Honesty

 


 


    Menjadi anak dari keluarga ningrat merupakan impian dari tiap orang,tetapi tidak berlaku untukku.Kenapa?Karena menjadi seorang bangsawan memiliki banyak tuntutan,apalagi untuk seorang anak sepertiku.Aku lebih memilih untuk tinggal bersama dengan orang pada umumnya.Hmmm...tunggu,kata 'orang' yang kumaksud tadi adalah manusia.Kenapa?Karena aku bukanlah seorang manusia,aku adalah iblis bernama vampir.

***


    Aku adalah vampir belia dari keturunan keluarga Cavanacgh,Frederica Roxanne Cavanacgh.Para manusia memanggilku Freyja,bukannya aku berusaha menyamakan diri dengan dewi Freyja tetapi mereka yang memberiku julukan itu padahal nama panggilanku adalah Frea.Jika ditanya apa alasan mereka tentu tanpa perlu menanyakannya aku dapat memberikan jawabannya,itu karena penampilan vampire terlihat sangat menggoda mata mereka.Walaupun terkadang mereka sangat mengganggu tetapi aku lebih memilih bersabar mendengar mereka heboh daripada harus berurusan dengan politik.
    Aku bersekolah di sebuah universitas swasta,dan mempelajari seni lukis.Sebenarnya aku tidak begitu tertarik pada lukisan tetapi apa boleh buat karena aku tidak terlalu tertarik dengan fakultas lainnya.

    "Freyj-,maaf maksudku Frederica,jika ada waktu senggang boleh malam ini aku mengajakmu keluar?"Aku berbalik,laki-laki yang baru saja menanyaiku itu adalah salah satu teman seangkatanku,entah siapa namanya aku tidak terlalu mengingatnya.
    Aku terdiam selama beberapa saat,mata biruku memandanginya yang membuatnya bertambah gugup.Apa dia sedang berusaha mengajakku berkencan?Sudah lebih dari tiga tahun aku tinggal di dunia manusia,dan mereka tidak pernah menyerah untuk berusaha akrab denganku."Maaf,aku malam ini sibuk."Aku memasang wajah menyesal,kuharap dengan jurus penolakan yang biasa kugunakan ini mempan juga terhadap dia.
    "Eh,ju-justru aku yang harusnya meminta maaf.Ku-Kuharap lain kali kita bisa pergi ke suatu tempat bersama."Wajahnya memerah dan aku bisa mendengar debar jantungnya bersuara seperti sepatu penari tapp.
    "Ya."Aku tersenyum padanya membuatnya terlihat makin gugup."Maaf aku harus segera pergi."Aku memutar badan lalu melangkah pergi meninggalkannya.
    Malam ini adalah malam bulan purnama,tentu aku tidak ingin berkeliaran di luar apartemen.Walaupun zaman modern terkadang werewolf masih dapat ditemukan di kota besar,bahkan kaumku sendiri yang dipercaya hanya sebatas dongeng tetapi pada kenyataannya makhluk seperti kami benar-benar ada.
    Hari mulai sore,Minette,pelayanku sudah menjemputku dengan mobil di depan pintu gerbang.Sebelum aku memasuki mobil aku melihat seorang laki2 melintas di seberang jalan,entah mengapa aku sedikit tertarik padanya.Dia sering melewati jalan ini hampir setiap sore selama seminggu ini.Padahal dia sama sekali tidak melihat ke arahku juga tidak sedang melakukan hal yang menarik perhatian.Laki-laki itu memiliki rambut pirang,matanya berwarna biru seperti milikku.Ada sesuatu pada dirinya yang membuatku penasaran,bahkan saat mobil mulai berjalan aku tetap memandanginya dari kaca hingga tak terlihat lagi.
    "Ada yang salah dengan laki-laki itu nona?Sejak seminggu yang lalu Nona Frea selalu menatapnya lekat-lekat."Vampire perempuan dengan rambut hitam itu bertanya dengan sedikit curiga karena melihat kelakuanku yang sedikit aneh.
    "Tidak,hanya saja aku merasa ada sesuatu darinya yang membuatku tertarik.Kuharap aku dapat bertemu dengannya di lain kesempatan."Aku tersenyum membayangkan bisa bercakap-cakap dengan pemuda berjaket hoodie tadi,kurasa dia tipeku.
    Tak kusangka harapan yang baru saja kuucapkan didengar oleh dewa takdir,dan dia menghadapkanku pada sebuah takdir kejam.

***



    Kubuka jendela lebar-lebar,malam ini hujan lebat diperkirakan akan mengguyur kota ini sehingga bulan purnama tersembunyi di balik awan tebal."Minette,kurasa malam ini akan tenang karena mendung."
    "Kuharap juga begitu,nona."Pelayanku itu melihat langit malam dari balik punggungku."Apa nona masih memikirkan pemuda tadi?"
    "A-apa?"Kata-katanya tepat,karena saat ini aku sedang berharap untuk bertemu dengannya.Pertanyaannya yang tiba-tiba membuatku terkejut dan malu,semburat merah mewarnai wajahku seketika itu juga."Bukan itu,aku tidak memikirkan laki-laki berambut pirang itu kok."Aku menggembungkan pipi sambil membuang muka.
    Tiba-tiba angin berhembus dengan kencang membuat rambut panjangku yang berwarna coklat terurai,rembulan yang sejak tadi bersembunyi kini mulai menunjukkan dirinya.
    Sebuah lolongan serigala terdengar memecah keheningan malam membuat kami berdua tersentak.Belum sempat kami bersiaga sesosok werewolf telah berhasil memanjat hingga ke apartemen tempatku tinggal dan masuk lewat jendela.
    "Nona!!"Minette menarik lenganku untuk menjauhkanku dari jendela.Dia mengeluarkan dua buah pistol berisi peluru perak dan menembak ke arah makhluk itu.
    Aku segera berlari ke arah lemari senjata,kuambil sebuah scythe dari perak.Ternyata werewolf itu tak hanya sendiri beberapa baru saja menyusul masuk ke dalam.
    Yang benar saja,dua banding lima!!Di dalam apartemen melawan makhluk itu hanya akan membahayakan penghuni di sini.
     "Minette,kita keluar dari sini sekarang juga!!!"Aku menerjang kerumunan werewolf sambil mengayunkan scythe lalu terjun bebas keluar dari gedung berlantai 17.Minette juga mengikuti di belakangku,kami mendarat dengan mulus lalu berlari menjauh dari kerumunan manusia yang menjerit heboh.Aku berlari ke taman yang biasanya sepi di jam seperti sekarang.
    Makhluk berbulu itu berlompatan hendak menerkam ke arahku,kurasa ada seseorang yang sengaja melepaskan mereka di kota ini."Minette,hati-hati mereka sedikit berbeda dengan werewolf bia-sa...nya."Saat aku menoleh ke arah gadis pelayan itu tubuhnya tengah tertusuk lengan musuhnya.
    "Ma-afkan aku nona."Dia tersenyum padaku untuk terakhir kalinya sebelum werewolf itu mematahkan kepalanya yang merubahnya menjadi debu ketika ajal menjemput.
    "Minette!!!!"Aku berteriak sekuat tenaga.Aku akan membunuh mereka,akan kucincang tubuh mereka kecil-kecil.
    Kuayunkan scythe di tanganku untuk melukai werewolf yang ada di sekitarku,ada yang terpotong lengan kanannya,tertusuk di punggung ataupun kaki.Aku terus mencari celah untuk membunuh mereka,tetapi satu lawan 5 terlalu berat untukku.Staminaku makin menurun,penyembuhan luka di sekujur tubuhku mulai melambat.Apa aku akan mati di sini?Tentu saja,"Aku tidak sudi mati di tangan makhluk seperti kaliannnn!!!!!"Harga diriku yang tidak mengizinkanku kalah dari makhluk rendah seperti mereka memberikan tenaga ekstra padaku.

    Setengah jam kemudian aku masih bertarung dengan seekor werewolf,luka cakaran di perutku tidak kunjung menutup nafasku mulai tersengal-sengal.Aku sudah tidak sanggup bertarung,bahkan sekarang aku dapat berdiri karena bersandar pada sebatang pohon.Makhluk itu mendekat ke arahku dia mencengkeram kepalaku dan aku sudah tidak dapat berbuat apapun,bahkan untuk mengangkat tangan pun aku tidak sanggup.Leluhurku,maafkan aku karena harus mati di tangan makhluk ini.
    Kurasakan cakar makhluk besar itu mulai meremas kepalaku,rasa sakit yang kurasakan di kepalaku membuatku menjerit dengan keras.Sesaat tepat sebelum kepalaku hancur seseorang membunuh werewolf barusan,tubuhku terhempas ke tanah.Samar-samar aku melihat penolongku adalah seorang laki-laki,di punggungnya ada sepasang sayap.Apa dia juga vampir sepertiku?Di belakangnya kulihat bulan berwarna merah mengintip dari balik awan mendung.Aku sama sekali tidak dapat melihat wajahnya,sebelum kesadaranku benar-benar hilang kurasakan hujan turun dengan lebat seakan sengaja menyiram diriku.


***



    Minette membelaiku?Aku berusaha membuka mata perlahan-lahan,dan sosok yang ada di hadapanku sekarang membuatku terkejut.Aku bangun secara tiba-tiba membuat orang yang tadi membelaiku terkejut.
    "Maaf jika membuatmu takut,aku hanya ingin melihat luka yang ada di kepalamu,itu saja."Orang itu maklum dengan reaksiku yang tampak ketakutan.
    Aku menggeleng."Ti-tidak."Aku sedikit gugup berhadapan dengan orang itu,baru kali ini aku merasa seperti ini.Untuk menghilangkan rasa malu yang tiba-tiba menghampiriku kualihkan pandangan ke sekelilingku."Umm,maaf aku sedang ada di mana sekarang?"
    "Kau ada di apartemenku,semalam aku tidak sengaja menolongmu yang pingsan di taman kota."Laki-laki itu mengulurkan tangannya,dan aku pun menjabatnya."Aku Reid."
    "A-aku Frederica."Wajahku pasti sedang memerah sekarang karena malu,dia adalah laki-laki berambut pirang yang waktu itu kulihat."Maaf,apa saat aku pingsan ada seorang perempuan berambut hitam di sebelahku?"
     Laki2 itu menggeleng.Sebuah perasaan nyeri merambati tulang belakangku dan meremas jantungku,jadi kemarin malam Minette benar-benar terbunuh,senyum terakhirnya masih teringat di kepalaku.Tanpa kusadari air mata mengalir keluar dari mataku dan turun membasahi pipiku,makin lama semakin banyak air mata turun lalu tangisanku pun pecah.Reid menarikku ke dalam pelukannya,aku menangis di dada laki-laki yang baru saja kukenal."Minette,kenapa?!!"Aku menangis hingga kelelahan lalu tertidur.

    Dalam tidur aku merasa ada sesuatu yang mencekik leherku,aku terbangun karena rasa dahaga yang luar biasa,kerongkonganku terasa kering.Aku membutuhkan darah.Kulirik Reid yang tertidur di sampingku,lehernya dapat kulihat dengan jelas dan aku bisa membayangkan darah yang mengalir di bawah kulit itu.Tanpa kusadari aku menjilat bibirku sendiri,tergiur dengan aroma tubuh laki-laki di sebelahku.
    Aku menaiki tubuh laki-laki itu,kutarik kerah kemejanya yang sedikit menghalangi setelah itu taringku menembus leher miliknya.Darah segar mengalir membasahi kerongkonganku dan rasa darah Reid sangat lezat.Baru kali ini aku meminum darah seperti miliknya.
    Beberapa saat kemudian laki-laki itu mulai tersadar."Frederica,apa yang sedang..."Saat sadar jika darahnya sedang kuhisap dia mendorongku ke belakang.Yang membuatku terkejut bukan karena dia mendorongku melainkan sayap yang muncul dari punggung Reid.
    "Reid...kau....."Aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku,kata itu terhenti di leherku dan lidahku menjadi kelu.
    Mata biru laki-laki itu menatapku."Frederica,tak kusangka,selama dua tahun ini aku baru menyadari jika kau seorang.....vampir."
    Dua tahun?Dia pernah melihatku sebelum kejadian tempo hari?"R-reid...."Pandanganku mulai kabur karena air mata mulai menggenang di pelupuk mataku."Kenapa kau harus seorang malaikat?"Kini baru kusadari arti perasaan aneh saat aku pertama kali melihatnya.sesuatu telah tumbuh di dalam diriku.Mungkinkah ini perasaan yang manusia katakan cinta?Kenapa begitu menyakitkan?
    Wajah Reid tampak bingung saat melihatku menangis,perasaan kacau berkecamuk dalam hati kami.Kenapa dia harus seorang malaikat?
    Aku berlari ke arah jendela lalu membukanya lebar-lebar,sebelum pergi aku menatap ke arah Reid sejenak."Selamat tinggal."Air mataku menetes,aku tidak dapat menerima kenyataan ini dan berharap ini semua hanya sebuah mimpi buruk.Sepasang sayap merobek keluar mengoyak bagian punggung pakaianku,sepasang sayap hitam yang mirip dengan milik kelelawar.Ya,aku adalah iblis bernama vampir.Kukepakkan sayap meninggalkannya tanpa menengok lagi ke belakang.
    Dari kejauhan terdengar lolongan werewolf,aku sama sekali tidak peduli jika harus mati malam ini.Baru saja hatiku dikoyak oleh dewa takdir yang kejam.
    Aku memasuki jendela apartemenku yang sejak kemarin malam terbuka lebar.Kulangkahkan kakiku menuju ranjang,aku berbaring sambil menatap langit-langit dengan tatapan hampa.
    "Apa kau merindukanku Frea?"Sesosok laki2 dengan pakaian serba hitam mendadak muncul dan ikut berbaring di sebelahku.Dia berusaha menggodaku,jemarinya memainkan rambut coklatku."Kudengar semalam Minette tewas,jika tidak ada seorangpun yang melindungimu aku bersedia menjadi pelindungmu."Bisikan di telingaku tetap menggoda seperti biasanya.Laki-laki itu bermata hitam begitu pula dengan warna rambutnya.
    "Ches,aku sedang tidak ingin melihatmu sekarang."Kutatap laki-laki yang sedang menindih tubuhku."Aku sedang sedih sekarang dan sedang tidak ingin mendengar rayuanmu."Kupalingkan wajahku karena kesal dia tidak dapat membaca suasana.
    Tangannya yang memiliki kuku panjang memalingkan wajahku dengan paksa,aku tidak terkejut karena selain iblis ini suka merayu terkadang dia juga pemaksa.Chesney mendekatkan wajahnya padaku lalu berbisik tepat di depan bibirku sehingga beberapa kali bibir kami bersentuhan."Frea,aku sudah puluhan tahun menyukaimu apa kau tidak tahu?"Betul,puluhan tahun sejak pertemuan pertama kami dia selalu mengekor padaku.
    "Tetapi aku tidak."Entah kenapa meski sudah kutolak berkali-kali iblis tampan itu tetap tidak menyerah.Apa semua iblis keras kepala seperti dia?Aku tidak habis pikir dia membuang waktunya untuk mengekor padaku padahal di neraka banyak gadis berebut untuk menjadi kekasihnya.
    Mata hitam iblis laki-laki itu berubah menjadi coklat terang."Kau menyukai malaikat itu kan?"Terdengar sayup geraman saat dia bertanya dan gigi2 tajamnya terlihat saling menggertak."Baru saja kau menghisap darah laki-laki itu kan?!!"Dia terlihat sangat marah.
    "Terserah aku hendak menghisap darah siapa,lagipula apa hubungannya denganmu?"Dia sungguh laki2 yang menyebalkan.
    "Tentu saja ada,Frederica Roxanne adalah milikku!!!"Dia melompat turun dari ranjang lalu berjalan pergi sambil menyibakkan mantelnya penuh kemarahan.
    Setelah benar-benar menghilang dari ruangan aku menghela nafas panjang.Ches,kau terlalu kekanak-kanakan.Kupejamkan mataku selama beberapa saat untuk menenangkan diri.

    Frea?Itu nama panggilanmu?Sangat cantik.....,mirip dewi Freyja.

    Frea,aku akan selalu di sisimu.Meskipun aku harus dianggap sebagai iblis terbuang aku akan baik2 saja.

    Chesney kabur dari neraka karena mengikutiku untuk tinggal di dunia manusia padahal seharusnya dia akan menjadi pewaris takhta.Tiap hari utusan dari neraka mengejarnya untuk membawanya kembali.Sepenting itukah aku?Lagipula aku tidak akan bisa menikah denganny karena keluarga Cavanacgh melarang keturunannya menikah dengan iblis selain vampir."Kalau saja kau vampir....mungkin hatiku akan luluh."Kata2ku barusan kutujukan untuk Chesney,dan entah kenapa bukan iblis itu yang muncul di pikiranku tapi Reid."Kenapa dia??!!!!"Aku berteriak histeris karena malu.


    Aroma air membasahi bumi semerbak memenuhi kamarku,ah...segarnya.Aku melangkah mendekati jendela,kutatap langit malah yang benar-benar diselimuti awan tebal.Malam ini werewolf itu tidak akan muncul karena bulan purnama tersembunyi sempurna di balik awan.
    Aku berbalik lalu memakai mantel hitam sepanjang paha yang biasa kukenakan saat hendak keluar.Tak lupa sebelumnya aku membawa payung hitam yang selalu diletakkan Minette di dekat pintu.Kutarik nafas dalam-dalam lalu kuhembuskan perlahan,aku harus berjalan-jalan untuk menyegarkan pikiranku yang kacau.Kutarik hood mantelku untuk menutupi perban yang masih melingkar di kepalaku,luka kemarin malam belum menutup sempurna karena aku tidak mendapat cukup darah.Mendadak aku jadi teringat kembali pada darah Reid,tanpa sadar aku menjilat bibirku membayangkan rasa lezat cairan merah miliknya.

***


    Tepat seperti dugaanku,hujan lebat ini mencegah kemunculan makhluk bulu itu sehingga aku bisa berjalan dengan tenang di kerumunan manusia.Tanpa kusadari aku berhenti di depan apartemen Chesney.Kenapa aku bisa ada di sini??!!!!Saat aku hendak berbalik dan pergi tiba-tiba ponselku berbunyi.Di layar tertulis nama laki-laki yang secara tak kusadari kudatangi sekarang."Ada apa?"
    "Kenapa harus terburu-buru pulang?Naiklah dulu,kita sudah lama tidak berbincang kan?"Justru karena aku sengaja menghindarimu jadi kita jarang berbincang.Walaupun malas entah kenapa kakiku tetap melangkah masuk dan menaiki lift,setelah pintu lift terbuka iblis laki-laki itu telah menungguku.Dia melingkarkan lengannya ke pinggangku seakan-akan aku adalah kekasihnya."Apa kau kedinginan?"Aku hanya menggeleng karena malas mengeluarkan suara.
    Dia membukakan pintu dan mempersilahkanku masuk layaknya seorang tuan putri.Tanpa kusadari senyuman mengembang di bibirku karena perlakuan manisnya."Ada apa tiba-tiba kau menjadi sangat sopan?"Aku menahan rasa geli sehingga tawa kecil muncul beberapa kali saat aku berbicara.
    "Untuk orang spesialku tentu saja harus diperlakukan dengan sopan bukan?"Dia membantuku melepaskan mantel dan meletakkannya di gantungan."Itu luka karena kemarin malam?"Jemarinya yang panjang dan berkuku menyentuhku kepalaku dengan hati-hati.Terkadang dia sangat baik padaku seperti sekarang tetapi jika marah dia tidak akan segan-segan menggeram padaku.
    "Aku baik-baik saja,hanya kurang mendapat nutrisi saja."Yang kumaksud dengan nutrisi adalah darah,aku bisa memakan makanan manusia tetapi tidak akan menjadi nutrisi.
    Tiba-tiba Ches mengangkat tubuhku lalu membawaku ke sofa."Aku akan membantumu mengganti perban."Dia mendudukkanku di sofa putih miliknya."Walaupun seorang iblis dia suka benda-benda berwarna putih,bahkan hampir semua perabotan di dalam ruangan ini adalah putih kecuali pakaiannya.
    Laki-laki itu terlihat sibuk mencari sesuatu di dalam lemari kayu selama beberapa saat,tanpa dia sadari ketika dia sedang sibuk mengacaukan isi lemari ekornya yang tampak seperti tulang-belulang itu bergerak-gerak di udara."Ah,ketemu!!"Ternyata yang dia cari adalah sebuah kotak obat.
    Dia duduk di sebelahku lalu membuka perban di kepalaku yang mulai berantakan."Ches,kemarin kau ada di mana?"
    "Kemarin aku ada di neraka,aku diseret pulang setelah ayahku menyuruh 50 iblis terbaik di neraka menangkapku."Dia membersihkan luka di kepalaku dengan hati2."Baru saja aku berhasil kabur dan langsung menemuimu.Maafkan aku karena saat itu aku tidak ada di sana,aku sangat menyesal.Terutama atas kematian Minette,aku benar-benar menyesal."Untuk beberapa saat tangannya terhenti lalu menatapku.
    Aku menatap matanya dalam-dalam."Kenapa Minette yang kuat bisa tewas dengan mudahnya?A-apalagi tewas di tangan hewan itu."Mataku mulai berkaca-kaca karena teringat saat-saat terakhir pelayanku tewas.
    Chesney menarikku ke dalam pelukannya."Minette memang kuat,hanya saja dia hanya seorang slave bukan vampir murni seperti dirimu.Dia tidak akan sekuat dirimu."
    "Padahal Minette sudah kuanggap seperti sahabatku,dia tidak seperti slave lainnya."Suaraku mulai bergetar karena menangis.Kehilangan dia saat bertempur sama sekali tidak terlintas di pikiranku,bahkan di mimpi terburukku.
     "Ya,aku tahu dia sangat berharga untukmu,aku juga turut kehilangan dia."Iblis laki-laki ini memelukku makin erat,pelukannya menyentuh hatiku yang terluka karena perbuatan takdir.
    Aku memeluknya erat-erat tanpa kusadari kuku tajamku melukai punggungnya dan aroma darah memenuhi ruangan membuat rasa dahagaku bangkit.Entah sudah berapa tahun aku tidak lagi mencicipi darah laki-laki ini.Aku duduk di pangkuannya lalu menarik leher kaos hitamnya,kujilat leher pucatnya yang tak kalah pucat dengan kulitku.Chesney melingkarkan kedua tangannya di pinggangku dan membiarkan taringku menembus lehernya.


***



    Aku terbangun saat matahari menyusup masuk dari celah tirai,di sampingku Chesney masih tertidur pulas dan bekas gigitanku masih terlihat dengan jelas.Hal setelahnya yang kulakukan adalah mengecek pakaianku,dan aku lega karena tak ada kejanggalan pada pakaianku juga tubuhku.Kalau sampai dia berani menyentuhku dengan tidak sopan meskipun dia seorang pangeran aku pasti akan membunuhnya sekarang juga.
    Menurut mitos vampir tidak dapat berjalan di bawah sinar matahari tidak sepenuhnya benar.Matahari tidak akan membakar vampir murni sepertiku tetapi alasan aku tidak dapat berjalan di bawah matahari karena aku membencinya.Rasa panas matahari akan terasa membakar dan membuat mataku sakit karena terlalu silau.Tetapi mitos tersebut benar untuk jenis vampir slave seperti Minette.Jadi pagi ini aku akan kembali ke apartemen lalu ke kampus karena hari ini ada pelajaran dosen tercerewet sefakultas seni.
    "Ches,bangun."Aku mengguncang tubuh laki-laki yang tidur di sebelahku."Ches!!"Kali ini dia menggeliat lalu mulai membuka matanya.
    "Ada apa?Aku masih mengantuk.Kau ini vampire atau bukan sich."Dia membenamkan wajahnya ke bantal.
    Karena kesal aku menendang iblis laki-laki itu hingga jatuh dari ranjang."Mati saja kau!!"Dia merintih kesakitan lalu aku berjalan ke arah pintu.
    "Ada apa pagi-pagi menendangku dari ranjang?Aku tidak menyentuhmu sama sekali semalam!!"Dia mengelus kepalanya yang tadi terbentur lantai.
    "Antarkan aku pulang sekarang juga karena hari ini ada mata pelajaran penting."Aku menatapnya tajam."Pelajaran ini sangat penting karena akan mempengaruhi citraku,jika kau mengacaukannya aku tidak akan pernah berbicara padamu se-u-mur hi-dup!!"Terdengar laki-laki itu menelan ludah karena kata-kataku barusan.
    Chesney segera mengambil kacamata hitam yang ada di meja di dekat ranjang."Ok,kita berangkat sekarang tuan putri."


***



    Aku keluar dengan mulus dari mobil Mercedes putih setelah seorang laki-laki membukakan pintu untukku.Tak hanya itu saja dia melingkarkan tangannya seperti biasa di pinggangku dan berjalan bersama di bawah naungan payung.Tentu saja pemandangan ini menghebohkan para manusia,tetapi untuk kami berdua hal seperti ini sudah sangat biasa.
    "Aku akan menjemputmu sore nanti."Dia berbisik di dekat telingaku dan setelahnya sebuah kecupan ringan mendarat di salah satu pipiku.Aku tak terlalu terkejut dia mencium pipiku karena dia sudah sering  melakukannya dan aku sudah bosan memarahinya karena hal itu.
    "Jangan membuatku menunggu,Ches."Kulangkahkan kaki memasuki gedung seraya menutup payungku,sekilas kulihat iblis itu melambai padaku.Dasar,apa dia ingin pamer kemesraan pada manusia?


***



   "Freyja,siapa laki-laki yang mengantarmu tadi?Pacarmu??"Seorang gadis dengan rambut pirang menanyaiku dengan sangat antusias."Kalau tidak salah dia Chesney yang penulis lagu itu kan?"
    Yap,iblis itu berprofesi sebagai pengarang lagu yang kebanyakan bertema cinta."Makhluk itu bukan pacarku,lagipula kenapa kau semangat sekali?Dia tidak sehebat yang kalian pikirkan."Iblis itu mengarang lagu cinta yang sebenarnya merupakan ungkapan cintanya padaku,dan tiap kali aku terpaksa mendengarnya saat menghidupkan televisi atau berjalan-jalan di pertokoan,menjijikkan."Dia cuma playboy pengekor."
    Freyja adalah judul lagu yang dibuat oleh Ches tiga tahun yang lalu setelah mendengar aku dipanggil oleh seseorang dengan nama dewi itu.Entah kenapa mendadak aku teringat lagu memalukan itu,apalagi di video clip lagu itu ciri-ciri fisik aktrisnya sengaja dibuat sangat mirip denganku atas permintaan Ches.Aku nyaris mengurung diri selama sebulan di dalam peti mati karena terlalu malu untuk dilihat orang lain.


***



    Sore hari seperti biasanya aku pulang terlambat karena menyibukkan diri di ruang lukis,sebenarnya tujuan utamaku adalah menunggu matahari tenggelam.Setelah mentari benar-benar menghilang aku membereskan peralatan melukisku lalu segera melangkah pergi karena Chesney telah menungguku di gerbang.
    Tanpa kusadari aku sedang mendendangkan salah satu lagu ciptaan iblis itu,dan saat tersadar aku ingat jika lagu itu bercerita tentang pelariannya dari neraka untuk mengikutiku tinggal di dunia manusia.Wajahku memerah mengingat tiap kata dalam lirik lagunya.

    Dari kejauhan aku melihat beberapa orang tergeletak di tengah jalan,aku berlari untuk mengecek keadaan mereka.Ternyata mereka semua tertidur,dan saat aku melihat ke arah halaman dua sosok laki-laki tengah bertarung.Chesney dan....Reid.Apa-apaan ini?Kenapa mereka bertarung di sini?Apa Ches berbuat kejahatan pada manusia sehingga dia menjadi target malaikat itu?
    "Ches!!!!"Kugedor pintu sekuat tenaga tetapi suatu mirip sengatan listrik mengaliri tubuhku.Saat kulihat baik-baik pintu kaca ini sudah dipasangi mantra,dan vampire sepertiku yang masuk dalam kategori iblis tidak akan dapat menyentuhnya.
    Aku berlari ke segala ruangan yang ada di dalam gedung untuk mencari jalan keluar,selama setengah jam aku mencari dan hasilnya nihil.Aku kembali ke tempat semula,kulihat tubuh Chesney berlumuran darah begitu pula dengan malaikat lawannya.Dari kejauhan aku melihat seorang malaikat lain sedang membidik ke arah Ches,aku berteriak sekuat tenaga tetapi suaraku tidak sampai padanya.Kukerahkan seluruh tenagaku untuk menarik pegangan pintu yang terbuat dari besi tetapi pintu itu tak terbuka sedikitpun.
    Tiba-tiba sebuah ide gila muncul di kepalaku,jika tidak bisa keluar dari pintu maka buat jalan baru.Ya,akan kuhancurkan dinding ini sekarang juga.Dengan sekuat tenaga kupukul dinding yang ada di dekat pintu kaca,dan aku berhasil membuat jalan baru.Aku berlari ke arah Ches yang tengah berkonsentrasi bertarung dengan Reid,sayangnya anak panah telah melesat di udara dan menancap di punggung si iblis.
    Entah kenapa secara refleks aku memeluk iblis laki-laki itu,wajahnya tampak sangat terkejut begitu pula dengan Reid.Keduanya berteriak memanggilku secara bebarengan dan mengabaikan pertarungan mereka.
    "Frea!!"Iblis bermata hitam itu memelukku,rasa sakit mulai merambati punggungku.Ya,anak panah itu menembus punggungku sebagai ganti Ches.
    "Apa kau baik-baik saja?"Malaikat bermata biru itu juga ikut mengkhawatirkanku,tetapi saat dia mengulurkan tangannya untuk menyentuhku iblis laki-laki itu menampiknya.
    "Jangan sentuh Frea!!!Urus saja teman perempuanmu yang secara pengecut mencampuri urusan kita!!!"Mata iblis laki-laki itu berubah menjadi coklat terang.
   Reid melesat terbang menghampiri temannya,dan kedua malaikat itu terlibat dalam adu mulut.
    Chesney menarik keluar panah yang menembus punggungku lalu melemparkannya ke tanah.Aku mengerang kesakitan saat iblis itu mengeluarkan anak panah itu hingga tanpa sengaja cakarku melukai lengannya."Kau baik-baik saja?"Dia berbisik sambil memelukku,dan aku hanya mengangguk menjawabnya."Kita kembali sekarang."Iblis laki-laki itu mengangkat dan membawaku masuk ke dalam mobilnya.
    Sepanjang perjalanan menuju apartemennya berulang kali dia melihat keadaanku dengan wajah khawatir."Tidak perlu secemas itu,aku tidak akan mati."
    "Tolong jangan katakan itu lagi,aku sama sekali tidak ingin membayangkan kau akan pergi untuk selamanya!!"Kenapa dia marah?Lagipula panah itu tidak mengenai jantungku,kenapa dia harus semarah itu?

    Sepanjang jalan dari tempat parkir hingga apartemen kami ditatap oleh manusia yang kebetulan berpapasan.Chesney tidak mengizinkanku berjalan dengan kakiku sendiri,dia menggendongku hingga memasuki kamarnya.
    "Kenapa kau memelukku dengan sangat erat?Aku tidak akan menjatuhkanmu kok."Aku baru menyadari jika aku melingkarkan tangan ke lehernya dan memeluk erat-erat.
    Aku segera melepaskan pelukanku dan pasti sekarang wajahku sedang memerah."Aku hanya takut wajahku dikenali saja,tidak ada maksud lebih."Tak akan kubiarkan iblis laki-laki itu besar kepala karena perbuatanku barusan.Setelah dia menurunkanku aku duduk di pinggiran ranjang miliknya dan iblis laki-laki ikut duduk di sebelahku.
    "Buka bajumu."Tiba-tiba dia menyuruhku membuka baju?!!!
    "KAU INGIN MATI IBLIS MESUM???!!!"Aku berteriak padanya dengan wajah super merah.
    Chesney menghela nafas,ekornya bergoyang perlahan lalu merebah di atas ranjang."Frea,aku tidak akan melakukan apapun padamu,aku hanya ingin melihat lukamu,itu saja tidak lebih.Aku janji tidak akan melakukan apapun padamu."Wajahnya tampak serius dan keraguanku sedikit berkurang.
    "Kau aneh,iblis tidak akan pernah menepati janjinya kan?"Aku tahu betul karena banyak manusia terjatuh dalam kegelapan karena perjanjian dengan iblis.
    Kali ini laki-laki itu kembali menghela nafas."Kau boleh menyiramku dengan holy water jika aku memang mengingkari janjiku.Di laci ada sebotol holy water."Dia menunjuk laci kayu yang ada di dekat ranjangnya dengan telunjuknya yang berkuku panjang.
    Kupandangi iblis yang ada di hadapanku,sepasang tanduk menghiasi kepalanya dan kuku jarinya yang panjang membuatku sedikit mengaguminya.Aku tersadar setelah dia bergumam,dan aku sedikit salah tingkah."Ba-baik,tetapi jangan memandangi terlalu lama!!"
    Aku memunggunginya lalu melepaskan mantelnya yang sengaja digunakan untuk menutupi luka di punggungku.Satu persatu kulepaskan kancing kemejaku lalu kuperlihatkan punggungku yang terluka padanya.Aku amat malu sampai rasanya ingin segera kabur darinya sekarang juga.
    Dapat kurasakan jarinya menyentuh di sekitar lukaku."Kurasa ini hanya panah biasa.Sakitkah?"
    Aku menggeleng perlahan."Tidak.Sudah lebih baik daripada saat pertama kali."
    "Maaf ya,kau jadi terkena panah nyasar karena aku."Jarinya mengusap punggungku dengan lembut membuatku semakin malu."Itu malaikat yang kau sukai kan?Dia itu tipemu kan?"Aku hanya mengangguk perlahan tanpa bersuara sedikitpun."Kalau tidak salah namanya Reid kan?Dia salah satu malaikat penjaga kota ini."Chesney menyandarkan kepalanya di punggungku sambil memelukku dari belakang.
    "Lalu kenapa kalian terlibat pertarungan?Kau membuat keributan ya?"Jangan terlalu percaya pada iblis adalah peraturan dasar yang diketahui bahkan oleh para iblis sendiri."Kau ingin memangsa manusia?"
    Aku dapat merasakan dia menggeleng perlahan."Tidak.Aku hanya sedang menunggumu di dalam mobil,dan tiba-tiba dia mengetok kaca mobilku lalu mendadak menyerangku.Katanya dia ingin memusnahkanku karena membahayakan manusia."
    Selama tiga tahun kami tinggal di dunia manusia aku tidak pernah mendengar dia meyerang manusia,tidak sekalipun."Apa kau berbuat keonaran?"
    "Tidak juga.Selama tiga tahun ini aku tidak berbuat keributan apapun.Lagipula jika aku di dunia manusia membuat keonaran di mana lagi aku harus tinggal?"Suaranya terdengar sedikit merajuk tidak seperti biasanya.Kurasa aku terlalu mencurigainya."Lagipula kenapa kau berlari ke arah kami?Kau ingin melindungi Reid?"
    "Tidak!!"Aku terkejut karena aku menjawabnya dengan sangat bersemangat,astaga Ches pasti akan besar kepala."Jangan senang dulu,sebenarnya malaikat perempuan itu membidikmu sedangkan suaraku tidak sampai karena terhalang barrier yang dipasang."
    "Jadi kau menghadang panah untukku?"Suara laki-laki itu mendadak terdengar bersemangat dan ekornya bergoyang kesana-kemari."Benarkah itu?"Astaga aku seperti menyiram tubuh sendiri dengan holy water."Frea,jawab!"Dia sangat bersemangat membuatku makin malas menjawab.Kepalanya sudah menjauh dari punggungku lalu kupasang kembali kemejaku seperti sediakala,sementara iblis laki-laki itu terus-menerus menanyaiku dengan pertanyaan yang sama."Benarkah?Ayolah Fre,jawab pertanyaanku."
    Aku menghela nafas panjang dan mempersiapkan hati untuk menjawab."Iya."Dengan sengaja aku mengatakannya dengan sangat lirih supaya dia tidak bisa mendengarnya,tetapi dugaanku salah,pendengarannya tajam.Chesney memelukku dengan gemas."Ches,jangan berlebihan.Aku melakukannya untuk diriku sendiri,aku akan merasa bersalah jika kau terbunuh."
    Semangatnya langsung menurun begitu dia mendengar kata-kataku barusan."Jadi hanya itu?Apa kau akan seperti itu ke semua iblis?"
    "Kenapa aku harus peduli dengan iblis lain?"Aku langsung menjawabnya dengan ketus,tetapi sepertinya aku baru saja salah menjawab.
    Chesney membalikkan tubuhku sehingga kami duduk saling berhadapan lalu dia mendekapku dengan erat.Makin lama wajahnya makin mendekat seperti hendak menciumku,dan aku berusaha berpaling darinya."Apa yang akan kau lakukan jika aku melakukan ini pada gadis manusia dan kau melihatnya?"Dia mengecup leherku beberapa kali membuatku amat malu.
    "Akan kubunuh kau kalau aku melihatmu berbuat seperti itu."Tiba2 dia melepaskan pelukannya dan wajahnya tampak sangat gembira.Aku ingin menepuk kening keras-keras karena baru saja menggali lubang kuburku sendiri.
    "Itu artinya kau mencintaiku."Dia tersenyum hingga deretan gigi runcing dan taringnya terlihat.Senyumannya mirip Chessire the cat,membuatku sebal karena mengetahui arti ekspresinya.Ekornya bergerak-gerak di udara,senyumannya polos seperti anak kecil yang gembira karena mendapatkan hal yang sangat diidam-idamkan.
    "Jangan bercanda!!Apa katamu tadi?Aku apa?"Meskipun aku hampir yakin dengan pendengaranku tetapi aku amat berharap jika aku salah mendengar.
    "Kau mencintaiku?Memang kenapa?"Kali ini dia duduk melipat kakinya di atas ranjang."Tidak ada ruginya kan kau menjadi kekasihku?"
    Aku mengangkat telapak tanganku persis di depan wajah Ches untuk membuatnya berhenti mengoceh yang tidak-tidak."Tunggu dulu,kenapa kau bisa menyimpulkannya seperti itu?Bagian mananya aku mencintaimu?"
    "Kau tidak ingin aku terbunuh,selain itu kau juga tidak ingin melihatku menyentuh perempuan lain,kan?Apa kau akan seperti itu juga pada iblis lain?"Aku tidak bisa membalasnya karena aku tidak akan sudi memperhatikan iblis lain seperti itu.Wajahku memerah dan aku berusaha menyembunyikannya dengan membuang wajah,dan mengerutkan alis."Baiklah kalau begitu."Laki-laki itu turun dari ranjang."Kalau memang kau ingin menghindari pembicaraan ini terus lebih baik aku mencari Succubus dan bersenang2 di ranjang dengan mereka."Sebuah diagram sihir yang berpendar keunguan muncul di depan dinding tepat di hadapan Chesney.Itu kan portal untuk kembali ke neraka.
    Eh??Dia yakin mau menemui Succubus?Makhluk yang suka menggoda laki-laki itu?"Da-dasar laki-laki rendah!!!"Aku berdiri lalu memutar badan,kuarahkan tendangan kaki kiriku ke iblis laki2 itu.Tapi...."Lepas iblis mesum!!!"Dia menangkap kakiku bahkan tanpa berbalik.
    Saat Ches berpaling terlihat senyuman menyebalkan miliknya."Kena kau!!!"Dia melepaskan kakiku dan tiba-tiba mengangkatku.Tentu saja aku meronta tetapi keisengannya tak berhenti sampai di situ,dia melemparkanku ke ranjang.
    "Ches!!!"Aku jatuh terduduk dan dengan sigap iblis itu ikut menjatuhkan diri ke sampingku.Dia mengunci leherku dengan sebelah lengannya membuat kami berdua jatuh bersamaan."Lepas iblis mesum!!!"
    "Tidak akan kulepas sampai kau mengakuinya."Dia menggelitik pinggangku dengan jarinya membuatku tertawa seperti vampir gila,kakiku menendang ke segala arah.Keadaanku sekarang adalah yang paling memalukan.
    "Chess!!!!"Punggungku sakit bodoh!!!"Sepertinya dia melupakan punggungku yang sedang terluka."Sakit tahu!"Aku duduk melipat kaki di ranjang dengan wajah cemberut sedangkan iblis itu masih memelukku.
    "Ayolah,sampai kapan kau tidak jujur,hmm?"Dia berbisik di dekat telingaku.
    "Apa seperti itu di sebut cinta?Aku bahkan tidak tahu cinta itu seperti apa,bagaimana mungkin aku mengakui sesuatu yang aku tidak mengerti?"Duniaku saat bersama vampire adalah politik,saat bersama iblis lainnya adalah perburuan dan pertarungan,sedang bersama manusia aku tidak begitu mengerti karena mereka terlalu kompleks.Untuk manusia dapat menjalin hubungan dengan manusia lain mereka harus banyak memikirkan segala sesuatu dari berbagai sudut.Itukah yang namanya cinta?
    "Jangan memikirkan hal-hal sulit,pikirkan dengan perasaan bukan akal karena cinta tidak berasal dari pengetahuan.Asalkan kau ingin selalu bersamaku,tidak ingin aku terluka atau pun mati,juga tidak ingin aku bersama dengan perempuan lain baik manusia ataupun iblis,itu sudah cukup alasan kau mencintaiku."Semua yang dikatakannya benar,aku tidak ingin dia menjadi milik siapapun,dan jika seseorang menyakitinya aku pasti akan menuntut balas atasnya.Wajahku makin memerah saat aku menyadari jika perasaan itu sudah ada sejak dulu,sedangkan aku selalu lari dari kenyataan."Kita adalah iblis,tetapi terkadang kita lebih jujur daripada manusia yang lebih suka berpura-pura.Jadi bagaimana perasaanmu?"Ches duduk persis di depanku hingga aku tidak bisa lagi menyembunyikan wajah maluku.
    "Ku-kurasa mungkin benar."Astaga aku ingin segera mencari peti mati dan bersembunyi hingga aku siap menghadapi kenyataan ini.
    "Mungkin juga tidak apa2,karena aku akan membuatmu benar-benar jatuh cinta padaku."Dengan semangat Ches memelukku dengan erat,aku bisa melihat dengan jelas wajah bahagianya.
    Dasar,kenapa dia begitu bahagia?"Kenapa sebahagia itu?"
    "Tentu saja aku bahagia karena Frea mencintaiku."Iblis itu tersenyum lebar,tanpa sadar senyumannya menular padaku."Aku mencintaimu Frea,besok,sepuluh tahun lagi bahkan seribu atau sepuluh ribu tahun lagi."Perlahan dia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibirku perlahan,ini adalah pertama kalinya kami benar-benar berciuman.
    "Aku cinta padamu."Aku berbisik lirih sambil menahan rasa malu yang amat sangat.
    Chesney berbisik sambil tersenyum."Aku tahu kok."Dia menyibakkan rambut coklatku yang sedikit menutupi wajahku dengan tangan kanannya.




***END***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
sijojoz at Honesty (7 years 9 weeks ago)

Aku suka ceritanya x) Reid bener2 mengecoh, padahal klimaks dan endingnya dengan Chesney. Dan karakter Chesney emang bener2 tergali. Kalo yang ini kejunya gak terlalu banyak X)

Tapi. Seperti banyak yang komen, tata kalimatnya nol besar. Gak ada spasi. Terus seperti komen aku sebelumnya, banyak sekali deskripsi deskripsi yang gak perlu ditulis. Coba kamu baca karya2nya senior kita di sini, semisal anggra_t, Aphrodite, alfare, dansou atau yang berat macam 145 *malah promosi x)

Writer villyca.valentine
villyca.valentine at Honesty (7 years 9 weeks ago)

wkwkwkwkwk...q suka mengecoh yang baca. :p

ya,kalo tata kalimat itu mmg tidak terelakkan...wkwkwkwkwkwk
(duh malu...wkwkwkwkwkwkwk)

Writer Sam_Riilme
Sam_Riilme at Honesty (7 years 11 weeks ago)
60

Uuuh...bisa hilangkan bold di sepanjang cerita?

Writer villyca.valentine
villyca.valentine at Honesty (7 years 11 weeks ago)

ah iya...gomen....saya ga nyadar...maaphh...besok dech di edit lg...makasih buat pointnya... ^^

Writer arudoshirogane
arudoshirogane at Honesty (7 years 11 weeks ago)
80

Fantasy-Romance, ya? Ceritanya cukup intense, sedikit gloomy 'n menyentuh, ini menarik! Bs kubayangkan Frea 'n Ches hidup happily ever after ( ^^)b
.
cuman kenapa semua teksnya di bold, ya? Apa ada mksd tertentu? :3 -1 poin krn itu, ya?
.
dan trakhir cuman mslh EYD dan... aduh... ap itu namanya ya? Tata kalimat? Bnyk kasus dmn seharusnya ada spasi tapi di karyamu ini ga ada loh :3 Ap nulisnya terburu-buru? Atau lewat hp? -1 poin lagi :3
.
Tp jgn patah semangat! Kalau baca2 beberapa karya dsini nanti pasti kemampuanmu bertambah. Kip Writing! ( ^^)b
.
N.B. :mbaca ini jd bener2 pengen nyelesaiin crita vampireku, hha *cuman Romance-Tragedy seh :P

Writer villyca.valentine
villyca.valentine at Honesty (7 years 11 weeks ago)

Aru....makasih point-nya....Villy terharu karyanya dibaca(pdhl td uda deg2an,jgn2 g ada yg mau baca nich...T.T )
Ummm,untuk yg bold itu q malah ga nyadar kl ada boldnya...makasih diingetin...besok q ganti...
Trus yg soal spasi,ummm....contohnya yg pas bagian mana ya?(maaph kadang rada lemot nich).selain itu tebakan aru dua2nya benar,Villy kerjainnya buru2(supaya ga ilang idenya,n sambil curi2 waktu jg c... :p ) n ketiknya di HP...hohohoho(tebakannya jitu amad...)
Untuk EYD,itu lah yg menjadi masalah...kadang kl pas ngetik uda ga kepikiran(maklum sukanya buru2)
Menurut aru cerita ini bisa dikategorikan cerpen?kayanya koq kepanjangan ya?Apa perasaan q doank?
NB:pas baca cerita Aru yg T-1N q jadi keinget cerita kedua q yg bsk mau q post...ttg humanoid jg...
Selesaiin dunk aru cerita vampirenya,mau berapa part pun Villy baca dach...(maniak vampire soalnya)...kayanya aru khas ceritanya mmg yg tragedy2 gitu ya...

-terima kasih..... ^^

Writer Gitta-chan
Gitta-chan at Honesty (7 years 11 weeks ago)

cuma membantu.
"Sore hari seperti biasanya aku pulang terlambat karena menyibukkan diri di ruang lukis,sebenarnya tujuan utamaku adalah menunggu matahari tenggelam.Setelah mentari benar-benar menghilang aku membereskan peralatan..."
.
Seharusnya:
.
Sore hari seperti biasanya aku pulang terlambat karena menyibukkan diri di ruang lukis, sebenarnya tujuan utamaku adalah menunggu matahari tenggelam. Setelah mentari benar-benar menghilang aku membereskan peralatan..."
.
Habis koma, titik, tanda seru, tanda tanya, dan tanda baca lainnya, seharusnya ada spasi satu. Ehehehe. Maaf menggurui. XD

Writer villyca.valentine
villyca.valentine at Honesty (7 years 11 weeks ago)

makasih Gitta-chan...aq terbantu bgt....kayanya pelajaran bahasa indonesia ga nyantol,jadinya begini...hehehehe...makasiihhh bgt... >.<