SURAT NYASAR

"Hai. Aku ingin bercerita tentang sebuah cerita. Ceritaku. Begini ceritanya...

Kedua orang tuaku sudah meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan. Tapi, sekali lagi kubilang ini ceritaku. Jadi takkan kuceritakan kepadamu panjang lebar perihal kedua orang tuaku itu. Setelah kepergian mereka, yang kupikirkan saat ini adalah apakah aku mampu membuat perubahan luarbiasa dalam hidupku tanpa mereka? Aku bingung. Asal kau tahu saja, pola pikiranku bertambah kacau dan semakin kacau saja setelah kekasihku juga ikut pergi. Bukan mati! Tapi dinikahi pria beristri. Lebih tampan, lebih kaya pula. Eumh, merananya. Pekerjaanku yang semakin berantakan membuatku dipecat dari perusahaan. Tambah merana. Aku merasa tak berguna.

Kini, si aku, si pemuda malang yang katanya tak mampu mengendalikan emosi ini. Aduh, ingin menangis rasanya. Hehe, masih terus bertahan dan mencoba tetap semangat. Ya, semangat meskipun merasa tak berguna. Ahaha.

Aku masih mengingat kata-kata mendiang ibuku. Beliau pernah bilang, "...hindari pola pikiran dan perilaku tak berguna. Ahas!!" Bilang begitunya tentu sambil marah-marah tentunya. Pasalnya, aku sedang menonton film Ultraman ketika itu sedang umurku sudah 23 tahun. Heump, alangkah senangnya dimarahi ibuku sayang. Aku rindu dimarahi ibu tapi ibuku sudah tidak ada.

Begini. Pemikiranku berbeda dengan pemikiran ibuku. Aku tak kekanakkan. Sebetulnya itu hanya pemikiran ibuku saja. Apakah ibuku tahu apa yang kupikirkan waktu itu? Tentu tidak.

Aku heran, bu. Kenapa orang jepang membuat karakter raksasa dan anak-anak suka akan hal itu? Bukankah butuh biaya mahal untuk perbaikan alam dan kotanya?

Mengenai masalah pemikiran. Hhmm.

Mengenai masalah pemikiran. Pemikiranmu, pemikirannya dan pemikiran mereka tentu berbeda dalam menanggapi suratku ini. Pasti. Hihihi.

Ya, inilah aku. Seorang pemuda dengan beribu masalah yang tak terselesaikan dan juga pengangguran. Saban hari hanya menghabiskan waktu di halte bus untuk mengusir jenuh sembari cucimata. Sangat memenuhi nilai-nilai karakter pribadi pecundang, bukan?!

Ahaha. Bodo amat. Yang penting tak mengganggu urusan pribadi orang lain. Biar begini, aku masih bisa mengendalikan perasaan dan suasana hati agar tetap tenang dan senang. Sekali lagi, tetap tenang dan senang. Tanpa drugs tentunya. Hahaha.

Salam kenal, namaku Rahasia.

Ibuku memanggilku Ahas.

Kau mau memanggilku apa???

Catatan : Aku memasukkan suratku ke setiap kotak surat yang kutemui.

Yang ini nyasar ke rumahmu."

-----------------------------------------

 

"Bun, ini surat dari siapa?!" Kata Fahira setengah berteriak memanggil bunda yang sedari tadi berada di dapur tapi tetap tak menyahut. Rupanya sedang sibuk sendiri karena masakannya ada yang gosong. (Aduh, kurang tahu mikirin apa. Kok, bisa gosong. Hehe.)

"Hehe. Dasar orang gila." Gumam Fahira dalam hati mengomentari si pengirim surat aneh itu. Membaca ulang sebentar lalu beranjak dari tempat duduknya menuju ke dapur.

Sementara itu, Rijal, adik angkatnya yang sudah dianggapnya adik kandung sendiri yang sangat dicintainya tentunya, sedang sibuk membolak-balik buku motivasi yang belum lama dibelikan oleh bunda. Ingin jadi motivator handal melebihi Nick vujicic, katanya. Hidupnya tetap termotivasi meskipun tanpa sepasang kaki.

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Nine
Nine at SURAT NYASAR (4 years 5 weeks ago)
60

Yg ini ngak nendang bro.
Saya bacany ngak tergelitik sedikitpun. (Mohon maap)
Sekian dari sy,
Tetep semangat berkarya (y)

Writer Jemmy Febryan
Jemmy Febryan at SURAT NYASAR (4 years 13 weeks ago)
20

Lanjutkan!

Writer 2rfp
2rfp at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)
50

pola pikiranku? setiap baca ini kayak ada yang ganjel di otak, mgkn pola pikirku lbh baik.
lucunya ada "ada" tapi masih kurang jika ingin menjadi komedi hehehe

Writer nusantara
nusantara at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)

bacanya harus super pelan.
emang masih banyak yang kurang

Writer irzahaifany
irzahaifany at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)
20

Nice lah hee :)

Writer nusantara
nusantara at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)

:)

Writer terong_ungu
terong_ungu at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)
70

Yap, idem sama Shikamaru. Penambahan hahaha, dsb. Mengganggu. Memang untuk pembentukan suara, pemakaian bahasa slang atau onomatope (meminjam dari bahasa komik, saya gak tahu kalau di dunia penulisan apa namanya.) Bisa membentuk suara dengan baik. Tapi kalau berlebihan, malah mengganggu atau tidak terbaca.

Nah, bagaimana dong, menghasilkan suara yang kuat. Tapi, masih memakai bahasa yang baku?

Kita pilih kata yang tepat dengan kebiasaan si tokoh. Misalnya, laki-laki cendrung memakai kata "aku fikir", sedangkan perempuan cendrung memakai kata "aku rasa".
Atau apakah si tokoh (atau bahkan narator). Memakai kata; Aku, saya, gue, gua, ana, awak, hamba?

Kamus tesaurus bahasa indonesia akan membantu. :3

Writer nusantara
nusantara at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)

itu kan isi suratnya begitu.
tokoh penulis aneh yang nulis surat lagi stress.
haha.

Writer ichisan
ichisan at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)
100

Inti cerita ini pasti jadi pengangguranpun gak papa
Got it :p

Writer nusantara
nusantara at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)

bukan gitu hehe

Writer Shikamaru
Shikamaru at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)
70

Entah kenapa penambahan hahaha, hihihi dsb terasa mengganggu...

Writer ilham damanik
ilham damanik at SURAT NYASAR (4 years 4 weeks ago)

iya bener bgt

Writer nusantara
nusantara at SURAT NYASAR (4 years 14 weeks ago)

tokoh yang nulis surat itu lagi terganggu ceritanya