Teman

Wah, tak kusadari liburan satu bulan sudah berlalu, saatnya kumasuk sekolah. Hari ini hari minggu hari terakhir aku liburan. Sobat, kali ini aku naik ke kelas 8, wahh… aku senang sekali. Walau liburan aku tidak pernah belajar, hehe.

                Pada liburan terakhir ini aku mengingat masa-masa liburanku. Bila Mengingatnya aku paling ingat pelajaran waktu itu. Saat itu hari minggu, aku yang sedang membawa uang ke rumah temanku. Temanku yang sudah menunggu menyapaku, dia bernama Tono. Saat itu ada seorang teman lagi bernama Sony. Aku tidak begitu senang dengan Sony. Dia selalu menyebalkan atau kata gaulnya “Nyolot”. Aku lebih senang bermain dengan Tono karena dia itu biasa aja, humoris, dan baik.

                Pada hari itu kami ingin pergi ke taman, buat apa? Untuk menjalankan kegiatan kami sehari-hari yaitu ngajakin anak komplek lain ngadu bola, 3 lawan 3. Untuk menambahkan keGREGETAN, lapangan tempat kita bermain penuh lumpur yang berbatu. Dengan begitu kita mainnya anti-mainstream. Kalau main di lapangan bola bias amah kurang greget. AH, kok malah ngomongin lapangan bola? Ok, lanjutkan(ala gaya SBY). Kami mulai bermain setelah bunyi peluit terdengar, wasitnya anak komplek sana, walau begitu dia terkenal keadilannya. Kadang-kadang.

                Menit-menit pertama kami sudah menguasai bola. Lapangan penuh lumpur itu terbelah dengan kekuatan kaki kami. Batu-batu yang terinjak tidak terasa sakit pada kaki kami kecuali setelah selesai bermain bola. Biasa digotong pake gerobak bakso. Gak lah, bercanda Haha. Skor pada menit awal 1-0, dipimpin oleh kami. Baru semenit aja uda 1-0, permainan 60 menit, brarti 60-0 donk? HAHA. Itu semua terlintas di kepalaku dan aku semakin yakin pada saat skor 10-0 pada menit ke 11.

                Dengan bangga babak pertama (30 menit permainan). Dibantai oleh kami dengan skor 29-0. Walaupun sedikit meleset yang penting heppi. Asal jangan ada yang bilang, pak ada upil! Males banget. Padahal pada saat istirahat babak pertama aku udah haus. Tapi kebetulan temenku lagi puasa si Tono, jadi gak minum, kasihan sesame teman menderita bersama, semua bersama, sampe tidurpun bersama. EH, ga jadi aku ga homo, tapi aku homo sapien, secara akukan manusia. Nah sampai mana tadi? Hmm… WOI! TADI SAMPE MANA GW LUPA?!! Hah? Ampe minum? Ohh… ya udah… abis minum kami lanjutkan babak kedua. Dalam hatiku, ini baru aku serius.

                Babak kedua berlangsung,terjadi pergantian pemain. Mereka ternyata curang! Mereka memasukan striker mereka yang kakinya kayak baja. Babak kedua berlangsung, nah di sini perkaranya. Saat aku mau nendang bolanya, si kaki baja itu nendang kakiku. Udah, kaki kananku uda ga ada rasa. Lama-lama mulai menimbulkan rasa sakit. Mereka langsung kabur, takut aku panggil orangtuaku. Dasar ga bertanggung jawab. Si Tono Cuma nanyain sakit ga? Terus dia tiba-tiba bilang ada urusan pulang dulu. Orang kedua yang tidak solider pada teman. Dalam hati aku mening tadi aku minum aja. Keliatan sisi busuknya dia. Tinggal aku dan Sony. Kukira dia bakalan kabur juga kayak Tono.

                Wah, Aku kaget dia gak bilang apa-apa langsung aku digendong. Dibawa ke klinik urut atau semacamnya dan menelepon keluargaku. Aku mengetahui ternyata Sony itu teman yang sebenarnya disbanding Tono. Bisa dibilang Sony itu mau repot untuk temannya dan dia pantas untuk dipanggil sahabat. Dan aku menyadari “Teman tidak bisa dilihat dengan mata telanjang tapi hanya bisa dilihat dengan mata hati”. Dan pelajaran yang berharga adalah Teman tidak bisa dilihat luarnya saja tetapi harus dilihat kesungguhan hatinya. Karena aku percaya Sony adalah teman yang baik.

                Aku membuka mataku dari ingatan tersebut dan aku melihat kakiku yang telah sembuh. Dan aku bersyukur karena mempunyai teman sebaik Sony. Dan aku mulai mendengar tawa temanku, Tono dan Sony datang untuk menengokku. Dan aku mendengar sebuah kata memanggilku, kata itu adalah “Nelson!”

 

Like my fb Fanpage : All Meme is Fun

Follow my twitter : @Bluze25

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ghost090
ghost090 at Teman (5 years 48 weeks ago)
70

kayaknya masih perlu peningkatan lagi nih... ^ ^

Writer rifkaazzahra
rifkaazzahra at Teman (5 years 49 weeks ago)
20

agak gimana gitu antiklimaksnya....

Writer Shinichi
Shinichi at Teman (5 years 49 weeks ago)
30

kacau redaksinya.

Writer Angel_godness
Angel_godness at Teman (5 years 49 weeks ago)
40

Bagus :D

Writer hamdan15
hamdan15 at Teman (5 years 49 weeks ago)
70

hehe,

lumayan menyentuh juga ceritanya.

teman gak bisa dinilai dari luar ya?haha.

Writer bayonet
bayonet at Teman (5 years 49 weeks ago)
60

sip.. latihan terus kk biar makin bagus. belajar aja cara nulis dari novel2 yang udah tenar :)

Writer Nelson
Nelson at Teman (5 years 49 weeks ago)
100

Boleh dinilai