Eternity 7 : Apalah arti cinta

Eternity 7 : Apalah arti cinta

 

==

 

Erlangga menatap raganya yang masih terbaring di rumah sakit dengan berbagai selang dan kabel menopang hidupnya. Dia terlalu lelah berkelana dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya. Terlalu sedih mengetahui berapa banyak kehidupan dan kepedihan yang telah dilalui oleh Lili untuk terus mengingatkannya akan janji mereka. Lebih tepatnya janjinya pada Lili.

 

Mengapa aku tidak pernah bisa mengingatmu sebelum ajal menjemput? Ketika semua terlambat dan harus berganti menjadi lembaran putih lagi.

 

Dulu dia dengan penuh kepercayaan diri menantang sang Pencipta. Dalam keadaan apapun, melalui beribu kali kelahiran pun dia sang roh cahaya akan mengingat kekasihnya, cinta yang begitu disayanginya.

 

Namun, kenyataan berkata lain. Dia terus menerus mengecewakan Lili.

 

Erlangga terseret kembali, kali ini dia sama sekali tidak mengetahui akan ke mana dirinya di bawa. Kembali ke jaman mesir kuno kah? Terlempar ke negeri sakura atau terhempas di tengah peradaban indian.

 

Kakinya berpijak, namun bukan pada daratan. Bukan pula pada lautan atau langit biru. Sebuah ruang putih tanpa batas. Semakin dia melangkah semakin dia tak tahu arah pasti.

 

“Berhentilah mencari batas akhir Erlangga,” sebuah suara tanpa wujud mengejutkan Erlangga.

“Si .. apa dirimu? Malaikat kah? Setan kah? Atau Engkau yang disebut penguasa dari seluruh kehidupan?” Erlangga terkejut, namun pengalaman berkelana dari satu kehidupan ke kehidupan lain membuat dia lebih tenang.

 

“Aku bukanlah Penguasa dari seluruh kehidupan. Namun pada awal kehadiranmu, aku   yang bertugas mengawasi kalian berdua. Dan sudah menjadi kewajibanku untuk mengembalikan kalian berdua pada jalan yang benar?” suara tersebut kembali membisu.

 

“Dan jalan apa yang benar menurutmu? Jalan  yang membuat kami berdua tersiksa?” Erlangga merasakan memori lama kala dia masih menjadi roh cahaya berputar kembali.

“Bukankah sudah diingatkan sedari awal, kalian hanya akan menyiksa diri sendiri.” Suara itu menjawab.

 

 

“Lalu mengapa tidak kau beri kami kesempatan untuk bersatu? Sekejap pun tidak!” teriak Erlangga kesal.

“Lili telah melakukan kesalahan besar dengan muncul di hadapan manusia. Serta terus menerus mencoba menghilangkan nyawa manusiamu. Maka pilihannya hanya dua. Dia yang lenyap atau kau yang lenyap,” suara itu tidak menjawab pertanyaan Erlangga. Malah memberikan Erlangga kenyataan yang membuatnya tersentak.

 

Lili akan hilang dari dunia ini, selamanya. Bahkan dalam bentuk roh pun dia tidak akan pernah ada lagi.

 

“Cinta yang tulus adalah cinta yang membuat pasanganmu bahagia. Cinta sejati adalah ketika kau turut gembira bila dia yang kau sayangi memiliki kehidupan penuh suka cita. Tak selamanya cinta harus memiliki.” Erlangga berusaha mencerna ucapan dari suara tersebut.

 

“Jangan siksa Lili lagi. Biarlah aku yang lenyap dari kehidupan ini selamanya. Untuk kehidupan yang berikutnya, aku mohon biarkanlah dia bereinkarnasi menjadi manusia. Merasakan cinta dari sesama. Dan jika memang kami tak dapat bersatu, buanglah rasa cinta antara kami berdua selamanya. Lenyapkanlah aku dari pikirannya, agar dia tidak merasakan perasaan bersalah. Jangan sisakan kenangan kami dalam otak dan hatinya, agar dapat dia jalani cinta yang baru. Demi dia yang telah berkelana dan menantiku jutaan tahun lamanya, aku rela.”Erlangga menbiarkan air mata mengenangi matanya.

 

“Kau telah menyadari kesalahanmu, maka aku akan memberikan padamu kesempatan untuk bertemu dengan Lili.”

 

==

 

Lili dan Erlangga keduanya berdiri di dua sisi berlawanan. Hanya dibatasi sebuah dinding tipis pada ruang tanpa batas tersebut.

 

“Sebelum kalian menjalani kehidupan baru. Kuberi kesempatan untuk bertemu. Terakhir kalinya,” suara di ruang tanpa batas mengejutkan Lili dan Erlangga.

 

Erlangga menatap Lili dalam balutan gaun putih. Masih secantik dulu. Terlalu banyak yang ingin dia ucapkan, namun semua menjadi hilang. Ada begitu banyak penyesalan dan permohonan maaf serta ungakapan sayang. Seharusnya dia memanfaatkan kesempatan yang hanya sekejap itu bukannya menjadi pria bodoh yang hanya berdiri dan menatap kekasihnya.

 

Sementara itu Lili masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia bisa bertemu Erlangga, tapi apakah pria itu mengingat tentang semua janjinya?

 

“Maafkan semua keegoisanku,” ucap Lili penuh penyesalan.

Erlangga membuka mulut namun tidak juga berkata apapun. Akhirnya Erlangga memilih mendekati Lili dan memeluknya dengan erat. Seakan berharap kedua tangannya tidak akan lagi terlepas dari kekasihnya. “Semua karena kebodohanku, Lili. Andai aku tidak melakukan semua ini, maka kau tidak akan menderita. Kalau boleh kuputar kembali waktu,” Erlangga mengecup kening Lili, mengelus rambut berombak sehalus sutra yang selalu memiliki wangi yang dirindukannya.

 

“Namun walau  waktu kembali diputar, aku yakin akan memilih jalan yang sama. Karena aku menaruh harapan untuk bersatu denganmu dalam keabadian, walau kemungkinannya sangat kecil,”Erlangga mempererat pelukannya dan menghujani Lili dengan kecupan. 

 

“Sudah saatnya. Permintaan kalian telah kupenuhi,” suara dari ruang tanpa batas tersebut mengembalikan mereka pada kenyataan.

 

“Saat apa?” tanya Lili bingung.

 

“Kau akan menjadi manusia,” ucap Erlangga penuh kasih sayang.

“Kita akan bertemu sebagai manusia?” suara Lili penuh suka cita membuat Erlangga tidak tega memberitahu kenyataan yang akan terjadi.

 

“Aku akan menjadi manusia, kita akan menjadi manusia. Tidak sia-sia kita menanti selama ini,” sebuah senyum pengharapan muncul di wajah cantik itu.

“Erlangga akan lenyap,” sahut suara dari ruang tanpa batas itu, lawan bicara mereka.

 

 

Lili terdiam sejenak. Otaknya berputar. “Walau menjadi manusia aku tidak dapat bertemu Erlangga?”

“Erlangga menyerahkan kehidupannya agar kau dapat merasakan kebahagiaan dicintai sebagai manusia,” suara dari ruang tanpa batas tersebut menjawab.

“Jadi, untuk apa aku menjadi manusia bila harus berpisah lagi denganmu?” Lili berteriak histeris. Kedua tangannya merengkuh wajah Erlangga, memohon penjelasan.

 

 “Mengapa? Tidak bisakah kami bersatu?” Lili berteriak penuh emosi.

“Kau mempermainkan takdir kami! Kau memisahkan cinta yang tulus ini!” Lili mengenggam tangan Erlangga, menarik kekasihnya untuk segera pergi. Melarikan diri ke ujung dunia, hanya mereka berdua.

 

“Kau sebut itu cinta? Itu hanya keegoisanmu. Kau sebut itu perasaan kasih? Itu hanya rasa sepi yang berusaha kau bunuh. Bila benar kau mencintainya, maka tidak akan pernah kau sakiti dia. Dia bahkan rela mengorbankan kehidupannya demi dirimu,” sosok di ruang tanpa batas menghantam Lili dengan kenyataan.

 

Lili sadar, perasaan kesepian dan penderitaan telah mengubah dia menjadi sosok yang mengerikan. Dia bukan lagi Lili yang dulu. Dulu dia akan puas dengan menjadi roh bunga yang menerima siraman kasih sayang dari roh cahaya. Perasaan iri ketika dia mencoba melihat bagaimana kehidupan kekasihnya sebagai manusia membuatnya kecewa.

 

Erlangga pernah berjanji padanya dulu. Akan mencintainya dan membawa mereka bersatu selamanya, dalam keabadian. Namun janji itu tak kunjung dipenuhi, bahkan Erlangga terus menerus melupakannya pada setiap kali reinkarnasi. Apakah dia sebagai wanita tidak boleh merasakan pedih dan kecewa?

 

 

“Kau ingin mengetahui sebuah kenyataan. Keegoisan kalianlah  yang menjadi penghalang terbesar jalan cinta kalian berdua,”

 

“Bila memang cinta antara kami terlarang, mengapa bibit itu tersemai?” dada Lili begitu sedih mengingat setiap pertemuan dengan kekasihnya di masa lampau.

“Mengapa tak kau bunuh saja sejak awal perasaan itu?” Lili tidak ingin perasaan hangat ketika bersama Erlangga menghilang. Tapi bila itu yang terbaik untuk mereka berdua, biarlah garis takdir itu yang terjadi. Dia sudah terlalu lelah menantang garis takdir.

 

Lili terdiam, tubuhnya membeku. Dia tidak mengerti mengapa hubungannya dengan Erlangga begitu sulit untuk mencapai satu titik temu. Apa salah mereka. Ditatapnya Erlangga lekat, dia ingin mengingat setiap detail, setiap guratan yang ada di wajah Erlangga.

 

“Berjanjilah padaku, berbahagialah dikehidupanmu yang mendatang. Hiduplah dengan penuh cinta. Jalani hidup penuh kegembiraan untukku juga, karena kegembiraanmu membuat sinarku lebih terang dari sebelumnya,” Erlangga berusaha menghapus aliran air mata yang turun pada bukit pipi Lili.

 

Lili membenamkan wajahnya di dada Erlangga.  Namun dalam sekejap mata sosok bertubuh tegap itu telah hilang dari pelukannya.

 

 

Lili menutup wajahnya dengan ke dua belah tangannya. Lili menatap gurat-gurat garis takdir yang tergambar di tangannya. Air mata yang bagaikan aliran air membasahi telapak tangannya. Membentuk sungai-sungai takdir kemudian menenggelamkan harapan mereka. Dan roh Lili pun semakin memudar seiring air mata penyesalannya.

 

 

===

 

SHE – Apalah Arti Cinta

 

Apalah arti cinta, bila aku tak bisa
Memilikimu

Apalah arti cinta, bila pada akhirnya
Takkan menyatu


Sesulit inikah jalan takdirku
Yang tak inginkan kita bahagia


Bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya


Apalah arti cinta, bila aku tak bisa
Memilikimu

Apalah arti cinta, bila pada akhirnya
Takkan menyatu


Sesulit inikah jalan takdirku
Yang tak inginkan kita bahagia


Bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya


Inilah saatnya aku harus melepaskan dirimu


Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau ijinkan aku bersamanya

 

 

Read previous post:  
124
points
(1541 words) posted by lavender 8 years 26 weeks ago
88.5714
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | Eternity | kolab | sunflowers-cat-lavender-dadun
Read next post:  
Writer lfour
lfour at Eternity 7 : Apalah arti cinta (7 years 9 weeks ago)
80

mmmm, kenapa jadi begini ending na, tapi untung na blm tamat
mau lanjut lagi baca na...

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 7 : Apalah arti cinta (7 years 38 weeks ago)

@kak cat n kak lav
sabar yak.. ak lagi closingan akhir bulan ni hahhahaa..

Writer cat
cat at Eternity 7 : Apalah arti cinta (7 years 38 weeks ago)
100

Mari menunggu Sun Flow melanjutkan ke part 8 ...

Asyiiiikkkkkkkkkkkkk

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Eternity 7 : Apalah arti cinta (7 years 38 weeks ago)
90

yahooo!
akhirnya disambung lagi
hem... selanjutnya cerita gimana ya :D

Writer lavender
lavender at Eternity 7 : Apalah arti cinta (7 years 38 weeks ago)
100

Pokoknya sip
Misterius mistis.. Lanjutkan floooww

Writer ariinaazzahra
ariinaazzahra at Eternity 7 : Apalah arti cinta (7 years 38 weeks ago)
100

. bagus .. :') salam knl yya ..^^

waw keren ,,,, terus berkarya

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity 7 : Apalah arti cinta (7 years 38 weeks ago)
100

Kak cat. titip poin dl :) nanti kukomen