Penyandang Ajisaka - Prolog

ADIPATI CANCARAKA mengerjap beberapa kali. Keningnya serasa terbakar, tersayat, mengeluarkan cairan merah kental yang memedihkan mata kanannya. Belum selesai otaknya membebaskan diri dari rasa sakit yang tiba-tiba, sebuah tendangan penghancur menghujam dadanya, membuatnya merasa remuk hingga tidak lagi memiliki tulang-tulang. Kesakitan, ia terjatuh ke lantai kayu.

Ia mencoba mempererat kelima jemarinya, yang ternyata hanya menggenggam udara kosong. Sang adipati bersusah payah melirik, dan seketika harapannya pupus ; badik miliknya telah terlepas, tergeletak di samping kaki sang pembunuh.

“Di mana tempatnya?” Suara dingin pembunuh itu bergema di seluruh penjuru ruangan. Di luar, samar-samar denting pertarungan menyelusup terbawa angin malam.

Adipati Cancaraka mencoba berdiri, tapi hanya sebatas mengangkat kepala gerakannya terhenti. Kepalanya dimiringkan tepat pada waktunya, secara spontan, tepat ketika bilah tajam mandau merobek udara yang berbatasan dengan pipi kirinya. Gelombang dingin serasa menjalar, membekukan denyut nadi dan detak rapuh di jantung tuanya.

Ia berkata, ingin tertawa, tapi justu batuk darah yang keluar. “Kau tidak bisa mendapatkannya! Pasukanku akan memilih membakar semua lembaran itu daripada memberikannya padamu!”

Seakan diaba-aba oleh perkataannya, mandau yang menancap di papan kayu berayun miring dengan desingan yang menyayat. Adipati Cancaraka masih sempat melihat codet luka mengerikan yang menghiasi ruang renggang di antara kedua mata tajam pembunuhnya, dan sadar bahwa itu adalah pemandangan terakhir yang ia lihat.

Read previous post:  
Read next post:  
Writer Alfreda
Alfreda at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 17 weeks ago)

Saya suka..
tapi tatanannya kok berasa kaya novel terjemahan ya :D

perasaan doang sih

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 40 weeks ago)

masih lama. Aku masih disibukkan urusan nyata.

Writer dansou
dansou at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
100

Saya ucapkan selamat karena kamu berani menjawab tantang dari para senior di kecom, apalagi dirongrong sama yang udah jago. Luar biasa! Saya menghargai usahamu.
.
Kenapa singkat banget??? Kurang panjang, ah, rasanya. Entar kalau udah panjang baru saya komen lagi.
.
Eh, itu senjatanya ada dua atau gimana, sih? Saya nemu badik dan mandau. Badik juga senjata, kan?
.
Dan saya setuju dengan Bang Neko, emang enaknya daun lontar, sih, daripada perkamen. Cuman kalo lontar, sih, kita bayanginnya daun ijo itu, bukan isi tulisannya. Kalo perkamen terbuat dari kulit, kan? Kesannya eropa banget. Gimana kalo gulungan? *gak memecahkan masalah*

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Soal perkamen akan saya cari padanan yang tepat, nanti.
Ini buatnya juga dalam waktu singkat soalnya.
Badik dan mandau itu senjata, tidak sama.
Terima kasih telah membaca. Sejujurnya, aku tidak merasa sanggup membuat historycal-fantasy yang sebenarnya. Ini hanya rekaan ku sendiri.

Writer tsukiya_arai
tsukiya_arai at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
100

adegan bunuh membunuh 0.o menarik

saya udah nangkep konsep lokalnya dari mandau, namanya, dll

tapi fantasinya?

saya tunggu lanjutannya ya...
salam!

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Namanya juga baru mulai, bang.

Writer neko-man
neko-man at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
90

Menggunakan kata perkamen terasa aneh. Rasanya Perkamen lebih ke eropa. Karena lebih cocok dari daun lontar bukan. Memang saya bukan ahli sejarah sih tapi saya kurang setuju dengan penggunaan perkamen. Coba di tanya mbah Google deh.
-
Terlalu pendek. kurang bisa komentar

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Lha, benar kan dugaanku. Aku juga menduga begitu, tapi senior-senior di bawah menyarankan perkamen. Sekarang sudah aku ganti kok.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
100

Like this^^. Btw KOK DIKIT BANGET!? SAIA BUTUH LEBIH SAIA KETAGIHAN AAAAA
.
Btw, Cancaraka artinya apa ya? Etimologinya apa? Saia cuma bisa ngerti "caraka", yang artinya "messenger"... tapi awalan "can" itu artinya apa?
.

Quote:
Sang adipati bersusah payah melirik, dan seketika harapannya pupus ; badik miliknya telah terlepas, tergeletak di samping kaki pembunuhnya.
Dikau tulis "pembunuhnya". Merujuk ke Cancaraka, kan, "nya"-nya? Saia rasa aneh, karena Cancaraka masih hidup (bagaimana seseorang bisa dianggap telah-membunuh-Cancaraka kalo Cancaraka masih hidup?).
.
Satu yang bikin saia sedikit kuciwa adalah penggunaan kata "dikomando". Saia rasa itu kata ada padanannya di bahasa Indonesia. Saia rasa loh, jadi kalo ternyata enggak ya abaikan saja.
.
Oia, menurut saia ini bukan prolog. Sejauh yang saia tau prolog itu menjelaskan judul cerita, atau menggambarkan dunia rekaan dikau seperti apa, biar pembaca bisa dengan cepat "masuk" ke dalam cerita. Kalo di sini kan saia masih gak tau Ajisaka seperti apa. Juga mengapa si-penghunus-mandau mencarinya. Juga setting-nya seperti apa. Begini, mas Rio... kalo emang dirasa bahwa hal-hal yang saia proteskan tadi akan dijelaskan seiring cerita, lebih baik gak usah pake prolog. Tapi entahlah, coba tanya tante anggra_t (tau kan?), dia lebih ngerti hal beginian^^.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

"Can" itu dari "candra". Baru kali ini aku menemui penulis yang mengkomentari arti dari sebuah nama. Salut.

Kenapa pembunuh? Di sana dijelaskan bahwa diluar ada denting pertarungan, jadi pasti di sekitar adipati ada pasukan kan? Jika ada pasukan, maka untuk mendekati adipati sendiri tidak mudah. Anggap saja dia telah membunuh beberapa orang sebelum menuju ke sana. Di bab berikutnya akan ada penjelasan bahwa di ruangan itu sebenarnya adipati tidak sendiri.

Soal kata dikomando, padanannya mungkin diperintah. Nanti aku perbaiki. Terima kasih.

Kalau masalah prolog, coba kamu lebih dulu protes kepada Stephenie Meyer atau Dan Brown. Salam.

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Dari Candra? Oh oke, artinya bulan. Btw, kalo dikau cuma asal naro nama tanpa alasan berarti dikau ya sekedar celup-celup doang. Bukankah dikau gak seneng sama yang begituan? Karena, menurut saia, asal-celup seperti itu gak ada bedanya dengan penulis-penulis yang bikin cerita pake setting luar (bule celup).
.
Bukan kenapa pembunuh woi, tapi kan dikau nulis "pembunuhnya". Ada -nya! Makanya saia bilang, "-nya itu pasti merujuk ke si Cancaraka" dan jadi gak masuk akal. Begini aja deh... ganti "pembunuhnya" dengan "sang pembunuh". Begitu lebih pas.
.
Saia gak protes sama prolognya Dan Brown soalnya itu emang prolog (kalo Steph Meyer saia belom pernah baca^^). Punya dikau ini, menurut saia, belom bisa dibilang prolog. Percayalah, baca lagi itu karya-karya Brown dan Meyer kalo emang dikau berkiblat ke mereka, dan rasakan bagaimana isi prolog mereka.

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Aku tidak bilang aku tidak suka celap-celup, sejujurnya cerita ini memang begitu ke depannya. Aku tidak keberatan dengan itu, kecuali jika celap-celup setting luar, kan sama saja jika yang dicelup budaya lokal?

Sudah kubilang bahwa aku bukan penulis yang bisa mengemasnya dengan bagus, sehingga aku membuat thread itu.

Oke, kau menang. Sudah aku ganti "sang pembunuh". Dan soal prolog, mungkin ada sedikit perbedaan pendapat di sini. Tetapi aku menganggap prolog itu sebagai pembuka, tidak kurang tidak lebih. Baiklah, kita tidak sama. Aku hargai komentarmu.

Writer herjuno
herjuno at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
80

Masih awal, ya, jadi belum bisa berkomentar banyak. Namun, kelihatannya menjanjikan. ^^
.
Oh, ya saya mau tanya, nih?--> Pesakitan, ia terjatuh ke lantai kayu.
Pesakitan = orang yang sakit? Apa bukannya "kesakitan"?
.
Ditunggu ^^

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Iya, yang benar kesakitan. Tidak tahu bagaimana kok bisa luput dari pengkoreksianku.

Writer liza is rin
liza is rin at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
90

ceritanya memiliki aura yang sama dengan buku 'Gajah Mada'! Sama2 menarik rasa ingin tahu dan menarik minat untuk membacanya!

ahmm.. yg dokumen itu lebih baik diganti dengan perkamen saja, seperti yang telah dikomentarkan oleh 2 org yg sebelumnya. :D

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Ah, ya, apakah kamu masih punya bukunya? Aku butuh sebagai referensi. Dulu aku punya Sumpah Palapa, tapi sekarang sudah diambil perpustakaan yang punya. Padahal di sana banyak unsur-unsur yang bisa kupakai nantinya.

Writer liza is rin
liza is rin at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 40 weeks ago)

seharusnya sih masih, kak. tpi entah masuk ke kardus mana. hehehehe..
ooohhhh... kk coba cri di internet aja, kak. siapa tau ada gitu.

Writer untukpendidikan
untukpendidikan at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
90

untuk prolog .. tulisan ini sangat provokatif, berhasil memancing pembaca untuk terlibat lebih jauh..

sangat dinanti lanjutannya

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Terima kasih. saya takut kalau lanjutannya membuat kecewa.

Writer Zoelkarnaen
Zoelkarnaen at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
100

Hmm... Ajisaka ya.
.
Saya suka adegan tarungnya, selain itu belum bisa komen banyak karena ini baru prolog. Tapi saya setuju dengan 145 soal perkamen, soalnya dokumen lebih bernuansa modern.
.
Karena di tagnya terpampang 'novel', saya menduga kau sudah mempersiapkan alur cerita sampai lebih dari 40.000 kata.
.
Dan karena roman-sejarah lebih banyak beredar dari pada fantasi sejarah, saya rasa ini akan menarik.
.
Saya tunggu lanjutannya... ^^

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Sebenarnya, ini fantasi. Tidak ada unsur sejarah. Aku hanya memakai unsur lokal sebagi nama-nama dan setting saja, selebihnya, murni karanganku.

Oh ya, jangan samakan Ajisaka di sini dengan Prabu Ajisaka.

Writer 145
145 at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)
80

Permulaan yang cukup bagus. Jangan terburu-buru.
Hmm daripada dokumen mungkin lebih pas perkamen...

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Tadinya kukira kau akan berkomentar bahwa bangsa ini dulu tidak mengenal tulisan. . .

Writer 145
145 at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

yep bahkan prasasti tertua pun menggunakan aksara palawa. Karena ada Mandau-nya apa berarti konfliknya antar suku? Saya sih oke-oke saja, tapi hati-hati dicap SARA

Writer Sang Terpilih
Sang Terpilih at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 41 weeks ago)

Tidak-tidak, saya tidak memakai nama suku disini, dan cerita ini juga tidak akan sesuai fakta atau sejarah aslinya. Dengan kata lain saya memodifikasi sejarah. Tapi mungkin secara tidak langsung saya telah menyinggung suku-suku tertentu di sini. Ada ide mandau itu lebih bagus diganti apa? Suatu senjata yang asing yang tidak menyangkut kesukuan.

Writer panglimaub
panglimaub at Penyandang Ajisaka - Prolog (7 years 34 weeks ago)

Saya kira andaikan anda memakai mandau, tidak akan terlalu masalah kalau anda membuatnya seperti ini :
Si tokoh memandang mandau yang ia dapat dari kawannya seperjalanannya dahulu. Siapa sangka ia akan gunakan mandau ini untuk membunuh orang-orang yang menghalangi jalannya? Gitu kan bisa XD. Atau pakai senjata macam pedang jenawi? Atau tongkat stigi?