LDR - Long Distance Relationship

 

 
Ini Cerita Tentang Seorang Wanita yang berkutat di depan Komputer sebagai seorang editor di Jakarta Dan Seorang laki-laki yang sibuk di tambang batu bara sebagai CSR di Aceh. ini cerita tentang kami yang telah bersama hampir sembilan bulan.
 
Kisah ini diawali dengan pertemuan yang unik, sehingga menghasilkan cerita yang penuh warna warni (kayak balon aja xD) . kami berdua tidak pernah benar-benar bertemu disatu kesempatan yang sama. kami punya versi berbeda kapan dan dimana pertama kalinya kami bertemu. bagi Saya, perkenalan pertama kami adalah saat memintanya mengantarkan saya ke salah satu kementrian untuk mengambil souvenir.Kebetulan, saat itu kami sedang Menjadi panitia dalam satu konferensi internasional. Baginya, Pertama kalinya dia mengenal saya adalah saat ia meminta Oreo pada saya, seorang wanita yang sedang duduk sendirian di pojokan meja kerja direktur konferensi internasional itu.Kami hanya kenal nama saat itu.Tidak Kurang, Tidak lebih.
 
Dua bulan kemudian kami bertemu lagi via Twitter saat teman-teman panitia konferensi dengan heboh me-mention nama kami. Entah apa maksudnya, tapi sejak saat itu kami berdua menaruh rasa penasaran satu sama lain, sampai akhirnya kami bertukar YM dan saling mengenal lebih lanjut melalui chatting. saat itu bulan Desember 2011, kami hanya menjalin komunikasi via YM, telepon , dan SMS sampai akhir Januari 2012. Kami hanya bertemu dua kali saat ia datang ke Jakarta untuk interview kerja dan itu pun hanya beberapa jam karena kami masih sama-sama canggung dan tidak menyadari perasaan satu sama lain.
 
Semakin Lama rasa penasaran itu semakin tinggi.Sebenarnya ada apa di antara kami berdua? bagi saya,dia adalah pria pertama yang berhasil membuat saya kembali tertawa lepas setelah terpuruk hampir dua tahun karena kandasnya hubungan saya yang sebelumnya. Dia membuat dunia saya berwarna lagi. Dia Pintar, berwawasan luas , seorang petualang yang membuat saya mengetahui tempat-tempat eksotis di Indonesia,membuka mata saya tentang betapa serunya travelling. Mengajarkan saya juga akan sebuah kebebasan hidup dan kedewasaan, terutama untuk percaya dan yakin dengan dia yang hanya bisa saya temui di dunia maya saat itu. Saya sendiri tidak sepenuhnya percaya kepadanya saat itu. apa yang bisa anda harapkan dari seorang di dunia maya ? Tapi, lama kelamaan dia semakin menunjukkan keseriusannya.
 
Kami mulai lebih sering bertemu sejak awal Febuari 2012, mulai dari jalan-jalan keliling Bandung , nonton Java Jazz 2012, Wisata kuliner di Bogor, dan hal-hal seru lainnya yang nggak pernah sepenuhnya kami rencanakan.sebisa mungkin saya dan dia menyempatkan waktu untuk bertemu dan tatap muka demi meyakinkan hati masing-masing. Sampai akhirnya, sepulangnya kami dari pameran perlengkapan diving dan extreme sport di awal April 2012-di Stasiun kota sekitar pukul sepuluh malam- tiba-tiba dia meminta saya menjadi kekasihnya. it was unpredictable. Saya takjub dengan keyakinannya pada saya, sedangkan saat itu saya masih saja tidak yakin dengannya dengan alasan begitu banyak laki-laki yang berhasil mengelabui wanita di dunia maya.
 
Akhirnya, saya menyadari, mau sampai kapan saya terpuruk dengan masa lalu. Hidup terus maju. kalau saya nggak berani ambil keputusan sekarang juga, mungkin seseorang seperti dia nggak akan datang dua kali. Saya sudah terlanjur nyaman dengannya, hanya saja bayang-bayang ketakutan itu masih ada.Namum, dengan keyakinan yang dia ajarkan,akhirnya, saya menerimanya. Sampai saat ini saya bersyukur dengan keputusan saya di stasiun kota saat itu. Hubungan ini seperti kado terindah dari Tuhan untuk kami.
 
Hubungan ini kami jalanin secara Long distance. Sayatinggal di Jakarta, dia di Bandung. Awalnya memang berat. saya yang terbiasa berpacaran dengan Pria satu domisili,sekarang harus bersabar demi bertemu dengan dia, begitu pun dengannya. Walaupun jarak Jakarta-Bandung cukup dekat, tapi kami punya kesibukan masing-masing. Nggak bisa setiap minggu bertemu. Namum,sebisa mungkin dalam satu bulan kami menjadwalkan untuk bertemu. Kami selalu berusaha membuat pertemuan kami tidak sekedar makan atau nonton bioskop berduaan, kebetulan kami memang bukan pasangan romantis. Jadi, kami bisa menghabiskan waktu dengan pergi snorkeling , nonton konser , wisata kuliner, food testing, mengunjungi festival budaya, hiking, atau sekedar duduk berdua sambil browsing tiket untuk travelling kami selanjutnya
 
Sejauh ini, bagi kami, dalam long distance relationship yang penting adalah kepercayaan. Kami berusaha untuk tidak pernah meributkan hal-hal kecil, seperti dia yang tidak bisa setiap saat menelpon saya. saya sebagai perempuan pun semakin bisa sabar dan mengerti kondisi dia.Sebaliknya, dia juga mengerti saat sibuk dengan pekerjaan, saya bisa seharian ngaak BBM atau menelponnya.
 
LDR bagi kami juga harus memiliki tujuan yang jelas. Saya ingat perkataannya, "Buat apa buang-buang waktu aku nungguin kami, kamu nungguin aku, tapi kita nggak tau hubungan ini mau di bawa kemana." Dia benar,buat apa menjalin hubungan jarak jauh, capek-capek nungguin orang kalau ujung-ujungnya hubungannya hanya buat main-main saja.Mungkin boleh dibilang. kalau merasa tidak sanggup LDR, lebih baik tidak memulainya...
 
LDR kami terasa makin berat di bukan Oktober 2012, dia harus pindah kerja ke Aceh. Sempat terpikirkan ingin menyerah. Saya semakin tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya tidak bertemu "lelaki" saya itu. Dia baru dapat jatah libur kerja dua bulan sekali. Namun, saya kembali ke fokus tujuan LDR kami berdua. Saya pun mengingat kembali apa yang telah kami lewati selama enam bulan terakhir hubungan kami. Ah, sangat di sayangkan jika diakhiri begitu saja... Percaya atau tidak, justru hubungan jarak jauh ini semakin membuat saya kuat. membuat kami semakin mengerti satu sama lain. Membuat rasa kangen semakin berharga karena saat bertemu kami bisa menghabiskan waktu untuk bertukar cerita berjam-jam. dan itu membuat kami tambah sayang satu sama lain dan nggak cepat bosan.
 
LDR ini juga kami lewati dengan tingkat kedewasaan yang semakin tinggi. Dia mengajarkan saya untuk menyelesaikan masalah saat itu juga dan jangan pernah memendam perasaan. dia selalu meminta saya untuk jujur padanya. Kalau saya marah atau kesal padanya lebih baik disampaikan, jangan dipendam-pendam sampai ketemu. Kalau mau berdebat silahkan, asal pakai alasan logis dan diselesaikan saat itu juga. Dengan begitu, kamu jadi tau pribadi masing-masing dan makin terbiasa dengan kebiasaan masing-masing.
 
bersambung...
 
 
By : Mingky Chandra
 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

jujur. ini enak dibaca. saya terbawa oleh alurnya padahal belum ada dialog sama sekali.
.
hanya.. entah gimana ngeliat tumpukan paragraf bikin agak males baca -.-

Writer neysa
neysa at LDR - Long Distance Relationship (1 year 44 weeks ago)
70

Ternyata to be continued... :3 keep writing deh!!

80

Ceritanya sih sebenarnya bagus, cuma penulisannya banyak yang masih perlu diperbaiki. Setelah tanda titik seharusnya menggunakan huruf kapital. "Sayatinggal" seharusnya diubah menjadi "Saya tinggal" . Lalu kata "bukan Oktober 2012" seharusnya diubah menjadi "bulan Oktober 2012"

100

herjuno : Yah, terima kasih masukannya ^^
dayeuh : bukan, hanya cerita buatan. Terima kasih juga masukannya, sudah disampaikan juga ke penulis.
mingky-chandra : lanjut

Writer herjuno
herjuno at LDR - Long Distance Relationship (1 year 44 weeks ago)
70

Sebenarnya, cerita ini potensial. Cara bertuturnya enak, terus adegannya runtut alias nggak lompat-lompat. Hanya saja, cerita ini kurang rapi.

80

kisah nyata?
penulisannya bisa agak dirapiin dikit, kayak pemakaian huruf kapital gitu... hehe..