Oppa, Will I be Okay?

"Suri-ah~ kau ingat Hachiko yang Oppa ceritakan tempo hari?” Gadis kecil itu menangis indra pendengarannya tidak dengan benar berfungsi sekarang.

Beberapa jam yang lalu sebuah insiden hebat menimpa keluarganya. Belum terlupakan sedikitpun detail kejadian insiden buruk tersebut. Ironisnya kini satu-satunya keluarga yang ia miliki justru terkesan ingin meninggalkannya.

"Oppa—hiks!—Oppaaa~”

Apa yang bisa dia lakukan selain menangis dan merengek? Dia hanya gadis berumur delapan tahun.

"Na molla, Oppa. Aku tidak tau," ingsaknya berlanjut.

Mata belo-nya tak henti-henti mengeluarkan cairan asin yang membuat aliran sungai di pipi tembemnya.

"Kau pasti mengingatnya, Kim Suri." tangan yang lebih besar itu memegat jalur air mata di pipi adiknya. Untuk pertama kalinya dia mencoba menghentikan tangisan adiknya.

Voila! Seketika, gadis itu berhenti menangis. Masih dengan mata yang berkaca-kaca gadis itu memandang kakaknya sebelum akhirnya mengangguk.

Sang kakak menyeringai.

"Bagus Suri! Kau sudah ingat—Jadi Oppa ingin Suri menunggu ... persis seperti yang dilakukan Hachiko. Menunggu Oppa di sini...," gerbong kereta yang dia pijak sedikit berguncang membuatnya melepaskan pegangannya pada pipi adiknya dan beralih memegang sisi pintu gerbong. "... di Stasiun Shibuya." lanjutnya diakhiri tatapan yang hanya dimengerti oleh adiknya.

"Araseo.... Aku mengerti, Oppa,"

... gadis ini tertunduk sebelum menyadari kakaknya benar-benar pergi setelah sebelumnya terdengar seruan, "Tuan Muda Kim! Anda di mana?"

"-Ah!"

Tubrukan kecil terjadi. Antara pria berjas hitam dengan pemuda yang diketahui sebagai kakak dari Suri. Pria berjas hitam itu membungkuk meminta maaf, "Sumimasen," serunya sesaat kemudian menatap orang yang dia tabrak.

Betapa tarkejutnya dia ketika menyadari siapa orang yang dia tabrak, "Apakah anda....?"

"Ne, Saya adalah Robert Kim." Aku kakak Kim Suri pada pria yang baru menabraknya.

"Saya benar-benar minta maaf Tuan Muda Kim," serunya kembali meminta maaf. Pria ini melihat sekeliling Robert Kim. Tidak ada yang lain bersamanya. "Apa hanya—"

Pemuda yang dipanggil Tuan Muda Kim ini memotong perkataannya dengan cepat. "Hanya saya. Appa, Amma, dan ... dongsaeng....," Kakak dari Kim Suri ini menelan ludah sesaat sebelum dia melanjutkan perkataannya, "... mereka terbunuh dalam pembantaian keji itu."

Kemudian air mata pun menetes untuk yang pertama kalinya.

... Sementara Kim Suri, doangsaeng-nya, semakin menundukan kepalanya. Dia hanya berdiri di tepi rel kereta sembari teringsak, "Aku mengerti, Oppa.... Aku akan menunggumu di sini.”

V96 # 60V

Oppa, Hachiko yang kau ceritakan tempo hari.... Apakah itu patung yang selalu menemaniku?
Oppa, pasti bukan, kan? Karena Hachiko yang kau ceritakan dengan Hachiko yang aku tau ... kenapa berbeda sekali?

Oppa, kau bilang asalkan menunggu, orang yang ditunggu pasti akan datang. Sama seperti Hachiko yang kau ceritakan.

Oppa, kalau aku menunggu sedikit lebih lama lagi, apa kau akan benar-benar datang untuk menemuiku? Pasti seperti itu kan. Aku akan terus menunggu hari di mana kita bisa berkumpul kembali.

Oppa, aku tidak mau menyerah! Tapi aku juga mulai lelah...

 Oppa, akankah aku baik-baik saja sampai kau kembali?

Oppa, akankah aku baik-baik saja?

... Oppa, will i be okay...?

Will you be alright?

V96 # 60V

"Sutia-chan! Bertahanlah!”

“Kim Suri ... hentikan!”

Terdengar suara....

“Majoon Oppa, tidak, Robert Kim tidak bersalah! Akulah yang bersalah,”

V96 # 60V

“Aku merasa sudah tidak ada waktu lagi untuk menunggu Oppa-ku. Aku tidak menyesal kok, Baachan. Hanya saja...

Aku takut Oppa-ku yang akan menyesal nantinya,” gadis dengan ketabahan yang tidak setara dengan umurnya ini masih mencoba menahan tangisnya.

“Seorang Robert Kim tidak akan pernah menyesal.”

“Aku sesungguhnya sadar Oppa-ku tidak akan kembali lagi bahkan sejak pertama dia menatapku di Stasiun...

... Hanya saja, dia bilang, dia tidak membenciku.”

Gadis ini menghela napas cukup dalam dan berat sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya, “...  meskipun aku tau pasti dia juga tidak pernah menyayangiku.”

Dia menitikan air mata. Di sela rasa sakit yang teramat di jantungnya ada tekanan besar dan lebih sakit yang ditanggungnya. “Namun perkataanya pada pembunuh yang membantai kami, entah mengapa, aku dapat merasakan kesungguhannya...

... Dia berkata, dia tidak membenciku, Baachan.”

“Aku memang tidak membencinya, namun bukan berarti juga aku menyayanginya. Aku hanya tidak menyukainya.”

Kim Suri dengan susah payah mencuri oksigen untuk pasukan udara terakhir yang dihirupnya, “Rasanya ... untuk pertama kali kurasakan jantungku berdekup dengan normal dan dapat pergi dengan tenang.”

“Karena itulah aku meninggalkannya di stasiun. Rasanya ... untuk pertama kali kurasakan jantungku berdekup dengan normal sehingga dapat meninggalkannya dengan tenang.”

V96 # 60V

“Aku tau, pembunuh bayaran sengaja dikirim oleh ayah kandung Oppa. Ayah Tiriku yang dinikahi Ibuku adalah pamannya. Sepertinya Ayah Tiriku menculik Oppa karena dendam pribadi.” —Suri semakin teringsak, biar bagaimanapun beban yang disimpannya selama ini sudah tidak mampu ditanggung oleh jantung lemahnya. “Kurasa, sekarang aku mengerti kenapa Ayah Kandung Oppa melakukan hal itu. Aku bahkan sangat mengerti kenapa Oppa meninggalkanku dan tidak pernah kembali....”

V96 # 60V

Pen name-ku yooniqueen. Kuharap nama yooniqueen (dengan hurup ‘y’ sengaja tidak dikapital) yang akan diingat bahwa aku sebagai author. Salam kenal Kners :D

Keep Writing and Stay FIGTHING!

 

Read previous post:  
Read next post:  
Writer Facchan
Facchan at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)
30

Awalnya sempat bingung waktu pertama kali baca (atau memang otakku yang terlalu penuh dengan euforia kelulusan snmptn), tapi setelah baca untuk yang kedua kalinya mulai mengerti dengan jalan ceritanya. Dan err... mungkin akan lebih baik lagi kalau bahasa Koreanya diberi catatan kaki, supaya pembaca yang nggak mengerti bahasa Korea nggak perlu mencari artinya di google. But, overall ini udah bagus kok. Keep writing! :)

Writer yooniqueen
yooniqueen at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)

Sukurlah bisa dimengerti juga akhirnya cerita absurb ini :')

Iya juga, nggak kepikiran untuk catatan kakinya... Kedepannya akan ada catatan kaki di paling bawah :3

Makasih banyak udah mau mampir dan memberikan vote sekaligus komentar, seneng banget deh :D

... dan Selamat atas kelulusan di SNMPTN-nya, udah tenang dong sekarang :D ah ya! Salam kenal Facchan.

Writer Facchan
Facchan at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)

Makasih, Kakak. Belum tenang juga sih, karena lagi sibuk nyiapin berkas-berkas yang ternyata ribet banget. Salam kenal juga, Kakak. :)

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)
60

="Molla" lebih ke pada arti tidak tidak tahu atau entahlah. Dalam cerita di atas, kesannya ingin mengatakan "tidak ingat" karena kalimat selanjutnya sudah ada keterangan "tidak tahu".

=Arraseo : dalam bahasa korea, jika ada konsonan "R" rangkap, dibaca "L". Jadi kalau ingin melatinkan 알아 hanya memakai satu "R" saja. Araseo.

Di sini kacau, antara dialog dan narasi.
="Ne, Saya adalah Robert Kim." Aku kakak Kim Suri pada pria yang baru menabraknya.

Saya sedikit bingung dengan setingnya. Diterangkan di Jepang, juga ada bahasa jepangnya, tetapi ada nama Korea, juga Barat Korea. Lalu penyebutan Ibu dengan Amma (yang kuketahui sebagai dialek Korea Utara untuk Omma di Korea Selatan).

Karena ini peta konsep, saya tak bisa kasih lebih. Seperti koki yang ingin memasak, bahan-bahannya sudah siap dan sedang memikirkan apa yang ingin dimasak, tentu penikmat tidak bisa mengatakan apakah makanan koki enak atau tidak, karena belum disajikan.

Tetap menulis :D

Writer yooniqueen
yooniqueen at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)

Kyaaa~ nggak nyangka ngebaca komentarnya Kak Shin di ceritaku, lebih-lebih ini konkrit membangun :')

[="Molla" lebih ke pada arti tidak tidak tahu atau entahlah. Dalam cerita di atas, kesannya ingin mengatakan "tidak ingat" karena kalimat selanjutnya sudah ada keterangan "tidak tahu".]Untuk ini niatnya sih murni buat pengulangan, kak. Tapi ternyatah jatuhnya bisa beda pengartian kayak gitu heheh Cuma untuk beberapa pertimbangan saya tidak edit. Yah sekadar buat dijadiin bahan cerminan di masa depan gitu :3

[=Arraseo : dalam bahasa korea, jika ada konsonan "R" rangkap, dibaca "L". Jadi kalau ingin melatinkan 알아 hanya memakai satu "R" saja. Araseo.] Edited. Dapat ilmu baru nih, pada dasarnya saya memang buta hangul jadi yah, ... maunya sih dapet bimbingan terus dari kakak :)

Makasih banyak, Kak, udah mau mampir dan memberikan vote sekaligus komentar, seneng banget deh :D

Writer citapraaa
citapraaa at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)
70

*kebayang drama* hmmm. bukannya hachiko ga pernah ngeliat tuannya balik.ya? berarti si kakaknya kim suri ngebohongin suri? trus nnti surinya sadar kalo kakaknya bohong trus ....nangis.
jadi suri jepangnya itu sutia ya?
ini novel, kan... untuk isinya aku gatau kebayang apa lagi. sepertinya dirimu udah ada sedkt. gmn kalo mereka tinggal di jepamg di tempat ayah tirinya, yg katamu dia jahat? haha. *sinetron bgt
kuharap dirimu bisa menyelesaikannya dgn baik :D kalo bisa tdk mainstream ceritanya... tapi kalaupun mainstream, cara bercerita yg bagus bisa jadiin cerita jd keren juga.
mampir ke lapakku juga ya
salam kenal

Writer yooniqueen
yooniqueen at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)

Iyah, IYAH! Tebakanmu bener semua :'D
Syukurlah ada yang mengerti prolog absurb ini. Suri nggak bisa tinggal dengan ayah tiri dan ibunya lagi karena keluarganya kan sudah dibantai hihi #smirk

Yosh, semoga aku bisa out of the box ya Cita-san,
makasih banyak udah mau mampir dan memberikan vote sekaligus komentar, seneng banget. Nanti aku juga bakal mampir di lapakmu.

Writer Chichan97
Chichan97 at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)
70

Ini nuansa jepang-korea ne?
Hehe...sebenarnya rada2 bingung sih....
Tapi ceritax menarik kok.

Writer yooniqueen
yooniqueen at Oppa, Will I be Okay? (3 years 4 weeks ago)

Begitulah.... Ini orang Korea yang tinggal di Jepang :3

Wajar bingung, ini dipenuhi potongan-potongan absurb yang bikin penasaran. Ikuti cerita selanjutnya yah #eaaa

Makasih banyak udah mau mampir dan memberikan vote sekaligus komentar, seneng banget :D