BUKAN RAHASIA BILA AKU

Gelombang ombak mengecil berkejaran mencumbu pepasir di tepian pantai. Kala senja, saat mentari menguning emas, seorang pemuda terduduk bisu bersandar pada bebatuan karang. Pergolakan pikiran yang memengaruhi mental sedang terjadi. Layaknya gempa yang menggetarkan kedalaman samudra hati yang merana. Mengeruh. Kemudian datanglah pemuda lain dengan kaos bladus dan celana pendek mirip celana basket yang dikenakannya berjalan perlahan mendekati.

Lagu Acha septriasa mengalun...

Lihat awan disana

Berarak mengikutiku

Pasti diapun tahu

 

Ingin aku lewati

Lembah hidup yang tak pasti

Namun harus kujalani

 

Berdua denganmu pasti lebih baik

Aku yakin itu

Bila sendiri

Hati bagai langit

Berselimut kabut

-------

"Kau ini, seperti perempuan saja." Kata Ahas langsung dudukj disamping pemuda itu hingga membuatnya kaget bukan kepalang. "Ini orang, siapa? Datangnya dari mana?" Terheran pemuda itu dalam hati lalu mematikan lagu yang sedang diputarnya.

"Maaf, sedang ingin sendiri."

"Putra, kan?"

"Kau tahu namaku. Kau siapa?"

"Rahasia. Jangan buruk sangka aku hanya ingin membantu."

"Aku tidak suka orang asing."

"Aku bukan orang asing, percayalah. Kau kakaknya Putri, kan?"

"Ya ampun. Selera adikku rendah sekali."

"Bukaaaan. Cepat sekali kau mengambil kesimpulan, dasar!"

"Pergi, sana. Ganggu orang saja."

"Waktu kau kecil kau buatkan adikmu puisi horor banget."

"Bagaimana kau bisa tahu?!"

"Juga Wewe gombel itu."

"Bagaimana kau bisa tahu?!"

"Rahasia."

"Baiklah, apa maumu?"

"Sudah kubilang aku hanya ingin membantu. Kita sama. Aku tahu persis apa yang kau rasakan. Kau ditinggal pergi kekasihmu, aku juga. Rasanya dunia serasa mau kiamat. Seperti di cerpen 21 desembber 2112."

"Cerpen apa?!"

"Agh, tidak penting. Begini..."

"Aku sedang ingin sendiri. Aku sedang mendengarkan musik dan tak ingin diganggu."

"Eumh, seperti perempuan saja. Tidak ada lagu lain apa?!"

"Ini lagu kesukaannya. Aku sedang mengenangnya. Kau mau apa!!!"

Ahas bengong, terkejut, tak menyangka reaksi Putra akan berlebihan seperti itu. Ahas tak berani mengganggu lalu terrdiam.

---------

Beberapa menit kemudian.

"Pernah nonton film Heart?" Tanya putra.

"Pernah, Itu fillm kesukaanku."

"Kau tahu, kekasihku itu menderita penyakit yang sama seperti yang di film itu."

"Sakit apa?"

"Aghhh. Kau ini, bilang saja belum nonton. Kau tidak tahu Heart?"

"Sakit hati."

"Itu hurt!!"

"Agh, tidak penting. Dengar, aku datang kesini untuk membantumu. Ingin menyemangatimu. Keputusan kekasihmu terjun dari atap rumahsakit persis dengan kekasihnya Jo."

"Jo, siapa?!"

"Agh, tidak penting. Begini Putra, Jangan salah persepsi tentang cinta. Mencintai tak harus memiliki. Dia sudah pergi. Relakan, ikhlaskan. Tak perlu mempertanyakan perihal keadilan cinta. Yakinlah, ada bunga yang lain untukmu."

"Ngomong apa ini, memangnya aku kumbang?!"

"Agh, tidak penting. Begini, segala persoalan hidup tak melulu harus dipertanyakan dengan kata 'kenapa' tetapi juga harus dibarengi dengan kata 'ada apa'."

"Lalu."

"Ada apa? Ada hikmah dibalik musibah. Dengan begitu kau akan menemukan kemudahan dalam kesulitan."

"Owh, begitu."

"Duduk menyendiri disini tak baik. Mendengarkan awan berarak sambil mabuk arak, benar-benar keputusan yang buruk. Tak usahlah berlarut-larut kau harus melanjutkan hidup."

"Keputusan yang buruk bagaimana?! Aku suka lagunya. Kau mau bilang apa!"

"Keputusan yang buruk itu bukan lagunya, tolol!"

"Kau! Berani memanggilku tolol! Kenalpun tidak!"

"Kenapa marah!! Aku datang kesini bukan untuk mengajakmu berkelahi. Ingin membantu. Tenang. Tenang."

"Oke. Dan kau harus tahu ini botol isinya teh manis! Don't judge book by it's cover, mengerti! Aku hanya ingin bergaya saja."

"Sebentar. Sebentar. Book itu buku bukan botol, Putra."

"Aghhh. Pergi sana."

"Harusnya don't judge botle by the brand."

"Ya. Terserah kau saja."

"Kau harus terus melanjutkan hidup. Move on. Semangat!"

"Aku tahu."

"Sebelum mengambil keputusan untuk bertindak kau harus selalu ingat bahwa seburuk apapun situasinya tetap selalu ada sikap yang lebih baik yang bisa dijadikan pilihan."

"Hufh, seharusnya kau bilang itu pada kekasihku sebelum dia terjun bebas."

"Owh."

"Kekasihmu terjun bebas juga?"

"Tidak. Sama ditinggal pergi bukan berarti penyebabnya sama. Dia menikah dengan orang lain."

"Owh."

"Ingin aku lewati, lembah hidup yang tak pasti, namun harus kujalani..."

"Hehe, kau juga suka lagunya."

"Tidak. Aku pergi dulu. Setiap orang bisa memberikan sesuatu. Maaf, aku tak bisa memberimu uang, waktu lebih dan lain-lain. Aku hanya bisa memberimu nasihat. Ini kartu namaku, bila kau butuh nasihat lagi tinggal hubungi saja. Sampai jumpa."

"Hey, tunggu. Lin kali tulisannya jangan pakai pensil. Pakai spidol saja. Dan satu lagi, sepertinya kau yang butuh nasihat, orang aneh."

---------

Di tepian atap gedung rumahsakit terlihat seorang gadis sedang berdiri merentangkan tangan. Lalu tiba-tiba saja seorang pemuda dengan kaos bladus dan celana pendek mirip celana basket berada disampingnya. Gadis itu kaget dan gadis itupun jatuh.

"Aku belum bicara! Kenapa kau malah terjun!!" Teriaknya sambil menangis lalu menghilang lagi.

-------

"Putra?!"

"Aghhh, kau lagi. Mengagetkan saja!"

"Kau benar, aku yang butuh nasihat. Aku selalu berhayal bisa mengubah hari kemarin tapi aku tak bisa."

"Bukan maksud menggurui hanya sekadar membantu. Tentang kemarin, hari ini dan besok. Logika sederhananya begini, anggap saja kau anak sekolah dan gurumu kemarin memberimu PR. Besok akan dinilai. Yang mengerjakan akan tetap dalam kelas dan yang tidak mengerjakan akan dijemur di halaman sekolah. Pilihanmu pada hari ini adalah kerjakan atau tidak. Besok kau memiliki dua kemungkinan. Bisa saja dijemur bisa saja tetap dalam kelas. Perlu diingat bahwa kepastian gurumu tak bisa diubah dan diganggu gugat, Sudah begitu ya begitu. Itu ketentuannya. Bila kau kerjakan PR-mu hari ini, jelas bisa dipastikan kau besok akan tetap mengikuti pelajaran. Bila tidak, jelas bisa dipastikan besok kau akan dijemur di halaman sekolah."

"Owh."

"Mengerti?!"

"Nasib masa depanku tergantung dari apa yang kupersiapkan hari ini."

"Betul. Jadi sikap apa yang akan kau pilih? Kerjakan PR-mu atau tidak?"

"Hehe, aku pilih yang ketiga. Membolos. Kau terlalu serius. Aku bukan anak sekolah lagi."

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Nine
Nine at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 17 weeks ago)
100

Hahahaha XD
Ini ceritanya lucu!
Percakapannya pun berbobot. Dan kadang2 OOT, tapi justru itulah yg membuat lucu. Hahaha

Keren2 (y)
Salam kenal :)

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 14 weeks ago)

:)

Writer AdeliaPS297
AdeliaPS297 at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 22 weeks ago)

Ahas itu orang dari masa depan ya? Trus, bagaimana ia bisa kenal Putra?

Writer adam
adam at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 22 weeks ago)
80

nitip poin aja yak

Writer milisi
milisi at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)
80

vote saja lah soalnya saya ndak bisa bikin cerita hehe

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

cerpennya hampir kebanyakan pake atau ngambil kata-kata orang. cuma dirangkai-rangkai saja.
judul palu dari langit dan jatuh dari langit itu juga rupanya kata-kata punya orang. mungkin saya pernah baca apa gimana terus lupa.
pas tadi baca cerpen menunggu layang-layang di buku madre, DEE.
eh, ada. "ucapan starla seperti palu yang jatuh dari langit."

Writer Devita
Devita at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)
10

bagus

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

:)

Writer Gechil
Gechil at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)
70

Lucu awalnya hehehe bagus

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

jadi gini, setting cerita ini terinspirasi dari film shincan waktu episode kluarga shincan tamasya bareng kluarga temennya.
temennya shincan pengen maen bola sama papanya, ceritanya. tp papanya lupa. asyik ngobrol sama papanya shincan. udah bete digangguin shincan maen bola sendiri dkt pantai jadinya.
tanpa sepengetahuan temennya itu shincan ambil inisiatif nemuin papanya temennya.
tanpa sepengetahuan papanya temennya itu, shincan ngajak ke pantai. gak bilang kalo temennya itu pengen maen bola. sampai di pantai barulah papanya temen shincan ingat punya janji buat maen bola bareng anaknya.
itu yang jadi cerita ahas tanpa sepengetahuan putra kembali ke masa lalu untuk mencegah kekasihnya jatuh. tapi tetap jatuh karena masa lalu tak bisa diubah.
ini kan cerita hayalan, hehe.
tapi tanpa sepengetahuan ahas sebenarnya walaupun dia tidak mengubah keadaan tapi dia sudah menolong kekasihnya putra. tadinya kan bunuh-diri tapi gara-gara ahas jadinya kecelakaan. (eh, bingung juga, mengubah keadaan atau tidak ya hehe)
intinya menolong orang lain itu bisa secara terang-terangan dan bisa juga secara rahasia alias sembunyi-sembunyi. sah saja. bebas. tapi kebanyakan secara rahasia.
kayak film-film superhero gitu, menyembunyikan kebaikan yang dilakukan. pada pake topeng.
jd begitu intinya, menolong secara terang-terangan boleh, sembunyi-sembunyi juga boleh.
di episode yang ini, saya baru tahu shincan yang segitunya tapi punya jiwa penolong. secara rahasia. temennya gak tahu kalo shincan yang manggil papanya. papanya temenya gak tahu kalo shincan sengaja ngajak k pantai biar lihat anaknya yang lagi ngelamun sendirian di temenin bola.

Writer suciningtyas
suciningtyas at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)
90

paling suka sama logika sederhana yg disajikan diakhir cerita ini. sy bisa membayangkan obrolan 2 org yg masih asing, tapi belum menemukan hubungan dalam ceritanya, atau mungkin sy aja yg gagal paham ya?

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

pake logika sederhana biar yang sekolah pada rajin belajar n ga males ngerjain PR, hehe.
yana udah ga sekolah juga tetep harus belajar juga lah.

Writer 2rfp
2rfp at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)
50

nusan! kenapa sekarang ceritamu ada ahassnya semua? mau dijadiin buka apa hahaha
oh iya, selain typo dan hal lain yang disebutkan di komen orang dibawah, ada satu bagian yang menurut saya bikin pusing.
pada bagian percakapan lebih baik kamu kasih jeda dengan memberikan penjelasan tindakan/siapa yang berbicara setiap beberapa baris percakapan.
saya sempat kehilangan arah saat membacanya (gak tau yang lain). segitu dulu ya :D

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

:D
ini cerita ngikut gaya film yang satu film tapi nyeritain banyak orang tapi pada gak saling kenal.
ya, hiburan. seru-seruan aja.
kayak film macam babel misalnya, diceritain yang di jepang, di maroko, di meksiko. Gak saling enal tapi berhubungan. jadi jalinan cerita.

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

aduh, lupa gak ngasih tahu.
yang nonton film babel harus yang udah dewasa. jangan dulu negatif.
stiap sesuatu apaaun itu ada positif dan negatifnya.
di film itu yang baiknya adalah menjelaskan tentang persepsi atau opini yang berkembang akibat dari kesalahan berpikir.
informasi berpindah dari mulut ke mulut, berpindah telinga lalu terjadilah bias informasi.
pada akhirnya kesimpang-siuran berita yang terdistorsi secara massal menjadi dianggap suatu kebenaran. anak kecil dianggap teroris, warga amerika yang tertembak dianggap sudah meninggal, dll.
tapi pada akhirnya kebenaran terungkap juga. meskipun ada korban yang tak bersalah.

belajar dari filosofi penjahit. jadi cerpennya ibarat potongan-potongan bahan yang dijahit dengan benang menjadi sebentuk pakaian. jadi cerpennya dijahit dengan benang merah menjadi sebentuk novel. tapi jauh dari sempurna. masih belajar.

Writer 2rfp
2rfp at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

saya juga nangkep hal itu, dmn ahas bisa muncul dmn saja dan akan ada sesatu terjadi dengan kemunculannya.
tapi tetep percakapannya jgn buat pembaca (saya) bingung. otak saya lemah

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

emang masih jauh dari kata sempurna.
masih belajar, masih butuh bimbingan dan masukan yang positf (membangun).
belajar pasti ada salahnya lah. hehe.
ini sebenarnya belajar dari filosofi penjahit.

anggap saja cerpen-cerpen yang terpisah di postingan saya ini ibarat potongan-potongan bahan pakaian yang terpisah lalu dijahit dengan benang satu persatu hingga kemudian menjadi sebentuk pakaian. jadi cerpennya dijahit sama benang merah jadi novel. haha, tahu juga sih. belum sempurna soalnya. namanya juga belajar. cerpen kelindan.

terinspirasi juga dari alquran yang satu sama lain saling berhubungan dan menjelaskan.
emh, masih jauh dari sempurna. susah nyambunginnya. penjelasannya juga dari kata-kata orang lain. pinjem buat ngejelasin.

secara keseluruhan temanya itu prasangka.

Writer udamanda
udamanda at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)
60

Typo harusnya sudah enggak ada untuk cerpen yang idenya lumayan bagus kayak ini. Kalimat yang buat pembaca harus mengulang juga ada beberapa. perhatikan lagi teman. >_<

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

oke deh,tengyu.

Writer udamanda
udamanda at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

Typo: dudukj Bukaaaan(harusnya miring)

puisi horor banget(maksud? kalimatnya enggak efektif)Agh,Hufh,Owh(harusnya miring)
banyak typo sebenarnya, ada beberapa kalimat yang bikin ambigu kalau dibaca sekali lewat. :-)

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

makasih masukannya, maklum masih belajar

Writer duvernoy
duvernoy at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)
80

Ada beberapa typo, seperti lain jadi lin, bottle jadi botle, tapi yang kata 'Don't judge the bottle by its brand' itu bikin saya ngakak sendiri wkwk... Aku suka banget sama cerita-cerita lucu kakak >.<

Writer nusantara
nusantara at BUKAN RAHASIA BILA AKU (4 years 25 weeks ago)

makasih masukannya
ceritanya lucu ya, hehe