CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27

CERFET : Di Ujung Pelangi (Bagian 27)

 

 

Rasanya baru beberapa hari yang lalu ketika kita duduk berdua menatap tetes hujan, berharap hujan berhenti dan lengkung pelangi menghiasi langit. Kau selalu pandai membuat suasana hatiku kembali ceria. Beberapa penolakan lamaran kerja membuatku sedih, ditambah lagi keinginan untuk mandiri dan membuktikan diri kepada ke dua orang tua mendorong aku untuk segera berhasil.

 

Katamu di kala mendung, hujan akan turun membasuh semua perih. Dan ada jembatan indah yang terbuat dari untaian cahaya aneka warna menandai harapan baru itu.

 

“Ada rahasia kecil di kala hujan,” suara Adam terdengar begitu serius ketika sedang menceritakan dongeng.

“Ra .. ha .. si ..a?” Nathan menatap dengan wajah penuh harap.

 

“Di saat hujan turun, petir dan halilintar terlihat mengerikan. Sesungguhnya mereka adalah pasukan negri langit yang sedang bertugas mengawal para bidadari langit yang membawa sekendi harta karun,” mata Adam terlihat puas saat semua perhatian Nathan tertuju padanya.

“Iyah, Nathan takut petir. Mama juga,” Nathan memotong cerita sekedar untuk memberitahukan informasi yang dianggapnya sangat penting.

“Mamamu masih saja takut pada petir dan halilintar?” Adam menoleh sejenak untuk mendapati wajah Joanna yang salah tingkah.

“Lalu di mana letak harta karunnya?” pertanyaan Nathan membuat Adam kembali berkonsentrasi pada ceritanya.

“Di ujung pelangi. Kendi harta karun itu terletak di ujung pelangi,” Adam melirik Joanna lagi. Apakah Joanna masih ingat cerita ini.

“Apa harta karunnya? Permen coklat atau robot transformer yang banyaaaaaak?” Nathan semakin penasaran.

“Di ujung pelangi akan kau temukan sekendi kebahagiaan dan sukacita,” Adam menatap wajah putranya yang membentuk guratan tidak puas.

“Tidak seru! Seharusnya harta karunnya robot transformer! Bisa kita minta pada para bidadari untuk memasukkan robot dan permen coklat saja di dalam kendi?” binar mata Nathan penuh harap.

“Mungkin saja bisa. Kita bisa memintanya melalui doa. Jadi bagaimana sebelum tidur, kita berdoa dulu?” Adam menyelimuti Nathan dan membimbingnya berdoa.

 

Di balik pintu kamar Nathan, Joanna merasakan hatinya menjadi hangat. Adam dan Nathan, keduanya terlalu mirip.

 

Benarkah akan ada sekendi kebahagiaan di ujung pelangi? Benarkah setelah hujan badai akan selalu ada kesempatan untuk menatap indahnya lengkung pelangi?

==

 

“Anak-anak hari ini kita akan membuat bunga dari kertas,” ucap Tristan.

“Ini dinamakan bunga krisan. Ada yang tahu mengapa kita membuat bunga krisan?” Tristan mengedarkan pandangan ke seisi ruangan. Anak-anak itu sedang asyik mengamati batang sedotan, kertas krep berwarna-warni.

 

“Karena besok tanggal 22 Desember dan ada yang tahu besok hari spesial apa?” sekali lagi Tristan dicuekkan oleh murid-muridnya.

“Besok adalah hari ibu. Maka dari itu kita akan membuat bunga krisan dan memberikannya kepada ibu yang kita sayangi,” kali ini murid-murid mulai penasaran dan terlihat mengangkat tangan untuk bertanya.

 

“Nara punyanya Mommy, bukan Ibu,” ucap Nara centil.

“Ya. Mommy, mother, mama dan bunda sama artinya dengan ibu,” Tristan tertawa geli mendengar pengakuan Nara.

Teacher, Jojo tidak punya ibu,” ucap Jojo sedih. Kali ini Tristan tidak tersenyum, karena dia tahu pasti Ibu Jojo meninggal ketika Jojo masih bayi.

“Ah, itu. Jojo bisa memberikan bunganya kepada ayah Jojo. Bunga krisan ini bisa diberikan kepada ayah dan ibu besok. Lalu kalian peluk ibu dan juga ayah katakan kalian menyanyangi mereka,” Tristan lega karena murid-muridnya tidak bertanya dan mulai membuat bunga krisan dengan bantuan dari asisten guru.

 

Tristan mengambil posisi di sebelah Nathan yang terlihat gembira membuat bunga krisan berwarna merah muda dan kuning.

 

==

 

Sore ini Adam sudah bersiap mengajak Nathan dan Joanna menonton film. Sebuah film berjudul alvin dan Chipmunk 3 menjadi pilihan Nathan ketika keduanya melihat-lihat majalah anak-anak.

 

Adam berusaha menampilkan kesan hangat dan tidak kaku. Selain untuk membuat Nathan nyaman dengannya, dia juga ingin Joanna, Anna-nya kembali merasakan kenangan indah dulu.

 

“Mama, ayo cepat!”  teriak Nathan tidak sabaran ketika melihat Adam muncul di pintu depan.

“Tunggu sebentar,Nathan. Masuk dulu, Dam. Aku harus membereskan sedikit … masalah pada rambut ini,” Joanna bergegas masuk ke kamar untuk merapikan rambutnya yang acak-acak.

 

Adam mengintip dari celah pintu kamar ketika berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air. Dia melihat beberapa pakaian berserakan di tempat tidur. Sebuah senyum tergambar jelas di wajahnya, setidaknya dia tahu Joanna juga melakukan persiapan untuk keluar dengannya. Ini seperti kencan malam minggu mereka, hanya saja kali ini Nathan akan menjadi penghubung mereka.

 

“Nathan, jangan lupa topimu!” teriak Joanna dari dalam kamar.

 

Adam mengandeng Nathan untuk mencari topi yang dimaksudkan Joanna. “Di mana kamu meletakkan topinya, Anna?” tanya Adam.

“Di dekat meja belajarnya. Pilih saja salah satu, atau tanya saja pada Nathan dia mau mengenakan yang mana,” Joanna bergegas ke dapur untuk memeriksa kompor dan pintu belakang.

Tidak biasanya dia begitu gugup. Seharusnya tidak ada yang berubah, dia sudah sering pergi menonton bersama Nathan dan semestinya tidak ada kekacauan seperti malam ini. Entah mengapa malam ini dia bertingkah layaknya remaja putri di kencan pertamanya lagi. Berlama-lama mandi hanya untuk memastikan tubuhnya sempurna. Membongkar lemari untuk menentukan pakaian yang pantas.

 

Joanna merasa sangat bodo dan takut di saat yang bersamaan. Perasaan ini, kegembiraan kecil ini telah membuat dia terlalu banyak berharap.

“Semua sudah siap? Ayo kita berangkat!” teriak Joanna. Dia mencari Nathan dan Adam yang ternyata masih berada di dalam kamar Nathan.

 

“Ada apa?” tanya Joanna saat menatap Nathan yang mengandeng Adam dengan bingung serta Adam yang mematung.

“Om Adam nangis a Mama,” Nathan memasang wajah cemas.

“Ada apa, Dam?” tanya Joanna cemas. Adam hanya menunjuk pada dua batang bunga krisan kertas yang terletak di atas meja belaja Nathan.

“Pernahkah kau ceritakan padanya tentang Ayah?”  bisik Adam lemah saat melewati Joanna sambil mengandeng Nathan erat.

 

Joanna menatap dua batang bunga krisan tersebut.

To : Mama dan Papa Tristan.

 

==

 

Sebenarnya semua berjalan dengan sempurna selama dua belas hari ini. Sempurna, bila saja tidak ada telepon dari Talitha. “Adam, sepertinya kamu harus segera kembali ke Amerika. Ada  seorang dokter yang mengenalimu saat dia sedang melakukan seminar di Jakarta. Dan celakanya lagi dia mengenal baik mentormu. Kau bisa menebak lanjutannya?” suara Talitha dari ujung sana terdengar bagai ketukan palu di pengadilan yang menjatuhkan vonis berat.

 “Dia melaporkan kepada mentormu bahwa kamu tidak terlihat sedang sakit parah dan … Akan sangat sulit menutupinya lagi, kau harus segera kembali bila tidak karirmu akan tamat. Tamat, Dam. Aku benci mengatakan ini, tapi aku harap kau tidak terlalu lambat dalam mendekati Joanna. Kurasa dua minggu sudah cukup bagimu untuk meyakinkan dia untuk …”

 

“Cukup Kak, aku sudah mengerti. Sekarang berikan aku waktu untuk berpikir!” Adam bisa mendengar omelan Thalita sebelum dia memutuskan secara sepihak sambungan telepon itu.

 

==

 

“Anna, ikutlah denganku ke Amerika. Aku mohon,” Joanna terkejut dengan ucapan Adam saat dia membukakan pintu untuk Adam.

“Aku masih harus berpikir, Dam. Lagipula Nathan …” Joanna terdiam, dan membiarkan Adam berdiri di depan pintu.

 

“Ikutlah denganku, kita bangun kehidupan baru di sana. Aku berjanji akan memenuhi semua kebutuhanmu,” Adam membujuk Joanna.

“Aku juga punya kehidupan di sini, Dam. Sekali lagi kau hanya memikirkan dirimu sendiri,” sahut Joanna menyembunyikan semua ekspresi dalam wajah tenangnya.

 

“Aku tidak bisa kehilangan kalian lagi. Beri aku kesempatan, Anna. Akan aku buktikan aku mampu menjadi ayah yang baik bagi Nathan. Kita akan memiliki rumah di Amerika. Kau bisa fokus menjaga Nathan. Dan Nathan bisa sekolah di sekolah terbaik. Kita pindah ke Amerika, Anna. Tidak akan ada yang berbeda. Aku yakin Nathan dapat beradaptasi dengan cepat,” Adam tidak menyadari Nathan telah berdiri di belakang Joanna.

“Mama? Siapa yang akan ke Amerika?” suara kecil itu bertanya penuh kebingungan.

 

“Nathan nonton tivi dulu yah. Mama sama Om Adam ada pembicaraan pentiiing sekali. Ini rahasia bajak laut,” Joanna tersenyum ketika Nathan memberi tanda ‘Ok’ dengan jari-jarinya.

 

“Tidak bisa, Dam,” Joanna menatap Adam.

“Karirku sebagai dokter akan hancur, Anna bila aku tidak segera kembali ke Amerika. Aku berjanji, setelah aku menyelesaikan semuanya, kita akan kembali lagi ke sini,” Adam meyakinkan Joanna.

“Kau egois, Dam. Lagi-lagi karirmu yang kau pikirkan. Dulu bukankah yang ada dalam otakmu aku dan bayiku akan menghambat dirimu. Aku salah telah mempercayaimu, telah menaruh harapan padamu. Kau tidak pernah berubah, Dam. Selfish,” Joanna merasakan hatinya kembali remuk.

 

“Aku mohon, Anna. Dengarkan penjelasanku …. Aku tidak bermaksud menjadi egois. Aku tidak ingin kehilangan kalian dan aku juga tidak bisa kehilangan karir ini,” Adam terlihat lelah.

“Keluar dari rumahku, Dam. Pikirkanlah dengan jelas, aku dan Nathan ataukah gelar doktermu yang menjadi prioritasmu,” Joanna mendorong Adam. Memaksa pria bertubuh tegap itu keluar.

 

“Aku akan pergi dua hari lagi, Anna. Aku akan menunggumu di bandara! Ikutlah denganku,” teriak Adam dari balik pintu.

“Aku tidak ingin kehilangan kalian lagi,”

 

Pintu di tutup sekali lagi. Dan Joanna kembali menangis. Tidak pernah ada sekendi harta karun di ujung pelangi. Tidak ada, Dam.

==

“Kau akan meninggalkan Joanna, lagi?” teriak Tristan tak percaya.

“Aku akan membawa dia ke Amerika!” jawab Adam.

“Kau! Aku sudah merelakan semuanya, Bang. Dan kau mengacaukannya lagi? Aku tidak percaya!”  Tristan terlihat emosi.

“Bila kali ini kau kembali melukainya, maka aku tidak akan segan-segan merebutnya darimu!” Tristan membanting pintu apartement, meninggalkan Adam yang terjepit pada pilihan sulit.

 

==

 

Bagaimana kelanjutan hubungan Adam dan Joanna?

Apakah Adam berhasil meyakinkan Anna untuk ikut dengannya ke Amerika?

Ataukah Joanna memilih untuk melupakan mimpi tentang kebahagiaan di ujung pelangi?

 

Bagaimana pula dengan Tristan? Apakah dengan adanya masalah ini dia kembali mendapatkan celah untuk meraih perhatian Joanna?

Apakah Nathan menerima Adam sebagai Papa yang tidak pernah dikenalnya?

 

Dan apa akibat dari pilihan ini pada hubungan Tristan dan Cherry?

 

Nantikan ending DUP yang akan dibuat oleh masing-masing estafeter.

 

14 ending untuk DUP.

 

 

 

 

 

Read previous post:  
95
points
(1868 words) posted by Sun_Flowers 2 years 38 weeks ago
86.3636
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | CERFET | kolaborasi | Romantis
Read next post:  
100

emakkk oh emak...mengapa tulisamu keren sekali emakkkk

dadun at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 37 weeks ago)

*memikirkan rencana jahat untuk membuat ending*
.
*mata terpicing*
.
*mata berkilat2*

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 37 weeks ago)

Ish bagaimana yah Ending DUP versi Dudun??

Jgn2 akhirnya Joanna menikah dgn Ko David.

Ato Adam menikah dengan Cherry.

Ato Adam pacaran dengan Tristan.

dadun at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 37 weeks ago)
100

"Di Ujung Pelangi"-nya dapet banget mak.
wow, ini berasa ffwd kalo lagi nonton dvd. hehe. tapi lebih baik seperti ini. waaaaw ga sabar menanti ending 14 versi ini!!!

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 37 weeks ago)

Ho oh ffwd.

Emak emang suka yang buru2 sih.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Ending versi Dudun?? #mikirin sejenak lalu lempar dudun pake pampers bekas.

100

tante cat... saya suka yang (mama dan papa tristan)
dan
ingat janji mu ya

BUNUH ADAM

wkwkwkwkkwwkwkw
bagian cerita mu yang ta tunggu ya tante cat. . . .

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 37 weeks ago)

Sepuluhjari maafkan saya.

Saya sebenarnya dgn senang hati membuat Adam tewas tp sepertinya dalam perkembangan ending ini, Adam tidak dpt dibunuh.

Hikzzzzz.

Bagaimana kalau kamu membuat Ending DUP versimu juga??

Gimana????

boleh kah?

hehhe
saya coba ya tante..

terimakasih atas kesempatannya

Dirikan bendera hitam di rumah Adam!! xD

Astaga.. Kenapa byk sekali yg bnci sama adam? Wakkaa

100

Aku datangggg...
Minta sekendi sukacita di ujung pelangi dari kak cat.
manah2 kendi-ku?
huahahaha

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)

Sekendi sukacitamu sudah kutitipkan pada yayang mu Neng Sun Dong Yang.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Hati2 aja jgn ampe direbut ama Dudunbelle.

Writer lavender
lavender at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)
100

this is the best leading for ending... memberi banyak kesempatan banyak variasi untuk dikembangkan para estafeter sebebas-bebasnya, karena chance untuk adam dan tristan kini imbang... kupikir susah untuk bisa membuat leading seperti ini dan mbak catz bisa cepat sekali membuatnya.. kereeennn..
*
dongeng di awal, tepat sekali untuk memberikan semacam 'jeda' yang berarti 'beberapa waktu kemudian', di mana beberapa scene dan tokoh sudah mengalami banyak kejadian yang ga perlu dijabarkan dalam scene-scene lagi, dan kurasa itu cukup dan sangat pas untuk menggantikan rentang waktu yang terjadi, dan dongeng yang ditaro menjelang akhir juga sangat pas untuk pada akhirnya menjelaskan apa maksud dari judul cerfet ini..
*
maap kebanyakan omong, soalnya aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekaliiiiiii!!!! ^___^

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)

Aaaa aku tersipu sipu malu. Ah Lav bisa ajeee.

Aku sedikit cemas, apakah ini part yg pas untuk menghantarkan DUP menuju ending.

Lav silahkan meramu ending nyaaaa.

100

Akhirnya...
sejak awal saya bertanya2 kenapa judulnya 'Di Ujung Pelangi', tapi baru di sini ngeh-nya dengan pake dongeng itu
.
Ayo Tristan! jangan nyerah gitu aja! selama janur kuning belum melengkung... (apaan sih?)

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)

June mau bikin ending DUP juga???

Kalo mau, hayuuuk bikin ending DUP versimu.

Heeem iyah arti judulnya memang agak sulit diselipkan di part2 yang lain.

Writer aocchi
aocchi at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)
90

Dongengnya keren, Tante Cat
Saya jadi pengen gigit Adam sama Tristan *dua orang itu tarik-ulurnya bikin saya pengen jedot2in kepala ke tembok*
Cherry kasihan amat, kayaknya bakal berakhir buruk tuh nasibnya ... saya jadi pengen bikin ending yang bahagia buat dia XD
.
Eh, tapi tunggu, tunggu dulu! Masing2 harus bikin ending? /omg
Gawat, benak saya tiba-tiba nge-blank ... tapi, seperti kesukaan saya, ending yang mungkin terpikir bau-baunya bakalan tragis XD
.
Gak ada batasan kata, kan? Bisa mabok saya, kalau batasannya masih 1000-1200 kata lagi -_-a

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)

Aochi silahkan membuat ending untuk DUP.

Tidak ada batasan kata.

Dan semua kners dipersilahkan membuat ending DUP.

Gimana kalo postingan ending DUP dgn poin tertinggi mendapat hak menantang salah satu dari 14 estafeter DUP?

Gimana?? Setuju??

90

*pengen ngelemparin Adam pake sepatu*
Ngurus visa dan imigrasi mangnya gampang!!! *teriak ke adam :P*

Keren mak!
hmmm endingnya gimana ya TAT

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)

Yah pake simsalabim aje biar gampang Irene.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Btw kalo ngelempar sepatu aku Request Kicker yang terbaru dengan motif jeans dan tali sepatu warna hitam ukuran 37 yah.

#ngarep dpt kickers.

Endingnya silahkan Irene aduk sendiri.

Saya serahkan kepada kalian semua.

Ingat, sebelum tgl 11 January 2012.

Dan kali ini tidak ada batasan apapun.

Aku juga masih bingung mau bikin ending kek apa.

#gelo, pada saat bikin part 27 ndak kepikiran kalo aku juga harus bikin ending. Huaaaaa aaaaaa hikz hikz hikz.

90

Aaaarrgghhh!!!
gila banget nih, Kak Cat!
super! >0<
jadi endingnya masing2 beda nih?? saya sih pro Tristan. Adam egois, buang aja ke laut.

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)

Aaaa ternyata saya gila yah??

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Ssstttt tenang aje Agatha, saya juga pro Tristan.

Akan ku buat Adam menderitaaaa hua ha aha aha aha aha ha ha ha #evil laugh.

Mau mencoba membuat endingnya juga??

Boleh lho.

Writer H.Lind
H.Lind at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)
100

Wow Kak Cat bisa menulis cerita sebagus ini dalam jangka waktu kurang dari 6 jam. Hebat... XD
Suka sekali dengan dongeng di awalnya. Alur di bawahnya agak kecepetan sih, tapi memang sepertinya harus begitu.
Wogh endingnya mo dibuat kayak gmn ya?

Writer cat
cat at CERFET : Di Ujung Pelangi bagian 27 (2 years 38 weeks ago)

Inilah cerita yang ku kebut.

Mohon maaf kalo ada kekurangan.

Yup alurnya memang terasa sangat cepat.

Seharusnya kan Mariaquantaro dulu baru diriku.

Tp ternyata Maria pass jd aku membuat cerita untuk menuju endingnya seperti ini.

Mudah2an kalian semua bisa mengolahnya untuk ending yg menarik.

Ending versi kalian masing2.