MASKED RIDER GARUDA -[EPISODE 2 : I BECOME HEROES]-

23 Oktober 2012
Pukul 11.30 WIB

Jo membuka matanya ”Aku dimana?”

”Kau ada di rumah Jo,” Jawab Paman sambil mengompres kepala Jo.

”Kenapa aku bisa berada di rumah?” tanya Jo sambil menatap pamannya.

Paman Tony mengelus kepala Jo ”Kau tadi abis kecelakan karena menabrak tiang lisrik.”

”Jadi semua hanya mimpi,” kata Jo dalam hati.

Setelah Jo berkata dalam hati, tiba-tiba jam wekernya berbunyi keras.

”Tut.......!!!!!” suara jam weker.

Jo menatap jam wekernya ”Wah gawat aku terlambat.”

”hari ini kau tidak usah kuliah dulu,” cegah paman Tony.

”Tapi Paman.”

“Udah lebih baik kau istirahat saja. Biar nanti ku telpon Parman untuk mengijinkan mu,” Nasehat Paman.

”Nya sudah kalau Paman bilang begitu.” Kata Jo sambil membaringkan badannya.

Setelah Jo di nasehati Pamannya, Jo pun berbaring kembali di kasurnya.

************

23 Oktober 2012
Pukul 20.00 WIB

Di sebuah Rapat Rahasia yang di hadiri oleh Para petinggi O.R.D (Organitation Rappelz Demons). Keadaan pada saat Rapat rahasia itu sangat ramai dengan suara bisik-bisik. Karena rapat itu akan membicarakan tentang Speend Dials yang tiba-tiba muncul.

”Pak Broto kapan Rapat di mulai?” tanya salah satu petinggi O.R.D.

”Tunggu dulu, sampai Angel datang,” Jawab Pak Broto dengan suara santai.

Setelah, Pak Broto berbicara kepada salah satu petinggi O.R.D. tiba-tiba pintu masuk Rapat di buka oleh seseorang.

”Maaf terlambat Pak,” kata seorang cewek berambut pendek.

”Tidak masalah, Ayo silahkan duduk.”

”Terima kasih pak,” Kata cewek berambut pendek itu lagi.

setelah mengucapkan terima kasih kepada pak Broto, Cewek berambut pendek itu lansung berjalan menuju tempat duduknya.

Pak Broto berdiri dari kursinya, ”Selamat malam, para pegawai O.R.D yang telah hadir di sini.”

”Malam,” Jawab semua para petinggi O.R.D.

“Malam ini, saya akan membicarakan mengenai Speens Dials yang telah di temukan,” kata Pak Broto sambil menekan tombol gambar Visual melalui remot “Nah ini adalah wujud Speens Dials yang pernah dibuat oleh salah satu Desainer kita sebelum mati,” Lanjut pak Broto sambil memencent tombol remot lagi “Dan pada malam ini saya ada berita bagus buat kalian semua bahwa Speens Dials telah ditemukan oleh nyonya Angel.”

Angel berdiri dari tempat duduknya, “Iya saya menemukan Speens Dials tapi sayangnya saya gagal mendapatkannya.”

“Bagaimana bisa, kau gagal mendapatkannya Angel?” tanya seorang pegawai O.R.D.

“Karena, ketika saya mau mengambil Speens Dials, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang menghampiri pria yang membawa Speens Dials yang tengah pingsan.”

“Apakah kau tahu siapa nama orang itu?” tanya Pak Broto sambil meniup-niup kopinya.

“Kalau tidak salah namanya Pai Jo Suratmono,” Jawab Angel dengan suara pelan.

Seorang pimpinan O.R.D tiba-tiba berdiri, “Kau bilang Pai Jo Surarmono!!!”

“Iya, apakah tuan Danield kenal dia?” tanya Angel.

“Dia adalah murid ku,” Jawab Danield dengan muka kaget.

“Ooh...... jadi dia adalah muridmu Danield,” ucap Pak Broto sambil menjatuhkan gula batu ke dalam kopinya.

“Iya pak,” kata Danield.

“Kalau begitu, Angel kau mendapatkan misi untuk menyelidiki Pai Jo dengan berkuliah di tempat Tuan Daniel dan di Misi ini namamu adalah Chatlote” perintah Pak Broto sambi menyeruput kopinya.

“Siap pak!!!” teriak Angel.

Setelah Pak Broto memberikan misi kepada Angel, maka Rapat rahasia lansung di bubarkan.

********
-[OPENING THAME SO7 - PENJANTAN TANGGUH]-
********

24 Oktober 2012
Pukul 07.30 WIB

Tidak seperti hari-hari biasanya, Jo yang terbiasa bangun kesiangan, bisa bangun pagi sekali bahkan sempat membangunkan adiknya yang masih tidur dikamar. Aria yang kaget melihat kakak nya bagun pagi-pagi sekali, lalu mengejek kakaknya.

“Tumben bisa bangun pagi?” tanya Aria sambil menatap Jo dengan muka penuh penasaran.

“Kenapa kau tanya begitu?” tanya Jo sambil menoleh ke Aria.

“Karena biasanya, kau yang paling susah bila disuruh bangun pagi,” Jawab Aria sambil tetap memandang kakaknya.

“Aneh kau,” kata Jo sambil berdiri menuju motornya.

Aria ikut berdiri “Justru kakak yang aneh.”

Jo pun menaiki motornya, tapi tak beberapa lama setelah moto dinaiki. Ban motor Jo kempes.

“Alamak, aku lupa kalau aku habis nabrak tiang listrik,” gumam Jo sambil memukul kepalanya.

“Jadi aku berangkat ke sekolah naik apa dong? Masak harus jalan kaki,” keluh Aria

Jo pun menjentik kan jarinya “Aku tahu kita harus naik apa.”

“Jadi kita harus naik apa?” tanya Aria.

“Sebentar,” kata Jo sambil berlari menuju sepeda Jengki peninggalan kakeknya “Kita naik ini.”

“Apa!!!” teriak Aria.

“Sudah kagak usah kaget begitu, ayo cepat naik daripada kau telat,” gumam Jo sambil menaiki sepeda Jengki.

“Nya udah deh,” gumam Aria sambil berlari ke arah Jo.

Mereka berdua pun berangkat menuju sekolah Aria dengan menggunakan sepeda Jengki dan meski awalnya Aria kesel. Tak beberapa lama mereka naik sepeda, akhirnya mereka sampai di Sekolah Tunas Bangsa Bandung.

“Nanti ku jemputnya!!!” teriak Jo.

“Enggak usah biar nanti aku ulang bareng Popi aja,” balas Aria sambil menoleh kepada kakaknya.

“Nya sudah,” gumam Jo.

Setelah Jo selesai mengantarkan adiknya, ia pun segera menganyuh sepeda Jengkinya menuju Restorant paman nya. Sesampainya di Restaurant, terlihat seseorang lelaki muda baru masuk ke dalam Restaurant itu sambil membawa tas.

“Krakk.....” suara Pintu Restaurant di buka.

Lelaki muda itu menoleh ke arah pintu sambil memegang daftar Menu.

“Wah...Jo ahirnya kamu datang juga!!!” teriak lelaki muda itu.

“Wah.... ada Nizar,” kata Jo sambil tersenyum.

Nizar membalikan tempat duduknya kearah Jo “Jo, kamu bisa bantu aku mengerjakan tugas membuat Naskah dari pak Jarwo.

“Bisa tapi ada syaratnya,” kata Jo sambil menjentikan jarinya.

“Apa saratnya?” tanya Nizar dengan muka penasaran.

“Kau harus temani aku ngantar Mie Ayam ke rumah pelanggan, apakah kau sanggup.” Ujar Jo sambil terseyum.

Nizar pun berdiri “Baik aku terima persyaratranmu itu.”

Setelah Nizar menerima persyaratannya, Jo pun lansung membantu Nizar mengerjakan tugas Drama yang diberikan oleh pak Jarwo. Setelah berhasil menyelasaikan tugas dari pak Jarwo, tiba-tiba telpon Restaurant berdering.

“Haloo, Mie Ayam Mak Yuss,” kata Paman sambil menulis sesuatu di sebuah buku catatan “Baik Kami akan segera kami antarkan,” ujar paman lagi sambi menutup telponnya.

“Siapa itu paman?” tanya Jo.

“Orang pesan Mie Ayam,”Jawab paman sambil ngerebus Mie Ayam.

“Nizar.... ayo sekarang tepati Janjimu!!!” teriak Jo.

“Waduh Jo..... kalau itu nanti sajanya, aku mendadak pusing,” kata Nizar sambil memegang kepalanya.

“Jangan banyak alasan, ayo kita antarkan Mie Ayam ini kerumah pelanggan,” Kata Jo sambil menarik tangan Nizar.

“Iya,” kata Nizar pasrah.

Akhirnya setelah dipaksa-paksa, Nizar pun mau menepati janjinya dan mereka pun lansung pergi mengantarkan Mie Ayam kerumah pelangan. Setelah selesai mengantarkan Mie Ayam, mereka berdua pun lansung kembali ke Restaurant untuk mengambil tas kuliah mereka dan berangkat lagi menuju Kampus.

Sesampainya di Kampus, mereka berdua lansung berjalan menuju menuju Ruangan Lab Bahasa Ingris.

“Hai Jo, Nizar......” Sapa seorang cowok yang memakai topi berlogo AS.

“Hai, juga Don,” balas Jo dan Nizar secara bersama-sama.

“Kalian sudah baca belum koran hari ini?” tanya Doni.

“Belum memang nya, ada dengan koran pagi ini?” Tanya Jo kembali.

Doni pun memberikan Koran pada Jo, “Nih baca aja.”

Jo membaca kora “Julia Perez berantem lagi sama Dewi Persik.”

“Bukan yang itu tapi yang dibawahnya!!!” teriak Doni.

“SM*SH bubar,” gumam Nizar.

“Bukan yang itu juga tapi yang paling bawah!!!” teriak Doni lagi.

“Dua orang Mahasiswi di temukan meninggal di Tong Sampah dengan tubuh belumuran darah!!!” teriak Jo dan Nizar.

“Nah apakah kalian tahu siapa Mahasiswi itu?” tanya Doni.

“Siapa mereka?” tanya Jo dan Nizar secara serentak.

“Mereka adalah Yulia Putri dan Sisi Ayu Sartika,” jawab Doni dengan muka menyeramkan.

Setelah Doni berkata begitu, pak Danield datang menuju Lab bahasa dengan diiringi Angel. Jo yang melihat Angel lansung kaget dan hampir terjatuh.

“Jo kau tak apa-apa?” tanya Nizar dan Doni.

“Tidak, aku tidak apa-apa.” Jawab Jo dengan suara gagap.

“Kalau begitu ayo kita masuk ke Lab,” ujar Nizar sambil berjalan menuju Lab.

Mereka bertiga pun masuk ke Lab, setelah itu mereka duduk dibangku mereka masing-masing.

“Oke....... sekarang saya akan memperkanalkan New Student,” kata Pak Danield.

“Heloo, My Full Name Zaskia Carlote and You can call me Carlote,” Kata Angel yang sekarang telah berganti nama menjadi Carlote.

“Oke Carlote, kau sekarang bisa duduk di bangku yang kosong,” kata Pak Danield.

Setelah Carlote dipersilahkan duduk oleh pak Danield, Carlote lansung berjalan menuju bangku dekat Jo. Tidak beberapa lama setelah Carlte duduk, datang seorang cewek muda bersama seorang pria berpakaian jas hitam.

“Maaf pak, saya terlambat,” kata perempuan itu.

“Tidak apa-apa. Ayo sekarang silahkan masuk Claudia, Jack,” ujar pak Danield dengan santai.

Claudia dan Jack pun berjalan menuju kursi mereka. Setelah Claudia dan Jack duduk, pak Daniel pun mengajajar Bahasa Ingris dengan santai.

********

Di Taman Kota, terlihat seorang wanita yang sedang berjalan. Tapi, tiba-tiba langkah perempuan itu berhenti saat di depannya berdiri seorang perempuan memakai baju bewarna pink yang tiba-tiba berubah menjadi monster Kijang .

“Kau masih ingat suara ku Lusi?” tanya Monster berbentuk Kijang.

“Tidak mungkin!!!” teriak Lusi.

Kembali lagi di Lab Bahasa Ingris, Jo dan Carlote sedang mendengarkan pelajaran yang di berikan oleh pak Danield dengan seksama.

“Tut.....tut.....tut.....” dering suara HP Carlote.

Carlote pun mengambil HP nya dari kantong celana Jens nya dan melihat HP nya, “Sialan.... ada Demons,” desah Carlote.

“Ada apa?” tanya Jo dengan suara pelan.

“Kau bisa pegang tangan ku,” jawab Carlote sambil memberikan tangan kananya ke Jo.

Jo pun memegang tangan kanan Carlote dan setelah Jo memegang tangan Carlote. Tiba-tiba mereka berdiri di Taman Kota

“Dimana aku?” tanya Jo.

“Disini Taman Kota,” jawab Carlote.

“Tolong........!!!” teriak Lusi.

“Jo ada orang minta tolong, ayo kita kesana,” ujar Carlote sambil berlari menuju asal suara.

Jo yang tidak tahu apa-apa, lansung berlari mengikuti Carlote. “Carlote tunggu.”

“Disini tidak ada yang akan menolongmu Lusi,” ujar Monster Kijang.

“Kata siapa!!!” teriak Carlote sambil berlari menuju Lusi.

“Lote tunggu!!!” teriak Jo sambil berlari menuju Carlote.

Monster Kijang menoleh ke arah Jo dan Carlote “Siapa kalian?”

“Tidak usah banyak bicara!!!” teriak Carlote lagi, sambil menekan tombol merah disisi sebelah kanan HP nya.

Setelah Zaski menekan tombol merah di HP nya, tiba-tiba HP nya berubah menjadi Pistol.

“MAGNUM ANGLE ACTIVE!!!” gema pistol.

“Jo cepat Tranform dengan menggunakan Speens Dials yang ada di sakumu,” Kata Carlote sambil membidik monster Kijang.

“Dor.....dor....dor” Suara pistol.

Jo pun mengeluarkan Speens Dials “Apa maksud nya ini.”

“Kalian telah melihat wujudku, kalian harus mati bersama dia!!!” teriak Monster kijang sambil berlari secepat angin menuju ke arah Jo.

Jo yang kaget lansung lansung menempelkan Speens Dials di perutnya dan berkata “Hensin.” Dengan seketika muncul portal di atas kepalanya dan mengeluarkan cahaya bewarna merah dan merubah Jo menjadi Kamen Rider bewarna Merah.

Monster kijang menghentikan langkahnya, “Siapa kau sebenarnya?”

Jo melihat tangannya yang telah berubah menjadi baja berwarna merah “Kenapa tangan ku berubah menjadi seperti ini.”

“Aku bertanya siapa kau sebenarnya!!!” teriak Monster sambil berlari menuju Jo dengan tangan yang sudah siap memukul Jo.

Jo yang melihat Monster itu mendekat, lalu mencoba menghindari serangan Monster Kijang. Tapi ketika sudah mendekati Jo, tiba-tiba monster itu terpental karena mendapatkan serangan peluru panas yang di tembakkan oleh Carlote.

“Dor.....dor.....dor..” suara Pistol.

“Hai bodoh cepat lemparkan kartu yang ada di Speens Dials!!!” teriak Carlote sambil terus menembakkan peluru kearah Monster Kijang .

Jo menatap Speens Dials dan menarik kartu yang berada dalam Speens Dials “Aku tidak tahu kartu apa ini!!!” Teriak Jo sambil melemparkan kartu bergambar Macan Kumbang.

“Assasin Best Leopard!!!” gema sabuk.

Setelah sabuk bergema, tiba-tiba muncul portal di atas kepala Jo dan mengeluarkan cahaya berwana Hitam. Setelah cahaya itu hilang, Jo berubah lagi menjadi Kamen Rider berwarna hitam dengan membawa pedang dua.

“Dia berubah lagi,” gumam Carlote.

“Kalau bertarung jangan Melamun!!!” teriak Monster Kijang sambil memukul perut Zaski.

Jo yang melihat itu, lansung berlari dengan sangan cepat dan lalu memukul balik Monster Kijang itu hingga terpelanting.

“Sialan!!!” teriak Monster Kijang.

“Ku perigatkan jika kau melukai perempuan ini sedikit saja, aku tak akan memaafkan mu,” kata Jo.

“Aku tidak peduli!!!” teriak Monster Kijang sambil berlari ke arah Jo dengan menyerunduk.

Jo mengeluarkan kartu bergambar Orang yang sedang berlari dan melemparkan nya ke atas.

“Assasin Speed!!!” gema sabuk.

Setelah sabuk bergema, tiba-tiba Jo berlari sangat cepat bahkan peluru tidak dapat menandingi kecepatan nya. Jo lalu menebas Monster Kijang hingga terduduk.

“Inilah serangan terahirku!!!” teriak Jo sambil melemparkan kartu bergambar tiga orang yang sedang menebaskan pedang kearah pohon.

“Ilusion Leopard Strike!!!” gema sabuk.

Setelah sabuk bergema, tiba-tiba diatas kepala Jo muncul portal dan mengeluarkan cahaya putih. Setelah cahaya itu menghilang, tiba-tiba Jo menjadi tiga. Jo yang melihat dirinya menjadi tiga, lansung mengayunkan pedang nya dan di ikuti oleh kembaran nya. Degan seketika ayunan itu berubah menjadi angin Topan yang sangat besar. Monster Kijang yang melihat angin topan itu berusaha lari, akan tetapi hal itu sia-sia Monster Kijang lansung terhisap angin Topan dan lalu terbakar.

“Dia melakukan nya lagi,” kata Carlote.

Jo melepaskan Speens Dials dan berubah kembali menjadi Manusia. Jo lalu berlari menuju Lusi dan menggoncangkan badannya “Hei ayo bagun?”

“Aku dimana,” gumam Lusi sambil membuka matanya.

Carlote menarik tangan Jo kembali “Ayo kita kembali.”

Setelah Zaski menarik tangan Jo, tiba-tiba mereka kembali lagi berada ruangan Lab Bahasa.

Jo melepaskan tangannya “Sebenarnya kau siapa?”

*************
BERSAMBUNG
*************
-[ENDING THAME BEAT CRUSADERS-FOLLOW ME]-
*************

Read previous post:  
82
points
(309 words) posted by kiva2011 8 years 24 weeks ago
82
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | lain - lain | Achtion | comedy | Love | romance
Read next post:  
100

menarik, setuju sama Arai..

70

keren

80

tempo nya terlalu cepet banget, apalagi achtion sebentar banget
padahal tadi aku berharap agak panjang serangannya

80

Keren!!

60

sebelumnya maaf kalo tidak berkenan,

1. temponya terlalu cepat, mungkin seharusnya antar adegan, anda memakai pemisah, semisal tanda bintang, jadi pembaca tidak bingung.

2. karena pembaca ada juga yang dari kalangan "tidak tahu soal kamen rider" ada baiknya berikan keterangan soal beberapa hal yang sudah khas di kamen rider, misal soal speen dials, saya tak bisa membayangkan bagaiamana bentuknya.

3. sebagai adaptasi film, cerita ini minim deskrips, misal, bagaimana kostum si kamen rider garuda, bagaimana gerakan jurus jurusnya, dan yang lain.

gomen ne, mungkin kbenyakan ,tapi itu saja, sekarang pujiannya

1. saya suka dengan ide membuat masked rider garuda, nasionalis, tapi seperti yang saya sebut diatas, saya belum menemukan, kenapa disebut kamen rider garuda.

dan sekali lagi maaf,

mas, klo ngiklan cerit di kecom bayar,
apa bayarannya ?
poin dan koment bermutu, jangan minta di koment terus, tapi jadilih pengkoment juga

salam !

100

keren

80

Lumayan

80

Lumayan Greget om Kiva