Pertemuan Pertama Kita

 

Headphone mungil berwarna abu-abu pemberian Bunda setahun yang lalu sudah sejak pagi tadi menghiasi kepalaku. Aku tak henti-hentinya memutar sebuah lagu yang dilantunkan oleh salah satu grup band Indonesia yang cukup terkenal di era tahun ’90-an.

Hari ini...

Hari yang kau tunggu

Bertambah satu tahun, usiamu

Bahagialah kamu

Lagu ini mendadak jadi lagu terfavorit sepanjang perjalanan dari sekolah menuju rumah. Aku yang sedang duduk manis di dalam busway ini, hanya bisa berkhayal. Seandainya ada seseorang yang memberiku kejutan spesial di hari ulang tahun ke-16 ku ini dengan melantunkan lagu Selamat Ulang Tahun yang dipopulerkan oleh grup band Jamrud. Pasti aku akan jingkrak-jingkrak karena senangnyaaa minta ampun. Oke, sebenarnya ini terlalu berlebihan. Tetapi aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Karena, belum ada seorang pun yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku hari ini. Apakah mereka benar-benar lupa? Atau mereka hanya ingin mengerjaiku? Ah sudahlah. Mungkin mereka memang lupa akan hari spesialku ini.

~~~

Jam tangan digital berwarna hitam pekat yang menghiasi pergelangan tangan kananku sudah menunjukkan pukul 15.24. Pertemuan rutin organisasi yang melibatkan sebagian murid SMA se-kota ini tak kunjung dimulai. Aku mulai jenuh dengan hal ini. Dua puluh empat menit di hari spesialku ini terbuang sia-sia hanya untuk menunggu sebagian anak yang belum tentu aku kenal.

Saat pandanganku sedang menyapu seluruh tempat di area taman ini, aku melihat sosokmu. Seorang laki-laki seumuranku berjalan sedikit tergopoh-gopoh dengan postur tubuh yang tinggi dan cukup kurus jika dibandingkan dengan laki-laki seusiamu. Aku tak mengenalmu, begitu pula sebaliknya.

Aroma parfum eau de toilette yang kau pakai, menyeruak di udara sekitar ketika kamu berlari kecil melewatiku. Hmmm, wangi kayu manis.

Saking lamanya aku memperhatikanmu, aku tak menyadari bahwa sahabat dan beberapa temanku tidak berada di sekelilingku lagi. Loh? Kemana mereka pergi? Aku terus bertanya-tanya.

Tiba-tiba dari belakang terdengar suara beberapa orang menyanyikan lagu Happy Birthday diiringi suara petikan gitar yang merdu. Salah seorang diantaranya membawakan sebuah kue blackforest favoritku.

Aih! Aku merasa mataku mulai memanas. Genangan air yang berada di pelupuk mata membuat penglihatanku agak buram. Ternyata mereka tidak melupakan tanggal ulang tahunku. Ternyata memang benar mereka hanya pura-pura lupa dan mengerjaiku. Aku mencoba untuk menahan air mata turun bebas melintasi pipiku.

Meskipun mereka tidak menyanyikan lagu yang sesuai dengan keinginanku sedari tadi, namun kejutan ini sudah cukup membuat diriku senang bukan main. Apalagi jarang-jarang lho aku mendapat kejutan di hari ulang tahun dari teman-teman terdekatku.

Para remaja yang berada di gazebo tempat kita berkumpul, mulai menyalamiku satu-persatu. Jantungku mulai berdegup dua-tiga kali lebih cepat dari biasanya menjelang orang yang berdiri di barisan paling belakang. Ya, orang itu adalah kamu. Kamu yang sampai saat ini membuatku penasaran. Giliranku bersalaman denganmu pun tiba. Kamu hanya menjabat tanganku sembari tersenyum manis. Oh... Senyuman yang rasanya membuatku seketika meleleh, seperti quick melt cheese yang dipanaskan di dalam oven dengan suhu paling tinggi.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Seluruh makanan yang tersedia di pinggir gazebo pun sudah ludes disantap banyak orang. Saat acara telah usai, banyak dari mereka yang langsung berjalan menuju tempat parkir untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Sebagian dari mereka sempat mengucapkan beberapa patah kata kepadaku, seperti ‘Nindy, selamat ulang tahun’ atau ‘Happy birthday Nin’ atau malah ada juga yang mengatakan ‘Aku masih laper, kapan-kapan traktir makan ya’. Nahlo kenapa minta makan ke aku? Aku bukan ibu kalian, nak...

Sekarang hanya tinggal segelintir orang yang masih tinggal di gazebo, termasuk kamu. Kamu sedang berbincang-bincang dengan Niki. Entah mengapa aku mencoba menguping pembicaraan kalian berdua. Bukan untuk mengetahui apa yang kalian bicarakan, tetapi siapa tahu saja Niki menyebutkan namamu. Dan ternyata benar dugaanku! Niki mengucapkan namamu. Tapi sangat disayangkan, aku tidak dapat mendengar suara Niki dengan jelas.

Siapa tadi namamu? Randi? Rendi? Atau malah Reni? Ah ngaco nih. Mana mungkin namamu Reni. Reni itu kan nama perempuan.

Setelah terjadi pertentangan antara otak dan hati selama lima menit yang terasa seperti berabad-abad, akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakan nama aslimu.

Aku bingung setengah mati. Apakah aku harus berbasa-basi dulu? Atau langsung bertanya to the point saja? Ah! Aku butuh pendapat!

“Hai!” Kamu yang melihatku berdiri mematung dengan raut muka sarat orang kebingungan, menyapaku terlebih dahulu.

“Eh... Hei,” jawabku gagu. Sungguh memalukan. Menjawab sapaanmu saja sudah gagu begitu, apalagi kalau ngobrol panjang lebar nanti.

“Omong-omong kita belum kenalan. Aku Rendy, kalau kamu?” Huh hah huh hah kamu menanyakan namaku! Kyaaa jantung ini rasanya jedag-jedug gimana gitu. Seneng banget!

“Nindy, N-I-N-D-Y.” Aku mengeja namaku. Agar kau tahu kalau huruf terakhir dalam nama panggilanku adalah ‘Y’ bukan ‘I’. Menjengkelkan bukan bila ada orang salah mengeja namamu? Nama itu kan pemberian orang tua. Jadi ya nggak bisa seenak jidat mengganti nama orang begitu saja.

“Nindy? Kebetulan banget ya. Namaku Rendy, huruf terakhirnya juga pake ‘Y’ bukan ‘I’,” sahut Rendy sumringah.

“Oh ya?” Aku merasa jantungku mulai berdetak tidak karuan. Duh, jangan sampai deh jantungku tiba-tiba mencelos dari tempat asalnya. Bisa gawat nanti...

“Iya... Nin, aku pulang duluan ya. Daaah!” Kamu seketika pergi begitu saja. Perlahan menjauh sembari melambaikan tangan ke arahku yang masih berdiri kaku. Dari kejauhan, aku melihatmu membalikkan badan dan meneriakkan sesuatu, “Selamat ulang tahun!”

Aku hanya tersenyum sumringah menanggapi perkataanmu barusan. Ya, aku salah tingkah. Rasanya ingin mengucapkan terima kasih kepadamu keras-keras, tetapi bibir ini tak kunjung berhenti tersenyum sendiri. Hari yang sangaaat amaaat indah!

~~~

Malam ini aku baru tersadar. Hei! Aku hanya tahu namamu adalah Rendy. Tetapi aku tidak tahu apa-apa mengenai dimana kamu bersekolah atau kamu kelas berapa. Sungguh mengesalkan!

Salahkah aku jika aku terlalu berharap kita dapat bertemu lagi? Sepertinya iya. Karena mungkin bisa jadi, pertemuan kita tadi siang adalah pertemuan untuk pertama dan terakhir kali.

This is me praying that

This was the very first page

Not where the story line ends

My thoughts will echo your name

Until I see you again

These are the words I held back

As I was leaving too soon

I was enchanted to meet you

Lagu Enchanted yang dinyanyikan oleh Taylor Swift ini ku putar berkali-kali sembari memikirkanmu. Aku tidak akan terlalu berharap kita dapat bertemu kembali. Justru aku berpikir bahwa pertemuan kita tadi hanyalah pertemuan yang tak akan pernah terulang lagi. Pertemuan yang cukup mengesankan.

Asal kamu tahu saja, aku ingin bisa lebih dekat denganmu. Hanya sebatas teman saja sudah cukup. Kamu terlihat sangat asyik saat sedang mengobrol dengan teman-temanmu. Dan aku ingin menjadi salah satu di antara mereka yang mendengarkan lelucon jayusmu itu. Meskipun jayus, tetapi tetap saja membuat orang-orang di sekitarmu tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon dan melihat tingkahmu yang seringkali konyol itu. Aku merasa kamu berbeda dari yang lain. Mungkin karena sifatmu yang easygoing itu kali ya. Jadi, siapa saja yang kenal denganmu akan merasa nyaman bila berada dekat-dekat denganmu. Salah satunya adalah aku.

Senang bertemu denganmu di hari ulang tahunku, Rendy... Semoga saja kau selalu mengingatku. Gadis pemalu yang salah tingkah saat akan menyapa dirimu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Deeka
Deeka at Pertemuan Pertama Kita (1 year 46 weeks ago)
40

cara penceritaannya nice :)

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (41 weeks 4 days ago)

hihi terima kasih :)

Writer pudjangga patah hati
pudjangga patah hati at Pertemuan Pertama Kita (2 years 8 weeks ago)
100

i come back

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 8 weeks ago)

nghhh makasih ratenya._.

Writer siAjen
siAjen at Pertemuan Pertama Kita (2 years 9 weeks ago)

Sebenarnya saya ga begitu suka baca teenlith tetapi yang ini baguss :-)
Cerita remaja yang mengalirr
salam Mbak

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 9 weeks ago)

makasih udah mau mampir baca:)
ratenya belum lho itu hehehe

Writer bellanugraheni
bellanugraheni at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)
70

uyeaah... ada sedikit yang kurang nggereget niiin ._. but at all it's nice. love it :3

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)

nah itu diaaa emang kurang greget sih ceritanya._.
aaa maacih:3

Writer anggitasekarl
anggitasekarl at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)
80

ini cerita bersambung? Aku kira one-shot kayak Close To You ku itu .__. mau kamu terusin kayak gimana ceritanya?
.
betewe nin, kamu.... curhat? ._.

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)

iyaaa bersambung. mmmh besok besok baca ceritanya sendiri aja yah. ntar nggak greget lagi dong kalo aku bilang sekarang hehehe
ssst... yaudah sih nggak usah bilang bilang juga kalo aku 'sedikit' curhat-_-

Writer dansou
dansou at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)
100

Narasinya enak dibaca :) Saya suka ini.
.
Oh, ini bersambung? Well, kalau begitu untuk ukuran sebuah prolog, ini kurang begitu menggigit menurut saya. Kesannya sepi dan datar :) Tapi, yah, mari kita lihat

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)

Iya ini cerita bersambung:)
Terima kasih sudah mampir untuk baca:D

Writer NiNa
NiNa at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)
60

hihi, ngalir... teenlit? tak masalah :D

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)

iyaaa:) makasih udah baca:D

Writer selene2online
selene2online at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)
70

akupun punya pengalaman yang sama,,,, enchanted,,,, suatu saat kamu pasti akan mengerti maksud dari pertemuan kalian....

keep writing yah.......

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)

oh ya? ini cerita bersambung, jadi masih ada lanjutannya kok:)
makasih udah sempet baca:D

Writer merpati malam
merpati malam at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)
90

bagus.
waktu ngebaca ngalir dan asyik aja, tapi sempet beberapa kali liat kalimat yang rasanya kalau diganti ama kalimat yang lainnya lebih enak ngebacanya, menurut aku sih..!!
tapi mungkin itu style kamu, so, maaf kl cuman bisa ngasih segini yak..!!!
salam kenal..

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)

makasih udah mau baca cerita ini:D
kalimat mana yang menurutmu agak gimana gitu?._.

Writer hnindhaprdp
hnindhaprdp at Pertemuan Pertama Kita (2 years 10 weeks ago)
80

Ditunggu lho ya kritik dan saran kalian yang membangun untuk cerita bersambung ini;)