[Heretic] Ciel - the Catalyst of the Time

Nama :  Ciel

Umur :  Tidak diketahui

Jenis kelamin :  Bentuk fisiknya sih laki-laki

Deskripsi fisik :  Ciel biasa menampakkan diri sebagai pria muda berambut hitam pendek dan kulit putih pucat. Berbola mata emas, dengan mata tajam dan alis tipis.

Kepribadian :  Terkesan dingin dan tenang, tapi begitu mendapatkan “mangsa”, ia akan berubah sadis (yandere).

Kemampuan :

  • Makhluk abadi, tidak bisa mati oleh senjata makhluk.
  • Selama seseorang masih memiliki kebaikan dan kenangan bahagia ataupun cinta kasih dalam hatinya, Ciel bisa menghisap semua itu untuk dijadikan kekuatan tambahan. Syaratnya, orang itu harus terkena panahnya dulu (ini bisa jadi kekuatan, bisa jadi kelemahan)
  • Pengendali waktu, dalam artian kehidupan dan kematian:
  1. Api putih, melambangkan kehidupan: sebenarnya bisa digunakan baik untuk dirinya sendiri maupun lawan. Selama otak seseorang masih belum berhenti bekerja, meskipun statusnya sudah dinyatakan mati, Ciel bisa menghidupkannya kembali. Api putih juga bisa berlaku sebagai penyembuh.
  2. Es hitam, melambangkan kematian: sekali seseorang terkena es hitam, waktunya akan terhenti. Bagi orang lain, ia akan seperti mati. Tapi sebenarnya ia hanya terlempar ke dimensi kegelapan tanpa bisa keluar, kecuali Ciel menginginkan sebaliknya.

Kelemahan :

  • Bisa dikalahkan oleh sesuatu kekuatan yang berasal dari dimensi atas (malaikat) maupun bawah (iblis). Tapi hanya bisa dipunahkan oleh sang Waktu (pencipta Ciel) itu sendiri.
  • Anak panahnya hanya terbatas (9 biji). Setelah habis, butuh waktu lama untuk sarung panah menciptakannya lagi.
  • Tidak bisa menggunakan api putih dan es hitam secara bersamaan. Menyerang ya menyerang, bertahan ya bertahan.
  • Meskipun tidak bisa mati, tapi bisa dilukai.

Realms :  Irion Universe

Faksi :  Heretic

Kehidupan sebelum turnamen :

Pavilion itu berdiri tegak di atas awan. Tanpa mau berarak bersama awan-awan lain, awan itu menetap di atas Selat Aghar, di mana perairan tiga Negara besar bermuara di sana. Ciel hanya bisa memandang jauh ke daratan, di mana peperangan sedang berlangsung di perbatasan Seiren dan Niral.

“Kau tidak ikut campur seperti biasa, Ciel?”

Tanpa menoleh, Ciel sudah tahu siapa yang bicara. Ia kemudian mencibir, “Itu bukan tugasku, Elura. Asalkan Klan Api dan Klan Es tidak ikut campur di perbatasan, aku tidak perlu turun ke sana.”

Elura hanya tersenyum, lalu beranjak menjajari Ciel. “Kau kelihatan kecewa. Apa karena kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu sesuka hati, Tuan Katalis?”

Ciel tidak menjawab. Situasi tenang seperti ini benar-benar membuatnya bosan. Tapi, ia hanya boleh bertindak di dunia atas perintah sang Waktu. Sejak ia diciptakan, ia sudah terikat pada aturan itu. Atau kutukan, kalau ia boleh berpendapat. Mungkin, diam-diam ia merindukan kekacauan yang terjadi akibat pembangkangan Klan Api dan Klan Es beberapa dekade lalu. Kekacauan yang membuatnya berguna. Kekacauan yang membuatnya bekerja ekstra untuk membuat segalanya kembali pada jalur yang benar. Kekacauan yang menyenangkan. Sayangnya, ia harus tetap netral.

Tapi, bau-bau pembangkangan itu mulai tercium akhir-akhir ini. Kapan pastinya akan benar-benar meledak, itu yang tidak Ciel tahu. Kesabarannya sudah nyaris habis, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.

“Kau ingin melakukan pemanasan sebelum hal itu terjadi?”

Sontak Ciel menoleh pada Elura. Ia mengernyit. Entah kenapa, wanita itu selalu berhasil membaca pikirannya. “Apa maksudmu?”

“Ada arena pertarungan di luar sana yang bahkan makhluk seperti kita diizinkan untuk melakukan apa yang kita mau tanpa campur tangan sang Waktu. Kau tertarik?”

Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Ciel mendengar kabar baik dari wanita pembawa berita buruk itu. Tetapi sesuatu membuat sebelah alisnya terangkat. “Kenapa kau menawarkannya kepadaku? Kau tidak ingin mengikutinya?”

Elura tertawa kecil. “Ada Luz yang harus kujaga. Aku mana bisa melepaskan penjagaanku darinya walau hanya sesaat. Aku tidak bisa meninggalkan pavilion, Ciel. Kau harusnya bersyukur karena masih bisa berkeliaran ke mana pun kau mau.”

Tak menanggapi, Ciel hanya tersenyum dingin.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

Bisa ngidupin banyak orang sekaligus gak nih?

bisa. tapi, bakal menguras banyak energi. di realm asalnya, dia bakalan gampang nambah energi, tapi di realm BoR bakalan susah. Well, itulah gunanya dia punya busur-panah ... siapa yang mau ditumbalin? :3

100

Elemental merajalela~

ohohoho~