Persona: Sacrifice. Chapter 1

The Beginning

“Apa yang kauinginkan dariku?” seru seseorang. Terdengar nada takut dari suaranya.

Di tengah kegelapan malam terlihat dua sosok hitam pekat. Keduanya saling berhadap-hadapan. Sosok pertama, yang tampak ketakutan, berdiri gemetar. Dia terpojok. Di belakangnya menjulang tinggi tembok bata yang dingin dan gelap, sedangkan sosok kedua berdiri menghadang di depannya. Sosok kedua itu bergeming, tidak peduli dengan ketakutan yang dialami sosok pertama itu. Justru, ia tampak menikmati ketakutan itu.

Malam itu sangat gelap. Bulan tak nampak karena tertutup awan pekat, seperti hendak membiarkan dunia diselimuti kegelapan. Angin tidak berembus sama sekali, tapi malam itu benar-benar sangat dingin. Udara malam begitu menusuk tulang, mesti saat itu sedang musim semi.

“Apa yang kauinginkan?” kata sosok pertama itu lagi setelah tidak terdengar jawaban dari lawan bicaranya. Ia setengah berbisik, namun suaranya terdengar begitu jelas di malam yang sunyi itu. Nada takut masih terdengar dari ucapannya. Apa yang membuat ia ketakutan, tidak ada yang mengerti. Ia sendiri tidak mengenal siapa sosok yang menghadangnya.

Sosok kedua itu tersenyum, yang membuat sosok pertama makin gemetar. Awan yang menutup bulan, mendadak menyingkir pergi bagaikan selubung yang terbuka, membiarkan cahaya bulan menerangi malam itu. Sosok kedua itu makin terlihat jelas. Matanya merah bagaikan iblis, penuh dengan kebencian dan hawa nafsu. Ia berjalan mendekati sosok pertama yang merosot ke bawah karena tidak kuat berdiri.

“Yang aku inginkan ialah,” katanya, “adalah jantungmu yang berisi darah segar.”

Terlihat makhluk tinggi mengerikan dengan pedang panjang keluar dari dirinya. Dengan mudahnya ia menebas sosok yang ketakutan itu menjadi dua dengan pedangnya bagaikan sedang menggunting kertas. Jantung yang masih berdenyut pelan keluar dari sosok yang ditebas tadi. Makhluk yang mengerikan itu lalu berdiri di samping sosok pertama yang tersenyum puas. Ia berjalan maju dan mengambil jantung itu dengan senyum. Lalu ia melayang terbang bersama makhluk berpedang tadi.

Dan awan pekat pun menutup bulan lagi.

* * *
Takahashi Akira sedang memandang pemandangan di luar kereta yang melaju kencang. Ia melihat deretan rumah dan pohon yang berlari-larian di luar kereta. Seandainya aku bisa lari dari kenyataan, pikir Akira. Kenyataan pahit yang harus dihadapinya. Kenyataan bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan.

Akira dan kedua orang tuanya akan pergi pada siang petaka itu. Mereka bertiga berencana untuk pergi ke Kyoto untuk mengunjungi sahabat orang tuanya yang sedang sakit. Tidak ada firasat buruk pada siang itu. Ayahnya mengendarai mobil dengan cepat, tapi penuh dengan kehati-hatian.

Setelah sekitar satu jam perjalanan yang tenang, tiba-tiba truk yang melaju kencang muncul dari belakang mobil. Ayahnya menyingkir agar truk yang memuat bahan-bahan kimia yang mudah meledak itu bisa lewat. Saat melewati tikungan tajam, truk itu tetap melaju kencang dan nyaris hilang keseimbangan, sehingga truk itu nyaris oleng dan membuka pintu muatan yang kurang kencang, memuntahkan berbotol-botol bahan kimia yang mudah meledak ke jalanan. Ayah Akira yang berada di tepat belakang truk berusaha menghindar dari botol-botol itu, namun sayang ada satu botol yang tepat berada di bawah ban mobil mengakibatkan mobil tergelincir dan memecahkan berlusin-lusin botol zat kimia, menumpahkan zat kimia ke jalanan. Kendaraan yang berada di belakang mereka pun melakukan hal yang sama, sementara ayahnya dengan susah payah mengendalikan mobil agar tetap seimbang. Ayahnya menginjak rem dengan sekuat tenaga. Namun, gesekan ban mobil dengan jalanan menciptakan percikan api yang dengan mudah membakar zat kimia yang tumpah ke jalanan itu dan memicu ledakan yang masif.

Yang Akira ingat kemudian ialah ia berada di rumah sakit dengan perban di kepalanya dan baru mengetahui kalau orang tuanya meninggal beberapa hari kemudian. Dari TV, ia tahu bahwa lebih dari empat puluh orang meninggal akibat kecelakaan itu. Sopir truk yang ceroboh itu pun ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara beberapa puluh tahun.

Akira kembali memandang ke luar jendela. Ia tidak menyangka kalau orang tuanya pergi secepat itu. Orang tua yang sangat ia sayangi. Orang tua yang sudah merawatnya sejak kecil. Ia tidak pernah berpikir bahwa akan terjadi kecelakaan yang akan merenggut nyawa orang tuanya sebulan yang lalu. Semuanya terasa berat buatnya. Ia mendongak ke atas dan mulai meneteskan air mata di dalam kompartemennya. Melepaskan sebagian emosi yang ia tahan selama sebulan terakhir ini.

* * *
Kereta yang tadi melaju begitu kencang mulai melambat saat matahari senja menghiasi langit dan akhirnya berhenti di sebuah stasiun kecil. Setelah terdengar pengumuman agar berhati-hati saat melangkah dan mengingatkan tentang bawaan, Akira mencangklong ranselnya dan melangkah turun menuju ke stasiun Naginomori.

Naginomori. Akira begitu merindukan kota kelahirannya. Ia lahir dan besar di kota kecil itu hingga kedua orang tuanya mengajaknya pindah ke Tokyo sembilan tahun yang lalu saat ia berusia delapan tahun. Akira belum pernah mengunjungi kota itu sekali pun sejak sembilan tahun yang lalu karena jaraknya yang jauh dari Tokyo dan kedua orang tuanya yang selalu sibuk. Itulah sebabnya Akira begitu terkejut dengan perubahan yang terjadi di kota itu saat ia melangkahkan kaki keluar dari stasiun.

Tidak. Naginomori belum menjelma menjadi kota megapolitan semacam Tokyo. Naginomori masih kota kecil yang ramah di mana semua penduduknya saling mengenal dan menyapa setiap pagi. Hanya saja Naginomori sekarang tampak jauh lebih modern daripada yang diingat Akira dulu. Mobil yang dulu merupakan barang langka di sana, sekarang mudah dijumpai. Jalan raya yang dulu sepi, sekarang penuh dengan kendaraan yang melintas. Meski demikian, Akira yakin tidak akan ada yang berubah dengan penduduknya. Mereka semua masih ramah dan saling mengenal.

“Akira!” Suara pria dewasa memanggil namanya. Akira menoleh dan mendapati sesosok pria dewasa yang tinggi berjalan menghampirinya. Ia memakai kacamata dan rambutnya acak-acakan. Di mulutnya terdapat sebatang rokok yang menyala. Itu pamannya, Paman Hajime.

"Paman,” kata Akira begitu Hajime berada di sampingnya lalu mengacak-acak rambutnya. “Bagaimana kabar Paman?”

Paman Hajime tersenyum dan berkata, “Paman jelas baik-baik saja. Yang harusnya bertanya kabar itu Paman, bukan kamu, Akira! Bagaimana perjalananmu? Lima jam duduk di kereta pasti benar-benar menyiksa, bukan? Ayo, kita pulang dan segera makan! Bibimu sudah menyiapkan masakan spesial buatmu. Oh, dan Jun—kau ingat Jun, kan?—tidak berhenti menanyaimu. Barang-barangmu sudah sampai di rumah dan sudah kami tata. Kalau kau mau menatanya lagi, silakan saja.”

Hajime merangkul pundak Akira dan mengajaknya ke tempat parkir. Setelah menyalakan mobil, mereka meluncur menuju ke jalanan Naginomori, menjadi bagian dari kumpulan mobil di jalanan.

Akira tidak menyadari bahwa kepindahannya ke kota kelahirannya akan menjadi sebuah awal dari segala bencana yang akan terjadi.

Read previous post:  
Read next post:  
Writer personAstri
personAstri at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 6 weeks ago)
100

Duh, Astri penggemar Persona dari dulu :3 tapi paling suka Persona 3 *curcol?*

Jadi ceritanya kaget gitu ada yg buat FFnya hehehe xD

Writer panglimaub
panglimaub at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 37 weeks ago)
100

Saya belum pernah main Persona sama sekali.

Tapi lihat cerita ini saya jadi penasaran sama satu hal.
Seharusnya si Paman datang dan langsung mengantar Si Akira dari Tokyo ke kota Naginomori atau setidaknya ada adegan di mana seseorang menyerahkan hak perwalian si Akira pada si Paman Hajime.

Anyway saya akan melangkah ke chapter berikutnya

Writer mira_hoshi
mira_hoshi at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 41 weeks ago)
80

Yaaiy! Persona!!! Adegan awalnya keren, bikin penasaran apa sosok kedua itu orang atau shadow. Adegan pas dijemput, entah kenapa kok terasa sama persis dgn P4? Terus, Naginomorinya juga terasa remote city ala Inaba. Ehm, biarpun ini fanfic, tapi setidaknya pembaca mungkin mengharapkan scene baru, bkan mengulang yg udah pernah dilihat. Apalagi penggemar P4 seperti saya. Jadi, lebih baik poin2 yg sama persis jgn terlalu banyak. Persona 3 dan 4 aja perbedaannya bnyk bngt, kan?
Ini cuma pendapat saya aja, jangan terlalu dipikirkan. Saya sendiri masih pemula dan super amatir, kok.
Oh, iya. Salam kenal!

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 41 weeks ago)

wow. Sudah lama yang tidak mampir ke lapak geje saya ini >,<. Hem, ini cerita pertama saya di kekom sih.
.
Saya memang akui kau benar TT__TT karena ini fanfic campuran Trinity Soul dan P4 -___-
.
Anyway, thanks ^^

Writer diansekar
diansekar at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 42 weeks ago)
80

jadi ini cerita kakek seelum kena virus jess *manggut2
rasanya beda ya.

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 42 weeks ago)

Beda lah. Yang ini kan cerita pertama saya. Dan ujung-ujungnya pending -___-
.
Dan cerita ini yang dirating sempurna ama om Juno :3

Writer akina
akina at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 44 weeks ago)
80

Persona adalah game yang bikin saya merem melek pas maeninnya. :| dan dari awal baca FF-mu ini saya siyok =)) Yaowoohh dipotretin doms itu persona ke dalam bentuk cerita. Ah soal gaya cerita memang khas kamu si ya kayaknya (biar saya blm baca banyak punyamu) saya agak kurang suka memang tapi saya cukup nikmatin. Baca-baca lagi aaahh~ met kenal yap :3

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 44 weeks ago)

kenapa merem meleknya? hihihi :D
.
thanks kak Akina ^^

Writer Alfare
Alfare at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 2 weeks ago)
80

Nuansa Trinity Soul-nya beneran kerasa. Sayang aku agak benci Trinity Soul.
.
Aku liat ke mana cerita ini bakal kamu bawa ya.

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 2 weeks ago)

kenapa gak sukanya? anyway, thx udah mampir

Writer wellight
wellight at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 3 weeks ago)
80

khas anime bgt ya...
Adegan ke 2nya(ayah's akira mati) kurang terasa memilukan,jd dptnya, yaudh mati mo digimanain lg..
Aku gak tau knapa,tp aku nangkepnya akira itu apatis,stidaknya dia trlihat sprti itu.
But ini crt yg bgs lho

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 3 weeks ago)

Emang Akira jadi apatis gara2 insiden itu. Thx 4 reading

Writer Greyhald
Greyhald at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 6 weeks ago)
100

ceritanya bikin nostalgia sama game P4

keren :2thumbsup

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 6 weeks ago)

ah makasih banyak ^^. tunggu lanjutannya ya

Writer herjuno
herjuno at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)
100

Btw ini FF P4, ya?
.
Mangstap. Saya suka saat kamu menyisipkan "bulan" itu di babak 1 paragraf 3. kalau di film/anime itu seolah kameranya menyorot ke arah bulan. Teknik yang bagus. Deskripsi suasananya pun dapet, dan "ketragisan" yang kamu sampaikan terbalut rapi sehingga justru tidak terasa.
.
Kemudian beralih ke babak 2. Yang saya suka di sini adalah bagiamana kamu bercerita mengenai rentetan kejadian masa lalu (alur flashback) yang dialami Akira. Detail, dan menurut saya, kamu benar-benar memanfaatkan PoV 3 serba tahu yang kamu gunakan.
.
Kemudian, babak 3. Deskripsi tempat & suasananya patut diacungi jempol, dan bagaimana kamu mengakhiri bab ini juga menarik. Teknik yang memantik tanda tanya, ya... Saya juga terkadang menggunakan hal itu. Sekali lagi, ini benar-benar pemanfaatan PoV 3 serba tahu hingga maksimal, karena narasi menceritakan apa yang bahkan karakternya saja belum ketahui.
.
Keep writing!

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)

Sebenarnya sih cenderung fanfic nya Trinity Soul, tapi mungkin waktu adegan di stasiun terus dijemput pamannya emang persis adegan Seta dijemput Ryoutaro Dojima ya.
Aduh saya jadi malu dapet pujian kayak gitu. Tapi bisa jadi motivasi, sih. Makasih banyak

Writer herjuno
herjuno at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)

Oh ya, P4 itu Seta Shoji kok ya. Oke, pertahankan :D

Writer amy
amy at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)
90

Kayaknya bakalan menarik ni, ku tunggu lanjutannya saja deh. .

Salam kenal, . ^^

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)

makasih udah baca. salam kenal juga

Writer centuryno
centuryno at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)
80

sulit untuk berkomentar... ceritanya bagus.. di tunggu next part nya.

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)

makasih banyak ^^

Writer Saddie Bluey
Saddie Bluey at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)
90

Akan kutunggu lanjutannya ^^
cerita kamu bikin penasaran *sibuk nebak2*
dan gaya penceritaan kamu menarik, enak dibaca. pokoknya sip deh, aku tunggu next partnya ya

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (8 years 7 weeks ago)

makasih banyak...

iya tunggu aja. plotnya udah ada di pikiran tinggal nulis ke kata-katanya

Writer dansou
dansou at Persona: Sacrifice. Chapter 1 (7 years 37 weeks ago)
100

Mohon kritik, saran, dan motivasinya! ^^