Eternity 10

Eternity 10


Siapa yang merubah hatiku
Siapa yang membuat kita satu
Selalu menyatu beban kecewa
Namun takkan ku kan berakhir


Siapa yang membuat ku pilu
Kembali datang masa lalu
Semakin dalam gejolak jiwa
Benci dan cintaku menyatu

Kenangan indah pun memudar
Alami masa sendu
Walau kita kan berpisah
Rasa ini bergelora


Siapa yang membuat ku resah
Tak berharap untuk berjumpa
Benci dan cinta selalu menyatu
Tak pernah aku kan berakhir

 (Ost. The Return of Condor Heroes – by Yuni Shara)

Source:
http://liriklaguindonesia.net/yuni-shara-ost-pendekar-rajawali-return-of-the-condor-heroes.htm#ixzz1iki5IZWc


Kembali Lila berdiri di depan jendela kaca sebuah toko buku. Dia menatap ke dalam mencari sosok pria yang begitu dirindukannya, Erlangga. Ditatapnya wajah pria itu dari kejauhan. Pria yang mengisi seluruh kehidupannya. Pria yang membuat dia rela melewati berbagai rintangan dan puluhan putaran kehidupan. Saat ini mereka berdua begitu nyata, sangat dekat namun entah mengapa Lila merasakan ada dinding tak kasat mata yang menghalangi mereka.

Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak Lila. Dia yang adalah roh gelap yang dihukum menjadi roh bunga Lily demi mengejar kekasihnya, roh terang. Kini dia mendapatkan raga manusia setelah pengorbanan yang dilakukan oleh Erlangga, kekasihnya yang dihukum meninggalkan keabadian dan merasakan hidup sengsara sebagai manusia.

 

Namun bukankah seharusnya Erlangga lenyap, itu perjanjian Erlangga dengan penguasa semesta. Lalu mengapa masih ada sosok Erlangga di sana? Apakah langit mengasihani mereka?

Lila membuka pintu toko buku dan menelusuri lorong di antara rak-rak buku. Sesekali matanya mencuri pandang kepada Erlangga yang tampak sibuk menyusun buku bersama Dina. Keduanya saling melempar canda, sesekali Dina memeluk Erlangga mesra dan itu menimbulkan perasaan cemburu di hati Lila.

Seharusnya dia bisa saja berjalan ke arah Erlangga dan mengatakan bahwa dialah Lily. Hanya saja dengan penampilannya yang sekarang ini, apakah Erlangga akan percaya?

Lila mendekati meja kasir, meletakkan sebuah buku yang diambilnya secara acak. Setiap harinya selama beberapa minggu ini Lila selalu singgah ke toko buku. Sekedar untuk menatap Erlangga, agar Dina tidak terlalu curiga Lila membeli beberapa buku yang menumpuk penuh di meja kamarnya tanpa pernah dia sentuh.

Lila menatap dua buah pot bunga berisi bunga melati putih yang terawat dengan baik. Erlangga telah menganti bunga lili dengan bunga-bunga melati? Apakah Erlangga telah melupakannya lagi.  “Kemana hilangnya pot bunga lili?” pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Lila.
Erlangga dan Dina yang berdiri di balik meja kasir kini menatap Lila dengan tatapan aneh. Dua buah tatapan yang mengandung begitu banyak arti. “Maaf, tadi kamu mengatakan apa?” Erlangga berusaha memperjelas apa yang didengarnya barusan.


“Itu … aku bertanya,” ucapan Lila dipotong oleh Dina.
“Kamu menanyakan tentang novel Pure as The Lily? Itu novel lama, jadi kami tidak memilikinya. Mungkin kamu bisa mencarinya di took buku Media. Mereka khusus menjual buku-buku lama,” Dina tersenyum sambil menyerahkan plastik berisi buku yang dibeli Lila beserta kembaliannya.
“Silahkan datang lagi, sampai jumpa.” Lila merasakan Dina seakan-akan mengusirnya secara halus.

==

Dina menatap gadis yang baru saja keluar dari took buku. Menimbang sesaat, sebelum akhirnya Dina mengambil keputusan. “Astaga aku salah mengembalikan uangnya,” Dina kemudian mengambil selembar lima ribuan dari mesin cash register dan berlari ke luar. Sementara itu Erlangga menatap Dina sejenak, tersenyum dan kembali asyik menyortir tumpukan novel teenlit Clumsy Girl and The Hot Boy yang baru saja datang.

Dina menyusuri trotoar dengan langkah-langkah lebar. Dia tidak ingin sampai kehilangan jejak gadis tadi. Setelah berjalan beberapa saat dia sudah bisa melihat sosok gadis bertubuh agak gempal dengan rambut panjang yang sedikit berantakan. Pakaian yang dikenakan gadis itupun terlihat jauh dari kesan modis. Namun entah mengapa dia merasakan energi lain yang selalu menyergapnya kala gadis itu memasuki toko buku. Ada perasaan yang begitu dikenalnya. Ditambah lagi pertanyaan aneh gadis itu tadi.

Gadis itu muncul di toko buku setiap harinya selama dua minggu terakhir ini. Dan Dina ingat dengan pasti pot berisi bunga lili telah dia singkirkan jauh sebelum kemunculan gadis tersebut. Jadi bagaimana mungkin dia tahu mengenai pot bunga lili? Apakah ….

Dia harus mendapatkan jawabannya segera. Dina telah berada pada posisi yang pas, dengan segera menarik tangan gadis itu, “maaf.”
Si gadis menatap Dina dengan terkejut. “Ada apa?”
“Aku tadi salah mengembalikan uangmu. Seharusnya ada diskon atas buku yang kamu beli, jadi ini,” selembar lima ribuan diserahkan Dina kepada Lila.
“Terima kasih,” Lila tersenyum.

“Kamu sangat suka membaca novel-novel teenlit, yah.” Dina berusaha menahan Lila.
“Iya,” bohong Lila canggung. Ditatapnya Dina yang cantik dan manis. Saat ini Dinalah yang paling pantas mendampingi Erlangga, bukan dirinya.
“Ah, maaf seharusnya kita berkenalan dahulu. Saya Dina, kamu?” tanya Dina ramah.
“Namaku Lila. Kamu bekerja di toko buku itu?” Lila mencoba mencari tahu.
“Sebenarnya saya tunangan dari putra pemilik toko buku itu.”Dina menunjukkan senyum cerah yang membuat Lila semakin sedih.


“Pria yang di kasir tadi?” tanya Lila lagi.
“Iya, Erlangga. Dia baru saja melamarku. Ah … aku jadi menceritakan hal yang tidak penting bagimu. Maaf, aku terlalu gembira. Kau tahu, aku dan Erlangga sejak lama sudah saling menyukai dan kami berencana akan segera melangsungkan pernikahan,” cerocos Dina.
“Kuucapkan selamat, aku harus segera pulang. Ada kerjaan yang harus kuselesaikan,” Lila membalikkan badan dan segera berjalan pergi.

Baru tiga langkah, Lila mendengar suara teriakan Dina dan secara spontan dia berbalik dan menjawab “Ada apa, Dina?”
Lila menyadari dia telah masuk dalam jebakan Dina. “Aku memanggilmu Lily,” ucap Dina dengan wajah tanpa ekspresi.

“Aku memang selalu salah membedakan antara Lila dan Lili. Masalahnya kakak sepupuku bernama Lili,” ucap Lila mencari-cari alasan. Dan Lila segera mempercepat langkahnya meninggalkan Dina.
“Lily, kau tahu mengapa Erlangga tidak lenyap?” pertanyaan Dina menghentikan langkah kaki Lila.
“Mengapa?” Lila berbalik menatap Dina.
“Jadi kau benar adalah Lily.” Dina mendekati Lila yang berdiri mematung. Dina tidak menyangka dugaannya tepat. Lila adalah Lily, dalam bentuk dan rupa yang sangat jauh berbeda dari yang pernah Dina ingat.

“Jawab pertanyaanku Dina!” Lila menguncang tubuh Dina yang hanya terus menatap Lila dari ujung kaki ke ujung rambut.

“Kau tahu alasan mengapa Erlangga tidak lenyap, katakana padaku!” Lila memaksa Dina menceritakan apa yang tidak diketahuinya.

“Apakah kau lebih suka kalau Erlangga lenyap?” pertanyaan Dina dijawab dengan gelengan kepala Lila.

“Aku bersyukur dan sangat gembira, Erlanggaku masih ada. Masih bernafas,” bulir-bulir air mata mengenangi mata Lila.

 
 

“Sekedar informasi untukmu, Erlangga akan lenyap selamanya bila kalian berdua bersatu,” Dina melepaskan cengkraman tangan Lila.
“Pikirkan itu Lily atau harus kupanggil kau sebagai Lila saat ini?” Dina menatap mata Lila yang berubah kosong.
“Apakah kau tega melihat Erlangga yang mengorbankan dirinya untukmu lenyap karena keegoisanmu?” Dina sengaja menekankan setiap kata-katanya. Berharap Lila mengerti maksud perkataaanya.
“Menjauh darinya dan tidak pernah menunjukkan dirimu lagi dihadapannya adalah cara terbaik agar Erlangga tetap hidup. Aku memohon padamu,” Dina tidak menunggu jawaban Lila. Dia segera meninggalkan Lila yang masih mematung, mencerna tiap informasi yang baru saja didapatkannya.

Mengapa langit kembali mempermainkan mereka? Aku tidak ingin Erlangga lenyap. Menatapnya dari kejauhan sudah cukup bagiku. Kali ini aku tidak akan begitu egois. Hal sekecil ini tidak bisa dibandingkan dengan pengorbanan  Erlangga untuknya.

==

Aku tahu aku jahat! Dina menatap bayangan wajahnya yang terpantul di cermin. Setiap orang berhak melakukan tindakan untuk mendapatkan kebahagiaan. Dan dia tidak akan pernah melepas kebahagiaan yang sudah di dalam genggamannya. Yang harus dia lakukan hanyalah memastikan Erlangga dan Lily tidak akan bersatu selamanya.

“Erlangga, kau tahu waktuku sudah tidak banyak lagi,” ucap Dina sambil mengenggam tangan pria yang dicintainya.
Erlangga menatap Dina sesaat. Dia menyayangi Dina, tapi kasih sayang sebagai sahabat dan saudara. Bukan sebagai kekasih.

“Semua salahku. Tidak seharusnya kamu menukar kehidupanmu untukku,” Erlangga memeluk Dina erat.
“Kau tahu keinginan terbesarku?” Dina menyunggingkan senyum tulus yang membuat Erlangga semakin merasa bersalah.
“Aku ingin mengenakan gaun pengantin dan menikmati bulan madu romantis di Paris walau hanya sebentar,” Dina membenamkan wajahnya di dada Erlangga. Terisak pelan sambil mengeratkan pelukan.
 

 

“Sebelum aku menghilang dari semesta ini selamanya. Aku ingin merasakan hidup sebagai istrimu, walau hanya sesaat, sehari atau bahkan sedetik pun,” ucapan Dina membuat Erlangga diliputi kebingungan.

Apakah dia harus memenuhi permintaan Dina, walau sesungguhnya tidak ada rasa cinta pada Dina. Tapi karena dialah Dina akan lenyap selamanya. Bukankah ini permintaan yang begitu mudah.

==

Read previous post:  
37
points
(1540 words) posted by lavender 2 years 34 weeks ago
74
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | CERFET | Romantis | sunflowers-cat-lavender
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer lfour
lfour at Eternity 10 (2 years 10 weeks ago)
90

ckckckckckckckck,
dina kok jadi jahat yak??
bisa2nya di bilang gitu....
aih pengen lily ama erlangga balikan lagi....

Writer donasaku
donasaku at Eternity 10 (2 years 29 weeks ago)
20

*standing applause
PLOK PLOK PLOK
Good job, Mommy!!
i'm touched walao hanya baca part 10, tanpa membaca 1-9 nya :(

Writer suararaa
suararaa at Eternity 10 (2 years 30 weeks ago)
90

wahhh udah sampe part 10 aja.. lama ga main ke kemudian.com nih,, hehehhehe....

maaf sebelumnya tante cat, tapi jujur ja, makin lama bingung ngikutin crita ni,,, ditambah ternyata dina bukanlah manusia biasa yg kukira pada awalnya... entah gimana ya crita ttg reinkarnasi, terus cinta yg tak bisa bersatu terasa muter-muter.....

hmmmm,, sekarang di sini dina malah jadi jahat.... akhirnya gimana yah apakah lily jadi sama erlangga atokah gimana... awalnya ku dukung erlangga ama dina, tapi karna dina jadi jahat, jadi agak gimana gitu deh..

ditunggu lanjutannya tante cat...............

Writer cat
cat at Eternity 10 (2 years 29 weeks ago)

Yah saya juga terkejut ternyata Dina bukan manusia.

#shock mode on#

Setiap sosok bisa saja berubah Rahma. Siapa tau berikutnya si Erlangga yg jd jahat.

‎​=Dнªªнªªнªª=D

#digeplak suarara.

Writer suararaa
suararaa at Eternity 10 (2 years 28 weeks ago)

lho? hahaha kan tante yg bikn crita kok ikutan kaget..
selanjutnya siapa nih yg bikin, tante? lavender apa sunflower...?

Writer PRIHARDRE
PRIHARDRE at Eternity 10 (2 years 33 weeks ago)
90

menyentuh... meski cuma baca bagian ke10 (jika membaca komentar sebelumnya, nampaknya ada Eternity 9, 8, 7 dst), sangat indah gambaran tentang cinta disini.

Writer anna
anna at Eternity 10 (2 years 33 weeks ago)
80

Hiks tragis banget kisah si Lily, aku suka narasinya menyentuh. Keren banget.. setuju sama Kurenai di jelasain mengapa tiba-liba Lily menjadi Lila. saya tunggu kelanjutan nya.

Writer cat
cat at Eternity 10 (2 years 33 weeks ago)

Nah penjelasan ttg Lily lila mari kita serahkan pada estafeter selanjutnya.

#colek2 Sun Flower.

‎​​​​:D ªkªkª =D ªkªkª =)) ªkªkª

Writer lavender
lavender at Eternity 10 (2 years 33 weeks ago)
100

Gambar yg keren, isinya juga keren, novel pure as the lil? Aaah original sekaliiii.. Dan selalu ada iklannyaa wkwkwkwk clumsy giiirrrllll..

Writer cat
cat at Eternity 10 (2 years 33 weeks ago)

Novel pure as Lily emang ada. Novel jadul banget.

ː̖́ټ..ћέ²..ټ..ћέ²ː̗̀(*)ː̖́..ټ..ћέ²ټː̗̀

Selalu ada iklan dunk.

Gimana nyelipin link itu ow Lav Lav?

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Eternity 10 (2 years 33 weeks ago)
90

Emak pake lagu ituuuuuuu~~~ >3<
Ehe... sekarang DIna yang jadi antagonis
.
Yang rada aneh menurut saya, jadi si Lily ini langsung muncul sebagai manusia dewasa bernama Lila? ada keluarganya nggak? tau langsung 'tuing!' muncul gitu aja out of nothing?
atau arwah Lily merasuk ke raga Lila, orang biasa yang awalnya nggak ada hubungan apa2?
.
soalnya menurut saya, bakal lebih logis kalo Lily terlahir sebagai manusia start dari nol (lahir jadi bayi lagi, dst, dst). tapi kalo gini memang jadinya dia bakal punya jarak umur yang cukup besar ama Erlangga. tapi seharusnya kalo emang saling cinta nggak masalah kok. cuma sekian belas tahun ini XDDD
.
atau mau pake cerita time travel gitu, jadi Lily di'terbangkan' ke masa lalu biar lahir sebagai Lila?

Writer cat
cat at Eternity 10 (2 years 33 weeks ago)

Nah itu masalahnya.

Akan ada jarak berapa tahun gitu.

Erlangga yg berusia 20an ma Lily yg mulai dari nol lagi.

Mungkin yg terpikir olehku adalah
Lily menempati raga Lila yg seharusnya sudah meninggal.

Mungkin kasing yang tersedia n cocok ma dia cuma ada si Lila. Maka e sang penguasa langit menaruh dia di kasing itu #haiya kok jd kek cerita siluman sih yak#