Empires, Rising Phoenix - Prologue

“Kastil pasti akan jatuh” Calland berkata dengan nada takut dan sedih. Ia lalu menatap ibunya yang berada disebelahnya. Anerys Illard, yang sejak 19 tahun lalu berganti nama menjadi Anerys Valedis, menggeleng dengan lemah. “Tidak anakku”

 

Anerys mengubah posisi duduknya. Ia mendekat kearah anaknya dan merangkulnya dengan erat. Calland Valedis, walau ia sekarang baru berusia 8 tahun tetapi ia adalah kepala dari Rumah Valedis. Begitu besar beban yang ia tanggung, begitu banyak yang menginginkan kematiannya apalagi dimasa peperangan ini. Anerys menatap mata abu-abu anaknya. Keluarga Valedis selalu bermata abu-abu dengan rambut hitam kelam. Berbeda dengan anaknya, Anerys bukanlah seorang Valedis melainkan seorang Illiard yang berada dibarat Valedis. Mata seorang Illiard selalu biru dengan rambut perak, Silverade begitulah sebutan mereka. Anerys lalu mengusap kepala anaknya, berusaha menenangkan kegelisahan Calland.

 

“Ibu, apakah kita akan mati?” Calland kembali bertanya ke ibunya, sekali lagi Anerys menggeleng dengan lemah, mata birunya menatap Calland dengan sedih. “Tapi bu, kastil ini dikepung oleh ribuan Darnhold dan kita hanya memiliki sedikit orang” Calland berkata dengan sangat pelan sehingga hanya terdengar seperti sebuah cicitan. Anerys tersenyum, ia lalu menunjuk keatas, dimana bendera lambang Rumah Valedis tergantung dengan sangat megah. “Nak, kau tahu apakah lambang keluarga kita?” Calland mengangguk. “Phoenix dengan api membara”

 

Senyum Anerys semakin melebar, “Dan kau tahu apa yang leluhur kita maksudkan dari lambang tersebut?” Kini giliran Calland yang menggelengkan kepalanya. “Phoenix adalah burung abadi” Anerys berkata sambil memegang erat tangan anaknya. “Dan kau tahu apa kalimat leluhur kita?” Anerys kembali bertanya. Calland tahu soal ini, Master sejarah pernah menceritakan tentang kalimat-kalimat leluhurnya yang agung. “Bangkit dari abu, yang abadi tidak akan pernah mati” Calland menjawab dengan mantap. “Yang abadi tidak akan pernah mati” Anerys mengulang kembali ucapan anaknya.

 

“Kamu tahu nak” Anerys melanjutkan, “Ada satu perbedaan diantara lambang Rumah kita dengan Rumah-Rumah lainnya” Saat itu suara dentingan besi yang beradu mulai terdengar, disusul oleh teriakan-teriakan diluar Aula Besar Valedis. Calland kembali menatap ibunya dengan takut, tetapi Anerys tidak membalas tatapannya, Anerys memandang kosong pintu besar yang berada didepannya. “Darnhold memiliki lambang Beruang Perak, Isender memiliki lambang Singa Emas dan Carnei memiliki lambang Burung Gagak Hitam” Anerys melanjutkan perkataannya, ia bertingkah seolah-olah tidak mendengar suara dentingan, ledakan dan teriakan-teriakan yang semakin mendekat. “Beruang yang perkasa pada nantinya akan terkapar ditanah, Singa sang raja hutan pada akhirnya akan tua dan menghilang, bahkan Gagak yang cerdik akan membusuk ditanah.” Anerys memeras tangan anaknya dengan kuat dan menatapnya dalam-dalam, lalu ledakan terjadi dan pintu Aula Besar terbuka, seketika pula asap menyerbak kedalam ruangan. “Nak, Phoenix tidak pernah mati tidak pernah jatuh. Mereka hidup selamanya, begitupula kita dan Rumah kita”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

Paragraf dua tentang warna rambut itu agak susah dicerna, mungkin kalimatnya bisa lebih disederhanakan. ^^
.
Hmm, pake rumah, lambang, sama kalimat, dah macam game of thrones aje... Tapi yang saya suka itu bagian si ibu mengibaratkan tentang lambang-lambang mereka.

sebenernya pernah nonton game of thrones, tapi bukan ngikutin dari situ. terinspirasi sama Isle of Man dengan lambang kaki dan mottonya. Dan ternyata tiap negara bahkan tiap organisasi punya 'kalimat sendiri'(yah macam sempre vidalis atau bhineka tunggal ika) :')

Writer Kika
Kika at Empires, Rising Phoenix - Prologue (6 years 51 weeks ago)
90

Gyaaaa... Akhirnya Kak Darkness Nge-post cerita lagi!! XD
Kak Darkness kemana aja nih kak?? Kika sampe ngira kak darkness ga akan ngepost lagi lo kak *plak

Ceritanya terlalu dikit :p *plak
Tapi kika tetep suka dan penasaran~~
Ayo Lanjutin ya Kak, Lanjutin Relics nya juga dong :D

Kika tunggu lanjutannya :D

80

aaa......suka bgt ama phoenix.... >_<
Sangat penasaran...dan kenapa anaknya beda warna rambut ama mata?anak kandungnya bkn sich?
trus perhatikan 'di' dan 'ke'...yg menunjukkan tempat dipisah,kl sebagai imbuhan boleh disambung...
Trus untuk dialog antar orang lbh baik di bedain paragrafnya...
.
Ditunggu lanjutannya, dan salam kenal~ ^_^ /

Untuk penulisan maaf ya >.< Maklum udah lama ga nulis hehehehe
Engga kak, itukan dijelasin kalo keturunan keluarga valedis pasti berambut hitam dan bermata abu2, ibu si Calland itu kan bukan kelahiran Valedis tapi kelahiran keluarga bangsawan lain >.< Hehe

keren....itu Illiard jd bikin keinget cerita villy(blm di post)...keluarga vampir,Szygfrid,bermata biru dg rambut perak....kyaaaa~ keren.....*nosebleed*
.
Kak,nanti ada keluar phoenix nya beneran atau phoenix hanya merupakan suatu ungkapan?
Kata2 gagak yg licik jd bikin villy nyadar kalo gagak tuch licik...hmmmm...padahal sendirinya udah bikin karakter identik ma gagak...(dodol gak ketulungan nich... ~__~ )
.
Koq gak ada naganya kak?xixixixi....

Sebenernya belum kepikiran terlalu jauh karna ini cuman baru konsep hhehe. Tapi ya, untuk saat ini itu cuman sebagai lambang dari suatu Rumah/Keluarga

Ada kok :)))heheh

a-ada naga juga??keren...aaaaaaaa......makin penasaran... >_<