Aku, Gitar, dan Adikku (Alternate Ending)

Menurut beberapa orang, bolos sekolah merupakan hal yang sangatlah menyenangkan, tetapi tidak bagi saya. Dua tahun yang lalu, saya mengalami suatu kejadian yang membuat saya berpikir dua kali untuk bolos dari sekolah. 

Hari itu adalah hari yang panas, sangat panas hingga membuat saya yang sedang terbaring lemah menjadi tidak berdaya. Sudah 5 hari lamanya saya terbaring sakit di tempat tidur saya. Penyakit ini memaksa saya untuk tidak masuk sekolah selama satu minggu. Dan seperti biasanya, hari itu berjalan biasa saja, tanpa ada apa apa yang terjadi. Hinga suatu saat, adik saya yang waktu itu masih berusia 6 tahun pulang dari sekolahnya. Tidak seperti biasanya, kali ini adik saya terlihat berbeda, di wajahnya tercerminkan wajah seorang yang sedang ingin membunuh. Saya tidak tahu apa yang terjadi kepadanya hari itu, tetapi satu hal yang saya tahu pasti adalah jangan mengganggu nya pada saat ia sedang seperti itu. Saya yang mengetahui hal tersebut jelas tidak mau berurusan dengan dia, maka dari itu saya langsung memejamkan mata saya. Tetapi entah apa yang salah dengan saya, adik saya yang sedang marah itu langsung pergi mengambil gitar (yang kebetulan baru dibeli 2 minggu yang lalu) dan melemparnya ke arah kepala saya yang sedang tertidur. 

Merasakan ada benda keras yang mengenai kepala saya, saya seketika terbangun dari tidur yang baru berlangsung sekitar 5 menit. Saya merasakan ada cairan yang keluar dari kepala saya yang ternyata adalah darah. Melihat aliran darah di kepala saya, adik saya yang masih kecil spontan menangis. Saya yang melihat adik saya menangis menjadi ingin menenangkan adik saya, tapi apa daya, saya yang menjadi korbannya. 

Setelah 30 menit menangis, akhirnya tangisan adik saya pun reda. Sedangkan saya masih mencari cari solusi untuk menutup luka saya. Tak lama setelah adik saya berhenti menangis, orang tua saya pulang. Saya panik. Akhirnya saya beranikan diri untuk mengambil Pisau dari dapur dan membunuh semua orang yang saya jumpai. Tamat.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
50

akhirnya anehh