Menikahi Mona

 

Sial! Sial! Siaaaal! Aku benci hari kasih sayang!
Di semua tempat aku menemukan pasangan-pasangan.
Di semua tempat mereka bermesra-mesraan di depan hatiku yang terluka dan kesepian.
Mereka semua bebas saling mencintai, tapi mengapa aku tidak bisa?
Kualihkan pandanganku pada gadis pujaanku yang berdiri anggun di hadapanku.
Oh Mona, gadisku.
Mengapa mereka semua tak bisa melihat betapa tulusnya cintaku padamu?
Mengapa mereka selalu menentang cinta kita berdua?
Rambut pirangmu yang berkilau indah, kulit putihmu yang halus, dan pendar kelembutanmu di malam hari.
Aku tak peduli akan semua perbedaan di antara kita berdua.
Aku tak peduli apa kata orang.
Aku ingin memilikimu.
Hari ini kita akan bersatu.
Hari ini tak akan ada yang bisa menghentikanku untuk mendapatkanmu.
Kubuka jaketku untuk menunjukan silinder-silinder merah bersumbu yang melekat di tubuhku.
Kemudian kulantangkan puisi cinta bermakna kesungguhan hatiku padamu.
Banyak gadis menjerit histeris.
Semua pria terpana melihat aksiku.
Petugas keamanan berdatangan untuk menangkapku lagi.
Tapi aku mengancam akan membakar sumbu merah cintaku ini.
Mereka menyebutku penjahat berbahaya. Mereka pikir aku sudah gila.
Aku memang gila karena cintamu, Mona.
Lalu datang seorang baik hati memberikan penawaran padaku.
Dia bertanya apa mauku.
Dia bilang akan mengabulkan permintaanku asalkan aku tidak bunuh diri di tempat ini.
Kubilang aku ingin menikahimu, Mona.
Sekali lagi mereka berseru mengatakan aku tak mungkin mendapatkanmu.
Mereka mencela niatku yang suci ini. Katanya aku terlalu hina bagimu.
Jadi sekali lagi aku mengancam akan mengakhiri hidupku untukmu.
Akhirnya, mereka terpaksa memenuhi permohonanku.
Di hadapan semua orang, aku mengucapkan sumpah setiaku padamu.
Cinta kita direstui oleh bapak negara.
Bahkan pernikahan kita disiarkan ke seluruh negeri oleh berbagai stasiun televisi dan media massa.
Biar semua orang tahu, tepat di hari kasih sayang ini kau adalah milikku.
Sayang mereka tak mengijinkanku menambahkan nama keluargaku di belakang namamu.
Ya sudahlah.
Yang penting sekarang kau adalah istriku,
Monumen Nasional Republik Indonesia.
Kita akan hidup bahagia bersama sampai ajal menjemputku.
Tapi...
Ketika aku meminta sedikit emasmu untuk hadiah pernikahan...
Sekali lagi semua orang itu mengejekku dan melemparku karena kesal.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer yellowmoon
yellowmoon at Menikahi Mona (6 years 5 weeks ago)

haha, terima kasih ^__^

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Menikahi Mona (6 years 18 weeks ago)
90

yaelah, kirain apaan
ternyata oh ternyata memang cuma ngincer emasnya ya XD

Writer yellowmoon
yellowmoon at Menikahi Mona (6 years 5 weeks ago)

begitulah, haha ^__^a

Writer sekar88
sekar88 at Menikahi Mona (6 years 18 weeks ago)
100

ini mah Monas X_X

jadi inget pas ntn on the spot ttg orang2 yang nikah sama benda2
saya sih senyum kecut pas baca baris emas mu :-I
bisa saya dikibul. Padahal tadi ada tulisan rambutnya yang pirang. saya kira bule ga taunya X_X
ya sudah karena sukses ngerjain saya saya kasih 10

Writer yellowmoon
yellowmoon at Menikahi Mona (6 years 5 weeks ago)

haha, saya juga terinspirasi dari tingkah laku orang2 itu ^__^a

Writer SuciAriesta
SuciAriesta at Menikahi Mona (6 years 18 weeks ago)
80

idenya keren banget....
(jadi gak kebayang kalau monas dikasih Wig warna pirang.. hehehehe)

Writer yellowmoon
yellowmoon at Menikahi Mona (6 years 5 weeks ago)

maksudnya emas itu adalah rambut pirangnya, haha ^__^a

Writer haruo_damon
haruo_damon at Menikahi Mona (6 years 18 weeks ago)
90

saya suka ide ceritanya kak XD

tapi saya agak bingung, kenapa di akhir akhir ada monumen nasional? apa "mona" yang dimaksud itu sebenernya monas?

Writer yellowmoon
yellowmoon at Menikahi Mona (6 years 18 weeks ago)

terima kasih ^__^
benar, mona adalah monas, haha