Program Tantangan: Post Bellum

“Hei! Lemparkan bola itu kepadaku, Derik!” seru seorang gadis kecil bernama Luds. Ia dan seorang anak laki-laki bernama Derik sedang bermain bola di halaman depan rumah ketika tiba-tiba Derik tidak mau melemparkan bola kepada Luds. Luds berusaha merebut bola itu dari tangan Derik, tapi Derik tetap bersikukuh, sehingga terjadilah keributan.

                Mendengar keributan yang terjadi, seorang pria tua tiba-tiba muncul dari dalam rumah dan bertanya, “Ada apa ini ribut-ribut?”

                Luds berlari menghampiri pria tua yang sudah berambut putih itu dan memeluknya dan berkata, “Kek! Derik tidak mau memberikan bolanya kepadaku.”

                Sementara itu, Derik hanya menatap Luds galak. Sang Kakek memberi tatapan mengingatkan padanya dan Derik pun sedikit menunduk, lalu ia berjalan menghampiri kakeknya. Ia lalu menyodorkan bolanya kepada Luds dan gadis kecil itu kembali ceria.

                “Nah, memang lebih baik berdamai, bukan?” ujar Kakek sambil tersenyum. “Sekarang duduklah! Akan Kakek ceritakan sebuah cerita tentang buruknya perpecahan dan pertengkaran. Kemarilah. Dan Derik, hati-hati, kau tak ingin menginjak genangan air di sana jika tak ingin terluka.”

                Derik melompati genangan air yang dimaksud, lalu ia mendekati kakeknya.Ia dan Luds segera duduk bersila di lantai kayu dekat si Kakek. Mereka siap mendengarkan cerita Kakek.

                “Baiklah,” ucap si Kakek masih tetap tersenyum. “Ini cerita tentang umat manusia yang selalu bertengkar dan tidak pernah akur. Itu sudah menjadi kebiasaan mereka untuk selalu melukai dan membunuh sesamanya. Manusia yang paling primitif sudah memulai kebiasaan itu. Awalnya, mereka menggunakan senjata kuno, seperti lembing, kapak, tombak, yang bahkan Kakek sendiri tak tahu bagaimana bentuknya. Ketika intelegensi umat manusia mulai maju, bukannya mereka memperbaiki tingkah mereka, umat manusia justru berlomba-lomba untuk menciptakan senjata yang semakin mengerikan untuk membunuh sesama manusia.”

                “Wow!” ucap Derik tanpa suara. Ia menyingkirkan rambut coklatnya yang menutupi matanya kemudian merapikan rompi kotak-kotaknya yang kusut akibat memeluk bola terlalu lama tadi.

                “Manusia menciptakan senjata yang sanggup membunuh beribu-ribu orang sekaligus. Manusia menciptakan virus berbahaya yang sangat mematikan. Manusia terus berperang dengan sesamanya hingga akhirnya meletuslah perang terdahsyat yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia, yakni perang dunia. Semua negara di dunia berperang hanya karena perebutan kekuasaan. Manusia berperang hanya karena alasan-alasan sepele semacam itu,” lanjut si Kakek.

                Luds mencengkeram pipinya yang kenyal bagaikan kue mochi, lalu berseru, “Itu mengerikan sekali!”

                Si Kakek mengangguk.

                “Itu benar, Luds. Mereka saling membunuh sesama mereka dengan senjata canggih yang mereka ciptakan. Hingga akhirnya kaum kita muncul menginvasi planet bumi mereka.”

                “Mereka benar-benar makhluk yang bodoh,” komentar Derik. Ada ekspresi kesombongan tergambar jelas di wajahnya. “Itukah sebabnya kenapa mereka punah, Kek? Karena mereka saling berperang dan membunuh sesamanya hingga mereka tak sadar kalau kaum kita menginvasi planet kebanggaan mereka?”

                Sang Kakek menatap Derik dan menganggukkan kepalanya lalu berkata, “Itu salah satu alasannya, Derik. Tapi sebenarnya mereka bisa menyingkirkan kita semua karena saat itu jumlah kita sangat sedikit seribu tahun yang lalu. Namun, karena manusia terlalu sombong dan tak mau mengalah, dengan mudah kaum kita menghabisi manusia satu per satu dan tidak ada yang tersisa. Mereka bisa saja bersatu melawan kita, tapi manusia tak mau melakukannya.”

                Luds melebarkan kedua bola matanya dan bertanya, “Apakah itu berarti kaum kita jauh lebih unggul daripada kaum manusia, Kek?”

                Kakek memandang Luds lembut dan ia berkata, “Sayangnya, tidak, Anakku. Kaum kita tidak jauh lebih baik daripada kaum manusia. Bahkan, barangkali kaum kita jauh lebih bodoh daripada kaum manusia. Memang, teknologi kita jauh lebih maju daripada milik manusia.”

                Derik tampak berang dan ia berseru, “Kalau begitu kenapa Kakek bisa mengatakan kalau kaum kita lebih bodoh daripada manusia? Bukankah kita berhasil menduduki planet mereka?”

                Sang Kakek menghela napas. Ia mengusap rambutnya yang putih.

                “Manusia barangkali suka berperang dan membunuh sesamanya, tapi mereka tidak pernah merusak alam. Memang awalnya manusia suka berperang, membunuh, dan merusak alam, tapi lama-kelamaan mereka sadar kalau tindakan mereka salah. Manusia mulai menjaga alam tempat tinggal mereka. Ini sulit dipercaya mengingat manusia masih tetap berperang, tapi mereka berusaha menjaga alam.”

                Kakek menghela napas panjang sebelum melanjutkan, “Sedangkan kaum kita, Derek, adalah kaum yang senang membunuh, berperang, dan merusak alam. Itu sebabnya kita mencari planet baru yang bisa ditinggali karena planet lama kita benar-benar rusak.”

                Luds mengangguk-angguk sedangkan Derik masih tampak berang.

                “Barangkali kaum kita lebih cerdas, lebih kuat. Kita memiliki paru-paru yang bisa mengisap semua jenis gas, fisik kita lebih kuat, tapi kita jelas-jelas lebih bodoh daripada manusia. sekarang, lihatlah sekeliling kalian.”

                Kakek mengedarkan pandangannya keluar. Ke arah halaman rumah yang gersang dan berbatu-batu. Ke arah genangan air asam yang menggelegak yang dilompati Derik tadi. Ke arah langit yang berwarna hijau akibat mengandung sulfur. Ke arah tanah yang berwarna merah. Ke arah kehampaan.

                “Manusia membutuhkan berpuluh-puluh ribu tahun sebelum akhirnya punah,” kata Kakek. “Sedangkan kaum kita hanya membutuhkan seribu tahun sebelum punah. Tinggal kita bertiga yang tersisa dan kita tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya punah. Bumi sudah menjadi neraka dan semuanya terlambat.”

                Derik dan Luds memandang mata Kakek mereka dengan sedih.

Read previous post:  
Read next post:  
Writer akina
akina at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 44 weeks ago)
50

Banyak kata repetitif disini. Manusia begini manusia begitu. Manusia itu lantas manusia ini. Jujur ngebuat saya gak nyaman, kesannya maksa. Kesannya kakek menggurui bukan cerita. Terus reaksi Derik... Luds... aah, kurang ngena di hati. Ck, ada lanjutannya ga?

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 44 weeks ago)

mampus deh saya XD. ahahaha :DDDDD. ampun kak!!!!
.
enggak ada lanjutannya. ini proyek gagal saya ^^

Writer akina
akina at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 44 weeks ago)

yaahhh gak ada lanjutannya xD aduuuhh aduhhh *goentjang2*

Writer Zoelkarnaen
Zoelkarnaen at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 47 weeks ago)
100

Ternyata kau bikin 2 cerpen ya? Menurutku ini isinya terlalu berat untuk cerita di bawah 2000 kata, tapi konsepnya bagus sih... ^^

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 47 weeks ago)

Makasih banyak om zul

Writer AkangYamato
AkangYamato at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)
80

Saya kurang setuju kalau cerita si kakek dilontarkan ke anak-anak, kayaknya lebih pas kalau cerita tersebut digulirkan ketika saat obrolan sersan di dipan bersama cucu-cucunya yang beranjak dewasa sehingga beban ceritanya jadi lebih pas.
.
.
Overall.. IT'S AN OKAY!!.. ;)

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Kalo nunggu dewasa, keburu punah dong *ngeles*
.
Apa itu benar? :o

Writer AkangYamato
AkangYamato at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Kan di ras itu nggak dari anak kecil langsung ke orang tua, kan??.. :D
.
.
IMHO, obrolannya terlalu berat untuk anak2, lebih bagus kalo obrolan ke anak2 dipoles seperti dongeng.

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

awalnya saya mau bikin dongeng kayak gitu, tapi jadinya begini deh. hahaha -_-

Writer lfour
lfour at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)
90

hehe...
saya baru tahu ada maklum kayak gitu deh...
tapi unik kok...

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

yang ini nggak usah dibaca T_T. jelek banget soalnya

Writer ianz_doank
ianz_doank at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

loh kok?? Aku gak nemu gaya bahasamu yg biasa dansou..

Bahasanya terlalu 'tinggi' buat cerita ke anak2 meskipun anak alien atau apalah..

Brharap dansou bisa bkin yg lbih keren..

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Tuh kan ;(. Ini produk gagal saya. Ntar sore saya post yang saya banget deh, meski masih nggak yakin

Writer ianz_doank
ianz_doank at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

saya tunggu deh yang satunya..
*udah nggak sabar

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Aaaaah... saya punya ide baruu buat cerita dan udah selesai. dan (kayaknya) lebih bagus, tapi mesti nunggu 24 jam duluuu >,<

Writer Alfare
Alfare at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Ahaha, kalo mau remedial, ntar dikasi tugas (tantangan) lain buat perbaikan lho.
.
Masi ada waktu sebelum deadline. Kamu boleh ngeganti atau memperbaiki cerita ini. Ntar yang dinilai adalah apa yang ada sesudah tanggal 21.
.
Genre fantasi fleksibel kok. Fokus aja ama hal-hal yang kamu sukai bro.

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Siiip om Al.Tapi say gak tau mesti dibikin gimana T_T

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)
80

Ooh... cerita dari alien...
rasanya memang nggak sebagus karyamu yang lain ya
terus sayang sekali kata kunci dari kk Alfare kesannya jadi cuma buat tempelan, yang penting ada dalam cerita.
Masih ada waktu kok buat perbaikan. Jiayou, dansou!

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Hu um. Ini cerita jeleeeeeekkk banget, hiks... Hiks... Tapi makasih kak Kurenai

Writer KD
KD at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)
100

hmmm

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Kenapa om KD? jelek ya? Hiks...

Writer Zhang he
Zhang he at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)
80

Narasinya kurang luwes bro rasanya..
Tapi aku suka endingnya

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Thank you kak Zhang *sambil nangis*

Writer lavender
lavender at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)
80

Jadi mereka makhluk apa dansou??

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Bayangin aja manusia, tapi bisa bernapas dengan sulfur.
.
Kalo saya kasih namanya, entar ditanyain deh etimologinya =,= thanx kak Lav

Writer cyber_nana
cyber_nana at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)
80

poinnyaaa... :)

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Thank you nana:D

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Ah mungkin yang ini belum fix. Kalo ada ide lain dan lebih bagus, saya tuker boleh ya?

Writer elbintang
elbintang at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

...
Lagi-lagi double

Writer elbintang
elbintang at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Dan, kenapa tidak diolah dulu idenya sebelum tayang? Toh dedlennya bukan hari ini, kan?

Dengan kecerdasan tulisan2mu harusnya tantangan Alfare bisa ditaklukkan. Coba main-mainlah di 100 kata punya villam dan Dian K.com mungkin bisa membantu.

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Aih, saya lagi banyak pikiran nih kak El ;( eh tapi entar saya main2 ke tempat para punggawa itu. Thx kak

Writer cyber_nana
cyber_nana at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

buset,, cepet amat dansou... Pny Nana aja masih diinkubasi dlm leppie.. -__-
hmm.. sejauh yang Nana baca.. sorry Nana ga nemu klimaksnya tapi bisa dimaklumi karena ada batasan kata.. selebihnya Nana setuju dgn pesan yg disampaikan dan suka dengan narasinya yg lancar dan ga bertele-tele.. :)

Jd minder... hikz.. T_T

eh ya, poin nyusul yaaa...

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

hehehe.. gitu ya. saya banyak pikiran dan siap-siap mau eksodus sih, jadi saya ngerjainnya cepet2. ini aneh banget -_-, tapi makasih ya kak Nana

Writer cyber_nana
cyber_nana at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

semangat kak! Tenang aja, kalo membandingkan ancur apa ga sama hasil program tantangan pny Nana, pnya Nana jauh lebih ancuuuur sampe Nana sendiri eneg bacanya.. haha.. *bangga+tebel muka.com*
*kabuuuur*

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)

Hei, di word saya jumlah katanya 793, kenapa membeludak menjadi 1000 lebih??? -__-

Writer dansou
dansou at Program Tantangan: Post Bellum (7 years 48 weeks ago)
70

Ini benar-benar cerita terjelek yang pernah saya buat. Saya bener-bener keluar dari zona nyaman saya di cerita remaja dan berubah haluan jadi penulis fantasi.
.
Saya yakin ini banyak cacatnya. Ceritanya terlalu menggurui lah, narasinya kurang, deskripsinya kurang. Saya nggak nyalahin jumlah katanya lhoo. Ternyata banyak yang harus saya pelajarin lagi.
.
Om Alfare mohon ampuuun!!! Saya bener-bener kehabisan ide dan saya kepikiran kuliah (calon anak kuliah baru). Huhuhuhu.
.
Kalo nggak lulus, ada remidi kah?