[Gie] Cerpen Kopdar LCDP Surabaya 8 September 2013

Kiku si Burung Parkit terbang menuju rumah kawannya, Cila si Capung. Kiku ingin mengajaknya ke Danau Pelangi untuk menangkap kelopak bunga awan yang melayang dari danau itu. Sayangnya, waktu mereka tiba di Danau Pelangi, airnya meluap.

“Gawat!” teriak Cila. “Air danau membanjiri hutan!”

Mendengar peringatan kawannya, Kiku mulai melayang, memberi tahu semua satwa agar menghindar dari danau namun terlambat, Cicil si Kancil tertangkap oleh air danau, kakinya bukan hanya basah, tapi juga lengket oleh lendir dan perlahan tubuh Cicil mulai menghilang  ditelan air dan lendir.

Air itu tidak “alami”. Cila sudah sering melihat air dari danau ataupun sungai di dekat hutan meluap. Biasanya mereka akan mengalir ke barat menuju Rawa Candu. Tapi sekarang air dari Danau Pelangi berlari ke timur, ke dataran tinggi. Seolah mereka tiba-tiba ingin naik ke bukit.

Di hulu, tanpa ada yang tahu, Garu menunggu. Buaya tambun itu tertutup semak belukar hingga Cila dan Kiku yang mencari si kancil tidak menyadari keberadaannya. Hingga saat itu tiba, Garu keluar dari persembunyiannya dengan rahang dan gigi-gigi yang tajam.

“Graaaa!!!” raung Garu, membuat Cila dan Kiku gemetar kaget.

“Lariiiiii!!!” Cila dan Kiku berteriak bersamaan.

Belum sampai beberapa lama, Garu melenguh, “Tunggu! Aku bukannya ingin memakan kalian. Aku hanya terlalu suka air Danau Pelangi yang rasanya manis itu. Saking sukanya, aku sampai ingin menyedot seluruhnya. Sayang, aku lupa danau itu sering jadi tempat berendamnya para kancil.”

Kiku dan Cila tanpa sadar terbang mundur. “Jadi, Cicil Kancil...” mereka berucap berbarengan, namun sama-sama tidak mampu menyelesaikan kalimatnya.

Garu membuka rahangnya lebar-lebar dan memuntahkan sesuatu yang tampak seperti kaki kancil. “Maaf.”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

wah si buaya alasannya basi banget. tinggal kakinya, laper dia lol

70

numpang ninggal jejak :)

100

Hihihihi... kenapa airnya naik-naik ke bukit ga dibahas ya?

100

Huehehehehe.... XD
.
Ternyata kemaren itu Gie selesai terakhir karena bingung dapat banyak karakter, tho. *pasang muka--pura-pura--tak bersalah*

Eniwei, saya gak bisa ngomen di lapak orang nih :'(
Jadi gak bisa ngomen di tempat Bang Xeno dan Bang Cha dan Tuki :'((
.
Btw, Bang Xeno jadi pembicaraan di LCDP yang di fb gegara saya sebar fotona XDD

Waduh?! Aku diomongin apa, ya, di sana? o_oa

Banyak fans-na nih, Bang Xeno. Si Gie sampe kalah (=3=)
Dipanggil-panggilin, "Pak Guruuuuuuu!!!" gitu sama orang-orang.
Yah, pokokna banyak deh, Bang XDD

Bukan hanya itu!!
Kenapa pula tempatna jadi nambah banyak? Rawa Candu itu apaan? Apa hubunganna dengan Danau Pelangi?
Semua itu masih jadi misteri yang tidak akan pernah terungkap.
.
(karena saya udah pusing duluan, jadi saya mengakhiri ceritana ala Little Red Riding Hood deh, sebel :(( )

*tepuk-tepuk pundak, Gie*
Sabar, ya, Gie. Sabar. XD

100

Kurang seru ah yang ini ah.
.
Eniwei, saya MARAH sama kalian-kalian yang nambahin karakter!!! Bukanna fokus aja ke dua tokoh pertama. Malah ditambahin jadi banyak bener, bikin pusing.
Hahahahahahaah~~~