pelan-pelan. Ia meraih kepala Rui dan membelainya lembut. Bukannya membuat Rui tenang, sentuhan itu justru membuat airmatanya menderas. Sedetik berikutnya, Arash melesakkan Rui ke dalam pelukannya. Rasa hangat mengaliri sekujur tubuh Rui seketika.

“Menangislah sepuasmu,” bisiknya lembut. “Aku akan di sini. Aku akan selalu ada di sini. Untukmu.”

“Kita akan selalu bersama?” isak Rui. Ia mencoba menarik nafas, tapi udara justru mencekatnya. “Kau takkan meninggalkanku seperti ayah?”

Rui bisa merasakan anggukan pelan Arash di balik bahunya. “Kita akan melewati ini bersama.”

Kata-kata yang indah, paling tidak bagi Rui. Karena ada janji yang tersirat begitu dalam, membuat harapannya membuncah. Menyadarkannya bahwa ia tak sendirian. Meski ia kehilangan mata teduh ayahnya, meski ia kehilangan suara kasar yang selalu melagukan alunan itu untuknya, ia tetap tak akan sendirian kan?

Arash melepas dekapannya, lantas menyeringai pada Rui. Mata kelabu yang mengabut itu tak mampu tertutupi senyuman Arash, membuat Rui tambah ingin menangis. Arash menggerakkan tangannya lagi, membuat embun-embun yang tadinya menyelimuti mereka mengumpul di telapak tangan kanannya. Tangan kirinya memainkan angin di atas kumpulan embun itu, mengeraskannya, lalu membentuknya. Rui tak tahu apa yang tengah dibentuk oleh Arash, maka ia menengadah. Hanya seutas senyum yang diperolehnya.

Arash meraih tangan Rui, lalu menaruh kumpulan embun yang telah mengeras itu di atasnya. Rui menunduk, menatap sebuah kristal es berbentuk bintang yang berkilau keperakan. Kilau yang sama seperti rambut mereka. Bentukannya masih kasar, tapi anak umur 7 tahun mana yang bisa membuat kristal es yang lebih baik dari ini? Bagi Rui, kristal es ini indah sekali.

“Mulai sekarang, biarkan aku menjagamu ya, Dik?” ucap Arash lirih.

Rui menengadah. Sorot mata kelabu Arash yang sayu itu membuatnya tak mampu untuk menjawab. Di hari-hari biasa, ia akan sebal sekali mendengar panggilan ‘Dik’ keluar dari mulut Arash. Toh, Rui hanya lahir beberapa menit lebih akhir kan? Tapi sekarang, Rui tak ingin mempermasalahkannya lagi. Karena Arash akan di sini bersamanya. Sampai kapan pun takkan meninggalkannya. Dan ia takkan dibiarkan sendirian lagi. Pada akhirnya, Rui tertawa kecil. Tapi ia juga makin menangis. Hasil dari pembauran kesenangan dan kesedihan di dalam hatinya. Kebahagiaan yang perih. Arash pasti juga merasakan hal yang sama. Dengan ini, batin mereka terikat makin erat.

Ayah, apakah pelitamu itu kau wariskan juga pada bocah lelaki di hadapanku ini? Apakah aku bisa menemukan bintang penjagaku di dalam dirinya, Ayah?

Perlahan, angin hangat menyepoi menyelubungi mereka. Mengusir dinginnya malam yang menghantui padang rumput ini. Rui merasa seolah ayahnya sedang merengkuh mereka berdua, kembar dampit kesayangan ayahnya. Dan mereka pun tertawa bersama, seperti di masa-masa lama.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 12 weeks ago)
100

UPDATED xDD
.
Karena saya gak bisa gaya bahasa anak-anak, PoVnya saja yang saya ganti *digampar*

80

iya iya LOL aku juga melotot pas baca kata "7 tahun" XD XD eniwei penceritaanmu puitis sekali ao. ini keren! (kalau aja ga keganggu disinkronisasi anak usia 7 tahun dengan gaya penceritaannya yg maha romantis) side story? jadi pengen baca yg aslinya :p

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 12 weeks ago)

hahaha, saya juga melotot pas dikasih tahu bang Zoel tentang flaw parah di cerita ini... baru nyadar LOL
akhirnya, PoVnya saya ganti deh *kicked*

Writer cat
cat at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 13 weeks ago)
70

Berusaha kument dulu tanpa baca kument yg uda ada

1. Anak 7 tahun bisa saja sangat dewasa. Tp maaf ini bukan nafas anak 7 tahun. Atau mungkin dalam cerita ini ada unsur lain yg blom saya baca
2. Awalnya aku tidak menyangka kalau lakilaki itu adalah abang kembarnya. Kubayangkan adalah sahabat dari semasa kecil. Atau sepupunya.
3. Ikutan cerita tantangan yg berikutnya yaak

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 13 weeks ago)

iya, mb cat.. di cerita aslinya itu anak sudah 21 th, saya lupa kalau di sini dia baru 7 tahun.. akhirnya malah kebawa gaya penceritaan dia yang asli.. hmm, ini bener2 temuan berharga atas bertambahnya kelemahan saya, akan saya perbaiki untuk berikutnya..
.
ah, iya.. semoga bisa ikut tantangan berikutnya XD

seru....

70

Wah, ada side story Rui & Arash. :D
.
Sepertinya Ao dah dapat banyak cabe di sini. Aku kasih teh tawar bunga melti aja ya, biar gak kelamaan pedesnya. Hehehe... :P
.
Ah, jadi ini peristiwa si kembar jadi yatim piatu tho. Wah, coba ini versi prekuel Irion's E, kan asik klo diceritakan panjang lebar soal kematian ayah mereka. :D
.
Rui bersedih dengan latar padang rumput diiringi alunan musik Arash asik tuh. Jadi kebayang scene "Sora no Uta" di film Tales of Earthsea. :)

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

teh tawar bunga melati *ngakak*
.
prekuel? Irionnya saja belum selesai, saya gak mau mikir prekuel dulu deh ==a ..lagipula, nanti kematian ayah mereka saya ceritakan kok, soalnya kematian ayah mereka punya benang merah yang penting dengan inti cerita *aih, saya kelepasan spoiler lagi =_="
.
nyahaha... Arash memang hobby nyanyi sih XD
film Tales of Earthsea yang mana ya? kayaknya saya belum nonton *pundung di pojokan

Teh tawar bunga melati enak tuh. *penggemar teh*
.
Ah, setelah baca ini sudah kuduga kalau masa lalu Rui & Arash bakal jadi... *spoil alert* ... Makanya aku bilang asik juga klo dibuat prekuel.
.
Ao belum pernah nonton Tales of Earthsea? Wah, aku rekomen kau nonton tuh animasi, atau baca novel2nya dari serial "Earthsea" lebih bagus. :D

Writer micka
micka at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)
80

saya belum baca Irion's Heirlooms jadi tidak mengerti jelas sebenarnya, tapi narasinya mantap.
yang berbicara adalah tokoh kembar perempuan kah? maap kalau tidak sopan, tapi menurutku kurang menunjukkan emosi anak kecil >_<
salam kenal dari micka, mohon bantuannya :)

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

iya, yang ngomong tokoh kembar perempuannya
eh.. sopan kok sopan ^_^
iya, saya juga nyadarnya belakangan pas dikasih tahu Bang Zoel.. jiah, saya memang parah kalau harus mendalami emosi anak kecil.. masih harus buaaaaanyaaaaaak belajar lagi ==a
.
ah, salam kenal juga XD

80

bagus lho... emosinya dapat, dan ada bumbu fiksi ilmiah ya?
sayang....

saya gak punya cabe untuk ini... -____-'

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

itu bukan fiksi ilmiah, Bang.. tapi fantasi, saya termasuk parah kalau disuruh bikin cerita fiksi ilmiah ^_^
.
gak ada cabe ya.. =_=a

Writer heinz
heinz at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)
80

Bagus. Tapi ya musti baca Irion dulu kali ya baru lebih ngarti?
*
Tapi setuju dengan komen zoel. Ni anak 7 taun, tapi cara ngomong dan mikirnya bener-bener gak kaya anak seumuran gitu. Dewasa dinikah?
*
Wah, ada kosakata langka nih: tergugu? Apa artinya bos?

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

iya, dewasa dini.. (paling gak dibandingin sama kakak kembarnya yang kekanakan :P ) *ngeles*
.
menurut kbbi =>
gu·gu a, ter·gu·gu-gu·gu a sukar bicara krn takut (bingung) dsb; tergaguk-gaguk; tergagap-gagap
...yah, tergugu di sini lebih cenderung berarti gak bisa ngomong karena campuran antara takut dan bingung (anak mana yang gak akan begitu kalau ditinggal mati bapaknya =_=a)

Writer heinz
heinz at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 13 weeks ago)

Hoho, thx pencerahannya gan!

90

saya masih blm menangkap hubungan judul dengan cerita, , ,

dan cerita ini romantis sekali ^_^ walaupun saya tahu mereka berdua saudara kembar,, tapi asyik juga kalo menjurus ke incest **dihajar massa

ignore it, cma becanda
^_^

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

gyahaha, soal judul.. disuruh sama penantang buat masukin kata 'bintang' ke judulnya.. gak nemu judul yang lebih pas lagi >.<
dan saya emang paling ribet kalau disuruh bikin judul T_T
.
what the--!? incest!? mereka masih normal >_<

100

innalillahi wa innallahi raajiun...

knapa yg saya baca hari ini soal kematian mulu sih,,

but....it's complicated, narasinya susah dipahami buat orang kayag saya, saya cuma bisa ngambil satu kesimpulan

"ini yg terjadi klo ayah kita meninggal"

well....meski cukup bikin terisak, rasanya ada yg ngganjel

piss !!
saya nunggu koment dari sodara saya dulu ya

makkie at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)
80

hmm..mmm...mmm..*mengerutkan dahi..
..umm..mm..mm...*mengerutkan dahi lebih dalam...
aaahhh,,,aku ga baca Irion mu,,jadi kurang mengerti..
tapi cerita ma deskripsinya oke..

100

Hoo... Side story masuk cerita tantangan, keren... ^^

Tapi (nah lho?), menurutku agak aneh kalau dibuat penceritaan POV1, soalnya mereka baru 7 tahun kan? Tapi penggambaran emosi si 'aku' (Rui) terkesan terlalu dewasa...

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

Astazim!! what the--!? OMG
.
HUAAAAA... saya gak bisa bikin cerita dengan sudut pandang anak kecil.. hiks TT___TT **jedot-jedotin kepala ke tembok**
HEEEELLLPPP!! DX

90

nice....^^

ehm tapi yang dimaksud ntu senyumnya capa? :
"Begitu indah, hingga membuatku tak mampu berlama-lama
kehilangan senyuman".

dan
"Pun senyum itu tak mampu mengeringkan sungai yang telah mengalir di wajahku sedari tadi"

--sungai yang mengalir"=apa kamu menangis?

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

itu senyumnya 'aku'
iya, si 'aku' memang sedang nangis..
memang konotasinya saya samarkan sih.. sulit ditangkap ya maksudnya? XD

Writer M0n1kk
M0n1kk at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)
80

Uwaa.. Ceritanya keren, anak kembarnya he..he.. >_<

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

makasih ^_^

90

Ceritanya keren, ngalir, kalimatnya indah. dan esp aku suka cara kamu mengakhiri ceritanya. ^^ Good job.
Lam kenal ya

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

makasih ^_^
salam kenal juga XD

Writer anggra_t
anggra_t at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)
90

Maknyosss!!! Kereeennnnnn!!!! (www.alay.com)
XDDD
.
Narasinya uaahh!! Ngalir banget! Suasananya ampyuuunn!!
Saran sikit aja. Jangan pakai kata anak lelaki, jdnya seakan-akan dia orang asing yang Gªk dikenal si tokoh aku (rui). Pakai saja "kakak" atau namanya (arash). Kesan akrabnya jadi lebih berasa. ;)

Writer anggra_t
anggra_t at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

Kata "dia" boleh juga. Cukup akrab dan Malah jadi lebih menguatkan, center cerita ini fokus ke arash. :D

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

ah, bener juga sih... eniwei, saya gak mungkin pakai 'kakak' di sana, lha Rui nya saja mati2an gak akan mau manggil Arash dengan sebutan 'kakak' >_>
.
pengennya biar gak perlu ada nama yang kesebut, tapi jadi aneh ya? mungkin saya pake 'ia' saja.. >_>

90

Mantap, Ao! Sy mang belum sempet baca cerita aslina, tapi sy bisa langsung 'nyambung' dg cerita ini!
Ah, sy suka anak kembar~

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

gapapa kok belum baca, saya juga belum baca semua karya gie, soalnya saya kebanyakan utang baca cerita orang T_T
ah, saya akhir-akhir ini juga entah kenapa suka anak kembar >_<

90

narasinya mengalir, manisnyaa ^^

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

makasih ^^
ceritanya kumii juga manis dan mengalir XD

Writer Riesling
Riesling at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)
80

Ah... Arash & Rui <3 <3
.
Refreshing...

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

jiah, cuma begitu? gak ada cabe?
biasanya Ling gak pelit nih kasih saya cabe, sedang coment's block ya? **padahal sendirinya juga suka pelit cabe** >_>

Writer amy
amy at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)
100

Satu kata untuk cerita ini:

KEREEENN !!

Oh, iya, salam kenal, kak. .

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

aih, sankyuu ^_^
salam kenal juga, amy >_<

Writer MelZhi
MelZhi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)
100

woooowww...
ini keren bangeeet.
unpredictable. pilihan kata-katanya cantik-cantik. narasi dan deskripsinya manis.
ya ampyuuun... tambah ngeper (takut) deh saya sama tantangan ini.
.
btw, salam kenal ya kak aocchi. :)

Writer aocchi
aocchi at Tantangan Lagu : Bintang Penjaganya (8 years 14 weeks ago)

ah, jangan tambah takut dong.. ayo ikutan tantangannya >_<
iya, salam kenal juga XD
.
gak ada cabe nih? (heran, dimana2 saya memelas mintain cabe mulu =_=a)