[Cerpen EAT 2011]: Pengembaraan Sang Penjaga Labirin

Lena menatap tajam ke arah kota Niehls, sebuah kota pertambangan tua yang nyaris runtuh dimakan waktu dan dilupakan para dewa. Kota yang menjadi saksi kebangkitan dan keruntuhan Kerajaan Galena yang dulu pernah menguasai separuh benua ini. Namun keserakahan para penguasa kerajaan itu telah membuka portal menuju dunia para Deimos, makhluk-makhluk yang akhirnya meruntuhkan kejayaan Kerajaan Galena dan menebar teror di seluruh benua pada masa lalu. Kini yang tersisa dari Kerajaan Galena adalah cerita-cerita mengenai kejayaan dan kemegahan di masa lampau.

Kota ini begitu suram sekarang....gumam Lena dalam hati sambil memandangi sebuah pabrik bertenaga uap di kejauhan.

Dalam benaknya Lena masih bisa mengingat kemegahan kota Niehls, ibukota Kerajaan Galena. Dia masih bisa mengingat saat-saat dirinya masih manusia biasa. Saat-saat dirinya bukanlah penjaga gerbang Labirin Ilusi, labirin raksasa di bawah kota Niehls yang dibangun untuk menahan keganasan para Deimos.

Hembusan angin lembut berputar di sekitar Lena, membuat lonceng kecil di pergelangan tangannya berdenting dengan suara jernih namun tegas. Pada saat yang sama, suara denting lonceng lain juga terdengar namun suaranya terdengar jauh ringan dan lembut.

Lena menoleh ke samping dan melihat sosok Yuki yang berdiri di sampingnya. Ketika memandangi gadis itu, Lena menyadari ada sesuatu yang tidak biasa. Wajah Yuki yang biasanya cerah dan penuh senyum, akhir-akhir ini terlihat muram. Tentu saja ini membuat Lena khawatir.

“Kenapa kau?” tanya Lena.

“Lena, maafkan aku....” balas Yuki dengan lirih.

“Untuk apa?” sahut Lena dengan nada agak ketus.

Yuki terdiam dan tampak tidak berani melanjutkan perkataannya. Gadis itu akhirnya membisu, membuat Lena semakin bertanya-tanya.

Dia ingin bertanya lagi pada Yuki, namun sosok-sosok makhluk yang tidak seharusnya berkeliaran di kota telah menarik perhatiannya.

“Deimos!” seru Lena penuh kebencian. Tanpa sadar senyum mengerikan tersungging di bibir tipisnya.

Sambil mengeratkan lilitan syal di lehernya, Lena mengambil ancang-ancang.

“Yuki! Ayo!”

Lena langsung melompat tinggi ke udara, meninggalkan Yuki yang tetap terdiam di tempat. Mata gadis itu tampak terarah ke tempat lain, bukan ke arah para Deimos yang sedang mengendap-endap di antara kegelapan kota Niehls.

Sejenak Lena bertanya-tanya mengenai keanehan sikap Yuki akhir-akhir ini. Tapi Lena tahu dirinya tidak boleh memikirkan itu sekarang. Sekarang ada beberapa ekor Deimos yang berhasil keluar dari Labirin Ilusi.

Sebagai penjaga kota Niehls, sudah menjadi tugas Lena dan Yuki untuk ‘mengirim’ iblis-iblis itu pulang ke labirin, atau menghabisi mereka. Sebuah tugas yang mereka emban demi menyelamatkan orang-orang yang mereka sayangi. Sebuah tanggung jawab sekaligus kutukan yang telah dijalani Lena dan Yuki selama ratusan tahun.

Lena tidak pernah menyesal karena menukar sisi ‘manusia’ miliknya dengan kekuatan untuk melawan para Deimos. Selama ada Yuki disampingnya, dia tidak akan kesepian dan merasa sedih. Yuki selalu ada di sampingnya dan selalu menjadi penopang bagi Lena setiap saat.

Tapi ada satu pertanyaan yang selama ini selalu mengganggu pikiran Lena.

Apakah Yuki bahagia dengan hidup seperti ini?

Meski selalu menganggu pikirannya, Lena tidak berani menanyakan itu pada Yuki. Gadis itu takut tidak bisa menerima jawaban yang akan diberikan oleh orang yang paling dia sayangi itu.

Lena menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan pikiran-pikiran negatif dalam kepalanya. Saat ini dia harus berkonsentrasi penuh agar perburuannya malam ini tidak gagal.

“Kalian bisa lari, Deimos. Tapi tidak bisa sembunyi dariku!” Lena berseru nyaring sambil mendarat di atap sebuah rumah. Sambil bersiul pelan, Penjaga Labirin itu membunyikan lonceng kecil di tangannya dan memulai perburuannya.

 

****

Read previous post:  
Read next post:  
60

wow! keren bgt kak :D
ada salah nama di hal.4 nama lena jd rena
tp smuanya keren kak!

90

Uwoooh! Keren! #daftar-jadi-fans-Lena#
.
Cerita udah perfect. Endingnya udah bagus tapi kok saya masih ngrasa agak kurang greget Red-sama..? Mungkin cuma perasaan saya aja.. Oke. Langsung lanjut ke sambungannya aja, deh

(o___<)b
.
Kurang greget? Bukan perasaan kamu kok...krn emang cerita ini msh kurang greget di keseluruhan alurnya (terutama di ending).
Pengen lebih panjang tp mentoq limit kata.
.
Anyway...thanks karena udah mampir (o___<)b

100

sang pelindung yang mengamuk... =_=

mengerikan, bukannya menciptakan perdamaian malah jadi biang onar di negeri lain. sadis dah...

ini ada cerita lanjutannya yah? oke, capcus ke cerita berikutnya...

.

begitulah, sekian! ^^

(o__<)b
.
Yeah....begitulah.

Typo? Dimananya?
.
Anyway....salam juga dan thanks karena udah mampir (o___<)b

90

ceritanya menarik.. :3 ohya, deimos itu pasangannya phobos kan? :D
#maaf kalau salah

Yeah....deimos itu satelit kedua dari Mars, ukurannya lebih kecil dan berotasi lebih lambat. Berdasar mitologi Yunani, Deimos itu adalah sosok yang menyebar/melambangkan ketakutan.
.
Anyway...thanks karena udah mampir (o___<)b