Ramadhan di Surga

Bunyi benda bergetar-getar didekat telingaku membuatku terkesiap bangun. Ada sms masuk. Tengah malam?

              “Kurang kerjaan banget, sih?!” sungutku. Dengan malas, kuambil handphone yang masih bergetar-getar. Dari adikku. Aku mendesah kesal karena tidurku terganggu. Dengan mata setengah terpejam dan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul, kucoba membaca smsnya.

 

Kak, bpk RS. Ga ush khawatir, bpk baik2 ja. Kk tak perlu plg.Udh y.

Sender: 3rd Balis

+6285678910111

Message center: +62816124

Sent: 01:20:21 am

Dalam hitungan milidetik, saraf mataku mengirimkan sinyal ke otakku, lalu menendang saraf otak bagian emosiku dengan sangat keras. Menerajang pintunya sampai terpelanting-pelanting, bergetar-getar ddisudut ruangan, lalu diam dalam keadaan sangat penyok. Aku cemas. Sangat cemas. Nyawaku terkumpul segera. Bergegas, kuhela selimut lalu berjalan tergesa menuju kamar mandi. Wudhu. Aku ingin meminta kepada Dia Sang Pemilik Dunia untuk menjaga bapak, melindunginya.

 

Kutatap sosok yang terbaring dengan beberapa selang ditubuhnya. Sosok itu, bapakku, terbaring lemah diruang ICU dengan alat monitor yang berbunyi teratur, tit-tit-tit. Aku benci alat itu! Ia seperti hakim yang kapan saja bisa mengetok palu keputusannya atas bapakku dengan cara menjerit panjang. Kuhapus airmataku, melanjutkan membaca Al Qur’an yang tulisannya kelihatan kabur sekarang.

Teringat lagi adegan tadi siang, saat aku menangis setelah mengeluarkan bentakan tertahan pada mamakku.

              “Pamitlah, kak. Pamit sama bapak. Ucapkan maaf dan terimkasih padanya.” Aku tak melihat wajah mamakku tapi aku tahu ia menangis, tanpa suara.

              “Ga mau!” seruanku tercekat dikerongkongan. Wajahku seketika basah mendengar kata-kata mamak yang terdengar pesimis.

              “ Bapak takkan bisa bertahan, kak. Keadaan bapak makin buruk. Pamitlah sebelum terlambat.”

              “AKU GA MAU!!!” bentakanku tertahan tangis. Aku berlari keluar. Aku tak mau memberikan ucapan itu. Tidak! Aku takkan menyerah! Bapak akan sembuh dan aku akan menikmati Ramadhan ini bersamanya. Bapak akan sembuh. Aku tak perlu mengucapkan selamat jalan padanya.

 

 

Aku terlonjak kaget ketika nama bapakku sayup-sayup  diterima saraf telingaku. Mamak meloncat berdiri dan berlari masuk ruangan ICU mengikuti perawat yang barusan memanggil. Aku menyusul dengan perasaan yang sangat tak nyaman. Jantungku serasa balon yang diisi udara dengan paksa sampai mau meledak. Saat aku masuk, kudengar jeritan mama, memanggil bapak berkali-kali, memintanya bangun. Bapak bergeming. Mamak histeris. Diguncang-guncangnya tubuh bapak sambil meraung. Dengan berlari kudatangi ia. Kutarik tubuhnya kedalam pelukanku. Kupeluk ia erat-erat sambil memintanya beristighfar. Airmataku mengalir jatuh dengan deras. Innalillahiwainnailaihiroji’un. Ya Allah, terimalah bapakku dan tempatkan ia bersama orang-orang yang beriman. Kupeluk tubuh mamakku yang tersedu-sedu lebih erat. Berusaha menenangkan dan berbagi beban. Sayup, suara azan subuh menerobos dari celah pintu ruangan ICU. Subhanallah. Bapak pergi diiringi panggilan suci itu, pada Ramadhan hari ketiga.

 

 

Sekarang, hari pertama Ramadhan. Aku berkunjung ke rumah bapak. Kulantunkan do’a. kubersihkan rumahnya dari rumput-rumput kecil yang tumbuh. Kupandang nisan penuh rindu. Dua tahun berlalu dan rindu itu masih sama besarnya, menyelimutiku dari hari ke hari. Aku rindu melihatnya tertawa sampai keluar airmata saat ia menonton acara lawak favoritnya. Aku rindu gurauannya. Aku rindu nasi goreng buatannya. Aku rindu mencium punggung tangannya. Aku rindu dia.

Kutebarkan bunga Melati kesukaannya diatas gundukan yang sekarang menjadi rumahnya. Sambil tersenyum, aku berbisik “ Selamat menikmati ramadhan di surga, pak.”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Gem
Gem at Ramadhan di Surga (7 years 45 weeks ago)
90

Jadi ingat...
Bikin orang nangis ja!

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 45 weeks ago)

Huehehehe
Masih kurang bise buat orang nangis nih cerpen. BElum sempat revisi. Haurghh!

Writer modezzty
modezzty at Ramadhan di Surga (7 years 46 weeks ago)
90

seperti yg para pendekar bilang dbawah.. Emosina lum dapet .
semangat, y ! :)

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 45 weeks ago)

Thanks udah mampir, Modezzty. Aku usahain perbaiki cerpen ini. :)

hers at Ramadhan di Surga (7 years 48 weeks ago)
80

...Menerajang pintunya sampai terpelanting-pelanting, bergetar-getar ddisudut ruangan, lalu diam dalam keadaan sangat penyok...
=
Terus terang aku kurang nagkep maksud kalimat itu. Menurutku orientasinya ga jelas.


Salloom!

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 45 weeks ago)

Orientasi ga jelas y? *noted
Makasih hers udah mampir. :)

Writer Zhang he
Zhang he at Ramadhan di Surga (7 years 48 weeks ago)
80

Tulisan pertama ya ^_^
Aku rasanya udah mampir jauh-jauh hari, tapi rupanya lupa meninggalkan jejak komentar, hehe.
Banyak latihan menulis supaya emosimu bisa tergambar sempurna

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 48 weeks ago)

waihh, senengnyaa. Zhang he mampir juga. :p
Makasi buat saran dan waktu untuk baca cerpenku. Lain kali mampir lagi. :)

Writer stilldaydreaming
stilldaydreaming at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

Halo, saya ikutan komen ya :D
Bagus ceritanya, sarat pesan moral :)
Sayangnya sepertinya terlalu cepet dari yang awal cerita ke tengah cerita (yang tiba2 Bapaknya udah meninggal). Mungkin bisa dijabarkan lagi, untuk menghanyutkan emosi pembaca, ehehe. Itu cuma opini saya aja sih. Tapi diksi kamu udah bagus, puitis hehe. Share more :D

(Oh iya, berminat ikutan proyek Beramal Lewat Cerita nggak? Bisa di cek di sini: http://www.kners.com/showthread.php?t=1203)

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 48 weeks ago)

Thanks. Cerpen ini awalnya akan diikutkan lomba yang jatah katanya cuma 800. Makanya pendek. wekeke *ngeles
Thanks infonya. Berusaha ikut nih. :)

Writer Rica Kesuma
Rica Kesuma at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)
90

lumayan :)

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

Lumayan apa, Rica?
Makasih udah baca. :)

Writer mas bows
mas bows at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)
90

Terlepas dari kisah nyata atau bukan, ijinkan saya berpendapat.
.
Terus terang saya merasakan emosinya, hanya satu yang terasa janggal seolah menghilang begitu saja.
.
di awal cerita kan dikisahkan bahwa sang adik yang mengirimi kabar, tapi di tengah dan akhir ia tak diceritakan sedikitpun. Menurutku sih ceritanya akan lebih menyentuh lagi jika luapan emosi seluruh keluarga dipoles lebih detil lagi. Karena yang kurasakan di sini emosilah yang menjadi "daya jualnya"

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

Uwaaa..
Hiks hiks..
Akhirnyaa. Komen yang kaya gini neh yang ditunggu. Sebagai penulis pemula, pengen dapat komentar yang bisa digunakan untuk memperbaiki tulisan. Thanks, mas bows. Akan saya poles lagi cerpen ini.

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

Thanks, Canon.

Writer maple.tea-hime
maple.tea-hime at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)
70

hikz... hikz... hikz...

Jgn lupa kunjungi cerpernQ jg ya???

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

Hai, Maple. Jangan nangis, dong.
Akan segera berkunjung. :)

Writer maple.tea-hime
maple.tea-hime at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

trima kasih balik coz mw berkunjung...

oh ya, yg di atas nangis coz tdk mw membayangkan kalo cerpen tu terjd di kehidupan...

Writer yellowmoon
yellowmoon at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)
60

amin

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

Amiinn.

Writer wulant
wulant at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)
80

like this!
kisah sama yang pernah ku alami.

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

Makasih, Wulan.
I am so sorry to hear that you felt the same thing. :(

Writer ianz_doank
ianz_doank at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

sedih..

Writer ianz_doank
ianz_doank at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)
100

sedih..

Writer ewakartins
ewakartins at Ramadhan di Surga (7 years 49 weeks ago)

Thanks, Ianz, udah mampir. :)