Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3)

 

 

Namun Joanna sadar sepenuhnya, dia tidak mempunyai seseorang yang bisa diandalkan. Dia bahkan tidak mempunyai nama-nama orang yang disetel untuk speed-dial di ponselnya. Joanna tahu tidak akan ada hasil meski dia mencari-cari nama dari phone book, urut abjad sekalipun, A hingga Y, nama terakhir di ponselnya. Pilihan terakhir Joanna hanya satu. Menghubungi 108 dan menanyakan nomor telepon bengkel terdekat. Diliriknya sekilas harta paling berharga dalam hidupnya yang masih terlelap.

Everything will be fine, just you and me...”

*-*-*-*

Joanna mengetuk-ngetukkan jemari tangan di atas pangkuannya. Beberapa kali dia merasakan ponselnya bergetar dari dalam tas yang disandangnya di bahu. Joanna sama sekali tidak mampu berkonsentrasi dalam pertemuan orang tua di playgroup Nathan siang itu.

“Pasti Koh David lagi. Masa sih dia sudah sampai di restoran? Aduh, lama sekali sih meeting-nya,” batin Joanna cemas. Waktu menunjukkan sepuluh menit menuju jam tepat janji temu.

“... jadi anak-anak akan berperan serta dalam malam pagelaran Sunshine School tersebut minggu depan. Kita akan membuat drama musikal sederhana, bergabung dengan anak-anak TK Sun Flower. Untuk anak-anak playgroup Strawberry tentu saja mendapat peran-peran yang mudah ya bapak ibu sekalian, seperti menjadi lebah, kupu-kupu, pohon, bunga, semacam itu...” Tristan yang tengah menjelaskan mengenai rencana kegiatan festival penggalangan dana untuk anak-anak tidak mampu, menangkap kegelisahan yang terlihat dari diri Mama Nathan. Apa yang dibaca Tristan adalah wanita pujaannya tersebut tampak terburu-buru karena tak henti-hentinya melirik ke jam dinding berbentuk strawberry di dalam kelas itu.

“Koh David sudah setuju mengundur janji temunya satu jam, tapi bukan berarti Koh David mau menunggu lagi untuk lima menit sekalipun...” pikir Joanna makin cemas, semakin tidak fokus pada apa yang diucapkan Tristan yang tengah membacakan susunan panitia kepengurusan dan menanyakan kesediaan masing-masing orang tua.

“... Mama Nathan?” Tristan memanggil Joanna.

Mama Dhana yang duduk di samping Joanna mencolek lengan Joanna membuatnya terkejut.

“Ditanya Teacher tuh, Mama Nathan,” ucap Mama Dhana.

“Eh, maaf, ada apa, Teacher?”

“Saya tadi bertanya, apakah Mama Nathan bersedia menjadi koordinator konsumsi?” Tristan tersenyum.

“Ya, apa sajalah, Teacher. Saya bersedia jadi apa saja.”

“Menjadi kekasihku apa bersedia juga?” batin Tristan spontan, kemudian sadar dan membodohkan dirinya sendiri. Melihat Joanna tidak tenang dan tampak ingin segera keluar dari kelas, Tristan pun mempercepat kata-katanya, mencoba mempersingkat dan segera mengakhiri parent meeting. Ketika para orang tua beranjak meninggalkan kelas, Tristan memberanikan diri mendekati Joanna, berharap bisa sekedar basa-basi sebentar sebelum wanita pujaannya itu buru-buru pulang.

“Mama Nathan tampaknya buru-buru?”

“Iya, Teacher. Saya ada janji bertemu klien kerja penting. Dan saya sudah terlambat lima menit. Belum lagi mengantar Nathan pulang. Tidak mungkin bawa Nathan ketemu Koh David dan... ah maaf, bagaimana, ada yang perlu saya ketahui lagi tentang acara minggu depan?” Joanna panik dan mulai meracau tidak karuan.

“Kalau Mama Nathan buru-buru, Nathan biar di sini saja dulu, jadi Mama Nathan tidak perlu mengantar Nathan pulang, bisa langsung menemui klien. Setelah selesai, baru menjemput Nathan di sini,” Tristan spontan mengusulkan.

“Tapi, bukankah para asisten guru sudah akan pulang?”

“Saya yang akan menjaga Nathan di sini. Umm... kalau boleh... jika Mama Nathan tidak keberatan,” Tristan mulai salah tingkah.

Joanna melihat tawaran itu sebagai harapan penolong satu-satunya. Dia langsung menyetujuinya.

Teacher tidak keberatan? Terima kasih sekali! Tolong sampaikan pada Nathan, mamanya akan segera kembali. Sekitar satu jam saja. Ah, saya yakin Nathan akan senang bersama Teacher Tristan. Permisi,” Joanna segera melesat keluar dari kelas dan menelepon Koh David.

Tristan tersenyum menatap Joanna berlalu. Hatinya senang bisa mendapat kesempatan menjaga anak dari wanita yang dimimpikannya hampir tiap malam dan masih bisa bertemu lagi dengan wanita itu hari ini. Tristan bahkan sudah mulai merancang sebuah obrolan saat Joanna menjemput Nathan nanti.

*-*-*-*

Baltimore, Maryland, USA

 

Seorang lelaki yang mengenakan jas putih panjang meluari kemeja hijau muda dan celana panjang hitam tampak berjalan keluar dari area patologi dan menyusuri koridor Johns Hopkins Hospital. Lelaki itu tengah menjalani masa internshipnya setelah mendapat gelar M.D. Tidak ada yang meragukan kemampuan lelaki itu. Tidak ada yang bisa memungkiri kapasitas otaknya sejak dia diterima di The Johns Hopkins University School of Medicine, sebuah universitas kedokteran yang tergolong paling bagus di Amerika.

Lelaki itu bernama Adam.

Pikiran Adam kurang fokus sejak kemarin, setelah dia membantu menangani proses persalinan. Pembicaraan singkat dengan seorang ibu yang baru saja melahirkan tiga hari lalu, membuat Adam terus memikirkannya.

“Selamat, Ma’am, bayi Anda cantik sekali...” ucap Adam tulus, “... jadi siapa nama anak cantik ini?”

Wanita itu tampak berpikir sejenak sebelum menjawab, “Joanne. Ya... saya akan memberinya nama Joanne, artinya kasih sayang Tuhan.”

Adam teringat pada Joanne-nya. Atau lebih tepatnya Joanna. Wanita yang dulu sangat dicintainya, yang kemudian ditinggalkan hanya karena ketidakdewasaannya. Karena ketakutannya pada satu kata sakral, yaitu komitmen. Membuatnya melarikan diri dan bersembunyi di balik ambisi masa depan.

Adam menghampiri coffee machine, menuangkan kopi hangat ke dalam cangkir yang kemudian langsung diminumnya. Sudah sekitar 30 jam dia terjaga, selain karena kesibukannya, juga karena bayangan Joanna yang membuatnya tidak mampu memejamkan matanya sejenak.

Adam beranjak untuk pulang, membawa mobilnya keluar dari area Johns Hopkins.Dia kembali menyusuri Jalan E Fayette, rute yang selalu dilaluinya tiap kali pulang-pergi kerja. Pikirannya masih tertuju pada Joanna, membuatnya mengarahkan mobil ke South Street, menuju ke Uncle Lee’s Harbor Restaurant. Sebuah restoran chinese food yang berjarak sekitar 1,5 mil dari rumah sakit.

Adam memesan makanan khas restoran itu, bebek peking. Adam ingat Joanna sangat menyukai bebek peking. Pikiran Adam melayang pada masa-masa dia dan Joanna masih bersama. Sesekali selama di Amerika, Adam memang masih teringat pada Joanna. Namun bayi kecil yang baru lahir tiga hari lalu, entah kenapa membuat Adam sangat kacau. Mimpi melihat Joanna menggandeng seorang anak mulai menghantui lagi.

Ya, memang tidak ada yang meragukan kesuksesan Adam meraih ambisinya. Namun saat ini, Adam sendiri meragukan dirinya, meragukan di mana hati nuraninya, yang telah tega mengingkari buah cintanya bersama wanita terhebat yang pernah tinggal lama di hatinya. Atau sebenarnya bukan pernah tinggal di hatinya, tapi masih.

Dan Adam akhirnya meraih ponselnya.

 “Hai Ndre, ini Adam... ya, aku masih di Maryland... listen, kau masih kerja di agen perjalanan di New York?... great, aku butuh tiket ke Indonesia untuk minggu depan dari JFK airport...”

*-*-*-*

Read previous post:  
180
points
(1075 words) posted by dadun 7 years 36 weeks ago
90
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | CERFET | dadun | Di Ujung Pelangi
Read next post:  

ini kerasabgt tulisan kak lav nya... keren!!! khas kak lav

ceritanya bagus banget,ternyata cerita ini udah ada di sini duluan ya daripada di wattpad?
i like this story.. :))

thank u

100

Johns Hopkins <------ emang ada? *johnhopkins

Justru yg bener itu, Johns Hopkins, pake 's', klo ga pcya mau aku ksh situsnya? Situs skul nya heheheheh

Writer Maximus
Maximus at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 33 weeks ago)
100

ah, keren kak lav XD, lanjut baca deh :D

thx maximus.. ^^

Writer toebugz
toebugz at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)
100

uuhhhhhh..eksekusinya bikin penasaran... seru euyyy

horeee... eheheh

100

wow

wow jugaaa hehehehe

Writer RIf
RIf at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)
100

makin seru euy......

terima kasih telah membaca :D

Writer herjuno
herjuno at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)
80

Haha, Mb. Lav curang, membelokkan penambahan karakter yang udah disiapkan Dadun. >.<
.
Oke, mari lihat kelanjutannya. :D

memangnya dudun nyiapin karakterkah? katanya ndak o, jun... heheheheheheh..

Writer majnun
majnun at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)

eh,
duh..
ko' poin 10..
duuuhh..

maksudnyee??? -___-

Writer majnun
majnun at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)
100

guruku ini memang hebat..
\^o^/

MBAH GURU-ku datang..

wah di awal saya kira tokoh adam gk akan diungkit2, karena dia cowo cemen..payah..

*ikut2an emosi...

lanjut bag 4

aaah adamkuuu.. wkwkwkkwk..

Writer bl09on
bl09on at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)
100

wah makin seru....dan saya senam jantung nunggu giliran...

ati2 klo dah deket gilirannya bakal dikejar2 wkwkwkkw

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)

Dikejar2? Emang kenapa dikejar2 Lav??

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

maksudnya kak lav, diteror beramai2
wakakakkaa

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)

Oooo Kak Lav jualan Telor ramai2.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Btw siapa yang jualan telor rame2.

90

mba lav cepet amat buatnya T.T
saya udh meleleh duluan, hehehe

masukin kulkas lagi biar ga meleleh.. xixixiix

Writer H.Lind
H.Lind at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)
100

Tadinya kukira akan dilanjutkan dengan adegan Tristan yang secara mendadak muncul di depan mobil yang mogok, tapi ternyata engga. Bagus menurut saya, adegan semacam itu agak ga logis dan cenderung klise.
Cara kak lavender mengatur pertemuan Tristan dan Joannanya terkesan sangat natural. Keren >.<

thanks for reading yak :D

100

Mateng sudah aku... T_T

ayo flooowwwwwwwwwww!!!!
setelah kukacaukan cerita dadun yang lembut dengan tulisanku yang acak2an, waktunya dirimu mengembalikan kelembutan tulisan cerpet ini.. heheheehhe

100

wah, tanda2 cinta segitiga =D

wkwkwkwkwk mari kita lihat pegimane lanjutannye..

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)
100

Apa sih Lav.

Ini yang kamu sebut dengan klise??

Whaaat!!! Lalu kau sebut apa tulisankuuu??

Hikz #pundung# tulisanku keju se keju kejunya + bumbu klise lagi.

Sun Floooow lanjutkan perjuangan ini.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Makin seru iniiiii.

Hip hip horraaaay.

#saya senang sudah mengumpulkan semua penulis-penulis untuk cerfet ini.

#btw buat pembaca. Ada yg special di endingnya lho.

10 penulis

1. Cat
2. Dadun
3. Lavender
4. Sun Flower
5. Kumiko
6. Minnie
7 Lily
8. Petak tujuh
9. Irenefaye
10. HLind

Akan membuat 10 ending yang berbeda.

Choose ur ending.

Writer H.Lind
H.Lind at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)

Kak Cattt, saya tanggal 25, 26, 27 Nov bakalan ada acara kampus sampe nginep2 dan ga bakal bisa pake inet. Ngitung2 kalo setiap member post 2 hari sekali sih saya kebagian tanggal 30, tapi sepertinya ga pas jatuh ke sana. Bisa minta urutan saya dimajuain ga??

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)

Heeem gimana yah.

Kalo di hitung2 artinya bakal kena pas tgl 25 an yah.

Gimana kalo dirimu nego dengan yang lain. Adakah yang bersedia bertukar posisi dengan H.Lind??

Writer H.Lind
H.Lind at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)

Boleh2. Tapi saya ga ada kontak dengan yang lain. Bisa minta FBnya..erm..kak Kumiko?

jarak antar ceritanya tergantung penulis atau tiap hari keluar?
(pembaca nanya out of blue)

Maksimum 2x24 jam sejak seri sebelumnya terposting. Jika lebih dari itu, kena hukuman dari pemosting sebelumnya :D

horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee sekarang bisa ongkang2... wkwkwkwkwk.. fyuuuhhhh lewat juga giliran saya..

90

Buset ... jenius amat nih papanya si Nathan masuk sekolahnya dokter idola saya Ben Carson :P

Mantep kak, walopun gak gitu kerasa konfliknya sih--masalah batas kata kali ya hehehe

yeah biar keren gituh :D
sepertinya ga pake konplik gpp kan yak, klo di tiap seri ada konplik ntar pembacanya ngos2an.. wkwkwkwk *pembelaan sendiri*

Writer cat
cat at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)

Yup. Tidak perlu ada konflik di tiap part.

Yang penting mendukung kesinambungan cerfet ini.

Jadi ingat dalam cerfet ini dipentingkan para penulis membuat sebuah alur yang bisa terus berkembang dan diikuti penulis2 berikutnya.

dadun at Cerfet : Di Ujung Pelangi (Bagian 3) (7 years 35 weeks ago)
100

wow! mantap, mbak e! yes, aku ndak sia-sia memberi celah "Adam calon dokter yg melanjutkan studi kedokterannya ke Amerika." ihiy...
khas lav, nih.

ketika menanti giliranmu, aku berharap kau memberiku semacam celah seperti itu, dan... bingoooo!!!!
andai saja tak ada celah itu, aku tak tahu harus bagaimanaaaa... wkwkwkwkwk..