Kutukan Dewa Asmara

Entah kesalahan apa yang telah aku lakukan, sehingga menjadikan Dewa marah dan mengutuk aku. Kemudian memanahku dengan Panah Asmara Cinta Membara. Panah itulah yang memaksa aku secara berlebiahn, untuk mencintai seseorang yang di inginkan oleh Dewa.

Ketika aku melihat Anna pada pandangan pertama, hatiku berdebar-debar dan kemudian luluh mencair, berbuih kemudian  mendidih, lalu tiba-tiba aku jadi sangat mencintainya dengan cinta yang membabi buta. Aku melihat Anna bagai Bidadari dari Sorga yang dikirim khusus untuk ku.

Kulitnya hitam manis, rambutnya keriting, bibirnya tebal, dan matanya lebar. Semua yang ada padanya bagiku tampak sejuk dan cantik menawan. Aku tidak bisa melihat lagi kecantikan selain yang di miliki oleh Anna.

Siapa saja yang mendengar kisah kekagumanku kepada Anna, selalu mengernyitkan alis. Mereka mencoba menyakinkan aku bahwa apa yang telah aku sampaikan itu sama sekali tidak tepat. Tapi aku maklum mungkin mata mereka tidak sejernih mataku, bila melihat Anna.

Teman-teman dan keluargaku menyarankan agar aku memeriksa keadaan ini kepada orang pandai, atau orang sakti. Mereka takut dan khawatir aku terkena sihir, atau di guna-guna. Mereka menganggap cintaku tidak pantas untuknya, cintaku terlalu suci untuk Anna. Tapi aku anggap mereka iri dan cemburu padaku.

Yang aku sesali kenapa Anna tidak menyambut cintaku? Padahal cinta yang kumiliki ini hanya untuk mu Anna. Engkau melihat kejujuranku sebagai kebohongan, semua apa yang aku katakan dari dasar hatiku, kau anggap sebagai Kata-kata Gombal. Sebenarnya kalau bukan karena hatiku yang tertipu oleh mataku, sehingga aku jadi  benar-benar mencintaimu, maka sudah aku tinggal kamu sebelum aku mengenalmu.

Engkau selalu sinis bila aku dekat denganmu. Setiap rayuanku kau tanggapi dengan cacian. Setiap aku berusaha mengoda kamu dengan mencubit, kau pasti akan membalas dengan tamparan. Pernah aku mencoba untuk menggenggam tanganmu, langsung kamu meronta lalu mencakar wajahku, hingga membentuk luka beberapa baris di pipiku. Waktu itu sempat aku berpikir kamu telah berubah jadi Singa.

Pada suatu kesempatan ketika kita jalan-jalan di suatu taman, lalu kita istirahat di tepi kolam. Aku mencoba untuk bersikap romantis dengan menciprati wajahmu dengan air kolam yg bening itu, tapi kau tidak terima dengan perlakuanku, lalu kau balas aku dengan mendorong aku secara paksa ke dalam kolam, sehingga basah dan kotor seluruh pakaianku.

Hari Minggu pagi kemarin kita berada di sebuah Kebun yang indah. Kau mengajakku kejar-kejaran, tapi kau melarangku untuk menangkapmu.

Aku bilang “Ini aneh Anna.”

“Diam, mau nggak?” Katamu dengan melotot

Tentu aku menuruti kehendakmu. Tapi dugaanku tidak salah, ketika aku berhasil menangkapmu, kau marah sekali dan mencoba untuk menampar dan menjambak rambutku.

Lalu kau minta untuk ganti permainan, Petak Umpet. Aku sudah minta padamu untuk tidak marah bila aku berhasil menemukanmu. Katamu:

“Tidak boleh, awas!”

Aku tahu kau sembunyi di sana, tapi untuk menghindari masalah aku mencari ke tempat lain. Tapi lama kelamaan akhirnya kamu ketemu juga. Langsung kamu mengambil batu yang cukup besar dan melemparkannya dengan keras kearahku. Tak sempat aku menghindar, batu sialan itu berhasil mendarat di punggungku. Kamu tertawa terbahak-bahak setelah tahu ada benjolan warna biru di punggungku, akibat batu itu.

Pernah kau menyuruhku ke pasar untuk membeli Buah Kelapa Muda, kuakui aku bukan orang yang pandai mengetahui mana Kelapa yang masih muda, dan mana yang sudah masak. Tapi ketika kau mengetahui Kelapa yang ku beli tidak sesuai dengan yang kau inginkan, langsung kau marah dan melemparkannya dengan keras ke arah wajahku. Aku mencoba berlari menghindar, tapi Kelapa itu berhasil mengenai kepalaku bagian belakang. Langsung waktu itu aku melihat sekelilingku jadi hitam gelap.

Aku tidak tahan dengan keadaan seperti ini. Aku tidak bisa bercinta dengan seorang macam dia. Asmara macam apakah ini namanya.

“Oh Dewa, entah siapa namamu. Tolong cabut panah Asmara yang menancap di hatiku ini.”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer redtailqueen
redtailqueen at Kutukan Dewa Asmara (7 years 21 weeks ago)
90

anna tipe cewek sadis kak? xDD

Writer kupretist
kupretist at Kutukan Dewa Asmara (7 years 21 weeks ago)
50

tapi gaya bahasanya dapet loh, yang mendayu dan bersayap gitu kan.

Writer Sadur
Sadur at Kutukan Dewa Asmara (7 years 21 weeks ago)

@all
Terima kasih koreksinya kakak2
and terima ksih juga sudi mampir
Saya akan belajar & perbaiki terus.

Writer cat
cat at Kutukan Dewa Asmara (7 years 21 weeks ago)
60

Kurang detail.

Si Ananya kurang dijelaskan.

Writer Risang
Risang at Kutukan Dewa Asmara (7 years 21 weeks ago)

kurang detail ceritanya,hubungan ana dgn si tokoh kurang jelas,apa teman lama,sahabat,musuh???

Writer Putra Mahkota
Putra Mahkota at Kutukan Dewa Asmara (7 years 21 weeks ago)
80

Hahahhaha lucu. Ada beberapa typo dan kalimat yang boros tapi kok aku ketawa ya baca cerita ini? Cerita ini agak janggal mengenai dewa sama si tokoh. ga ada deskripsi hubungan antara mereka berdua. Lebih pas klo ditulis apa penyebab si dewa marah, misalnya si tokoh ngejek lukisan dewa cinta dan menyebutnya dewa gombret atau apalah sampe si dewa marah dan ngutuk. Anna ga suka tapi masih sempet bs ngajak petak umpet ya?hihihi lucu ceritanya, tapi coba lebih fokus.oke? semangaaaat