F E A R

Diamlah sejenak

Buka lebar telinga

Hembuskan nafas perlahan

Bayangkan

Sesuatu mendekatimu

Yang paling kau takutkan

Ulat, cacing, harimau, atau

Kematian

 

Bayangkan seorang yang selama ini kau hormati

Mengarahkan belatinya di ulu hatimu

Atau di leher ibumu

Satu hujaman yang dapat membuat segalanya tak kembali

 

Bayangkan jika dia ayahmu

Tanpa menatapmu sebagai darah dagingnya

Dia tak peduli ketakutanmu

Dia semakin mendekat dengan pisau mengacung di tangannya

 

Mendekatimu, tanpa peduli seberapa keras kau memohon

Terus mendekat sementara air mata makin merebak

Matanya menuduh tanpa ampun

Kau menjerit dan teriak hingga serak

Orang-orang yang lewat di jalanan melihatmu

Jelas hanya sekadar ingin tahu

Beberapa detik saja lalu berlalu

 

Tak ada yang lain yang dirasa

Hanya kasih yang meraba

Di tengah ketakutan yang mengguncang jiwa

Ia coba berikan tenang tapi percuma

Tak terasa

 

Hanya ketakutan yang meraja

Mencekik pikiranmu

Hatimu, Pendengaranmu

Bahkan di bebayangmu sendiri

 

Tak ada yang lain yang kau rasa

Masih, ketakutan yang sama

Menyiksa

Bahkan saat kau terlalu gila

 

Luka

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer serenity
serenity at F E A R (7 years 31 weeks ago)
100

speechless deh aku..mantap!

salam,
-serenity-

Writer yayagyp
yayagyp at F E A R (7 years 40 weeks ago)
60

:) jadi takut :)

Writer Armelia
Armelia at F E A R (7 years 40 weeks ago)
90

Tragisnya...tapi kereeen. SLam kenal ya..

Writer souLYncher
souLYncher at F E A R (7 years 40 weeks ago)

salam kenal juga..
^^