Sebuah Taman Fantasi Bagian 1

 

Carlo pergi ke rumah Barley temannya. Carlo mengajak Barley karena dia tau hanya dia yang mau pergi ke sana. Dengan semangat mereka berdua pergi ke taman fantasi. EH! Sebentar kita flashback dulu.

“Barley! BALET!” panggil Charlie depan rumah Barley

“What?! Ada apa sih gangguin aja”

“Udah siap-siap kita ke taman fantasi!”

“ah srius? Kesambet apa kamu kmaren tiba-tiba tertarik kayak gituan.. Ya udah tunggu ya~!”

             Perjalanan dimullai! Mereka sudah jalan jauh sangat jauh dan jauh dan akhirnya jauh dan jauh… jauh sekali dan jauh, jauh lagi.

“CUKUP! NARATOR LEBAY”

“zzz”

“Udah aku yang jadi narrator!”

             Kita sampai di pelabuhan kapal layar. Di depan kapal ada sebuah katak. Katak itu meloncat dan menempel pada kepala Barley. Sekejap Barley diam dengan tatapan kosong.

“Bodoh! Cabut katak itu! Katak itu bisa mengendaikan pikiran!” Kata sang nahkoda

“Hah!!!”

             AUCHHHH sakit aku ditonjok Barley. Barley mengambil pistol dan menembak-nembak asal-asalan dan bam bim bum. Aku mati dan semua juga mati. Katak mati, Barley juga mati.

“Heh!! Ceritanya gak kayak gitu aku yang jadi narrator!”

“ya udah! GRRR”

             Mereka naik ke atas kapal dan mereka sampai di kota Bali tinggal jalan kaki untuk sampai ke taman tersebut. Pada saat itu juga ada sebuah portal biru diatas langit semua awan berkumpul di antaranya dan semuanya terserap termasuk Carlo dan Barley.

             Sebuah dimensi, mereka masuk ke dalam sebuah dimensi dimana tidak ada yang bisa keluar, mungkin. Tiba-tiba muncul seorang misterius.

“kalian tidak akan bisa keluar dari sini. Inilah taman fantasi! Hanya sebuah taman fantasi yang akan mewujudkan imajinasi kalian yaitu kematian. HAHAHAHA!”

“Barley gimana nih…?”

“menurut informasi yang kucari sebelum kesini kita harus membunuh pemimpinnya agar bisa keluar dari tempat ini”

“**** , GIMANA SEHHH GAK BILANG DARI TADIII!?”

“Abis aku penasaran sih kalo aku kasih tahu kamu bakal langsung ingin pulang”

“Baiklah jangan buang waktu, kita harus keluar dari labirin ini”

“Gak ada cara car, kita harus mati.”

“Aku tidak mau mati!”

“Tapi ini takdir”

“Takdir belum memanggil! Kita masih bisa merubah takdir!”

“Aku tidak ikut aku akan diam di sini seperti yang lainnya”

“Lainnya? Di sini kita hanya berdua. Ya udah aku cari sendiri jalan keluarnya!”

“ya udah”

             Carlopun mencari jalan keluar dari taman itu. Dibalik kepasraan Barley tersembunyi tertawa licik.

“xixixixixi”

 

To Be Continue

Read previous post:  
37
points
(355 words) posted by Nelson 6 years 10 weeks ago
74
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | taman
Read next post:  
70

Lawak xD

Writer Nelson
Nelson at Sebuah Taman Fantasi Bagian 1 (6 years 7 weeks ago)

Saya lagi gk ada ide banyak jadi bikin yang singkat aj ^^

90

certinya terlalu cepat kak. trus, yang narator nya kebanyakan gonta ganti, jadinya bikin pusing ngebacanya. but, all of that this is good :D

Writer Gitta-chan
Gitta-chan at Sebuah Taman Fantasi Bagian 1 (6 years 9 weeks ago)
70

EYD-nya masih banyak yang bisa diperbaiki, kak. Terus, ini kecepetan. Tokoh-tokohnya nggak dikenalin dulu, juga setting-nya kurang jelas. Terus yang narator itu... kalo mau dibuat humor, mungkin bisa di'perhalus' lagi, biar nggak bikin pusing.
.
Keep writing!

Writer Nelson
Nelson at Sebuah Taman Fantasi Bagian 1 (6 years 7 weeks ago)

perkenalan bisa dibaca di prolog ^^

Writer NiNa
NiNa at Sebuah Taman Fantasi Bagian 1 (6 years 9 weeks ago)
70

Yah, dikit banget! gonta-ganti narator bikin bingung. keliatannya enakan dibikin komik daripada cerita... bikin ya ya ya? hehe *maksa.

penutupnya bikin penasaran,,, Mmmm... ada apakah dibalik senyum licik Barley?? tunggu cuilan cerita berikutnya,,, xixixixi...

Writer Nelson
Nelson at Sebuah Taman Fantasi Bagian 1 (6 years 9 weeks ago)

sep :D

Writer NiNa
NiNa at Sebuah Taman Fantasi Bagian 1 (6 years 9 weeks ago)

sip apa? mau bikin atau mau lanjutin? :)

Writer Nelson
Nelson at Sebuah Taman Fantasi Bagian 1 (6 years 9 weeks ago)
100

Comment ya!