Romansa Cinta

 

Entah kapan awalnya hati ini terjerat pada pesona yang kau kirimkan melalui bahasa tubuhmu. Kita memainkan kata dalam lingkaran masa lalu, merangkai peristiwa yang seolah kita simpan dalam kotak yang kita namakan kenangan.

Ingatkah kau saat itu? Saat kita berdansa diatas kalimat-kalimat romansa cinta.  Aku dan kau membuat kisah dari kalimat romansa dengan alur dan plot yang tak beraturan. Namun entah mengapa kita menikmatinya. Bahkan kitapun menjadi tokoh dalam kisah itu. Kita menciptakan citra yang sempurna. Seolah memikat semua orang untuk menikmati kisah kita.

Malam itu adalah satu dari seribu waktu yang mengesankan untukku. Kita ukir maksud hati kita di langit yang bertabur bintang. Itu pertama kalinya aku menampakan ke gelisahan di hatiku padamu lewat air mata yang tak sanggup ku tahan. Air mataku menghentikan melodi yang sedari tadi menghanyutkan jiwa kita. Tak ada satu katapun yang terucap, hening. Kita saling menatap. Aku melihat di binar matamu, seolah ada rasa yang kau pendam. Aku berbisik lirih pada bayanganmu “jangan khawatir aku baik-baik saja”. Kau tersenyum sinis. Seolah menutupi rasa sakit.

Jarum jam terus berputar tanpa henti,dan tak terasa hati kita terpaut semakin dekat. Taukah kau? Ada asa yang mendekap erat dalam sukmaku. Ada sejumput perasaan yang mengganggu di setiap tidurku. Yah kau pasti tau. Meski kau bukan pemilik hati yang peka, namun aku tau kau mampu membaca isi hatiku.

Ku rebahkan tubuhku, untuk menghilangkan setitik kegelisahan yang membuatku lelah. Aku tak sanggup berfikir tentang kita lagi. Otakku terasa beku. Apakah ini yang dinamakan mati rasa? Ah…..Aku rasa bukan.

Aku hanya mencoba untuk acuh pada hasrat yang ada dihati. Berpalingkan diri dari tatap matamu, dan dari senyum sinismu.

Ingin rasanya aku berlari jauh dari tempatmu berdiri.

Namun Semakin jauh, semakin langkahku tertatih. Maka kuputuskan kembali.

Saat itu kita saling berhadapan. Aku tertunduk lemah. Dan dalam diam ingin rasanya aku sampaikan "jangan biarkan aku pergi meski dalam hitungan detik". Tuntun hatiku menujumu dengan do'a yang slalu kau sampaikan pada Tuhan. Untuk masa yang tak terbatas.

Lalu tanpa perlu kau pahami isi hatiku, kau mendekapku dengan berbisik “Jangan takut aku disini, untuk kebahagiaanmu, harapanmu dan cintamu.”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer wiedya_sweed
wiedya_sweed at Romansa Cinta (6 years 27 weeks ago)
100

aiih.. manisnyaa.. :3

Writer li_moet
li_moet at Romansa Cinta (6 years 27 weeks ago)

makasih ^_^

Writer midhadfarosi
midhadfarosi at Romansa Cinta (6 years 27 weeks ago)
70

ceritanya menarik, cuman mungkin ada beberapa EYD yang kurang benar, seperti imbuhan di sebagai preposisi sebaiknya dipisah. seperti "di atas". hehehee. semangat bro

Writer li_moet
li_moet at Romansa Cinta (6 years 27 weeks ago)

hehehe. iyah makasih.
nanti diedit lagi.

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Romansa Cinta (6 years 28 weeks ago)
60

wew. abstrak.

Writer dhodotes
dhodotes at Romansa Cinta (6 years 28 weeks ago)
40

keep posting yak..
nice work, eniweh