Jika Hidupku Adalah Peribahasa

Aku terbangun karena suara benturan keras di jendela.

"Apa itu?" Aku bergegas melihat keluar, dan dibawah tergeletak seekor tupai. Sepertinya tupai itu yang menabrak jendelaku tadi. Pertanyaannya, kenapa?

"Yah, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya bakal jatuh juga kan."

Aku terkejut mendengar Ibuku yang tiba-tiba saja sudah ada di belakangku. "Ibu! Kenapa ngagetin gitu sih?"

"Sarapan udah siap. Makan sana."

Tidak perlu disuruh lagi, aku memang sudah lapar. Tapi ketika aku masuk di dapur, terlihatlah pemandangan aneh. Meja makan kami dipenuhi batu.

Aku terdiam untuk beberapa saat.

"Kita makan.....batu?"

Ibuku menggeleng, "Coba lihat di balik batu itu. Ada udang kok."

Aku masih belum pulih dari kaget, "Darimana semua batu ini?"

"Tadi malam hujan batu."

"Apa?"

"Hujan batu. Tapi lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang kan?" Ibuku senyum-senyum. Dia mulai makan udang dari balik batu. Nafsu makanku hilang seketika.

"Aku tidak jadi sarapan."

Aku kembali ke kamar dan mulai mandi. Setelah itu aku memakai seragam sekolah. Sungguh pagi yang aneh.

Ibu mengantarku sampai ke pintu depan. "Pergi dulu ya Bu."

"Lihat tuh semut."

Lho kok gak nyambung gini? Tapi sebagai anak yang baik, aku merespon dengan sopan, "Mana mana?"

"Di seberang lautan."

Oke. Ibuku sangat aneh hari ini. Aku tak berkata apa-apa lagi dan langsung pergi.

Baru jalan saja sebentar, aku hampir tertimpa sesuatu. Secara refleks aku menghindar. Sangat nyaris, sebuah durian jatuh tepat di depanku. Aku melihat ke atas. Ada tetanggaku sedang memanjat pohon durian.

"Wah maaf maaf," katanya.

"Ya ampun, hampir aja aku cedera parah."

"Hampir aja kamu ketimpa durian runtuh ya. Bisa beruntung dong."

"Apanya yang beruntung," kataku kesal, "yang ada aku bisa mati!"

"Hahahaha." Dia melihat ke arah rumahku, "Rumput halamanmu hijau banget ya."

"Hah?"

"Ya, hijau banget."

Kenapa semua orang hari ini? Mereka bicara tidak masuk akal?

"Bagus deh kalau gitu," Aku menjawab sekenanya, lalu kabur dari situ.

Mungkin karena buru-buru, aku tersandung dan jatuh. "Awww.." keluhku sambil memegang kakiku.

"Awas!"

Aku menoleh ke arah suara dengan bingung. "Apa?" tanyaku. Ternyata temanku, Herman, yang berbicara.

"Di atas!" teriaknya.

Aku menoleh ke atas. Mataku membelalak. Tangga entah dari mana jatuh ke arahku. Aku menghindar di saat yang tepat. Tangga itu menghantam tanah dengan sangat keras.

"Untung saja." Herman membantuku berdiri.

"Itu, tangga, kenapa?" Aku sudah tak bisa bicara normal lagi saking bingungnya.

"Ayo, nanti kita telat masuk kelas," jawab Herman tidak mempedulikanku.

Kami sampai di kelas sebelum bel berbunyi dengan kepalaku masih penuh tanda tanya.

"Hei hei Kemal, lihat nih!" Temanku, Fandi tiba-tiba menghampiriku. Dia memperlihatkan sebuah tempurung kelapa. 

Aku tak tahu harus berkomentar apa, jadi diam saja.

"Jangan kaget ya, di dalamnya ada hewan keren." Dia lalu membuka tempurung itu dan sebuah katang bewarna hijau terang melompat dari dalamnya.

"Eeeeewwwww..." kataku jijik.

Katak itu lalu melompat kesana kemari di dalam kelas, membuat sebagian orang panik karena geli. Fandi pergi mengejarnya.

"Diam! Pelajaran sudah mau dimulai"

Wali kelas kami, Pak Jefri, masuk ke kelas. Semua anak langsung diam. Pak Jefri memang terkenal keras.

"Hari ini murid laki-laki akan mulai praktek kencing."

Aku pasti salah dengar, "Maaf? Apa tadi Pak?"

Pak Jefri melihatku kesal, "Praktek kencing. Saya kencing berdiri, dan kalian sisanya mengikuti sambil berlari. Ayo ke kamar mandi."

Murid-murid cowok lain berdiri dan mengikuti Pak Jefri ke kamar mandi seakan-akan itu pelajaran yang sangat normal. 

Cukup, aku tidak peduli lagi. Diam-diam aku menyelinap keluar dan berniat kabur ke rumah. Sialnya, Pak Jefri melihatnya dan berteriak memanggilku, "KEMAL!"

Karena kaget, aku terpeleset hingga jatuh. 

"Oh sial...." kataku lesu.

Sebuah tangga meluncur jatuh ke arahku.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Cherolita
Cherolita at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (4 years 34 weeks ago)
100

Bingung mau koment apa, tapi pengen banget kasih vote 10 wkwkwk

Writer citapraaa
citapraaa at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (5 years 9 weeks ago)

paling lucu pas ibunya XD

Writer popupipipu
popupipipu at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 2 days ago)
90

wahaha. kreatif banget yang nulis ini cerita. sayang terlalu singkat.

Writer indyfindme
indyfindme at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 3 weeks ago)
70

IDenya unik, ceritanya bisa dibuat lebih mengalir lagi ^_^

Writer Shinichi
Shinichi at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 3 weeks ago)
80

- sepandai-pandainya tupai melompat, sesekali pasti terjatuh juga.
- ada udang di balik bakwan, eh, di balik batu. ahak hak hak.
- lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang lain.
- semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak. itukah? ahak hak hak.
- seperti tertimpa durian runtuh (?)
- yang rumput tetangga itu saya lupa. ahak hak hak. ada iklannya tuh!
- seperti katak dalam tempurung.
- guru kencing berdiri, murid kencing berlari
- sudah jatuh, tertimpa tangga.

kayaknya itu deh.
ahak hak hakt
btw, ini lucu. tapi cuma sebatas itu. komedinya belum komedi-situasi banget, Om.
tapi okelah
ahak hak hak

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 3 weeks ago)

seperti yang diharapkan dari (paman) Shinichi... Analisis yang sempurna! Hebat! He...he...he...

Writer peachlight
peachlight at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 4 weeks ago)
70

lucu deh

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 4 weeks ago)
80

unik dan menghibur....
aku rasa ada 9 peribahasa yang dipakai, benar tidak?

Writer Cyllachan
Cyllachan at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 4 weeks ago)
70

wkwkkw.. aneh.. tapi lucu.. XD

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 4 weeks ago)
80

seperti biasa, menghibur. bisaan ih bikin cerita2 kayak gini.

Writer hamdan15
hamdan15 at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 4 weeks ago)
70

wkwkwk...

aneh banget nih cerita. wkwk.

Writer rifkaazzahra
rifkaazzahra at Jika Hidupku Adalah Peribahasa (6 years 4 weeks ago)
80

Wow, unik, haha. Pas Herman tiba-tiba muncul itu, udah sampe sekolah, ya? Gak ada keterangannya .__.