Kemal Potter (Chapter 1 : Kami Bersekolah Di Dalam Gubuk)

Pertama-tama biarkan aku memperkenalkan diri dulu. Aku Kemal Potter, seorang penyihir berumur 18 tahun. Mungkin melihat namaku kau sudah tahu kalau aku ada hubungan dengan penyihir terkemuka Harry Potter. Ya, dia adalah kakekku. Anaknya Harry Potter, Albus Severus, yang mana adalah ayahku, pindah ke Indonesia dan menikah dengan Asha Diandra, ibuku. Ibuku bukanlah penyihir, tapi ternyata ketika aku berumur 11 tahun, aku mampu membuat bola melayang dengan sendirinya dan membuat teman-temanku lari ketakutan. Darah penyihir ayahku ternyata lebih kental dari darah ibuku. Karena itulah mereka mendaftarkanku di sekolah sihir.

Sejak sepuluh tahun yang lalu, Hogwarts membuka cabang di Indonesia dikarenakan mulai banyak penyihir berbakat di Indonesia. Di Hogwarts cabang Indonesia ini, mereka akan membagi murid-muridnya ke empat asrama yang dinamakan berdasarkan empat penyihir terbaik Indonesia. Asrama-asrama tersebut adalah asrama Mario Teguh, Asrama Bambang Pamungkas, Asrama Iwan Fals, dan Asrama Sule. Ya, mereka berempat adalah penyihir. Kalian pikir kenapa Mario Teguh bisa menginspirasi banyak orang dengan kata-katanya, Bambang Pamungkas bisa meloncat sangat tinggi, Iwan Fals bisa menghasilkan banyak lagu berkualitas dan Sule bisa membuat banyak orang tertawa? Itu karena sihir!

Di Indonesia, batas umur untuk boleh masuk ke Hogwarts berbeda dengan yang di Inggris. Pemerintah bersikeras kalau murid yang mau bersekolah di Hogwarts harus menyelesaikan SMA dulu. 

Dan hari ini adalah pengumuman nama siswa yang diterima di Hogwarts. Kata mereka, surat tanda penerimaan akan dikirim lewat burung hantu, yang membuatku semakin penasaran karena aku belum pernah melihat burung hantu secara langsung. 

Lama aku menunggu, tak ada tanda-tanda burung hantu. Aku sudah mulai merasa kalau aku tak diterima karena yang mendaftar ke Hogwarts memang banyak sekali. Tiba-tiba hapeku berdering tanda sms masuk. Di layar, tertulis kalau sms ini dikirim oleh Hogwarts. Aku tidak ingat pernah meng-save nama Hogwarts di hapeku, jadi aku tahu kalu ini sihir. Kubaca isi sms-nya :

Untuk Kemal Potter,

Selamat, anda diterima menjadi murid di sekolah sihir Hogwarts cabang Indonesia. Sekolah akan dimulai seminggu lagi, dan anda diharapkan untuk mempersiapkan alat-alat sihir yang dibutuhkan.

Tertanda, Pengurus Hogwarts Cabang Indonesia

P.S:

Burung hantu kami kabur, dan sampai sekarang belum ditemukan.

Langsung saja kukabari ayah dan ibuku tentang kelulusan ini. Mereka terlihat sama bahagianya denganku. "Good son! Ayo sekarang kita shoping alat sihir kamu di Pasar Baru." kata ayahku yang setengah bule. Pasar Baru disini adalah pasar yang menyediakan alat-alat sihir. Sebenarnya pemilik pasar ini ingin bercanda dengan menamakan pasarnya 'Pasar yang baru liat kok tiba-tiba hilang?' yang berarti pasar sihir, tapi karena kepanjangan orang menyebutnya Pasar Baru saja. Jalan masuk ke pasar ini adalah sebuah warung tegal bernama 'Warteg Tarigan'. Namanya sangat tidak Tegal kan? Karena itulah warung ini sepi oleh pengunjung selain penyihir.

......................................................................................................................................................................................................................................

Sudah seminggu sejak aku membeli tongkat sihirku, dan aku masih belum bisa menggunakannya dengan baik. Aku belajar beberapa mantra dasar dari buku seperti mantra untuk menerbangkan benda berat, mantra untuk mengikat tali sepatu dan mantra yang mengubah tempe menjadi tahu. Tapi baru mantra pengikat tali sepatu yang berhasil, sedangkan yang lain masih gagal. Aku baru bisa menerbangkan benda ringan dan mengubah tempeku menjadi setengah tempe.

"Ayo sayang, kita berangkat." kata Ibuku yang akan mengantarku ke stasiun.

Aku menarik koperku dan naik ke mobil. Di perjalanan, ayahku bertanya tentang asrama yang mau kumasuki.

"So, which asrama yang kau akan pilih?"

"Kayaknya asrama Bambang Pamungkas," jawabku, "Soalnya aku nge-fans banget ama dia."

"Bambang ya, asal jangan masuk asrama Sule aja."

"Kenapa Yah?"

"Hidungnya mengingatkan ayah sama musuh besar kakekmu, Lord Voldemort!"

Kami pun tertawa-tawa sepanjang perjalanan.

Sampai di stasiun, aku baru sadar kalau tiketku agak aneh. Disitu ditulis kalau aku harus menunggu kereta di peron 1/4, dan kulihat-lihat stasiun itu, enggak ada tuh peron 1/4. 

"Ayah, ini dimana sih?" tanyaku.

"Ikuti ayah."

Aku lalu mengikuti ayahku. Dia berjalan ke peron 1, tiang ke 4. Di tiang itu memang ada coretan 0,25 yang dibuat dengan cat. Hmmm, 1/4 kan sama dengan 0,25. Belum apa-apa aku sudah disuruh belajar matematika. 

Ayahku tiba-tiba meloncat ke tiang, dan dia tembus begitu saja. Aku mengikuti ayahku masuk setelah memastikan tidak ada yang melihat. Ibuku menyusul kemudian. Di dalam tiang itu, terlihatlah peron yang sudah ramai oleh para murid yang akan bersekolah ke Hogwarts. Kereta apinya juga sudah siap berangkat. Aku pun pamit pada orangtuaku.

"Study yang baik ya." kata ayahku.

"Jangan lupa mandi ya." pesan ibuku, nasihat yang bijaksana.

Aku pun naik ke kereta. Walaupun ramai, masih cukup banyak tersisa tempat duduk. Aku pun mengambil kursi di dekat jendela.  Sesaat kemudian, seorang laki-laki duduk di sebelahku.

"Hai." katanya.

"Hai juga."

"Tegang ya rasanya."

Harus diakui, aku memang sedikit tegang, terlebih lagi aku tak belum pandai menggunakan sihir dasar. "Aku Indra," katanya sambil mengajak bersalaman.

"Aku Kemal."

Lalu kereta pun berjalan. Aku dan Indra mengobrol banyak selama perjalanan. Kedua orangtuanya adalah penyihir dan sudah ada kakaknya yang bersekolah di Hogwarts.

"Dia di asrama Sule, tahun ketiga."

Di dalam kereta, ternyata banyak pedagang asongan. Tentu saja benda yang dijual adalah benda-benda sihir.

"Permen segala rasa! Dari rasa coklat sampai rasa sendal jepit!"

"Pensil sihir, pensil sihir!"

"Buku mantra tingkat lanjut, beli satu gratis satu!"

"Sate Sate! Sate Hippogriff!"

Buset, ada yang jual sate juga. Aku membeli beberapa benda unik seperti yoyo sihir, yang ketika diputar akan mengeluarkan percikan kembang api dan kacamata yang dapat berubah warna.

Tak terasa, kereta api sudah menepi. Kami dijemput oleh penjaga sekolah bernama Bambang. Dia berbadan cukup besar dan berambut afro. Kami lalu dibawa berkelompok ke sekolah dengan kereta yang ditarik two-nicorn (unicorn bertanduk dua). 

"Kita sudah sampai!" kata Bambang mengumumkan.

"WOOW!"

Berdirilah istana megah yang membuat semua murid baru terkagum-kagum. 

"Ini adalah istana presiden sihir Indonesia," kata Bambang yang membuat para murid kaget. Lho? Bukan ini sekolahnya?

"Sekolah kalian ada di belakang sana." 

Dia terus berjalan melewati istana itu. Kami mengikutinya dengan sedikit kecewa. "Nah, ini dia sekolah kalian."

Terlihatlah disana sebuah gubuk kecil yang menurut perkiraanku bahkan Bambang seorang diri tak akan muat di dalam situ.

Kekecawaan pun terdengar di kerumunan. Bambang langsung menenangkan mereka, "Tenang, masuk sajalah dulu."

Kami satu per satu masuk dengan sedikit menunduk karena pintu masuknya agak kecil. Ternyata di dalamnya sangat luas. Kami sekarang berdiri di aula putih yang melingkar. Di dinding terpasang foto-foto penyihir terkenal seluruh dunia, termasuk kakekku, Harry Potter.

Di depan kami berdiri seorang wanita cukup tua dan didekatnya ada pintu. Dia lalu berbicara kepada kami.

"Sekarang kalian akan dipanggil satu-satu ke dalam ruangan sebelah untuk ditentukan asramanya."

Ini dia yang kutunggu-tunggu.

 

(Bersambung..)

Read previous post:  
Read next post:  
100

Asrama-asrama tersebut adalah asrama Mario Teguh, Asrama Bambang Pamungkas, Asrama Iwan Fals, dan Asrama Sule. Ya, mereka berempat adalah penyihir. Kalian pikir kenapa Mario Teguh bisa menginspirasi banyak orang dengan kata-katanya, Bambang Pamungkas bisa meloncat sangat tinggi, Iwan Fals bisa menghasilkan banyak lagu berkualitas dan Sule bisa membuat banyak orang tertawa? Itu karena sihir!
.
eh jangan fitnah lo. wkwkwkwk....

wah.. 10! kapan ya aq bisa dapet 10 dari kk dayeuh :D

poin bukan segalanya, percayalah. itu hanya kesan pada pembacaan pertama, subjektif pastinya :D

80

apa2an ini Kemal Potter?
dan.. "Hidungnya mengingatkan ayah sama musuh besar kakekmu, Lord Voldemort!" wat te pak? lol

geger dan ane baca nih cerita gan lol

oh iya... musuh besarnya eyang subur pliiis... ratu atut, ustad guntur bumi. hahaha..

teman dekatnya, ponari LOL

90

"Hmmm, 1/4 kan sama dengan 0,25. Belum apa-apa aku sudah disuruh belajar matematika. "
dasaaaarrrr... bikin emosi aja..! dia kan udah 18 tauuun yang kayak gitu bukan belajarr dooong ... hahahhaha

90

Ngakak!
.
Sayang banget saya baru tau cerita ini belakangan pas udah jauh chapternya.. -__-

80

seruuu ... terusin baca lagi

80

sudah baca semuanya dan garing ah. masi enakan dan lucuan baca yg dodol anak aksel mu :D

kalo gitu beli bukunya doongg...

udah ada mal? *bongkartokobuku*

90

berbakat ngelucu banget nih aaaa suka!
*lanjut baca*

100

kemal nama nya kaya nama istri aku. keren uy ceritanya, sebenarnya aku bkn penggemar harpot, tapi setellah baca ini jd pengen ntn harpot yg aslinya. baca juga yah kunang kunang fatamorgana

kreatip kreatip :D musuh besarnya siapa ini?

90

ahahaha ngakak maksimal! :D keep writing yaa :3

80

Lucu... Slam kenal ya...

100

poinnya :D

Aku pernah bikin trit tentang harpot di lcdp
-_-
Aku keduluan dah :D
Baguuuuuus banget!!!

70

lucu pas bagian asrama sule xD

100

kocak bgt..seru...seru

70

lucuuuu

90

Epic, hahahahaha.

Seru nih kayaknya, lanjut ya :D

90

Saya udah baca ini.. dan ini epic!
Komedinya dapet..dan bisa dimasukin unsur sosial juga kayaknya. Saya suka pokoknya dan sangat menunggu banget lanjutannya...xD.

Lanjutiiiiiiin! (klo lanjutkan kayak promo sesuatu gitu, *uhuk*)

90

eh pecinta harpot jugak ? ><
request donk, munculin si kembar (ganteng + kocak) weasley, terserah mo jadi anaknya malfoy juga boleh, wkkwkk

80

Ahakahak. Lanjut ya gan. :)

80

xixixixi

xhank you for the xoment :D

80

*ngakak guling2*
.
wooo, lanjutkan! XDD

dan ini dia satu lagi yang mulai sering komen di tempatku
thanks :D

80

Kemaaal... Aku padamu ~~

dansouuu ~~
thanks ya, situ paling rajin komen di tempatku :D

90

kocaaakkk...
menanti lanjutannyaaa...
cuma satu, dia katanya albus itu bapaknya, tapi di bagian kemudian dituliskan bapaknya setengah bule, bukankah albus itu bule? *ah ga jelas sekali komen saya hhahahaha*

eh, ngg karena bapaknya udah lama di indonesia, dia jadi setengah warga indonesia
gitu lho
*ngeles* *males ngedit*

80

Kocak! Haha.. Ini harusnya dikasih tag fan-fic, kalau emang mau ambil nama-nama di Harry Potter dll. Nah, saya mau komentar tentang penulisan yang masih belum sempurna, contohnya, penulisan kalimat langsung.

"Blablabla." kata si anu. ==> kayak gini tuh salah, kalau emang niatnya mau begini. Harusnya yang bener tuh begini ==> "Blablabla," kata si anu. (seharusnya sebelum tanda petik, bukan titik, tapi koma).

Kecuali, kamu mau nulisnya gini => "Blablabla." Kata si anu.

Sekian dan salam.
Ditunggu lanjutannya! :D

emang masalah tanda baca di kalimat langsung aku masih kurang ngerti
thanks, nanti kuperbaiki di postinan berikutnya

70

Hahahha ngimpi banget sih nih cerita. Tapi gue ngakak beneran deh. Sate hipogrif? Mau dong nyicip kali aja di pantat gue tumbuh bisul hahahaha. Eh emang tongkat sihir beli juga? Bukannya si tongkat milih sendiri ya? Coba dijabarkan tongkatnya terbuat dari apa, biar lebih top. Mungkin terbuat dari kayu pohon jengkol, helai bulu ketek Mak Erot, 12 cm, elastis tapi kuat.

beli juga dong, kalo gak penjual tongkat sihir rugi dong
bahan tongkatnya ya? kayu pohon toge dengan inti nadi naga (bonar), 15 cm, elastis dan bisa jadi penggaris