[Cerpen EAT 2011]: Pengembaraan Sang Penjaga Labirin

Sama seperti biasanya, Lena bangun menjelang matahari terbenam. Dengan segera gadis itu berganti pakaian dan berjalan keluar dari tempat tinggalnya. Sekilas dia memandangi menara tinggi yang menjadi tempat tinggalnya itu. Menara tinggi itu adalah satu dari sedikit bangunan yang bertahan dari masa keruntuhan Kerajaan Galena. Selain menara itu, ada satu lagi menara serupa di sisi lain kota Niehls, yang merupakan tempat tinggal Yuki.

Seperti yang telah dia lakukan selama ratusan tahun, Lena berjalan mendaki bukit yang ada di tengah kota Niehls. Dia lalu duduk di potongan tembok dari sebuah kastil yang sudah lama runtuh. Sambil melamun, Lena memandangi warga kota Niehls yang bergegas pulang ke rumah masing-masing. Biarpun Lena dan Yuki selalu melindungi kota Niehls, warga kota itu tahu nyawa mereka tetap dalam bahaya selama mereka berada di luar rumah. Itulah mengapa kota tua ini sudah seperti kota mati, meskipun matahari baru terbenam kira-kira satu jam yang lalu.

Lena lalu membaringkan tubuhnya dan menunggu kedatangan Yuki.

Cukup lama Lena menunggu tapi sosok Yuki tidak kunjung muncul, padahal bulan sudah mulai tinggi di langit.

Kenapa Yuki lama sekali? tanya Lena kebingungan.

Lena segera bangkit dan memandang ke segala arah. Tapi dia tidak bisa menemukan tanda-tanda keberadaan Yuki sama sekali.

Dimana kau?

Sekali lagi Lena memicingkan matanya dan memandang ke segala arah. Tapi dia tetap gagal menemukan dimana Yuki berada. Perasaan gadis itu mulai tidak karuan. Lena langsung melompat tinggi ke udara, kemudian melesat menuju ke arah menara tempat tinggal Yuki. Sesampainya di depan menara tinggi itu, Lena tertegun sesaat karena menyadari tidak ada yang aneh di menara itu. Pintu menara terkunci rapat dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan disana.

“YUKI!!”

Lena berseru nyaring, kemudian menunggu selama beberapa menit. Namun sama sekali tidak ada jawaban dari Yuki. Kekhawatiran Lena semakin menjadi-jadi. Gadis itu lalu mendobrak paksa pintu menara dengan satu tendangan dan segera melangkah masuk. Lena semakin kebingungan karena tidak menemukan Yuki dimanapun.

Yuki....apa yang terjadi? Dimana kau sebenarnya? tanya Lena kalut.

Sekali lagi Lena menggeledah seluruh isi menara tempat tinggal Yuki, namun dia tidak menemukan satupun petunjuk dimana gadis itu berada.

Tiba-tiba Lena mendapatkan satu pemikiran yang tidak menyenangkan.

Yuki diculik oleh pada Deimos!

Ketika pikiran itu terlintas di benaknya, Lena langsung menghambur ke luar menara dan berlari dengan kecepatan tinggi ke arah bukit tinggi, tempat dia dan Yuki biasa bertemu. Dengan cepat Lena berlari ke arah sebuah kuil kecil.

Saat Lena hendak masuk ke kuil, tiba-tiba gadis itu melihat sesuatu yang berkilau di tanah. Kedua mata Lena terbelalak lebar ketika melihat kalau benda itu tidak lain adalah lonceng kecil milik Yuki. Lonceng itu selalu tergantung di leher Yuki dan tidak pernah dia lepaskan sama sekali.

Ketika melihat lonceng itu ada di depan kuil itu, kemarahan Lena meledak seketika. Dia sekarang yakin kalau Yuki memang diculik oleh para Deimos. Tanpa pikir panjang gadis itu berjalan menuruni tangga lorong yang terhubung dengan pintu gerbang menuju Labirin Ilusi, tempat para Deimos terperangkap selama ini. Dengan paksa Lena membuka gerbang labirin dan langsung dihadang oleh kegelapan pekat yang tampak berputar-putar menyesatkan.

“MINGGIR!”

Lena meraung sambil menghentakkan kakinya. Seketika itu juga kegelapan di hadapannya langsung tersibak, menampakkan barisan makhluk-makhluk mengerikan yang dinamakan Deimos itu. Mereka semua kebingungan karena labirin ajaib yang menyesatkan mereka tiba-tiba saja hilang. Para Deimos itu lalu ketakutan ketika melihat sosok Lena yang tiba-tiba saja datang ke labirin. Makhluk-makhluk yang biasanya menebar ketakutan di hati manusia, kini berbalik menjadi mangsa ketakutan itu sendiri.

“Siapa diantara kalian yang menculik Yuki?!” geram Lena sambil mengepalkan kedua tangannya. “JAWAB!”

Sunyi.

Tidak satupun Deimos berani mengeluarkan suara. Mereka semua tahu kalau Lena memiliki kekuatan melebihi Raja Deimos sekalipun. Kalau ada Deimos yang nekat menyerang, maka dia pasti akan mati konyol di tangan Lena. Itu alasan mengapa makhluk-makhluk itu sebenarnya pasrah setiap kali Lena atau Yuki mengejar mereka yang berhasil keluar dari labirin. “Baiklah. Kalau tidak satupun dari kalian yang mau menjawab....aku akan bertanya dengan cara lain....” Lena berhenti sejenak, lalu mengangkat tinjunya. “....dengan ini tentu saja!”

Kepanikan langsung melanda ruang labirin luas yang nyaris tanpa batas itu. Para Deimos langsung berhamburan ke segala arah. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari amukan Lena. Meskipun beberapa Deimos sempat melawan dengan gigih, tapi sayangnya mereka yang melawan dihabisi dengan cara yang mengerikan. Pada akhirnya para Deimos itu harus pasrah menerima amukan Lena, sambil berharap mereka mati dengan cepat dan tanpa rasa sakit.

Sambil terus mengamuk dan menghabisi Deimos manapun yang menghalangi jalannya, Lena terus-menerus berseru dalam hati.

Yuki! Aku akan menyelamatkanmu!!!

 

****

Read previous post:  
Read next post:  
60

wow! keren bgt kak :D
ada salah nama di hal.4 nama lena jd rena
tp smuanya keren kak!

90

Uwoooh! Keren! #daftar-jadi-fans-Lena#
.
Cerita udah perfect. Endingnya udah bagus tapi kok saya masih ngrasa agak kurang greget Red-sama..? Mungkin cuma perasaan saya aja.. Oke. Langsung lanjut ke sambungannya aja, deh

(o___<)b
.
Kurang greget? Bukan perasaan kamu kok...krn emang cerita ini msh kurang greget di keseluruhan alurnya (terutama di ending).
Pengen lebih panjang tp mentoq limit kata.
.
Anyway...thanks karena udah mampir (o___<)b

100

sang pelindung yang mengamuk... =_=

mengerikan, bukannya menciptakan perdamaian malah jadi biang onar di negeri lain. sadis dah...

ini ada cerita lanjutannya yah? oke, capcus ke cerita berikutnya...

.

begitulah, sekian! ^^

(o__<)b
.
Yeah....begitulah.

Typo? Dimananya?
.
Anyway....salam juga dan thanks karena udah mampir (o___<)b

90

ceritanya menarik.. :3 ohya, deimos itu pasangannya phobos kan? :D
#maaf kalau salah

Yeah....deimos itu satelit kedua dari Mars, ukurannya lebih kecil dan berotasi lebih lambat. Berdasar mitologi Yunani, Deimos itu adalah sosok yang menyebar/melambangkan ketakutan.
.
Anyway...thanks karena udah mampir (o___<)b