The Journal: Day 2

11.28 WIB

Tes tes tes

Suara itu terus saja terdengar sepanjang aku mengerjakan PR fisika-ku. Aku sudah menampungnya dengan baskom, tapi hal itu malah membuat suaranya makin keras. Aku tidak bisa konsentrasi.

Ayah, Ibu, kenapa kalian tidak memberiku adik laki-laki? Paling tidak dia bisa membantuku mengurus semua hal merepotkan semacam ini. Yang tinggal bersamaku malah kakak perempuan yang parah dalam mengurus rumah tangga. Kalau saja kalian tahu, sampai sekarang aku tidak pernah mengijinkan Risa mengurus dapur. Soalnya, dia cuma bisa bikin kacau. Dia juga tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan benar.

Dengan sifatnya yang kekanak-kanakan begitu, bagaimana mungkin aku bisa memanggilnya ‘kakak’?

Lagi-lagi….

Cukup sudah! Suara tetesan air dari langit-langit itu membuatku gila! Setelah hujan berhenti, akan kuperbaiki atapnya!

***

16.12 WIB

Gadis itu datang lagi saat aku sedang bertengger di atap karena harus membetulkan posisi genteng-genteng yang bergeser. Aku masih ingat jelas sorot matanya yang membulat saat melihatku. Dan itu sangat mengganggu. Apa dia pikir aku ini orang aneh?

Rupanya dia datang untuk mengembalikan jaketku. Baguslah, itu berarti aku tidak perlu repot-repot mencarinya ke kelas sebelah untuk meminta jaketku dikembalikan.

Tapi, ada yang salah dengan gadis itu. Wajahnya sedikit memerah, apa dia sakit? Ah, wajar sih kalau dia sakit, kemarin kan dia hujan-hujanan. Cih, ini benar-benar menyebalkan. Kenapa aku jadi merasa tidak tenang begini?

Kalau kupikir-pikir, mungkin aku hanya merasa sedikit bersalah. Kuulangi lagi, aku hanya merasa sedikit bersalah. Hanya sedikit!

Aku bingung dengan gadis itu, Ima. Aku makin merasa kalau Ima itu aneh. Dalam keadaan sakit begitu, untuk apa dia memaksakan diri pergi ke tempatku? Meski dia datang untuk mengembalikan jaketku, ini sudah berlebihan. Harusnya dia istirahat saja, kan?

Jadi, aku memaksanya pulang saja. Mungkin kata-kataku terdengar jahat. Mungkin juga aku terkesan mengusirnya. Biarlah. Toh, niatku baik. 

Dan akhirnya dia mau mendengarkanku. Setelah bilang ‘makasih’, dia langsung pulang dengan agak gontai. Dasar! Orang sakit seharusnya tidak keluyuran ke sana kemari, lihat sendiri kan akibatnya? Istirahat saja di rumah. Aku tidak mau dia tambah sakit cuma gara-gara memaksakan diri ke rumahku untuk hal yang bisa ditunda seperti ini.

Dasar anak aneh!

***

21.46 WIB

Risa pulang telat lagi. Biasanya jam 9 malam sudah duduk manis di depan TV, tapi hari ini dia setengah jam lebih lama.

Waktu kutanya, dia cuma bilang kalau dia dapat tawaran untuk menambah jam mengajar. Sebagai gantinya, honornya dinaikkan hingga separo lebih tinggi. Wajar saja kalau dia langsung menerimanya. Bahkan, dia bilang kalau hanya orang bodoh yang akan menolak tawaran itu.

Hahaha … orang bodoh? Kata-kata itu terdengar aneh kalau keluar dari mulutnya. Dasar! Makin lama, Risa jadi makin gila uang. Yah, aku tak menyalahkannya. Kondisi kami yang memaksanya jadi seperti itu. Aku bersumpah kalau setelah lulus SMA, aku akan bantu dia cari uang. Sialnya, itu masih lebih dari setahun lagi.

Risa mati-matian melarangku cari kerja kalau aku belum lulus SMA. Tapi, aku tetap ingin membantu. Apa yang bisa kulakukan?

***

Catatan Risa:

Benar, aku nggak bisa apa-apa. Tapi, Awan yang mengaku lebih pintar itu tetap saja menggantungkan hidupnya pada orang yang nggak bisa apa-apa ini, kan? Fufufu … kamu nggak akan bisa ngelak dari masalah itu….

Tapi, terima kasih karena sudah membetulkan atap. Aku jadi bisa tidur tenang malam ini.

Soal anak perempuan itu, kenapa kamu kejam banget sih? Dia sudah baik-baik datang, malah kamu usir dengan kasar. Bisa-bisa dia salah paham dan mengira kalau kamu membencinya. Kamu benar-benar nggak punya perasaan, Wan.

Hei … aku sudah bilang ratusan kali. Kamu nggak perlu khawatir soal biaya hidup. Itu urusanku. Kamu cukup fokus di pendidikan SMA-mu saja. Jangan macam-macam, aku tahu kamu punya rencana untuk mengumpulkan uang. Sudah, menyerah saja. Tunggu sampai kamu lulus. Bersabarlah ya?

Yang pasti, aku akan mengawasimu!

Read previous post:  
45
points
(841 words) posted by aocchi 8 years 7 weeks ago
64.2857
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | kehidupan | Buku harian | Journal
Read next post:  
Writer Kika
Kika at The Journal: Day 2 (6 years 35 weeks ago)
80

entah kenapa kika paling penasaran sama ima XD
lanjut baca lagi~

Writer dansou
dansou at The Journal: Day 2 (8 years 6 weeks ago)
80

sekarang saya bingung apa bedanya diary sama jurnal harian. apakah dua benda itu sama? cerita ini dalam bentuk diary atau jurnal, sih? kalau diary, saya pikir nggak usah diberi rincian waktunya. Rasanya kok terlalu detail. Meski ngga punya diary, saya pikir di dalamnya cuma ada tanggal dan rentetan kejadian di hari itu. Kalau jurnal, saya tidak tahu ^^
.
Awan ini kenapa, sih? Kenapa dia mau nulis kisahnya di sebuah buku dan membiarkan kakaknya membuka bukunya dan mengomentarinya? Saya tahu Awan dipaksa, tapi meski demikian, Awan kan ngga bakal nulis cerita pribadi seperti bertemu dengan si Ima ini. Kalau saya jadi Awan, saya bakal nulis cerita saya secara singkat dan tidak mendetail karena tahu bakal dibaca kakak saya.
.
Tapi secara keseluruhan bagus ceritanya. Ya itu tadi ada beberapa hal yang mengganjal pikiran saya

Writer anggra_t
anggra_t at The Journal: Day 2 (8 years 6 weeks ago)
80

udah berlanjut. kayanya dikau lagi pusing dg ff ya? :))
.
ehm.. masih kaya cerita biasa ao. saranku sih, lebih baik hilangkan dialognya. ^^v
.
btw ada yang bikin aku heran. si awan ini polos banget ya? kalau mau diam2 kok pakai ditulis di diary. ^^;

Writer aocchi
aocchi at The Journal: Day 2 (8 years 6 weeks ago)

wkwkwk ... kok tahu kalau saya sedang pusing dengan ff? saya stuck lagi di pertengahan, kayaknya mau ganti PoV saja ... tapi, saya tetep gak bisa berhenti nulis, atau ide saya bener2 bakal mandeg T^T ... so, kerjaan ini saya korbankan jadi kelinci percobaan sebagai media pengundang ide :P
...
ah, bener juga ... dialog bikin karya ini jadi kayak cerita biasa ya?
hahaha ... dia sudah janji bakal ngungkapin semua isi pikirannya sih, tapi mungkin nanti saya cek lagi mana yang harus dihapus atau diganti ... masih coba menyesuaikan style tulisan di buku harian sih (ketahuan kalau jarang nulis diary) *plak

Writer anggra_t
anggra_t at The Journal: Day 2 (8 years 6 weeks ago)

kok tau? memangnya kau pikir kenapa aku posting si cinta platonis? XD
sama nih.. aku ada 2 cerita, dua2nya stuck.
takut kejadian kaya ff 2010... ceritanya jadi kurang jelas... =_=
.
ayo teruslah mencoba :D

Writer liza is rin
liza is rin at The Journal: Day 2 (8 years 6 weeks ago)
100

ahai..!! keren2! lanjutkan lanjutkan.
tapii, aku bingung. kan kmaren si awan ini lupa nanya nama, tpi knpa skrg dy udh tahu klo nma cwe itu Ima?

Writer aocchi
aocchi at The Journal: Day 2 (8 years 6 weeks ago)

ooh, yang kemarin itu sudah saya edit, silakan cek lagi wkwkwk
makasih sudah mau baca kerjaan iseng saya ini xDD

Writer liza is rin
liza is rin at The Journal: Day 2 (8 years 6 weeks ago)

wah, iya ya? *lgsung kembali ke day 1*
sama2. :D