Galau Jikan LCDP - Hari Kasih Sayang?

 

"Selamat Hari Kasih Sayang!"
 
 
 
Yah, gembar-gembor tentang hari merah hati, bentuk hati, merah dan merah muda, coklat.
 
Saat ini mungkin saat yang paling menyakitkan bagiku, atau, lebih tepatnya, membangkitkan kembali ingatan menyakitkan dari masa lalu.
 
 
Ketika orang lain menjalani hari penuh ceria, aku termenung.
 
Ketika orang lain penuh emosi untuk menyatakan perasaan mereka, aku termenung.
 
Ketika orang lain tertawa, bercanda, aku tetap termenung.
 
Kapan mereka sadar?
 
Kapan mereka menoleh?
 
Kapan mereka ingat?
 
 
 
 
Malam ini, seperti biasa aku berdiam diri di balkon.
 
Di seberang sana, ada perkampungan kecil.
 
Di seberang sana, ada harapan.
 
Di seberang sana, ada pengharapan.
 
Di seberang sana, adalah bentuk murni dari kebahagiaan.
 
 
 
 
Tahukah kalian, apa yang aku dapat ketika mencapai seberang sana?
 
Tidak, bukan harta.
 
Tidak, bukan benda.
 
Tidak, bukan kebahagiaan.
 
Yang aku dapatkan adalah, senyum pahit.
 
 
 
 
Kalian tahu?
 
Di seberang sana, aku mengerti arti kasih sayang.
 
Di seberang sana, aku mengerti arti cinta.
 
Di seberang sana, aku mengerti arti hina.
 
Di seberang sana, aku mengerti arti sesal.
 
 
 
 
Kasih sayang bukan sesuatu yang dapat diwakilkan oleh bunga maupun coklat.
 
Cinta bukan sesuatu yang dapat diwakili oleh bunga dan ucapan manis.
 
Hina bukan berarti keadaan yang terlihat.
 
Sesal, sesal, sesal.
 
 
 
 
Kasih sayang yang aku ketahui sekarang, adalah menerima segala keadaan dengan pasrah.
 
Tapi tetap berusaha untuk hidup sejujur mungkin, menurunkan segala ilmu untuk kehidupan kelak.
 
Cinta yang aku ketahui sekarang, adalah menghadapi nasib dengan riang.
 
Bukan dengan meratap, bukan dengan mengeluh, bukan dengan meracau.
 
Hina yang aku ketahui sekarang, adalah ketidakpedulian.
 
Sesal yang aku ketahui sekarang, adalah, mengapa aku baru mengetahui dan merasakannya sekarang?
 
 
 
 
Maaf aku menyinggung kalian.
 
Maaf aku menghina kalian.
 
Maaf aku mengganggu kalian.
 
Maaf aku merusak waktu kalian.
 
 
 
 
Aku hanya ingin kalian menyadari sesuatu.
 
Di seberang sana, hidup lebih sederhana.
 
Di seberang sana, hidup lebih menderita.
 
Di seberang sana, semua dibawa dengan riang, tanpa pamrih, tanpa keluhan.
 
 
 
 
 
Di seberang sana, ada tetangga kita.
 
Di seberang sana, mereka tersiksa.
 
Di seberang sana, mereka hanya ingin hidup tercukupi.
 
Di seberang sana, mereka bersyukur.
 
 
 
 
Kita?
 
 
 
 
Kini aku ucapkan, Selamat Hari Kasih Sayang.
 
Sudah sadarkah kalian?

Read previous post:  
Read next post:  
Punya ide tentang lanjutan karya ini ? Saat ini belum ada yang menulis lanjutannya. Ayo lanjutkan karyanya.
90

nitip poin kak #plok x3
ini yg dulu dpost d fb juga kak? :3

iyaaaaa, rie telat komennya :(

Penulis eydaal
eydaal at Galau Jikan LCDP - Hari Kasih Sayang? (7 years 21 weeks ago)
90

saya kasih nilai 9 krn saya seneng, suka ma tulisannya....tp saya lebih seneng kalo ga dibikin renggang gitu tulisannya.
:D:D::D:D:D

terima kasih :D :D :D

90

hmmmm :) a nice poem. however it's still strongly satirical :p XD

thanks :)
well, it looks like it's the only thing I'm good at ==a

60

hmmm,, nice..
1 hal yg aku masih penasaran dri puisi ini..
Di manakah itu sebrang sana??? :P

hauh, akhirnya dapet koneksi yang stabil(biarpun cuma sebentar).
.
.
seberang sana, seberang tembok penghalang dari kompleks rumah saya, disana ada kampung kecil

Penulis Rana
Rana at Galau Jikan LCDP - Hari Kasih Sayang? (7 years 27 weeks ago)
70

Saya suka saya suka saya suka ..
Karyanya unik, Kaka . . .

*semangat*