Tiga Pengantin Super

Dengan sebuket bunga di tangan dan gaun putih panjang yang sanggup menggantikan fungsi sapu lantai, aku berjalan pelan melewati pintu bermodel kupu tarung. Jangan tanyakan aku kenapa disebut “pintu kupu tarung,” aku saja baru mengetahui sebutan itu dari internet.

 

Ada dua baris kursi di sebelah kanan dan kiri lorong yang kulewati ini. Kesemua kursi itu dipenuhi orang-orang yang semua matanya tertuju ke arahku. Tak hanya itu, beberapa lensa kamera juga ikut menyorotiku sejak pintu tadi terbuka. Belum lagi sesosok pria tegap nan atletis yang berdiri tak begitu jauh di depan membuat jantungku berdegup kencang.

 

Arrrrgh.... Rasanya aku ingin berteriak sekeras-kerasnya, tapi bukannya berteriak, aku malah mengulas senyum lebar hingga sederet gigiku ini rasanya kering terkena udara yang diembuskan pendingin ruangan.

 

Blablabla... Aku tak begitu mendengarkan apa yang dikatakan pendeta itu sejak tadi karena saking gugupnya, terlebih gaun yang kukenakan ini mendadak terasa sempit. Untuk bernapas saja rasanya sulit, ataukah ini hanya perasaanku saja?

 

“Apakah Saudara bersedia dan mau menerima Saudari Ariana Gracia sebagai istri Saudara satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidup Saudara?” tanya sang pendeta kepada lelaki yang berdiri di sampingku ini.

 

“Tidak!” jawabnya dengan lantang. “Aku tidak sudi menikah dengan wanita pendek dan kurus begini. Memangnya dia itu siapa?”

 

Aku tercengang, begitu pula dengan semua yang berada di ruangan ini. Ini sama sekali tidak seperti skenario yang kami hafalkan kemarin sore.

 

“Hei, Andre, kamu kenapa? Kita saling mencintai kan?” tanyaku pada Andre.

 

“Hah?! Aku? Mencintaimu? Aku tidak butuh cinta! Dunia ini tidak butuh cinta! Yang kubutuhkan adalah saint something four. Cepat berikan padaku!”

 

Andre mengangkat tangannya ke udara dan tiba-tiba saja beberapa benda yang kukenakan terbang ke udara: cincin tua pemberian ibuku; sepatu baru yang cicilannya belum lunas; liontin biru imitasi yang kubeli murah di pasar; dan sarung tangan yang dipinjamkan oleh tetanggaku untuk hari ini.

 

“Hei, kembalikan!” Aku berteriak, namun Andre tak menghiraukannya. Ia malah tertawa keras dan berlari ke luar. Aku mengejarnya tapi gaun yang panjang ini menghambat langkahku. Ah, siapa pun, tolong hentikan orang itu!!

 

Wedding Beautiful Flower!

 

Tiba-tiba kudengar suara seseorang meneriakkan sesuatu yang tak kumengerti, disusul dengan cahaya merah muda yang menyilaukan. Begitu cahaya aneh itu memudar, kulihat seorang perempuan berambut merah muda berdiri di atas atap gereja, mengenakan gaun pengantin—mirip yang kukenakan—dan membawa sebuket bunga di tangan.

 

“Berhenti di sana, Jamapi!” teriaknya dari atap gereja. Aku tak mengerti dia bicara dengan siapa, tapi yang lebih tak kumengerti adalah bagaimana dia bisa berada di atas sana—dengan gaun pengantin!!—sementara dengan gaun seperti ini saja aku sudah kesulitan berlari.

 

“Cih, malaikat cinta,” kata Andre. Apa? Malaikat cinta? Mereka ini membicarakan apa sih?

 

“Setan yang sudah mengganggu pernikahan suci sepasang kekasih itu adalah perbuatan yang tak dapat dimaafkan. Aku, malaikat cinta, Wedding Peach, dengan kekuatan cinta akan menghukummu.” Hei, tunggu, sepertinya kalimat itu pernah kudengar di suatu tempat.

 

“Cinta, cinta, cinta... cukup! Tugasku adalah menghilangkan cinta dari dunia ini, dan kau tak bisa menggangguku!!” Andre mengarahkan telapak tangannya ke Peach dan mengeluarkan semacam petir hitam. Peach melompat tinggi untuk menghindarinya. Apa? Melompat? Kok bisa?

 

Bridal kick!!” Setelah melompat, Peach melancarkan tendangan ke arah Andre, tapi gaun pengantin yang ia kenakan mengembang terkena angin dan menutupi wajahnya, ia pun terjatuh di tanah sambil mengerang kesakitan. “Ah! Gaun ini mengganggu sekali sih?”

 

Duh, perempuan ini kok agak bodoh ya? Aku geleng-geleng kepala melihat perempuan itu dari kejauhan.

 

“Wedding Peach!!”

 

Kali ini datang dua orang berbaju pengantin (lagi) menghampiri Peach. Yang satu berambut cokelat panjang dan yang satu lagi berambut hijau pendek. Melihat rambut mereka yang berwarna, aku jadi teringat pada satu hal. Apakah mereka semacam Power Rangers yang sering kutonton di hari Minggu pagi sebelum acara itu digantikan oleh kartun bola gara-gara piala dunia?

 

“Ah, Wedding Daisy, Wedding Lily. Dari mana saja kalian? Kan sudah kubilang untuk datang jam sepuluh, bukan jam sepuluh dari rumah.” Si rambut merah muda itu memarahi temannya yang datang terlambat.

 

“Ah, maaf, maaf. Abang ojek langgananku ternyata sudah pergi mudik, katanya untuk menghindari macet,” jawab Lily sambil menyisir rambut cokelatnya yang berantakan.

 

“Kalau aku tadi ketiduran. Maaf ya,” jawab Daisy sambil mengumbar senyum lebar.

 

“Ah, sudah, sudah. Sekarang kita harus fokus melawan Jamapi yang merasuki pria itu.” Peach, Daisy, dan Lily bersamaan menoleh ke arah Andre, tapi ternyata Andre malah asyik bermain dengan kucing.

 

“Oh, kalian sudah selesai?” Andre melempar kucing yang ia gendong dan kemudian melancarkan petir hitam itu sekali lagi ke arah ketiga perempuan itu.

 

“Aaaaahhhh!!” Peach, Lily, dan Daisy berteriak bersamaan. Lho, kupikir mereka itu semacam pahlawan super.

 

Kemudian setangkai bunga mawar jatuh entah dari mana, menghancurkan petir yang ditembakkan Andre. Di atas pohon, berdiri seorang pria berjubah hitam dan bertopeng.

 

“Kyaaa.... Tuxedo bertopeng!!” ketiga pengantin itu berteriak histeris layaknya remaja perempuan yang bertemu dengan idola mereka yang berasal dari negeri ginseng.

 

“Lho, kalian siapa? Di mana Sailor Moon?” tanya sang pria berjubah hitam seraya matanya berusaha mencari seseorang. “Wah, sepertinya aku salah alamat. Sial, wanita itu ternyata memberiku alamat palsu.” Pria itu kemudian pergi.

 

“Cih, mengganggu saja. Mungkin tadi kalian bisa selamat, tapi kali ini tidak. Matilah kalian!” Andre menembakkan petir hitam itu sekali lagi dan kali ini ketiga perempuan itu berhasil menghindar. Ya, melompat dengan sepatu berhak dan gaun pengantin yang sampai sekarang aku masih tak mengerti bagaimana itu bisa terjadi.

 

“Daisy, Lily, ayo kita ganti baju kita.” Apa? Ganti baju? Di sini? Mereka gila!! Daisy dan Lily pun mengangguk, lalu mereka bertiga bersama-sama meneriakkan, “Wedding change! Bridal dress change!

 

Dari kotak bedak yang dipegang Peach keluar sebuah cahaya dan tak lama setelah itu gaun pengantinnya berubah menjadi pakaian yang bahannya lebih minim. Jika dilihat, pakaiannya kini hanyalah kaus ketat berwarna merah muda, kemudian ada rok yang pendeknya mungkin hanya sejengkal, lalu di kedua bahunya ada semacam pelindung, namun aku membayangkannya seperti benda yang diletakkan ibuku di bahu di balik bajunya ketika pergi bekerja, katanya agar bahunya terlihat bagus.

 

Dari semua perubahan itu, yang paling kusayangkan adalah sepatu hak tinggi yang ia pakai tidak berubah. Percayalah, ia akan sulit bergerak. Eh, tapi tadi saja dia bisa melompat dengan bebas. Ah, sudahlah! Ini semua tak masuk akal! Kemudian, cahaya yang sama keluar juga dari arloji Daisy dan lipstick Lily. Setelah berganti baju, kini ketiga pengantin aneh itu sedikit terlihat lebih kuat. Kenapa tidak dari tadi mereka ganti baju? Pikirku.

 

“Ayo kita serang!”

 

Saint pendule! Daisy blizzard!” Dari arloji Daisy keluarlah butiran-butiran salju yang langsung menghantam Andre dan membuat tanah di sekitar tertutup salju.

 

“Argh!! Dingin... Aku tidak tahan!” Sebuah makhluk kecil—setan—keluar dari dalam tubuh Andre. Oh, mungkin itu yang mereka panggil “Jamapi” tadi.

 

“Tak akan kubiarkan lari kau, Jamapi! Saint lip liner! Lily Rainbow!” Kupikir keluarnya salju dari jam tangan saja sudah aneh, tapi yang satu ini lebih aneh lagi. Dari sebuah lipstick keluar tali berwarna-warni dan mengikat makhluk yang mencoba kabur tadi. Kurasa Lily cocok untuk membuka usaha jahitan baju atau menjual bahan pakaian.

 

“Sekarang, Peach!”

 

Peach mengeluarkan kotak bedaknya. Aku menduga-duga sihir macam apa yang dimiliki si merah muda ini. Apakah akan muncul ledakan? Atau mungkin senjata lain seperti pedang untuk menebas setan kecil ini? Aku benar-benar penasaran. Sejurus kemudian, Peach mengambil kapas bedak dari dalam kotak itu dan menepuk-tepuk pipinya.

 

“Apa yang kaulakukan, Peach?” Daisy berteriak memarahinya.

 

“Dari tadi melompat terus, dandananku jadi luntur. Aku harus tetap cantik untuk serangan terakhir kan?” Daisy menepuk wajahnya dengan keras, begitu pun aku yang tak habis pikir dengan semua yang terjadi ini.

 

“Baiklah, aku siap sekarang.” Peach mengarahkan kotak bedaknya tadi ke arah Jamapi yang masih terikat dalam benang lipstick Lily. “Terimalah gelombang cinta ini, Jamapi. Dengan ini, kau akan merasakan arti cinta yang sesungguhnya dan menjadi setan yang baik.”

 

Apa? Gelombang cinta? Apa tidak ada senjata yang lebih masuk akal lagi ketimbang cinta-cintaan yang tak jelas?

 

“Saint miroir! Bridal flash!” Kemudian sebuah cahaya merah muda berbentuk hati keluar dari kotak bedak Peach dan tepat mengenai si setan kecil Jamapi.

 

“Arrgh!!” Jamapi mengerang kesakitan, namun setelah itu wajahnya berubah menjadi tenang dan ceria. “Ah, inikah kekuatan cinta? Hangat sekali.” Jamapi, si setan yang tak lagi jahat itu, kemudian terbang menghampiri Peach. “Terima kasih, Wedding Peach, kini aku mengerti arti cinta yang sesungguhnya.”

 

Cinta apanya? Kau kan hanya terkena lampu senter! Mana ada monster yang berubah sifat hanya karena terkena sesuatu yang disebut gelombang cinta? Setidaknya itu yang terlihat di hadapanku tadi.

 

“Nah, sekarang masalah sudah diatasi, Jamapi pun sudah tidak jahat lagi. Silakan dilanjutkan prosesi pernikahan kalian,” kata Peach sambil menggendong Jamapi di pelukannya.

 

“Memangnya siapa yang menikah?” tanyaku pelan, diikuti raut keheranan di wajah mereka. “Kami ini sedang shooting adegan sinetron, dan kalian merusak semuanya. Lihat! Properti, latar, dan juga kamera kami yang berharga rusak semua. Kalian mau ganti?”

 

Dan setelah itu, aku tak pernah lagi bertemu dengan ketiga pengantin super itu.

 

~ *** ~

Fin

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Tiga Pengantin Super (4 years 38 weeks ago)

Keren! Bagus! Saya suka saya suka! :D

Writer Robospider_no6
Robospider_no6 at Tiga Pengantin Super (5 years 2 weeks ago)
80

Jadi ingat Wedding Peach kangennya. Sayangnya komedi, padahal berharap cerita yang serius soal wedding peach. Tapi ceritanya cukup bagus.

Writer mandhut
mandhut at Tiga Pengantin Super (5 years 3 weeks ago)
80

Setelah dituliskan, ceritanya makin kerasa kocak + random lagi =)). Wedding peach! basmi musuh pake alat make-up! :D

Writer shinagakari
shinagakari at Tiga Pengantin Super (5 years 3 weeks ago)

nggak begitu ingat Wedding Peach sih, taunya cuma Sailor Moon, itupun dulu saya masih kecil banget... tapi lumayan menghibur nih cerita... salut!!

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Tiga Pengantin Super (5 years 5 weeks ago)
70

tampaknya aku bukan anak 90an, karena nggak tahu Wedding Peach, malah menemukan Galaxy Kick Off meski tidak disebut secara gamblang.

ceritanya enak untuk diikuti, ditambah kejutan di akhirnya, membuat aku ketawa.

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Tiga Pengantin Super (5 years 5 weeks ago)

Waktu saya SD dulu kalo ga salah Wedding Peach tayang di jam-jam sore gitu (antara jam 3-4an lah) dan yang banyak nonton itu pastinya cewek-cewek. :D
.
Yup, memang yang saya maksud itu si Galaxy Kick Off. Tiap Minggu nyalain TV padahal cuman buat nonton Power Rangers, eh malah diganti begituan. Kenapa ga yang acara 3D itu aja yang diganti? -,-

Writer kemalbarca
kemalbarca at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)
80

aku ketawa2 baca adegan berantemnya, apalagi pas si pahlawan bertopeng itu muncul terus pergi lagi sambil nyebut2 alamat palsu XD
paling yang kurang menurutku cuma si tokoh 'aku'itu kurang terlibat dalam cerita dan cuma mengomentari aja, tapi tetep keren kok :D
harusnya waktu itu ikut tantangan komedi aja ya

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)

Karena waktu itu pas nulis yang kepikiran si "aku"-nya ini sebenernya ga penting, tapi kalo diceritain dari sudut pandang si Wedding Peach kayaknya ga berasa. :D
.
Belum berani ikut tantangan, apalagi waktu itu lagi sibuk belajar, dan belum tentu dapet tantangan yang diinginkan. :)

Writer citapraaa
citapraaa at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)
70

gelombang cinta~~~ wkwk
agak berkurang kelucuannya kalo susah gerak diulang2..

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)

Yah, kurasa juga gitu.
Tapi di anime-nya memang disebut "love wave" kok. -.-

Writer Tsukiyo
Tsukiyo at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)
80

what de hell is dis??? bahahaha..
masa pahlawan super pake ojek???
ah, sudahlah...
good job om... XD

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)

Biarkanlah, karena pahlawan juga manusia. Hehehehe... :)
Thank you.

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)
80

aaakh Wedding Peach....!!!
jangan takut, jangan menyerah, tunjukkanlah keberanianmu,
kenapa selalu ada problema hubungan dua manusia, seperti romeo dan juliet, ketulusan cintanya.... pintu macam apapun kan terbuka... di depan matamu cinta akan bahagia, impianku... *argh lupa lagi euy padahal pas kkn sempet ngapalin full liriknya :p
lucu kok, udah menyerupai kemal punya. emang kadang ada juga sih bagian yang kerasanya kriukriuk gitu, dan sempet heran, dengan kehebohan yang diakibatkan "Tiga Pengantin Super", maksudnya, selain mereka bertiga, si aku, dan Andrejamapi, itu mestinya ada orang2 lainnya kan, kayak pendeta, dan kru2 pernikahan pura2, tapi kayak ga ada orang lainnya. tapi secara keseluruhan ini menghibur ^^ terima kasih! salut juga kok masih hapal gitu unsur2 ceritanya, macam nama2 Wedding-nya, terus Jamapi, terus gelombang cinta (padahal itu nama tumbuhan ya, kan?), dsb., pasti penggemar berat banget ya? saya cuma inget si Scarlet yang rambutnya ungu, itu juga munculnya belakangan, eh, bener ga sih namanya Scarlet?
nb. eh kalo punya liriknya full yang lagu pembuka sama lagu penutup bagi2 dung... hihihi.

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)

Nih, nemu nih liriknya. :D
.
http://lynside.blogspot.com/2009/04/wedding-peach-versi-indonesia.html
.
Yup, namanya Scarlet O'hara, si Salvia. Sebenarnya kan saya sempet download dan nontonin lagi semua episode-nya karena kangen. Hahahahaha... :D
.
Dan dari semua pahlawan super yang kutahu, Wedding Peach ini yang agak aneh dan menarik karena mereka berantem pake gaun pengantin. Hehehehe...

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)

waaah makasih udah dicariin \(>_<)/
ayo karaoke bareng! :D
.
scarlet o'hara tuh bukannya yang di gone with the wind?
perasaan anime jepang tuh emang suka aneh2 o_0

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)

Kalo dari wikipedia, memang disebutkan memang nama dia terinspirasi dari Gone With The Wind. :D
.
Iya, tapi menurutku ya Wedding Peach itu yang paling aneh karena ya itu... berantem pake gaun pengantin, mereka mau berantem atau mau nikah? Wahahahaha... Memangnya ga susah gerak apa ya? Tapi beneran mereka bisa loncat dari pohon juga sih dengan pakaian yang ribet itu.

sijojoz at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)
40

aku malah menikmati adegan eksyennya X)

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Tiga Pengantin Super (5 years 6 weeks ago)

Wah, untunglah masih bisa dinikmati. :)