Side Story : Rei (The Demonline) VS Nekoman (The Guardian Of BoR)

                Sebagaimana sudah kita ketahui pertempuran sebelumnya antara Rei dan Mrs.Emilia berlangsung sangat sengit dimana Rei kalah karena jatuh dari kereta ke jurang yang curam. Tapi kita tidak mengetahui apa yang terjadi saat Rei berada di dasar jurang. Untuk itulah mari kita simak ceritanya……

 

Aku terkubur di bawah reruntuhan bebatuan tebing suasananya begitu gelap aku pikir aku sudah mati tapi ternyata tidak luka-luka yang kuderita berangsur-angsur mulai sembuh kembali. Kemudian dengan segenap tenaga aku berdiri sambil mengangkat kedua tanganku agar batu-batu yang menguburku terlempar jauh dari tubuhku. Aku menengadah ke atas dimana kereta tempatku bertempur sudah tidak ada ditempatnya.

“Sial aku kalah dalam pertempuran awal,” Ucapku kesal sambil mengepalkan tanganku yang berkuku.

Sebenarnya aku ada niat untuk mengejar kereta tersebut sebelum sampai stasiun yang di tujunya. Tapi seseorang bertopeng kucing menghalangi jalanku lalu mengibaskan tangannya dan akupun langsung kembali menghantam tanah dengan sangat keras.

“Ahkkk..,” Aku menahan sakit di punggungku.

“Wah..wah…wah… seharusnya aku sudah mendiskulifikasimu sejak awal,” Ucap pria bertopeng kucing tersebut sambil turun ke atas tanah dengan santainya.

“Kau Nekoman,” Ucapku kesal karena dia sudah menghajarku.

“Ya aku Nekoman panitia sekaligus penjaga dalam turnamen ini,” Ucap pria bertopeng kucing tersebut.

Aku berdiri dari tepat jauhku lalu menatapnya dengan tajam.

“Kau pikir bisa mengalahkanku di dunia ini?” tanya Nekoman seolah dia dapat membaca pikiranku.

Aku tersenyum lalu berkata,” kenapa tidak?,”

Aku langsung mengeluarkan cakarku yang tajam dan pandanganku berubah menjadi merah semerah darah. Aku sendiri tidak tahu Nekoman berekspresi seperti apa saat dia melihatku dalam wujud seperti ini wajahnya selalu tertutup topeng sehingga sulit sekali memahami apa yang ada di pikirannya. Nekoman membuka jubah merah yang selalu dikenakannya dan saat jubah tersebut di jatuhkan tanah di sekitarnya langsung retak. Padahal dilihat dari penampilannya biasa-biasa saja dia mengenakan pakaian seperti tuxedo berwarna hitam dengan dasi berbentuk kupu-kupu menghiasi kemeja putiihnya yang berada di balik jas hitamnya.

“Luar biasa,” Gumamku dalam hati.

“Dengan ini kau resmi diskualifikasi karena menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya dan menantang BOR Guardian,” Ucap Nekoman.

“Aku sudah tidak peduli lagi, yang aku butuhkan saat ini adalah harta McGuffin yang kau sembunyikan itu,” Ucapku.

“Ambilah jika kau mampu mengalahkanku,” Ucap Nekoman.

Dan seketika itu juga Nekoman menghilang dari pandangan mataku, dengan sangat cepat dia muncul dari samping kananku dan bersiap melancarkan tinjunya ke arah wajahku. Dengan sangat cepat aku menahan tinjunya dengan tangan kiriku dan akibatnya aku langsung terdorong ke samping kiri hingga tanah yang kupijak hancur.

“Kekuatan yang benar-benar luar biasa,” Ucapku sambil menahan rasa sakit pada telapak tangan kiriku.

Serangan Nekoman tidak berhenti sampai disitu dia kembali lancarkan serangannya dari berbagai arah dengan sangat cepat. Akupun dibuat seperti bola pingpong yang sedang di permainkan hingga akhirnya dia berhasil menghantam pipi kiriku hingga aku berputar-putar di udara dan kembali tersungkur di tanah.

“Uhhhkkk…,” Aku meringis kesakitan tapi dalam waktu yang sebentar saja rasa sakit di wajahku hilang.

Dengan tenang aku kembali berdiri dan mengelap darah segar yang membasahi sudut bibirku dengan tangan kananku.

“Heh… menakjubkan,” Ucapku sambil tersenyum.

Kali ini aku benar-benar bersiap-siap dan memasang pandangan yang tajam kearahnya yang masih berdiri dengan sangat tenang. Weeeezzzzz… dia kembali menghilang dari pandangan mataku tapi kali ini aku dapat melihat gerakannya karena aku pertajam penglihatanku 10 kali lipat. Aku dapat melihatnya gerakan dengan sangat jelas. Dia kembali menyerangku dari samping kiri tapi aku berhasil menangkis serangannya.

Aku tersenyum lalu berteriak, “Rapid Dark Claws”

Kemudian aku menyerangnya bertubi-tubi dengan serangan Dark Claw yang keluar setiap sabetan dari kedua cakarku. Tapi Nekoman sungguh luar biasa dia mampu menahan seranganku yang mematikan itu hingga lengan dan sebagian bajunya robek-robek, tapi aneh topeng kucing yang dikenakannya tidak tergores sama sekali.

“Wow.. kau tidak memasukan kemampuan itu saat mendaftar,” Ucap Nekoman.

“Tentu saja aku tidak akan melakukannya, supaya aku bisa lolos,” Ucapku.

Kemudian aku berjalan pelan ke samping setiap 3 langkah aku meninggalkan bayanganku, aku berjalan mengelilinginya berkali-kali hingga jumlah banyanganku semakin banyak. Dengan begini aku bisa membuatnya bingung karena sekarang diriku menjadi sangat banyak. Dan benar saja sepertinya dia menjadi bingung dengan cepat aku melompat ke udara sambil meninggalkan bayangan terakhirku.

Dark Claw!!!!” aku kembali berteriak.

Serempak semua bayanganku mengeluarkan Dark Claw kearah Nekoman. Booooommmm….. Suara gemuruh menggelegar memenuhi seisi jurang setengah bulatan berwarna hitam besar berputar-putar menyapu sekelilingnya. Aku terseyum melihatnya karena aku yakin dia tidak akan lolos dari serangan seperti itu. Aku yang masih melayang-layang di udara menunggu kepulan asap hitam yang masih menggumpal menutupi daratan tempat Nekoman berada. Kemudian aku mendarat cukup jauh dari sisi kawah yang kuciptakan dan tiba-tiba Sreeetttt… sekilas melesat sesuatu dan mengenai pipi kananku hingga pipiku terluka.

“APAAAA!!!” aku sangat terkejut.

Kepulan asap hitam itu berputar-putar lalu kemudian berkumpul ketengah-tengahnya dan saat asap itu hilang sosok Nekoman kembali terlihat dengan topeng kucingnya yang sudah hangus dan baju jasnya yang sudah compang camping di sana-sini.

“Kau harus membayarnya untuk ini,” Ucap Nekoman.

Kemudian tubuhnya menghilang dan aku mencoba mencarinya tapi tidak di temukan gerakannya sangat cepat bahkan lebih cepat dari sebelumnya hingga mataku tidak dapat melihatnya. Dan tiba-tiba sesosok muka kucing muncul di hadapanku, aku sangat terkejut di tambah lagi sebuah pukulan menghantam perutku dengan sangat keras.

“UUUUHhhhkkkkk…” perutku sakit sekali.

Tidak hanya sampai di situ serangan itu berlangsung terus menerus hingga tulang-tulangku terasa sakit sekali seolah-olah remuk. Hingga sebuah tendangan melesat kearah keningku hingga aku tersungkur di tanah batu yang keras hingga tanah tersebut retak. Kemudian dia membalikan tubuhku yang sudah terkulai lemas tidak berdaya seolah-olah seluruh kemampuanku hilang semua. Regenerasi tubuhku terasa sangat lambat sekali. Pandanganku yang samar mencoba menangkap wajah Nekoman yang kini tidak tertutup topeng karena topengnya telah hancur. Tapi sayang aku tidak dapat melihatnya karena sorot matahari yang sangat terang menyilaukan mataku. Setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya. Ketika aku sadar aku menemukan diriku sudah berada dalam kereta dan tentu saja bersama Nekoman yang sedang melihat-lihat keluar jendela kereta.

“Kau sudah sadar rupanya,” ucap Nekoman.

“Kau… dan ini….kita akan pergi kemana?” Tanyaku yang masih bingung.

“Tentu saja kembali kekafe, Mrs.Emilia sudah menunggu di sana,” Ucap Nekoman.

Aku hanya menggangguk lalu memperhatikan luka-lukaku yang sudah sembuh total juga pakaianku yang sudah kembali seperti semula.

“Pakaianku?” Tanyaku.

I can do everything in this world because I am a guardian in Battle Of Realms,”  Ucap Nekoman.

Selesai….

Read previous post:  
Read next post:  
80

absen.....
.
belum sempat baca saia. nanti deh komennya.. :D

70

Woaah. itu abilitynya Nekoman ya?
.
wew jadi ga enak hati pernah ngejadiin Nekoman sebagai bantal kaki Lucida -_-;
.
IMO, narasinya agak bikin grages. mungkin karena sfx dan narasi gabung jadi satu. well, gw termasuk yang prefer sfx di paragraf beda sih.
.
tapi, ada lanjutan lagi ga terkait cerita ini? gw rasa cerita Rei masih bisa dieksplore lebih dalam lagi deh :3

hmmm..... komen ini membuatku ingin melanjutkan ceritanya si rei mulai dari asal-usulnya teman-temannya dan lain sebagainya.

why not? bikin laah >.<