Selingkuh

 

Rico hanya duduk terdiam di sebuah kafe sambil berpangku tangan. Sesekali ia mengangkat lengannya, menggeser lengan bajunya yang panjang, dan menghentikan pandangan matanya pada dua jarum jam yang bergerak. 

'Kenapa lama sekali...,' pikirnya dalam hati dan kemudian kembali memangkukan tangan pada kepalanya. 

Sesaat dalam pikirannya yang kosong tersirat wajah yang sangat dikenalnya dari kejauhan. Seketika ia terhentak dan bergegas menghampirinya.

"Rinaaaa....," teriaknya pada gadis yang telah ia nantikan dari tadi.

"Iyaaaa...," jawab Rina membalas panggilan Rico dengan setengah berteriak.

"Akhirnya kamu datang juga. Aku sudah lama menunggumu. Banyak hal yang ingin aku katakan selama ini, setelah sekian lama kita tidak bertemu."

"Aku juga ada hal yang ingin kubicarakan, Ric," cela Rina.

"Kalau begitu kamu saja yang bicara duluan. Ladies first...hehe," jawab Rico cengengesan. Sambil menunjukkan arah menuju tempat duduk mereka.

Sesampainya di meja dengan sopan Rico menarik kursi untuk tempat duduk gadis pujaan hatinya. Tanpa sungkan lagi Rina pun menduduki kursi yang disodorkan kepadanya itu.

“Apa yang mau kamu bicarakan, Rin?” , tanya Rico memulai pembicaraan dengan nada yang sedikit penasaran.

“Oh, tunggu dulu. Seharusnya kita pesan minuman dulu kan? Haha...,” tawa Rico. “Kamu mau minum apa, Rin?”, sambungnya.

“Kopi saja satu cangkir,” jawab Rina

“Oke, kalo gitu satu cangkir kopi dan segelas jus melon ya, mbak!”, kata Rico kepada waiter di sampingnya yang memang sedang menunggu pesanan mereka.

“Tidak ada yang lain?”, tanya si waiter.

“Sementara itu dulu deh, mbak. Thank’s!”

Sambil menunggu pesanan mereka, sepertinya Rico tidak lagi membuang-buang waktu. Ia sudah lama menunggu saat-saat seperti ini bersama kekasihnya tercinta yang beberapa waktu ini tidak bertemu karena ia harus dinas keluar kota selama beberapa bulan silam.

“Rin, lalu apa nih yang mau kamu katakan? Aku kok jadi penasaran banget, ya. Mungkin karena udah lama gak ngobrol santai kayak begini sama kamu.” Lanjutnya

“Begini, Ric. Aku ingin bilang sama kamu. Sebenarnya aku merasa tidak sanggup untuk mengatakannya, tapi aku rasa akan lebih menyakitkan bagimu jika aku tak jujur padamu.”

Rina hanya memandang wajah Rico untuk sejenak dan melanjutkan kata-katanya. “Sebenarnya selama ini sudah ada orang lain yang mengisi hatiku. Aku tidak bisa membohongimu karena itu berarti aku juga membohongi diriku sendiri. “

Mendengar kata-kata yang keluar dari kekasihnya itu, Rico hanya bisa mengerutkan keningnya seakan memutar otaknya begitu keras sehingga dahinya terlihat kusut. Sesaat kemudian, seulas senyum menarik bibirnya, “Jangan bercanda dong, Rin. Kamu ini, jangan bercanda yang aneh-aneh deh!”, walau bibirnya berkata demikian, tidak berarti Rico tidak percaya sama sekali dengan apa yang telah disampaikan Rina. Wajahnya memerah mencoba menahan berbagai rasa yang saat ini berkecambuk di dadanya.

Rina terdiam sejenak, membiarkan Rico menenangkan dirinya. Namun, dengan terbata-bata ia coba mengungkapkan isi hatinya, “aku..a..ku hanya tidak ingin menyakitimu, aku tidak ingin mengkhianatimu lebih jauh lagi. Karena aku menyayangimu, Ric”

Rico yang masih mencoba memendam rasa amarahnya mencoba bersikap tenang. Mengambil nafas, lalu melepaskannya sekuat tenaga. Sebelum memulai kata-katanya, ia menyambar segelas air putih di depannya, meneguknya cepat-cepat lalu meletakkan kembali gelas di atas meja. Tiba-tiba waiter mengantarkan minuman pesanan mereka.

“Silakan dinikmati, ini minumannya!”, sahut si waiter

Sekali lagi Rico menyambar minuman yang baru diletakkan di atas meja dan sekali lagi meneguknya dalam sekali tegukan. Kemudian memulai kata-katanya.

“Aduuuh, kenapa semua ini menjadi sangat ribet? Sebenarnya selama ini aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu, Rin. Tetapi setiap kali aku hampir mengatakannya, aku kembali mengurungkan niatku itu.” Sekali lagi ia mengambil nafas, menelan ludah, lalu melanjutkan kata-katanya dengan tenang. “Sebenarnya aku juga sudah memiliki orang lain. Aku sempat gundah saat itu, makanya aku memutuskan untuk dinas keluar kota beberapa waktu yang lalu. Maaf, waktu itu aku tak dapat mengatakannya. Aku tak ingin menyakitimu, dan mungkin ini hanyalah alasan bagiku untuk terus mengkhianati dan membuatmu terluka tanpa kusadari.”

Saat ini, yang terkejut adalah Rina. Matanya melebar seperti akan melompat keluar. Matanya yang tadi berkaca-kaca kini tak dapat terbendung lagi. Tetesan demi tetesan air mata jatuh. Masih dengan rasa terkejutnya yang teramat sangat, ia hanya bisa tertegun membeku, mengingat perhatian yang diberikan Rico selama ini, tidak pernah terbesit sedikit pun bahwa Rico dapat melakukan hal ini.

‘Ternyata selama ini Rico mempunyai wanita lain.’ Semakin memikirkannya, air matanya semakin deras mengalir.

“Tenanglah, Rin. Bukankah saat ini kamu sudah menemukan penggantiku? Aku bahagia kamu dapat menemukan orang lain yang dapat lebih memahami kamu, walaupun hal itu tidak dapat mengganti semua kesalahanku padamu. Aku mohon, maafkan aku!”

Dengan bergegas, Rico berdiri dari tempat duduknya. Berjalan menuju kasir dan membayar semua pesanannya. Sekali lagi ia memandang ke belakang. Gadis yang begitu ia kasihi sedang menangis tersedu-sedu tanpa ia dapat melakukan apa pun untuk menghentikannya. Matanya sayu, tiba-tiba tubuhnya terasa tak bertenaga. Namun, apalah dayanya. Ia hanya dapat beranjak pergi.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Oleh Rina

Dengan lunglai, Rina berjalan mengitari jalan yang biasanya ia lalui bersama Rico. Masih dengan suara isak tanda ia baru mengeluarkan segala penat di kepalanya.

Sesampainya di rumah, ia merebahkan tubuhnya ke tempat tidurnya. Mencoba menenangkan hatinya yang begitu berkecambuk. Namun, kembali tangis yang ia dapat.

“Apa yang terjadi, Rin? Kenapa kau menangis?”, tanya Risa, sahabat Rina yang kebetulan datang ke rumahnya. “Bukankah tadi pagi kau senang sekali karena akan bertemu Rico hari ini setelah sekian lama kalian tidak bertemu?”

Seakan sebuah gembok mengunci bibirnya. Tak sanggup ia berbicara walau hanya sepatah kata.

“Tenanglah, Rin. Kau bisa menceritakannya nanti setelah kamu sudah tenang,” hibur Risa.

“Risa, ternyata...ter..nya..ta,” suara Rina kembali terputus.

“Ada apa sebenarnya, Rin?”

“Ternyata selama ini Rico sudah mempunyai orang lain selain aku, Ris.” Sambung Rina, lalu ia kembali menangis. “Aku tadi hanya ingin mengerjainya dan mengatakan kalau aku sudah ada orang lain, dan ternyata setelah itu ia mengaku juga bahwa ia memiliki orang lain selama ini.” Hiks..hiks, suara isak tangis Rina.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Oleh Rico

Dengan perasaan berat setelah meninggalkan Rina sendirian di kafe tempat tadi mereka bertemu, Rico dengan berat melangkahkan kakinya. Ini adalah tempat ia biasanya berjalan-jalan pada sore hari sambil bergandeng tangan dan bersenda gurau. Ia hanya dapat memukul dadanya yang sesak, berharap pukulan-pukulan itu dapat melancarkan udara dalam dadanya.

Sesampainya di rumah, ia menyandarkan tubuhnya pada sofa di ruang tengah.

‘Kenapa dadaku terasa begitu sesak. Padahal aku tak melakukan kesalahan apa pun. Bukankah ia yang telah mengkhianatiku?’, dengan cara ini pun ternyata tidak dapat menghentikan sesak dalam hatinya.

“Ada apa denganmu, Ric?”, tanya Richa khawatir melihat adik laki-lakinya terpuruk entah oleh hal apa.

“Kak, ternyata Rina telah menemukan penggantiku. Ia sudah tidak membutuhkanku lagi.”

“Dari mana kamu mendengar hal seperti itu? Rina itu sangat menyayangimu, Ric. Bahkan saat kau tidak ada disini, ia sering mengunjungi kakak dan ibu.” Jawab Richa mencoba menenangkan adiknya.

“ia sendiri yang mengatakannya padaku. Ia telah menemukan orang lain yang lebih mengerti dia melebihi aku.” Rico berhenti dan mencoba meratapi keadaannya. Seandainya ia tidak menerima tawaran untuk dinas keluar kota oleh atasanya, tentu ia tidak akan kehilangan Rina. Tapi, saat itu tidak ada pilihan lain. Jika ia tidak melakukannya, perusahaan tempat ia bekerja akan memberikan sanksi yang cukup berat.

Di lain pihak, Richa tak dapat lagi berucap. Hanya dapat berdoa dalam hati, agar keterpurukan yang dialami adik yang sangat ia sayangi itu dapat berlalu.

 

===THE END===

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer sastrasempoa
sastrasempoa at Selingkuh (3 years 3 weeks ago)
90

Suka idenya, tapi gaya penceritaan dan alurnya, jujur, kurang--deg. /Apa

Keep writing ya :"|

Writer no_one
no_one at Selingkuh (3 years 3 weeks ago)

deg...deg...deg...
hehe^_^
Tentu akan terus menulis...thx buat masukkannya^_^

Writer field.cat
field.cat at Selingkuh (3 years 3 weeks ago)
50

Ng,... penulisannya terkesan cepat-cepat ya? Pengaturan paragraf, susunan dialog, dan lain-lain nggak rapi.

Ide cerita klise.

Alur terlalu cepat, dan ternyata "Oh, gitu doang?"

Keep writing! Cerita ini bakal lebih bagus kalo agak panjang, dan dikasih konflik2 keren hingga mereka balikan.

Best Regards,

Meong

Writer no_one
no_one at Selingkuh (3 years 3 weeks ago)

iya nih...belum ahli nyusun konflik...saat ini sudah cukup senang karena komentar tentang EYD udah sedikit berkurang...hehe^_^...Pastinya selanjutnya akan memperhatikan penokohan dan konflik (yaah, belajar menulis memang tidak ada habisnya)...thx ya masukannya^_^

Writer Putra Mahkota
Putra Mahkota at Selingkuh (3 years 4 weeks ago)
20

kurang rapi tapi idenya lumayan bagus

Writer no_one
no_one at Selingkuh (3 years 3 weeks ago)

iyaaa...semoga ada kesempatan untuk membuat tulisan yang lebih rapi ke depannya...Thx^_^

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Selingkuh (3 years 4 weeks ago)
70

Dudul ah...
akhirnya putus karena alasan sepele =_=a

Writer no_one
no_one at Selingkuh (3 years 3 weeks ago)

yaaah, mau gimana lagi?? ..>_<..

Writer anggra_t
anggra_t at Selingkuh (3 years 4 weeks ago)
60

idenya bagus. tapi yang kurang dari cerita ini adalah ending yang terlalu gantung dan kurang penyampaian emosinya.

Writer no_one
no_one at Selingkuh (3 years 2 weeks ago)

Sip sip... Lain kali akan lebih memperhatikan lagi...Thx^_^

Writer akhi_andri
akhi_andri at Selingkuh (3 years 4 weeks ago)
40

oh no

Writer no_one
no_one at Selingkuh (3 years 3 weeks ago)

oh yes...thx udah mampir^_^

Writer KD
KD at Selingkuh (3 years 4 weeks ago)
100

hmmm

Writer no_one
no_one at Selingkuh (3 years 3 weeks ago)

thx untuk rate-nya...dan terimakasih telah membaca ^_^