Tantangan: Writer's Blok

Tantangan Fantasi (khusus untuk pembaca SD)

Sudah lebih dari tiga puluh menit aku menatap notebook. Terlalu sibuk dengan pekerjaan membuatku melupakan bahwa hari ini adalah hari terakhir pengumpulan naskah cerita. Sebenarnya bisa saja aku tidak mengikuti lomba ini, namun aku merasa tidak enak karena aku sudah mengajukan diri.

Pesawat penumpang besar baru saja melintas. Suaranya cukup gaduh. Ingin rasanya menyalahkan benda itu karena kekosongan ideku untuk membuat sebuah cerita. Memandang burung besi itu lewat, aku mendapat sebuah ide.

Karamel. Namanya Karamel. Dia adalah teman sekelasku, gadis dengan berambung panjang lurus sebahu dengan tatapan mata yang tajam. Karamel adalah seorang vampir, ya, vampir. Hanya saja jangan membayangkan kalau dia mempunyai taring atau mengisap darah. Entah siapa yang mengarang hal itu, Karamel selalu emosi jika dibilang sebagai makhluk pengisap darah dan keji.

Ya, awalnya aku juga menduga kalau Karamel adalah pengisap darah. Dari dia, aku mengetahui bahwa vampir bukan mengisap darah. Memang makan mereka berbeda dengan manusia biasa. Kaum vampir hanya bisa meminum cairan yang mengandung banyak nutrisi. Karamel sendiri paling suka meminum air infus. Yup, infus yang sama untuk orang yang sedang dirawat di rumah sakit.

Vampir bisa terbang itu benar. Namun tidak semua vampir bisa terbang. Ada banyak yang hal harus dilakukan sebelum bisa mencapai tahap itu. Bahkan Karamel baru saja bisa melayang. Sudah beberapa bulan ini dia sering berlatih di belakang rumahku. Beruntung rumahku sangat jauh dari penduduk lain.

Walaupun Karamel baru belajar melayang, jangan coba-coba menantangnya. Dia sangat cepat dan kuat. Aku pernah ditubruk dia waktu sedang bertanding basket. Aku sampai terjengkang beberapa meter, rasanya sakit seperti diseruduk banteng. Ya walau sebenarnya aku juga tidak pernah benar-benar diseruduk banteng, tapi rasanya sangat sangat sakit.

Ah, aku jadi teringat dengan Hazelnut. Pemuda berambut ikal pirang juga teman sekelasku dan Karamel. Kami berteman baik, hanya saja kadang Karamel dan Hazel sering bertengkar, bahkan karena hal kecil sekalipun. Aku tidak bisa menyalahkan mereka. Konon, mereka adalah musuh abadi. Yup, musuh. Hazel adalah seorang werewolf.

Serigala jadi-jadian. Lycan. Manusia serigala. Werewolf. Banyak nama panggilan untuk makhluk seperti Hazel. Berbeda dengan Karamel, Hazel tidak ambil pusing dengan semua nama, julukan, atau cerita apa tentang kaumnya. Kalian pernah lihat film twilight? Para serigala jadi-jadian yang bertubuh kekar dan sangat kuat? Aku akui mereka memang kuat, tapi tidak semua werewolf berbadan kekar. Hazel perawakannya tidak jauh berbeda dengan aku. Tipe pemuda yang hanya berolahraga kalau  memang ada jam pelajaran olahraga di sekolah.

Berubah menjadi serigala? Atau serigala yang berjalan dua kaki? Aku tidak pernah melihat Hazel berubah menjadi seperti itu. Yek, membayangkan Hazel berubah menjadi makhluk bermoncong dengan taring dan cakar, dengan masih memakai kaos dan celana baggy-nya, itu terasa menjijikan. Hazel tidak menjadi seperti apa yang diceritakan di novel atau film. Hanya saja, para manusia serigala mempunyai pendengaran, penciuman yang amat sangat tajam. Aku pernah mengujinya. Oh iya, satu lagi, Hazel bisa berkomunikasi dengan telepati kepada sesamanya, dan itu keren. Hazel menggunakannya dengan baik, yaitu pada saat ujian.

Ups, ponselku bergetar. Sebuah pesan singkat dari Pepper. Gadis ini sering menyapaku lewat pesan singkat. Kami berbeda kelas, namun aku dan dia pernah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang sama semester yang lalu. Kami tidak berteman dekat, tapi kami berteman baik. Seperti kedua temanku yang bukan manusia, Pepper juga sama. Berbeda dengan Karamel dan Hazel, Pepper bisa berbicara dengan binatang.

Gadis berambut pirang lurus dan sering dikuncir kuda itu bukan penyihir. Pepper hanya bisa berbicara dengan hewan walau tidak semua hewan, sama seperti berbicara kepada manusia. Aku tidak tahu dengan pasti, karena Pepper juga tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Yang jelas, dia cukup menyentuh hewan tersebut, dan mereka pun “berbicara”.

Pepper baru mengetahui dia mempunyai kekuatan saat berumur sebelas tahun. Waktu itu dia sedang mengikuti acara perkemahan pramuka dan tersesat di hutan. Seekor laba-laba yang tidak sengaja menempel di lengannya “menyapa”. Tidak ada yang mempercayai kekuatan Pepper, bahkan orang tuanya. Akhirnya dia menyembunyikan kemampuan dia dari orang lain. Ya, itu sebelum dia bertemu dengan aku, Hazel, dan Karamel.

Pepper mempunyai seorang pacar, namanya Chips. Chips adalah seorang manusia normal. Benar-benar normal. Tidak mempunyai kekuatan super, telepati, kemampuan aneh. Chips hanya mempunyai seekor piaraan bernama Thumb.

Thumb adalah seekor harimau yang tidak kasat mata. Chips sebenarnya tidak menyadari kalau ada seekor harimau yang selalu mengikutinya. Pepper yang bisa melihat Thumb, yang tidak ada yang bisa melihat. Bahkan Karamel yang mempunyai penglihatan paling tajam, tidak bisa melihat. Gadis vampire dan Hazel hanya bisa merasakan keberadaan harimau itu jika sedang berada di dekat mereka.

Menurut Pepper, Thumb seperti malaikat penjaga Chips yang diberikan oleh kakek Chips sejak pemuda itu masih berumur lima-enam tahun. Sayang, kakek Chips meninggal sebelum mengajarkan bagaimana cara mengendalikan Thumb.

Ah, bodohnya aku. Bagaimana mungkin aku bisa menceritakan tentang mereka kepada orang-orang. Tidak ada seorangpun yang tahu, tapi diam-diam kami mengurangi kejahatan yang terjadi di kota kami. Dan rahasia kami sangat aman. Buktinya, kalian tidak pernah bertemu dengan makhluk berwajah katak yang suka memakan anak kecil, kan? Atau manusia bersayap yang suka mencuri barang berharga? Terimakasih kembali.

Sebaiknya aku mulai menulis tentang aku dan teman-temanku, dan cerita kami mengalahkan kejahatan. Segera setelah aku kembali ke kamar, daya baterai notebookku hampir habis. Dalam satu lompatan, aku melesat cepat. Terbang menuju rumah. Semoga tidak ada yang melihatku yang sedari tadi melayang di atas gedung Empire State. Namaku Adrian. Aku, seorang pahlawan super. Yah, walau tidak ada yang pernah bertemu dengan kami.

###

//fabioteles.net/wp-content/uploads/2014/03/Flying_Boy_m2.jpg

 

 

 

 

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Shela Rosha
Shela Rosha at Tantangan: Writer's Blok (4 years 36 weeks ago)

mis imajinasinya dapet banget :D

makkie at Tantangan: Writer's Blok (4 years 35 weeks ago)

ahahaha..tumben kamu baca yang fantasi :p

Writer Robospider_no6
Robospider_no6 at Tantangan: Writer's Blok (4 years 49 weeks ago)
90

Keren tapi sayangnya cuma perkenalan karakter.

makkie at Tantangan: Writer's Blok (4 years 47 weeks ago)

makasi..iya, selain karena batas jumlah kata, terkendala ga ada ide juga XD..mencoba meramaikan aja :)

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Tantangan: Writer's Blok (5 years 2 weeks ago)
70

Lucuuuuuuuuuu~~~
Saya suka nama-namanya~~~
Tapi, yah, seperti kata Ibu Cat, ini belum bisa disebut cerita. Tapi saya tetap menikmatina karena penceritaanna yang lucu.

makkie at Tantangan: Writer's Blok (5 years 5 days ago)

ha..ini emang bukan cerita...ini ngaco..lupa kalo ada lomba -__-

Writer Rea_sekar
Rea_sekar at Tantangan: Writer's Blok (5 years 2 weeks ago)
100

Nitip poin :D tunggu review-nya ya~

makkie at Tantangan: Writer's Blok (5 years 2 weeks ago)

besok titip uang ya...

Writer aoyama
aoyama at Tantangan: Writer's Blok (5 years 3 weeks ago)
100

hueeeeee ... kuren kuren kuren

makkie at Tantangan: Writer's Blok (5 years 2 weeks ago)

makasi

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Tantangan: Writer's Blok (5 years 3 weeks ago)
100

selamat udah menyelesaikan tantangan
tim fantasi untuk pembaca SD udah lengkap \(^^)/

makkie at Tantangan: Writer's Blok (5 years 2 weeks ago)

makasi...
semangat buat sesama peserta \(^^)/

Writer cat
cat at Tantangan: Writer's Blok (5 years 3 weeks ago)
80

Asyeeek. Uda pada post tantangan.

Ini cem perkenalan tokoh untuk menuju kisah-kisah panjang dan seru lainnya.

Practices make perfect

makkie at Tantangan: Writer's Blok (5 years 3 weeks ago)

meramaikan saja...hahaha...
berasa kaku menulis cerita :(