Sebuah Kisah yang Janggal

Kepalaku pening. Aku baru saja terbangun. Ku lihat sekitar. Aku tercengang.

“Dimana ini?” tanyaku dalam hati.

Terali besi, ruangan temaram, aku diatas kasur reyot.

“Dimana ini?” tanyaku lagi.

Ketika Aku hendak berpikir, seseorang memanggilku.

“Hei,” dia berpakaian polisi ,”ada kunjungan untukmu.”

Tak sengaja aku memperhatikan pakaianku. Aku baru menyadarinya.

“Tahanan?” kataku dalam hati ,”aku dipenjara?”

Dengan polos aku bertanya pada polisi itu,”Dimana ini?”

“Kau bercanda?” katanya tanpa memalingkan kepala lalu berhenti dan menunjuk ke arah sebuah ruangan,”masuklah mereka sudah menunggu.”

Aku masuk ke ruangan yang dia tunjukan.

“Ayah? Ibu?” ucap ku, heran melihat orang tuaku.

“Apa kabar nak?” sapa ibuku. Terdengar kesedihan dalam nada bicaranya.

Tanpa pikir panjang mulutku bersuara ,”kenapa aku ada disini?”

Ayah terdiam. Aku dapat merasakan bahwa dia ingin mengatakan sesuatu tapi sesuatu itu seperti tertahan di tenggorokannya.

“Apa yang sebenarnya terjadi?!” aku agak kehilangan kendali diri. Air mata berlinang dari mata ibu. Ayah menatap ku tajam.

“Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi! Aku tak mengerti kenapa kau bisa berada di sini!”

Ayah menghela nafas. “Baiklah jika kau memang benar-benar tidak tahu,” katanya sambil menatap mata ku, dia terdiam sejenak,”kau membunuh istri mu.”

“Apa?!” tanpa sadar aku menggebrak meja.

 

******************

Mana wanita sialan itu?! Akan ku habisi dia. Akan ku potong-potong tubuhnya. Aku jamin dia akan merasakan derita di tiap detik menjelang akhir hidupnya.

Aku berjalan melewatinya. Dia sedang minum di ruang makan. Dia tak menghiraukan aku. Aku berjalan ke dapur. Ku raih pisau terbesar yang ada disana. Kulihat pantulan wajahku di permukaan pisau itu. Aku tersenyum.

Aku kembali ke ruang makan. Terdiam di belakang wanita itu.

“Apa yang kau lakukan di belakang ku?” tanyanya.

Aku diam tak menjawab. Hening sesaat.

“Apa yang kau lakukan di belakang ku?” tanya nya sekali lagi. Aku masih terdiam, menanti saat yang tepat.

Dia berbalik,”Apa yang...” Aku mengayunkan pisau itu. Dia menjerit. Pisau itu luput dari sasaran. Dia berlari menghindari ku. Tak ada yang mendengarnya. Para tetangga tak akan mendengar nya. Bisa kupastikan itu.

Dia berlari melempar apapun yang bisa dilempar ke arahku dengan sembarangan. Aku mampu menghindari semuanya.

Tak sengaja dia terjatuh. Aku pikir ini saatnya. Aku berlari lalu menerjangnya. Ku sabit kaki kanannya. Sengaja tak kubiarkan dia cepat mati agar aku bisa menyaksikan nya menderita. Dia mengerang kesakitan. Darah mengalir dari kaki kanannya. Dia berusaha sekuat tenaga menyeret tubuhnya. Aku tertawa.

“Ada apa cantik? Kau takut? Kau kesakitan?”

Kini giliran kaki kirinya yang ku tebas. Dia menjerit kesakitan. Air matanya membuatku makin bernafsu menyiksanya.

“Berteriaklah sekencang mungkin! Tak ada yang akan mendengarmu. Mereka semua tiada.”

Darah berceceran di lantai. Dia masih berusaha menjauh dari ku. Pisau ku meluncur ke arah nya.

Crat!!!

Cipratan darah mengenai muka ku. Darah itu berasal dari lengan kanan nya. Teriakannya membuatku semakin berhasrat untuk menghabisinya. Tanpa pikir panjang aku langsung menebas lengan kirinya. Dia terkulai. Sekarat. Matanya yang sayu menatap mata ku. Dia berusaha mengatakan sesuatu.

“Ada kata-kata terakhir?” tanyaku.

Dia berusaha menggerakan bibirnya. “... Kkke... na... ap... ap... pa... kkkau... el... la... kk.. ku.. kan.. i... i... ni..”

Dan begitulah. Kehidupannya berakhir.

Tiba-tiba saja aku ingin menghancurkan wajahnya. Kubentur-benturkan wajah itu ke lantai hingga tak berbentuk. Aku menatapnya, darah berceceran di mana-mana.

Tapi...

Tiba-tiba tubuhku terasa kaku. Kepalaku berat. Telingaku mendengar sebuah dengingan. Pandangan ku memudar. Semuanya menghitam.

 

****************

“Maaf, kami sebenarnya tidak ingin melakukan ini tetapi keadaan memaksa,” pria di depan ku berhati-hati berkata.

Dia menyodorkan sebuah dokuman. Surat pemutusan hubungan kerja. Aku ingin protes. Tapi aku terlalu lelah untuk marah. Ku terima itu.

 

******************

“Bagaimana bisa?!” kata istriku ketika mendengar kabar pemecatanku,”kita masih punya banyak tunggakan.”

Aku lelah. Aku ingin beristirahat,”nanti kita bicarakan lagi. Sekarang aku ingin beristirahat.”

“Tapi pemilik rumah ini mengatakan akan mengambil uangnya sore ini.”

“Pakai saja sisa tabunganku.”

“Sisa?! Kau bercanda?! Kau pikir ada sisa di tabunganmu?”

“Kalau begitu pakai saja uang yang ada disini,” aku menyodorkan sebuah amplop.

Aku ingin berstirahat. Sudah seminggu aku tak bisa tidur nyenyak.

“Tidak cukup! Oh tidak! Kita akan segera melarat. Ini semua salah mu! Mana semua janji mu dulu? Semua kehidupan nyaman yang kau janjikan. Kau pembohong.”

Aku ingin tidur. Aku berjalan menuju kamar.

“Jangan menghindar! Hei!”

 

Ku kunci kamar. Kepalaku pening. Pandanganku berkunang-kunang. Aku buru-buru menuju kasur. Terdengar suara istriku marah-marah. Dia menggebrak pintu. Aku hanya ingin beristirahat.

“Hari yang melelahkan dan istri yang menyebalkan, huh?” sebuah suara mengagetkan ku.

“Siapa kau?” kataku terkaget.

Di luar, istriku berkata,”bicara dengan siapa kau?”

Aku tak mempedulikannya.

“Beristirahatlah,” kata suara itu ,”biar aku yang tangani semua.”

“Apa maksudmu?” kataku, memelankan suara.

“Tenang saja,” suara itu tertawa.

Aku terlelap.

 

(NB: saya lagi iseng. btw, saya masih bingung penggunaan kata ganti (cth: ku, nya). dipakainya tuh gimana? disambungin atau dipisah? mohon kritik dan saran.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Rana
Rana at Sebuah Kisah yang Janggal (7 years 21 weeks ago)
80

Bagus, Kaka. Ceritanya hidup. Tapi menurutku ada yang sedikit mengganjal di kalimat:

“Apa yang sebenarnya terjadi?!” aku agak kehilangan kendali diri.

Nggak tau juga sih, mungkin cuma aku doang yang ngerasa ..hahaha

Writer shadow
shadow at Sebuah Kisah yang Janggal (7 years 25 weeks ago)
70

Ceritanya menarik, gaya bahasanya juga enak dibaca ^^

Writer souLYncher
souLYncher at Sebuah Kisah yang Janggal (7 years 29 weeks ago)
80

alur mundur ya.. menarik ^^

Writer kakarlak
kakarlak at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)

Ceritanya menarik gaya ceritanya mampu membangun suasana mencekam yg membingungkan......tapi aku suka gaya ceritanya...

Writer panda kecil
panda kecil at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)
100

pas banget.. narasinya juga bagus..
sayang aku pas lg makan..

jadi aga sedikit mual
itu tandanya.. tulisan berhasil masuk kedalam imajinasi kita

Writer untukpendidikan
untukpendidikan at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)
90

bahasanya ringkas .. tak bertele-tele. tapi pas.
deretan kalimat itu yang mungkin membikin saya nda bisa berenti baca .. dan jadi deg-degan

Writer ianz_doank
ianz_doank at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)
80

waw, horor yak..
Suka sekali..
Pemenggalan tiap peristiwa pas, mskipun singkat jeda antar kejadian tp dg alur yg unik jadi mudah dimengerti..

Writer pristia_kartika
pristia_kartika at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)
100

wah, alurnya maju mundur yaa..
saya sukaa.. gaya bahasanya ringan dan mudah di cerna..
high one deh.. hihii..
:))

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)
80

Unik, kk
cerita dengan urutan dibalik ya.
.
soal kata ganti, setahu saya 'ku' itu disambung, seperti kubuka, kumengerti, rumahku, milikku.
'nya' juga sama kok, disambung di belakang, seperti katanya, miliknya

Writer mizz_poe
mizz_poe at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)
80

cumi! (_ _") ID ente amweird, noreeeh. pantesan gag ketemu. bentar2 cari2 kesalahan orang emang ud paling bener. wkwkwk!

Writer mizz_poe
mizz_poe at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)

ini naga2nya,,,,,,,,, mangkannyaaaaaaa. buruan angkut cewe lu ke rumah. jangan buku lu angkut *ngikutin gayanya Don Refaele*

Writer mizz_poe
mizz_poe at Sebuah Kisah yang Janggal (8 years 1 week ago)

di belakang, di atas, dll ---> di sebagai kata penghubung, noreeeh..
tangan kanannya, di belakangku ---> setau gw kerena kata kepunyaan
(klo ud gini Inal pasti nyuruh kita liad kamus atau panduan penulisan. ahiew, paling bener memang. kira2 begitu yg tertangkap salah-redaksional dik..*kedip2manja* mwahahahah)