My Funny Love Story 3

My Funny Love Story 3

Pengarang: Aqsa Mahendra

 

       Hoi \(-.-)

       Selamat menikmati ceritanya ya? Dan jadikan cerita ini sebagai pelajaran buat hidupmu. Enjoy. ~(-.-~)

 

       Suatu ketika, aku dan Beni berbincang-bincang saat pelajaran Bahasa Inggris. Mumpung pak Guru sedang di luar, kami ber action mulut lebar.

 

       “Hei….. tahu tidak, kalau konser Peterpan akan di adakan malam ini dan tiketnya di buka jam 10 pagi ini.”Mulut monyong Beni.

 

        “Apa? Jam 10 pagi? Kita kan masih ada jam pelajaran matematika. Kalau kita membeli tiket setelah pulang sekolah, tiketnya bisa habis duluan.” Bibirku mirip Angelina jolie.

 

       “Maka dari itu kita harus bolos. Teman-teman juga sedang bersiap-siap untuk bolos hehehe.”

 

       Bisikkan setan. (Jangan di tiru).

 

       “Ba…bagaimana caranya? Kan ada si guru pelari cepat?”

 

       Yang kumaksud adalah si pengawas sekolah sekaligus guru olah raga pak Ridwan. Beliau adalah mantan atlit lari super cepat. Dia terpilih sebagai pengawas sekolah karena berhasil menangkap siswa atau siswi pembolos hanya dalam beberapa detik saja. Jadi sulit sekali di sekolah kami untuk membolos.

 

       “Kau berani tidak? Kalau berani, aku tunggu di belakang sekolah.” Tawar Beni.

 

       “Ng? tidak ah… aku masih punya cara lain untuk membolos…” kataku tiba-tiba punya ide.

 

       “Ok… kalau begitu, sampai jumpa di penitipan tiket.”

 

       “Okay…”

 

*****

 

       Sesuai dugaanku tidak ada yang berhasil lolos. Satu persatu temanku di tangkap pak Ridwan dan di hukum hormat bendera pada siang hari. Beni yang sudah hampir memanjat kabur di pagar sekolah, masih saja tertangkap celananya oleh pak Ridwan. Saat tertangkap tadi, tidak sengaja pak Ridwan mempelorotkan celana Beni, sehingga terlihat celana dalamnya bergambar spongebob dan Patrick mengejar ubur-ubur. Siswi yang kebetulan lewat langsung ketawa. Wkwkwkwkwk.

 

       “Heh! Mana temanmu satunya, si Arya?”

 

       “Ti…tidak tahu pak.” (T0T)

 

       Setelah menghukum Beni, pak Ridwan masih mencari-cari aku. Di samping sekolah, belakang sekolah, kantin, toilet, dan tempat-tempat lainnya. Tapi tetap saja tidak di temukan. Pak Ridwan hanya menggaruk-garuk kepala.

 

       “Ke mana anak itu pergi ya?”

 

       Hayooo kalian ingin tahu ya aku bolos lewat mana? Unyu unyu unyu, aku berada di atas genteng sekolah loh, wkwkwkwkwk. Berbahaya memang, untuk itu jangan di tiru ya, kecuali yang sudah profesional. Hanya demi tiket, kok harus begini. (T.T)

 

       Aku menyeimbangkan badanku dengan hati-hati agar aku tidak terjatuh. Kalau jatuh, bisa remuk badanku. Aku sudah melewati genteng kelas 1 dan kelas 3. Dengan melewati genteng terakhir, aku bisa meloncat melewati pagar dan kabur. Genteng terakhir ini adalah genteng kamar ganti baju khusus cewek. Ketika aku menginjak genteng ini…….

 

       PRAK!

 

       Pecah sedikit gentengnya saat aku menginjaknya.

 

       “Ce…celaka.”

 

       BRUAK!

 

       Hancur sudah genteng yang kuinjak dan aku terjatuh ke bawah. Kebetulan ada seorang cewek yang sedang ganti pakaian berteriak.

 

      “KYAAAAA aku masih perawan, jangan lakukan ini padaku!”

 

       “WAAAAAAA MAAF!” teriak ku.

 

       Aku langsung kabur meninggalkan cewek itu sambil mendobrak pintu saking gugupnya, kebetulan di depan pintu ada pak Ridwan.

 

       “Ka…kau…” tunjuk pak Ridwan.

 

       Saat itu cewek yang tadi, ikut keluar juga sambil memasang kancing baju dan restleting celana belakangnya di depan pak Ridwan. Langsung saja pak Ridwan menduga-duga.

 

       “Ka… kalian mesum ya?” Tanya pak Ridwan menganga.

 

       “Wuaaaaa aku tidak melakukannya pak!”teriak ku lagi.

 

       “Terus, kenapa kalian berdua di kamar ini? Mana saat sepi lagi?”

 

       Si cewek ragu-ragu menjawabnya.

 

       “Ta…tadi dia… di atas saya terus… dia anu pak? Lalu… Kyaaaaa aku jadi malu,” kata cewek itu menutup wajahnya dengan tangan.

 

        “APAAA? ANUUU?” teriak pak Ridwan menatapku dengan hawa membunuh yang luar biasa.

 

        “WUAAAAA bukan begitu kejadiannya pak! Tadi saya membolos lewat atas genteng, terus saya terjatuh. Kebetulan dia sedang ganti pakaian, sehingga dia malu. Saat saya mau kabur, malah ada bapak.” Kataku tunjuk-tunjuk pak Ridwan.

 

       “Sudah membolos, berbuat mesum lagi.” kata pak Ridwan menyeretku sambil di jewer.

 

      “WUAAAAA MASA DEPAN KU!” \(TOT)/

*****

 

       Ke esokan harinya, setelah cewek itu di periksa ke dokter oleh guru, ternyata penjelasanku benar. Bahwa cewek itu masih perawan dan aku terbebas dari hukuman. Tapi anehnya, si cewek malah berkata…

 

       “Aduh… andaikata aku tidak perawan, kita kan pasti bisa menikah,” katanya malu-malu.

 

       Aku hanya bisa berekspresi begini (-,-“)

 

       Masalahnya mulai terjadi pada saat senin pagi, ketika seluruh Kelas melakukan kegiatan upacara. Terjadi gosip yang mengerikan di tengah-tengah upacara.

 

       Bisik bisik bisik.

 

       Kebetulan aku juga mendengar gosip di depan temanku ini.

 

       “Eh eh eh. Kau tahu tidak kalau si Arya berbuat mesum di kamar ganti cewek?” Kata teman 1.

 

        “Hah? Masa? Wuaaah, asyik ya.” kata teman 2.

 

       “Loh, kok Asyik?”

 

       “Eh salah. Maksudku, benar-benar keterlaluan ya?”

 

       “WUAAAAA AKU TIDAK MELAKUKAN HAL ITU!” Teriakku.

 

       Semua teman-teman menatapku. Seluruh  siswa juga menatapku. Bahkan guru-guru menatapku.

 

       “Hegh!” aku kaget semua orang menatapku.

 

       Kenapa aku tadi aku teriak? aku jadi menyesal kan sekarang. Pak Ridwan yang dari tadi ceramah langsung memanggilku.

 

       “Oh kamu? Sini sini sini.”

 

       “Huuuuuuu,” teriak seluruh siswa ketika aku berdiri di tengah lapangan.

 

       Aduuuh malu sekali rasanya. Setelah ini aku mau pindah sekolah saja. Atau tidak aku bunuh diri di toilet pria dan jadi penunggu di sana, menghantui seluruh siswa yang ingin p****. Menyedihkan.

 

       “Anak-anak….. sebenarnya gosip itu tidak benar,” terang pak Ridwan “Arya hanya jatuh dari atas genteng yang kebetulan ada siswi ganti baju saja.”

 

       “wuahahahahaha.” Tawa seluruh siswa.

 

       Wuaaaaa ini jadi lebih memalukan. Benar-benar mati aku di tengah lapangan. Rasanya tuh ya, bagaikan tertusuk pisau langsung pas menancap di jantung. Tak bisa bergerak. Deeeeeng (suara lonceng).

 

       “Bagaimana pun juga, niatnya untuk bolos lewat atas genteng, perlu di hukum. Hukumannya adalah….. selama 3 bulan, berdiri menghormati bendera, satu hari 3 jam!”

 

       Wuuuz!  Aku langsung mati beku. Tak bisa bergerak lagi.

 

       Seluruh siswa langsung ketawa jingkrak-jingkrak. Yang paling girang adalah Beni. Teman satu perjuangan yang padahal sama-sama di hukum. Hedeeeh, dengan begitu kami senasib. Benar-benar nasib sial. Pantas saja banyak yang tidak berani membolos. Ternyata ini alasannya.

 

*****

 

       Hari pertama di hukum menghormati bendera. Setelah 3 jam berlalu, aku dan teman-teman beristirahat di sebuah warung dekat sekolah. Kebetulan di belakang warung itu ada sebuah taman bunga. Di sana aku melihat seorang gadis berambut panjang sedang menanam sebuah bunga.

 

       “Hei cowok mesum, kau sedang melihat apa?” Tanya Beni.

 

        “Heh? Seenaknya saja menyebutku cowok mesum. Lagipula itukan fitnah,” kataku sambil minum aqua.

 

       Tapi gara-gara itu, cowok mesum jadi melekat di panggilan namaku (T.T)

 

       “Ng? kau sedang melihat cewek itu ya? Sebaiknya kau jangan mendekatinya. Orang-orang yang dekat dengannya akan berakhir buruk atau dengan kematian.”

 

       “Eh? Apa maksudmu?” kagetku.

 

       “Katanya banyak teman yang meninggal, Setiap kali ada orang yang berteman atau dekat dengan cewek itu. Sejak saat itu banyak orang yang menghindarinya karena kesialan tersebut, aku saja tidak berani mendekatinya.”

 

       “Ah? Masa iya sih? Berarti sampai sekarang dia tidak punya teman…..”

 

       “Sudahlah jangan pikirkan hal itu, ayo kita ke kelas.” Ajak Beni.

 

       Beni dan teman-temanku pergi menghilang meninggalkanku, aku hanya berdiam diri dan melihat  dari jauh cewek itu. Apa iya ya kata Beni?

 

       “Bapak rasa hal itu tidak benar,”kata pak Ridwan tiba-tiba muncul.

 

       “Hegh!” aku kaget.

 

       Datang dari mana bapak ini, tiba-tiba muncul.

 

       “Apa Arya percaya, tentang hal itu.”

 

       Aku kembali menatap cewek itu.

 

       “Saya….. akan mencari tahu pak…..”

 

       Aku meninggalkan pak Ridwan dari warung, menuju tempat gadis itu. Pak Ridwan hanya tersenyum melihatku. Perlahan tapi pasti, aku mendekati anak cewek itu yang sedang memasukkan bunga bewarna ungu ke dalam potnya.

 

       Ternyata setelah di lihat lebih dekat, agak sedikit mengerikan ciri-ciri cewek ini. Badannya kurus sekali, seperti orang yang kurang gizi. Rambutnya panjang dan menutupi seluruh wajahnya. Badannya putih pucat. Persis sekali dengan hantu suster ngesot kalau dia ngesot di malam hari. Ah… ngomong apa sih aku ini.

 

       “Wuaaah, bunganya cantik ya?” kata ku tiba-tiba sudah ada di sebelahnya.

 

       Cewek itu hanya diam saja. Aku kembali mengajak dia mengobrol.

 

       “Ng? kau… tidak bermain dengan teman-temanmu?”

 

       Dia membuka suaranya.

 

       “Apa kau… tidak takut mati bila kau bersebelahan denganku….”

 

       Aku hanya menatapnya dengan heran. Lalu aku memandangi bunga yang di tanamnya sambil tersenyum.

 

       “Tidak… karena aku tidak percaya dengan hal itu. Kenapa semua orang mengira kau orang pembawa sial? Kejam sekali yang menyebarkan kabar itu.”

 

       Dia hanya tertunduk menghadap ke bawah tanah. Dan aku tahu dia bersedih, karena aku melihat air matanya jatuh ke tanah. Terdengar suara isak tangisnya yang tak terlalu terdengar. Aku… jadi merasa tidak enak.

 

       “Ini bermula… ketika aku masih kecil,” Katanya mulai bercerita “Saat aku, Ibuku dan Ayahku bertamasya sejak kecil dengan menggunakan mobil. Kami… mengalami kecelakaan karena menabrak truk di depan kami. Orang tuaku meninggal, hanya aku yang selamat. Kejadian yang sama ketika aku memasuki  kelas 1 SMP. Saat aku berjalan bersama-sama sahabatku, motor muncul di hadapan kami dan menabrak sahabatku. Di mulai dari situlah, teman-teman yang lain mulai menyebarkan kabar bahwa aku….. si pembawa petaka dan kesialan dari cerita itu. Sejak saat itu aku tidak pernah punya teman lagi sampai sekarang…..”

 

      Dia masih menangis menghadap kebawah. Aku hanya termenung kembali mendengar penjelasannya. Aku….. kembali menatap langit dan tersenyum.

 

       “Aku rasa… kematian itu bukanlah dasar dari kesialan. Melainkan itu sudah menjadi takdir tuhan, bukan salah mu ketika malapetaka menimpa orang-orang yang kau sayangi. Mungkin takdir Tuhan untuk membawa mereka kembali ke surga. Yang harus kau lakukan adalah berdoa agar mereka bahagia di surga sana dan aku rasa…..” aku menunjuk ke atas langit “Mereka juga ingin kau bahagia di dunia ini juga. Jadi… banyak-banyaklah berbuat kebaikan, agar pada saat takdir kematian menjemput kita nanti kita bisa bertemu orang yang kita sayang di surga.”

 

       Dia hanya menatapku. Dan aku tahu… hanya sekedar tahu… dia tersenyum kepadaku, walau aku tidak bisa melihat senyum di wajahnya di balik rambutnya.

 

       “Terima kasih…”

 

       “He he he he he, sekedar saran saja. Sebaiknya ganti model rambutmu, mungkin di ikat ke belakang dan perbanyak makanan bergizi, agar badanmu sehat tidak kurus seperti ini. Dan bergaullah denga orang yang baik, agar tidak di kucilkan lagi”

 

       KRING KRING KRING. Suara lonceng tanda masuk pelajaran pun berbunyi.

 

       “Wuah, sudah saatnya pergi. Good bye ya.” Aku langsung berdiri.

 

       “Tu…tunggu dulu. Na…namamu siapa?”

 

       Aku berbalik menghadapnya.

 

       “Namaku Arya, kalau kamu?”

 

       Dan dia pun menjawab.

 

       “Kimi..… my name is Kimi…..”

 

*****

 

       Tiga bulan kemudian.

 

       Ini adalah hari terakhir aku berdiri di lapangan menghormati bendera bersama teman-temanku. Dengan di awasi pak Ridwan di pinggir lapangan, kami di buat kelelahan. Huuuf bagaimana tidak, harinya benar-benar cukup panas. Meneteskan keringat ku. Sambil menghormati bendera, aku bisa mati kepanasan. Silau men terkena mataharinya

 

       Hal itu berubah ketika muncul seorang cewek manis. Hawanya tiba-tiba berubah sejuk. Gadis manis berambut panjang, berkulit putih dan berbibir merah muda. Muncul di hadapan kami.

 

        Ada yang pernah dengar lagu Lee seung gi judulnya losing my mind? Nah begitulah lagu ke datangannya ketika dia muncul.

 

       Selangkah demi selangkah tapi pasti, dia mendekatiku. Tanpa peringatan sebelumnya dia mencium pipiku dan menaruh minuman fanta merah dalam kantong celanaku. Aku kaget sekaligus tak bisa menghindar, karena sedang di awasi pak Ridwan. Sedangkan teman-temanku langsung mundur 9 meter.

 

       “Uwooooo, Arya di cium cewek cantik!” Komentar teman 1.

 

       “Si…siapa dia?” bingung Beni.

 

       Aku pun bertanya hal yang sama.

 

      “Arya….. aku Kimi. Sekarang aku berubah….. karena berkat saranmu… I Have a friend now.”

 

        Aku langsung kaget dan pipiku langsung berubah jadi merah. Tidak di sangka Kimi 3 bulan lalu yang mirip suster ngesot jadi gadis manis seperti ini. Sedangkan temanku langsung mundur 9 meter lagi.

 

       “Ki…kimi si pembawa sial? Mustahil. Sepertinya Arya akan meninggal, aku turut bersedih Arya.” (T.T)

       “Di minum fantanya ya? Itu akan mengembalikan semangatmu.” Senyum Kimi dan pergi meninggalkanku.

 

       Teman-temanku menunggu 5 menit. Apakah kemalangan akan terjadi pada Arya?..... dan 5 menit kemudian… itu tidak terjadi.

 

       “Horeeeee, Arya tidak meninggal!” Teriak teman-teman. \(^0^)/

 

       Aku hanya bisa tersenyum pada teman-temanku, ketika mereka semua memelukku dan tidak mati.

 

       “Sepertinya kutukan itu tidak benar.”

 

       Pak Ridwan hanya tersenyum melihatku. Hmmm..... really nice Arya. Membangkitkan semangat Kimi yang dulu mati kini hidup kembali. Good job.

 

       (-_-) b

 

       Bersambung…….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer windi
windi at My Funny Love Story 3 (6 years 48 weeks ago)
100

dari kapan kamu nulis? ko bisa ceritanya asyik gini, kayak baca komik, ajari aku lah... please

Writer sungaimeriam
sungaimeriam at My Funny Love Story 3 (6 years 50 weeks ago)

Trima ksih mw mampir ~(^0^~)

#arigato m(_ _)m