Teman Sekelasku Adalah Superhero (3)

Malam ini malam minggu, dan seperti biasa, aku hanya akan menghabiskannya di rumah. Sebenarnya aku sudah mengajak Shelly untuk pergi jalan-jalan lewat sms, tapi aku tidak berharap dia mau. Paling-paling Dennis sudah mengajaknya duluan, dan dia tak mungkin menolak ajakan orang paling terkenal di kota ini kan?

Aku sedang asik nonton TV ketika hapeku bergetar menandakan sms masuk. Dari Shelly. Aku kaget, ternyata dia mau pergi denganku, dan dia menunggu di rumahnya sekarang. Cepat-cepat aku berganti baju.

"Mau kemana kamu?" kata ibuku melihat aku sibuk berpakaian bagus.

"Kencan dong" jawabku sambil menyeringai lebar

"Kencan?" Dia melihatku dari atas ke bawah "Cewe seperti apa yang tidak beruntung itu?"

"Bu, tega banget sama anak sendiri"

"Haha, iya deh. Jangan pulang larut ya" pesan Ibuku.

Aku ngebut ke rumah Shelly dengan motor bututku. Shelly sudah menunggu di depan rumah. Pakaiannya biasa saja, tapi dia terlihat cantik. Aku memalingkan muka agar muka merahku tak dilihatnya. Dia mengambil helm dariku dan duduk dibelakang.

"Jadi, kita mau kemana?"

"Terserah aja" kataku.

"Kita makan dulu ya, aku lapar"

Aku membawa motorku ke restoran cukup terkenal di daerah sini. Setelah memesan, kami pun mulai mengobrol tentang masa kanak-kanak kami hingga sekarang. Aku sedikit menyinggung soal Dennis.

"Kenapa kau tak pergi dengan Dennis hari ini?"

"Dia sudah ada janji dengan gadis lain" katanya tersenyum, senyum kesedihan sepertinya.

"Tapi, kukira kalian pacaran"

"Tidak juga, entahlah, aku tidak mengerti hubungan kami. Katanya aku memang pacarnya, tapi ada saat-saat aku tak merasa begitu. Dia kadang terlalu sibuk mengurusi fans club ceweknya"

Kata fans club diucapkan dengan penekanan khusus, seperti kalau kau menyebutkan kata kotoran atau hal-hal menjijikkan. Kurasa Shelly tak mau melanjutkan pembicaraan ini, jadi tak kulanjutkan.

Pelayan datang membawakan makanan kami. Shelly makan dengan lahap, tapi aku tidak terlalu. Sebenarnya aku sudah cukup kenyang karena kebanyakan ngemil saat nonton tadi.

Tadinya semuanya berjalan lancar, sampai tiba-tiba sesuatu terjadi.

Dari dapur tiba-tiba terdengar ledakan keras. Semua orang mengalihkan perhatiannya ke sana, lalu terdengar ledakan sekali lagi, yang menyebabkan dinding dapur hancur. Kali ini semua berhamburan lari keluar. Aku bisa melihat dengan jelas dari mejaku apa yang terjadi. Sepertinya kompor meledak dan menimbulkan api yang kini dengan cepat menyebar karena minyak goreng ikut terbakar.

Dalam sekejap, api sudah melalap dapur dan bagian kasir. Shelly menarik tanganku agar lekas keluar dari restoran. Aku mengikutinya sambil menahan napas karena asap api sudah tebal.

Para pengunjung berkumpul diluar melihat restoran ini habis dimakan api. Lalu kudengar tangisan ibu-ibu, "Anakku! Tadi dia masih di kamar mandi"

Orang-orang hanya bisa terkejut mendengar kata ibu itu, tapi tak tahu harus berbuat apa. Sebentar lagi restoran akan dipenuhi api. Anak itu tak akan selamat. Shelly menangis melihat ibu itu.

Tangisan Shelly itu entah kenapa menimbulkan keberanian padaku. Aku berlari masuk ke restoran, tak mempedulikan panas api yang berkobar.

"Alii!!!" teriak Shelly.

Aku menutup hidungku dan segera berlari ke kamar mandi. "Hei, apa ada orang disana?"

Tak ada jawaban. Aku masuk ke kamar mandi pria. Disana aku melihat seorang anak kecil berumur 7 tahunan terbaring pingsan. Mungkin karena asap. Aku menggendongnya lalu kembali berlari ke arah keluar. Suasana semakin panas. Aku harus cepat keluar atau asap akan membuatku pingsan juga.

Terdengar retakan keras di atas, dan aku berhenti tepat saat kayu yang terbakar dari atas jatuh menutupi jalanku.

"Oh tidak! Bagaimana ini?"

Panik, aku melihat jalan keluar lain. Tapi sulit sekali berpikir tenang dalam kondisi seperti ini. Dan semakin lama aku merasa semakin pusing. Akhirnya semuanya menjadi gelap.

(Bersambung)

Read previous post:  
16
points
(427 words) posted by kemalbarca 8 years 23 weeks ago
40
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | lain - lain | sekolah | superhero
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer triboy
triboy at Teman Sekelasku Adalah Superhero (3) (8 years 16 weeks ago)

Hmmm....aku lanjutin deh.....

namun sebelum mataku benar-benar tertutup, sekelebat bayangan dengan kecepatan super bergerak mengangkat tubuh ku dan anak kecil yang berumur tujuh tahun itu. Ku merasa melayang tinggi, angin keras manampar wajahku dan seketika aku terperanjat ketika aku berada puluhan kilo meter di udara. Rasa gamang tiba-tiba membuat kakiku kesemutan dan lututku lemas. Ku pegang erat-erat tubuh orang yang membuatku melayang. Aku tahu siapa dia, seukir senyum kemenangan terukir dibibirnya yang merah tipis.
"Kamu masih membutuhkan aku, Lan!" bisisknya di telingaku.
"Dasar bodoh!!!"lanjutnya, "kalau kamu mati, bagaimana coba? Siapa yang akan aku siksa?"katainya lagi.
"Mendingan kamu istirahat saja disini, dan merenung!!!"teriaknya kencang ke telingaku dan aku tersadar ketika aku berada di dataran yang entah dimana ini. Sunyi, dan sepi. Penuh bebatuan dan pasir. Denis kembali membumbung tinggi dan makin hilang seperti di telan langit malam yang menyesakkan dadaku.
"Selamat tinggal, Alan!"

wah bagus tuh
lanjutin dong lengkapnya
karna aku sendiri bingung mau gmana endingnya

70

nice posting :D

20

pingsan juga deh!!!!!

80

kapan super hero muncul

70

jangan pingsan donk...