Dia (Bukan) Ibuku

Akhirnya aku menemukan ibuku. Ibu yang terpaksa menitipkanku di panti asuhan karena tak sanggup menanggung biaya hidupku. Aku tak pernah membenci ibu karena meninggalkanku, aku sangat menyayanginya. Masih samar kuingat hangat pelukannya, helai rambutnya yang halus tergerai, wangi tubuhnya yang harum, nyanyian suara serak basah yang selalu mengiringi tidurku.

 

Lihatlah aku, Ibu. Aku telah tumbuh dewasa. Aku selalu rajin belajar dan berusaha hingga akhirnya berhasil menjadi wanita sukses. Pandanglah aku, Ibu. Aku telah hidup bahagia. Sebentar lagi aku akan menikah dengan pria yang kucintai. Kebahagiaanku takkan lengkap tanpa kehadiran ibu. Namun kini aku telah menemukannya.

 

Di sini aku berdiri di depan pintu. Menatap ibu yang duduk membelakangiku. Aku masih mengenali rambut halusnya yang mulai memutih. Tubuhnya ringkih diselimuti pakaian lusuh. Tapi ketegaran terpancar dari pundaknya yang lebar. Aku sangat yakin dialah ibuku.

 

Bibirku bergetar menahan rasa haru, tanpa sadar aku menangis. Rasa bahagia tak terbendung lagi. Segera kudekati ibuku. Kusentuh bahunya perlahan. Lalu dia menoleh. Kutatap wajah cantiknya yang dipenuhi... kumis dan jenggot?

 

...

 

"Kau Yuli Kusuma?" tanyaku dengan suara tercekat.

 

"Benar. Kau siapa? Ah, kau pasti tunangan anakku! Maaf, kau pasti kaget. Sebenarnya aku laki-laki. Nama asliku Yulianto Kusuma. Istriku meninggal setelah anakku lahir. Selama beberapa tahun aku bekerja sebagai waria untuk menghidupinya. Tapi kupikir itu akan jadi pengaruh buruk bagi anakku, makanya aku terpaksa menitipkannya di panti asuhan. Bagaimana keadaannya sekarang? Oh ya, siapa namamu?" Suara serak basahnya menari-nari di telingaku, membuatku semakin tercengang.

 

"Ibu..." Air mataku membanjir. Meskipun fisiknya berubah, walaupun dia berbeda dari bayanganku selama ini, dia tetap ibuku yang kusayangi. "Ibu... Ini aku, Ibu. Aku Tin... Aku Martin anakmu!"

 

"APAAAAAA!!??"

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Chie_chan
Chie_chan at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)
100

LOL

Writer yellowmoon
yellowmoon at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 40 weeks ago)

terima kasih ^__^

Writer fitria evadeni
fitria evadeni at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)
60

hahahaha, emang bener ya kata pepatah buah jauh itu gak jauh-jauh dari pohonnya. kwkwk
koplak abis dah :D

salam kenal :D

Writer yellowmoon
yellowmoon at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 40 weeks ago)

benar, haha
salam kenal ^__^

Writer Shikamaru
Shikamaru at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)
90

Mantap... Ngakak habis. Gyahahahaha...

Writer yellowmoon
yellowmoon at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 40 weeks ago)

terima kasih ^__^

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)
80

wkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkkwkwkwk..

Writer yellowmoon
yellowmoon at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 40 weeks ago)

senang bisa membuat anda tertawa ^__^

Writer cat
cat at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)
80

Astagaaaaa.

Like father like son.

Aku uda membangun rasa mendayu-dayu ternyata.

:‎​​(˘_˘)ck! (˘_˘)ck! (˘_˘)ck !

Ngakak.

Writer yellowmoon
yellowmoon at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 40 weeks ago)

terima kasih sudah membaca ^__^a

Writer shin_nirmala
shin_nirmala at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)
80

parah ... bapak ma anak sama aja ... cuco deh ...
:)

Writer yellowmoon
yellowmoon at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 40 weeks ago)

begitulah, haha ^__^a

Writer Ryuhei
Ryuhei at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)
80

hahaha....ngakak..udah ternyata ibunya tu bapaknya...anaknya ikut2 jadi waria gedenya haha

Writer yellowmoon
yellowmoon at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)

wogh, ketahuan
hahaha

Writer Ryuhei
Ryuhei at Dia (Bukan) Ibuku (6 years 43 weeks ago)

Hihi..iya mungkin banyak yang gak nyadar tpi percayalah, ada bnyak ceritaku..yang komen tu tanya gini
aq bingung? paling sebel tu kayak gitu xixixi