[Cerpen EAT 2011]: Pengembaraan Sang Penjaga Labirin

Lena keluar dari Labirin Ilusi dengan langkah gontai. Penyerbuannya ke dalam labirin tidak membuahkan hasil, dia bahkan berkelana terlalu dalam hingga akhirnya mencapai area yang tidak terikat waktu. Akibatnya tanpa disadarinya, Lena sudah menghabiskan waktu beberapa minggu di dalam sarang para Deimos itu.

Yuki....kenapa kau menghilang begitu saja?

Lena bertanya pada dirinya sendiri sambil menengadah. Tanpa sadar air mata mengalir di pipinya. Gadis itu lalu menyeka air matanya dengan tangannya yang berlumur darah para Deimos. Meski dirinya sudah menjelajah ke seluruh sudut Labirin Ilusi, tapi dia tidak menemukan petunjuk dimana Yuki berada.

Sambil terus memikirkan Yuki, Lena berjalan tanpa arah hingga akhirnya sampai di dekat tembok tinggi dan tebal yang mengelilingi kota Niehls. Sebuah gerbang logam raksasa tampak berdiri kokoh di depan sang Penjaga Labirin itu. Karena sedih, kebingungan dan putus asa, Lena akhirnya duduk bersandar di pintu gerbang kota.

“Yuki....” gumam Lena pilu.

Sambil menunduk, Lena mulai menangis tanpa suara. Selama ini Yuki selalu ada di sisinya dan selalu menjadi kekuatan untuk melalui tahun-tahun yang amat sangat panjang dalam hidup abadi Lena. Gadis itu tidak pernah membayangkan dirinya akan terpisah dari Yuki dengan cara seperti ini.

Lena merogoh kantungnya dan mengeluarkan lonceng kecil yang biasanya selalu tergantung di leher Yuki. Dengan sedih Lena memandangi benda mungil itu. Lonceng itu adalah bukti kesanggupan dirinya dan Yuki untuk menjaga kota Niehls dari para Deimos. Bagi Lena lonceng kecil itu merupakan benda yang sangat berharga, sekaligus sebuah kenangan dari masa sebelum dirinya melepaskan sisi manusia-nya.

“No...nona kenapa duduk disitu?”

Tiba-tiba Lena mendengar ada yang menyapanya. Gadis itu menengadah dan melihat sosok seorang prajurit penjaga kota berdiri di hadapannya. Prajurit itu tampak membawa sebuah lentera dan sebatang tombak di tangannya. Di samping prajurit itu, ada dua orang prajurit lain yang tampak ketakutan melihat sosok Lena.

Wajar saja. Di kota Niehls, tidak ada orang yang tidak mengenal sosok Lena dan Yuki. Mereka berdua dipuja, dikagumi, sekaligus ditakuti oleh penduduk kota. Banyak yang menganggap kedua gadis itu sebagai dewi pelindung, tapi banyak juga yang menganggap mereka tidak berbeda jauh dari para Deimos.

“Pergilah! Jangan ganggu aku....aku ingin sendirian,”geram Lena.

Sang prajurit tampak bergeming karena nada bicara Lena yang ketus dan dingin.

“Se...sendirian?” tanya si prajurit kebingungan sekaligus ketakutan.

“Benar! Ada masalah?” balas Lena sambil berdiri, membuat ketiga prajurit di depannya langsung mundur dengan raut wajah dipenuhi ketakutan luar biasa.

“Ti...tidak....tapi....beberapa minggu lalu kami lihat Penjaga Labirin yang satu lagi pergi melewati gerbang kota bersama seseorang,” ujar si prajurit pembawa lentera dengan tergagap karena ngeri.

Seketika itu juga Lena langsung meraih kerah pakaian si prajurit dan mendorongnya sampai membentur pintu gerbang kota.

“Siapa orang itu?! Siapa orang yang berani membawa pergi Yuki dari kota ini?! SIAPA?!!!”

Prajurit yang ditahan oleh Lena langsung gemetar tidak karuan. Karena tidak sabar, Lena menyentuh dahi si prajurit dan menggunakan kekuatannya menyelami ingatan si prajurit. Dengan cepat dia berhasil menemukan ingatan ketika sang prajurit melihat Yuki pergi meninggalkan kota Niehls bersama seorang pria. Begitu melihat ingatan itu, Lena langsung meraung murka.

DIA! Orang itu yang membawa pergi Yuki dari kota ini!! Tidak akan kumaafkan!!!

Lena ‘membakar’ sosok sang pria itu dalam ingatannya. Sosok pria berambut keemasan dengan pakaian sederhana, langsung tergambar dengan sangat jelas dalam benak Lena. Wajah dan sorot mata pria itu tampak lembut, sangat kontras dengan tubuhnya yang cukup kekar. Sebuah senjata semacam bumerang besar tampak tergantung di punggungnya. Dari ingatan si prajurit, Lena mengetahui nama sang pria itu adalah Raff dan dia adalah seorang pengelana. Tampaknya Raff dan Yuki bermaksud menuju ke Melria, sebuah kota yang berada jauh di utara Niehls.

Raff....Melria.....YUKI!! jerit Lena dalam hati.

Setelah selesai mengambil ingatan dari si prajurit, Lena mendorong si prajurit dengan kasar. Kedua orang prajurit lainnya langsung kabur secepat mungkin sebelum Lena mengamuk. Tapi gadis itu tidak berniat mengamuk. Dia mengulurkan kedua tangannya dan menyentuh gerbang kota Niehls yang berukuran raksasa.

Dengan sekali dorongan, gerbang berat itu terbuka dengan suara derit nyaring yang memekakkan telinga. Suara itu sudah lebih dari cukup untuk membuat para prajurit penjaga gerbang segera berkumpul, tapi tidak seorangpun berani mengambil tindakan. Mereka semua hanya bisa terdiam menyaksikan Lena membuka paksa gerbang kota dengan tangan kosong.

Tunggu aku Yuki! Aku pasti akan menemukanmu dan membawamu pulang ke Niehls!

Begitu gerbang terbuka, Lena tanpa ratu melangkahkan kakinya melewati gerbang tersebut. Sekilas dia menoleh ke arah para prajurit yang masih terpaku di tempat, kemudian berseru nyaring sambil terus melangkah keluar dari kota Niehls.

“Kalian semua! Jaga kota baik-baik!! Jangan sampai ada Deimos yang berkeliaran di dalam kota! Ingat itu!!”

Para prajurit penjaga kota hanya bisa ternganga ketika mendengar perintah Lena.

 

****

Read previous post:  
Read next post:  
60

wow! keren bgt kak :D
ada salah nama di hal.4 nama lena jd rena
tp smuanya keren kak!

90

Uwoooh! Keren! #daftar-jadi-fans-Lena#
.
Cerita udah perfect. Endingnya udah bagus tapi kok saya masih ngrasa agak kurang greget Red-sama..? Mungkin cuma perasaan saya aja.. Oke. Langsung lanjut ke sambungannya aja, deh

(o___<)b
.
Kurang greget? Bukan perasaan kamu kok...krn emang cerita ini msh kurang greget di keseluruhan alurnya (terutama di ending).
Pengen lebih panjang tp mentoq limit kata.
.
Anyway...thanks karena udah mampir (o___<)b

100

sang pelindung yang mengamuk... =_=

mengerikan, bukannya menciptakan perdamaian malah jadi biang onar di negeri lain. sadis dah...

ini ada cerita lanjutannya yah? oke, capcus ke cerita berikutnya...

.

begitulah, sekian! ^^

(o__<)b
.
Yeah....begitulah.

Typo? Dimananya?
.
Anyway....salam juga dan thanks karena udah mampir (o___<)b

90

ceritanya menarik.. :3 ohya, deimos itu pasangannya phobos kan? :D
#maaf kalau salah

Yeah....deimos itu satelit kedua dari Mars, ukurannya lebih kecil dan berotasi lebih lambat. Berdasar mitologi Yunani, Deimos itu adalah sosok yang menyebar/melambangkan ketakutan.
.
Anyway...thanks karena udah mampir (o___<)b