Ocehan Istri

Hari berlalu tanpa celoteh liar

Menyiksa membakar

Tangan pun bergetar

Menahan diri agar tak gusar

 

Kusimpan cerita

tuk kusampaikan nanti sepulangmu

Meski sesak dada terasa

Tetap harus sabar menunggu 

 

Ah,

Sebenarnya mudah kutumpahkan semua

Dengan satu ketukan saja

dunia bisa tahu seluruh rangkaian aksara

 

Tapi kupendam hingga nanti

Agar makan malam kita tak beraroma rumah orang mati

Agar makin cinta setelah menangis di pundakmu yang tak terganti

Agar setelah hancurnya dunia ini

ku tetap memilihmu sebagai kekasihku lagi

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Deka
Deka at Ocehan Istri (4 years 1 week ago)
60

ada yang aneh dan ganjil. isinya bagus, tapi ada yang ganjil ketika membacanya. aku ga tau kenapa.

Writer arki atsema
arki atsema at Ocehan Istri (4 years 19 weeks ago)
60

bagi saya rada kurang meresahkan, agak kontradiktif dengan judulnya, cenderung seperti kepasrahan

Writer Balter
Balter at Ocehan Istri (4 years 20 weeks ago)
100

wow. romantis sekali

Writer dkutabali
dkutabali at Ocehan Istri (4 years 20 weeks ago)
40

Pembukanya asyik (bait1), selanjutnya konsentrasi kamu pecah, coba lebih di 'perdalam' rasa itu. Ma'af gak bisa comment secara classy or baik ya? But keep it up, you can do it!

Writer Radis3D
Radis3D at Ocehan Istri (4 years 20 weeks ago)
70

bagin "ah, ..." terasa drop (ada yg aneh rasanya)
bait terakhir terasa dipaksakan, kurang masuk (IMHO)

berusaha menahan amarah dan berharap membaik..
nice sih... :)

Writer jalang
jalang at Ocehan Istri (4 years 20 weeks ago)

Suka dari awal hingga hampir akhir, tapi entah kenapa saya merasa sedikit hambar pada dua bait terakhir. Mungkin karena di bait-bait awal saya seolah menemukan letupan-letupan kecil, dan terpaksa kehilangan itu di akhirnya. Keep spirit ya..