MAAFKAN AKU

Gelapnya malam seakan menghiasi rumah ini. Bangunan yang tidak terlalu besar, bercat kuning, rerumputan subur di sekitarnya dan rimbunnya pohon mangga. Suara serangga yang nyaring, seperti mempunyai maksud untuk meramaikan malam yang sunyi.

Helaan nafas panjang sembari duduk dikursi yang terbuat dari kayu dan memandangi langit. Walaupun, pohon ini menghalangi pandangan lembutku.

Hembusan angin malam membawaku ke lamunan yang dalam, angin seakan mempermainkan rambutku tapi tidak menghiraukannya. Aku seorang gadis kesepian dengan pikiran aneh yang membuatku tidak nyaman.

 

“Amber, kau di mana?” Aku tersadar dari lamunanku, lalu segera menuju suara yang memanggilku.

“Ada apa bu?” ucapku sembari melihat sosok seorang wanita di depanku. Seorang Ibu dengan senyuman di wajahnya yang sedikit tua dan rambutnya yang di ikal kebelakang. Melihatnya membuat hati ini nyaman.

“Tolong antarkan pesanan ini,” ucap Ibu sembari memperlihatkan sebuah bungkusan dengan hiasan pita yang cantik.

“Baik bu,” ucapku lalu meraih bungkusan yang di tangannya dan tanpa pikir panjang aku memenuhi permintaan Ibu.

 

Aku seorang pengantar kue yang melakukan pekerjaan sambilan bersama Ibu dengan membuat kue. Sepertinya telah lama di lakukan sejak aku terlahir di dunia fana ini. Bangunan ini bagaikan sebuah toko kue dan bersama Ibu, kami berusaha hidup di dunia yang kejam ini. Ayah telah lama mati akibat serangan jantung.

Aku masih SMP dan umurku 14 tahun sekarang. Namun, bukan berarti aku tidak bisa menaiki sepeda motor. Aku tidak memiliki SIM  tapi itu tidak masalah karena ada sebuah peraturan yang memperbolehkan pelajar menggunakan kartu pelajarnya sebagai pengganti SIM sementara, dengan syarat tidak boleh melanggar lalu lintas dan hanya digunakan untuk pergi ke sekolah.

Sepeda motor ini milik Ayah; sudah tua tapi masih cukup kuat sehingga tidak sulit bagiku mengendarainya.

 

“Amber hati-hati dijalan,” Ucap ibu sembari menghampiriku.

Aku menjawabnya dengan sedikit tawa dan senyuman, karena sosok yang kusayangi begitu perhatian. Aku menyalakan mesin dan segera meninggalkan rumah menuju alamat rumah yang menerima bungkusan ini. Kecepatan sedikit kuturunkan karena khawatir isi dari bungkusan ini rusak lalu akan membuat pelanggan kecewa.

Entah mengapa, malam ini kupenuhi dengan lamunan seakan ini hari terakhir. Tapi pikiran ini harus dihilangkan karena aku tidak ingin mati dan meninggalkan ibu sendirian.

Hati ini semakin tidak nyaman. Aku menghela nafas panjang untuk menghilangkan kecemasan ini. Alamat yang dituju cukup jauh dan melewati jalan ber-aspal ini.

Aku terhenti di sebuah lampu dan lalu lintas hari ini cukup ramai. seakan para manusia ingin membuat malam ini tidak sunyi.

Hati ini sedikit lega ketika melihat pemandangan yang begitu ramai tapi kewaspadaan tidak akan kuhilangkan. Karena, aku seorang gadis pengantar kue yang sendirian di malam hari.

Akhirnya alamat yang dituju menghantarkan aku melihat sebuah rumah; bangunan ini sangat besar dengan taman yang cantik juga ada air mancur di patung itu. Aku parkirkan motor ini dekat gerbang besi yang besar dan membukanya lalu melangkahkan kaki kecil ini.

"Tampaknya orang kaya," pikirku sembari berjalan dan memasuki halaman rumah.

Menuju sebuah pintu berganggang lalu mengetuk pintu secara perlahan. Tidak lama, seseorang  membuka pintu; pria yang sedikit tua dengan pakaian agak sedikit mahal.

 

"Aku sudah menunggu,terima kasih."

Sosok bapak muncul dimataku yang lebar dan memberi ucapan selamat. Setelah itu, menyerahkan sejumlah uang.

"Terima kasih," ucapku dengan senyuman pertanda rasa puas.

 

Pelanggan malam ini terlihat sangat puas, begitu juga denganku. Perjalanan hari ini yang semula dipenuhi kecemasan. Sekarang berganti menjadi senang di hati. Aku jalan menuju motor yang terparkir di dekat pintu gerbang, lalu meninggalkan tempat ini.

Malam makin larut dan sekarang sudah jam 11. Selama perjalanan melalui jalanan beraspal aku terus memikirkan bapak tadi, seakan mengingat ayah yang telah tiada. Tiba-tiba seperti aku tidak bisa mengendalikan laju motor ini. Tubuhku terjatuh bersama motor ini, kepalaku dan tubuhku merasakan sakit yang tidak bisa dibayangkan.

Apa yang terjadi…

 

Tampak dua orang mendekatiku;  sepertinya perhatiannya menuju motorku. Mereka berdua pria berbadan tegap dengan pelindung kepala yang mereka kenakan.

 

Siapa mereka…

 

Aku berusaha bangkit dari tempatku berbaring, karena melihat dua orang itu berusaha melarikan motor milikku. Aku memegang bagian belakang motor milik ayah seakan pikiran ini yang tidak ingin menerima motor itu di ambil. Namun, Pria itu menodongkan pisau kearahku. Aku tidak peduli dengan ancaman darinya dan berusaha melarikan motor kepunyaan ayahku.

“baaaannggg jangaaaannnn.”

Aaagghh….

Sesuatu yang tajam terasa di dada; kulihat sebuah pisau menusuk arah jantung. Perlahan tubuh ini tidak bisa menahan berat badanku.

 

"Kenapa kau tusuk?"

"Aku tidak sengaja,sialan!"

 

Senyap-senyap terdengar percakapan mereka dan suara langkah kaki kian menjauh. Pandanganku semakin memudar seiring rasa sakit di dada.

 

“Darah?” ucapku sembari melihat cairan kental yang lengket di jari jemariku.

Dendam atas penderitaan karena motor yang di rampas mungkin tidak cukup untuk ini. Hanya saja rasa penyesalan karena meninggalkan seseorang semakin menambah rasa cemas di jantung yang tertusuk ini.

 

maafkan aku Ibu…

Read previous post:  
48
points
(893 words) posted by hidden pen 4 years 20 weeks ago
53.3333
Tags: Cerita | Cerita Pendek | komedi | # cerita # cinta # cerpen # fiksi
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ilham damanik
ilham damanik at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)
100

Halo bang, cerita abang bagus lo.. terus kritik sedikit nih ya maaf kalo salah.
"Ku nyalakan mesin dan segera meninggalkan rumah"
"Ku nyalakan mesin motorku dan segera meninggalkan rumah" memang uda dijelasin sih itu motor milik ayahnya tapi aku bacanya ganjil aja hehehe
itu menurutku aja sih,maaf ya kalo salah :D

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Ahh bang ilham. Jangan 2 kali kasi poin hihihi
Hmmm penjelasan abang membingungkan.
Ku nyalakan mesin dan segera meninggalkan rumah < setahu saya ku itu gakk boleh di pisah. Harusnya kunyalakan

Ku nyalakan mesin motorku, ini {ku} nya double jadi gakk boleh
Saya pernah melakukannya tapi sebelum cerita ini di edit. Hehe udah di edit cerita ini dulu bang. Ketahuan hanya baca komentar aja yach.

Tapi terima kasih kritiknya ya. Jangan sungkan ya :D

Writer ilham damanik
ilham damanik at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Tuh kan salah :D
jadi malu aku wkwkwk
maksudnya "Kunyalakan motor dan segera meninggalkan rumah"
soalnya kalo "mesin" itu agak ambigu gitu menurutku hehehehe

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Naahh kali ini aku mengerti apa kritikan bang ilham. Akan kuberikan 10 point untuk abang :D

Apakah kritikan bang ilham ini sama dengan kritikanku di cerpennya.
Kalo begitu saya minta maaf ya bila tidak jelas.

Saya baru belajar sih. Jadi mari kita belajar mengapresiasi bersama :D

Writer ilham damanik
ilham damanik at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Hahahaha aku mah mendingan di bully daripada dicuekin :D
Bro, cerita ku yang judul "kamu adalah aku" itu uda selesai ku tulis chap 2 nya.. Ayo lah hahahahah :D

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)
60

udah banyak yang komen panjang lebar. poin2 yang mau saya komenin udah pada diutarain di komen2 lainnya, hehe. dg sebegitu banyak kritik dan saran yang masuk, mudah2an karya berikutnya lebih baik lagi, ya :) semangaat :D

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Selamat datang di cerpenku yang sedikit ini kk d.a.y.e.u.h
Saya jujur terkejut dengan kedatangan kk di sini, ada apakah gerangan hehe

Yaapz seperti yang kk bilang. Banyak yang komen panjang lebar di sini dan Thiya berhasil memecahkan rekor dengan kritik dan saran terpanjang. Hmmm saya sudah memasukkannya ke book of record. Kelihatannya Thiya tersipu-sipu hi hihi

Terima kasih sarannya kk. Saya akan berusaha lebih baik dari sebelumnya.
Salam :)

Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

kunjungan balik :)
mari kita berusaha bersama2 :D
salam juga

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Ya kk hihihi
mari kita berusaha bersama :)

Writer moon eye
moon eye at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)
70

Wah rame yang berkunjung ke sini ya... ^^
jadi bingung mau komentar apa karena sepertinya sudah pada dibahas semua ya. hehe
kalau menurutku, ceritanya bagus dan sempat bikin bertanya-tanya konflik apa yang bakal ditemui Amber kok sampe dia merasa ini hari terakhirnya di dunia.
ternyata dibegal. kasihan ya :(

dan untuk EyD mungkin bagian kata sapaan belum dibahas ya.
setahuku,
“Ada apa bu?” <-- seharusnya ditulis “Ada apa, Bu?”
karena 'Bu' di sini merupakan kata sapaan. (CMIIW) :p
cukup sekian semoga berkenan.
semangat :D

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Terima kasih sudah berkunjung.
Hmm$ ya memang rame, mungkin gakk sabar pengen kenalan denganku dan membully #PLAAKK

Aahh terima kasih sarannya yang berharga ya. Hihihi

Writer ilham damanik
ilham damanik at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)
100

Iya aku maafin, tapi jangan ulangi lagi ya..

janji??

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Terima kasih kk. Aku janji gak akan komen lagi di postingan kk hihi plaaakkk :D :D
Maksudku gak kejar pertamax di lapak kk gitu hihihi

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)
90

Karena dikau bilang kangen dengan komentar dariku (ngeliat balasan komentar Nine) maka saya akan memberikan komentar yang mungkin, butuh waktu dua hari untuk mengkhatamkannya. Wkwkwk :D Oke, itu lebay.
Baiklah, mari bedah cerpen ini dengan pisau versi saya. Mwahahahaha!
Yang harus dilakukan terlebih dahulu, buat cerpen ini naik ke point 50>
.
Pertama, dari segi cerita. Sebenarnya bagus, cukup menghayutkan di awal dan membuatku benakku bertanya-tanya, “Konflik apakah yang akan kutemui gerangan?”
Lalu kuteruskan membaca sampai habis. Tau reaksiku? “Hah? Kok gitu? Masa? Hmm... udah nih?”
Sepertinya saya kurang puas membacanya. Apakah karena kurang berasa? Atau kurang dramatis? Atau justru kurang panjang? Entahlah, saya juga tidak tahu.
Waktu si Begal nusuk dada Amber (hampir kebaca ember olehku, maaf. Cuma, terlalu keren aja itu nama untuk sosok sesederhana Amber yang pekerjaannya jualan kue Ibunya) raut wajah saya cuma datar -_- dan hampir tidak mengeluarkan ekspresi apapun.
Apalagi waktu ketusuk. Amber, itu piso nembus ke jantung lo! Kok cuma “agh?” Itu kejepit gunting kuku atau keinjak sepatu temen? Bingung. Untuk bagian ini, saya tidak merasakan apapun. Jujur, penggambaran rasa sakitnya pun tidak membuat saya merasa ngilu atau lainnya. Mungkin perlu lebih banyak eksplor lagi di bagian itu.
Dan lagi, kenapa Amber mendendam. Wong jelas-jelas dia udah sakaratul maut kok! Setidaknya ia flashback ke belakang tentang apa-apa yang sudah terjadi dalam hidupnya. Adalah ia menyesal dengan kehidupannya selama ini? Hmm... tapi, tidak apa-apa. Berani beda itu hebat, asal eksekusinya juga bagus.
.
Selain cerita yang melenceng dari ekspetasi saya di akhir, banyak kesalahan Eyd yang saya temui di sini.
Misalnya, penggunaan awalan ‘-di’, harus diingat kalau awalan untuk kata kerja pasif itu dirangkai bersamai, contoh:dilihat, ditusuk, dimakan. Untuk awalan menyatakan tempat harus dipisah, contoh: di mana? Di teras, di sudut, dsb.
Kakak masih banyak mengulangi kesalahan tersebut di mana-mana. Kalau disebutin bisa makin panjang komentar ini nanti. Lagian, udah dibahas sama Kak Hadjri.
Terus untuk kalimat ini:
“Tolong antarkan kue, dan ini alamatnya.” Ucap Ibu sembari memperlihatkan kue buatannya. <--- itu kenapa ada titik di dalam tanda petik. Terus, kenapa kata ‘ucap’ berawalan kapital. Saya pernah diajari seperti ini oleh Bang Shinichi. Sebuah kalimat di dalam tanda petik itu satu dengan yang ada di luarnya. Kecuali, bila kedua kalimat itu bisa berdiri sendiri. Bukanah kalimat sebelum dan sesudah paragrap ini tidak memiliki masalah. Kenapa hanya ini yang bermasalah? Kalau kalimat ‘Ucap Ibu sembari memperlihatkan kue buatannya’ dibuat berdiri sendiri. Apakah anda mengerti apa yang sang Ibu ucapkan? Makanya, ini juga berlaku untuk katanya, ujarnya, candanya, marahnya; semua keterangan singat untuk menjelaskan kalimat di dalam tanda petik.
.
Tau, apa yang membuat cerpen ini kurang berasa? Kakak terlalu banyak mengulangi kata yang sama dalam satu paragrap. Diikuti keseringan memakai kata kerja pasif, sehingga jadi lebih kurang menggairahkan untuk dibaca.
.
Begini, ambil aja contoh.
“Gelapnya malam seakan menghiasi rumah ini. Rumah ini tidak terlalu besar; tembok bercat kuning, rumput yang tumbuh dengan subur, dan rimbunnya pohon mangga” <-- Ada pengulangan kata ‘rumah’. Ini jelas mengurangi kenikmatan membaca saya. Bisa kok diganti kata lain. Misalnya jadi gini.
“Gelapnya malam seakan menghiasi rumah ini. Bangunan yang tidak terlalu besar, bercat kuning, rerumputan subur di sekitarnya dan rimbunnya pohon mangga” saya berusaha keras untuk tidak mengulangi kata yang sama di sini. Lihat bedanya? Ada kerasa efek lain? Kalau gak, sepertinya saya tidak berhasil membuat contoh yang pas T_T
.
Contoh lain:
“Pelanggan malam ini terlihat sangat puas, begitu juga denganku. Perjalanan hari ini yang semula dipenuhi kecemasan. Sekarang, digantikan rasa senang dihati ini. Aku menuju motor yang diparkir dekat pintu gerbang itu, dan meninggalkan tempat ini.” <--- ada banyak kalimat pasif dalam paragrap ini, entahlah, kalau nemu yang lain silahkan nambah di kolom reply.
Bisa kok diganti jadi:
“Pelanggan malam ini terlihat sangat puas, begitu juga denganku. Perjalanan hari ini yang semula dipenuhi kecemasan. Sekarang berganti menjadi senang di hati. Aku jalan menuju motor yang terparkir di dekat pintu gerbang, lalu meninggalkan tempat ini.” <--kalimat aktif membuat pembaca lebih cepat membayangkan kejadian yang diceritakan ketimbang kalimat pasif. Jadi, hindari penggunaan kalimat pasif seminiminal mungkin. Kalau bisa, padatkan cerita. Potong kata-kata yang sepertinya mengganggu atau kurang cocok atau malah mengurai tempo bacaan. Dengan demikian, masalah penulisanmu akan terseleseikan. Tapi ingat, jangan kebanyakan dipotong. Entar malah jadi gak jelas lagi.
.
Oh ya, untuk ‘sim’ dan ‘smp’ sebainya menggunakan huruf kapital semua. Karena kedua kata itu adalah singkatan dari beberapa kata. Cuma ngingetin. Hoho :D
.
Terus revisi ceritamu sesering mungkin. Perbaiki kesalahan yang ada secepat kilat. Kalau bisa, temui masalah Kakak sendiri sebelum pembaca lain menyadarinya. Memang, merevisi cerpen sendiri itu membosankan. Tapi, justru dari situ kita belajar untuk mengembangkan bakat menulis dan membuat tulisan menjadi lebih baik :)
.
Untuk semua, saya sepertinya melihat banyak kemajuan tulisan Kakak dari cerpen yang ini dibandingkan sebelumnya. Itu artinya Kakak berkembang. Pertahankan hal tersebut.
.
Sekian komentar dari saya. Maaf bila ada salah-salah kata yang membuat hati Kakak tersakiti T_T
Saya cuma ingin membagi ilmu yang sudah saya dapatkan selama berada di situs hijau ini.
Terus semangat menulis Kak :D

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

aaahh hebat thiya, terima kasih udah direpotkan. Aku makin suka deh sama dirimu. Arti lain ya. Maaf baru komen, aku harus ke warnet dulu buat komen disini. Hp emang nyebelin. Kayak orangnya hehe. Loh koq malah curhat. Bener yang dirimu katakan tapi tambahan . Sepertinya agak lama mempelajari komennya. Heh Aku gak mudah tersinggung koq, bukankah ini demi kebaikanku. Aduh koq bisa bicara bijak aku ya dan Waauu aku tersipu banget ketika banyak yang komen di cerita pendek ini. Lagi lagi walaupun ribuan kali gagal,akan kucoba mengurangi kritikannya Dan sekali lagi terima kasih udah memberikan komen panjangnya

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Saya juga masih pake hp, cuma bisa buat baca. Kalau komen pasti susah, ribet deh pokoknya.
Bagaimana rasanya cerpen ramai dikunjungi gini? Membahagiakan bukan? Kayak dapat nilai 100 waktu ulangan Fisika. Rasanya mustahil, tapi kebukti bisa. Dan itu whuooo! Rasanya kayak di awang-awang. Hohoho :D
Tidak apa-apa gagal, teruslah mencoba. Menulis itu berkembang, seiring dengan rajinnya Kakak menulis aja. Semakin sering semakin bagus. Tapi jangan keseringan. Ingat! Kakak juga punya kehidupan di dunia nyata. Kok aku sok bijak ya? Wah, virus sok bijak Kakak menular kepadaku.
Udah deh, salam buat Kakak.
Bye~~

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

HAA sama ya, berarti aku tidak meras bersalah dong hehe
ya bayangan saya tentang komen di ceritaku yang pendek ini, bagaikan rasa senang campur haru. aduh baru pertama kali kudapatkan semenjak berada di sini. terima kasih semuanya.

saya akan berlatih memahaminya, semoga memahaminya cepat uhuk uhuk, udah mirip belum.

terima kasih sudah mengingatkan, saya memang punya suatu tugas penting di dunia nyata. berkaitan dengan masa depan.
ehm eeehhhmmm bicaranya di forum aja ya.
salam juga yaaa
bye byee thiya 100 dech buatmu yang mau berbagi pengalaman.

Writer Naomi Amaris
Naomi Amaris at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

#numpang lewat.
Halo kak Thiya, Kak Hidden.
Aku juga pake HP (dan buat nulis.)
Nah, kadang saya bingung. Gimana Cara menebalkan huruf di HP? Kakak ada saran gak? Atau memang harus di PC? Seperti pas itu, Kak Thiya bilang, kan ada yang harus di bold/italic. Gimana ya Kak?

Writer Ryu.fernandes
Ryu.fernandes at MAAFKAN AKU (4 years 17 weeks ago)

Naomi@bisa kok coba ajh pake opmin ....
Naomi blokk dulu huruf yang mau di tebalin,trus klik bold...
Tapi opmin nya harus versi 7 ke atas

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

hayyy, aduh silahkan-silahkan. di sini emang untuk diskusi koq hehe
maafkan diriku yang baru balezz sekarang. tapi udah kubaca koq lewat hp.

menebalkan huruf di hp ya? maaf tidak tau tapi saya pernah membuat cerita menggunakan hape jujur ribet. lebih enak menggunakan laptop dan sama seperti Thiya bacanya lewat hp. komentar belakangan busyyeett.

tapi lebih baik laptop, agar pas tulisannya dan bisa di sesuaikan pengaturan di sini.
terima kasih sudah mampir, jangan kapok kesini lagi yaa naomi. :)

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Aku tak tahu Kak Naomi, selama ini aku membuka K.com memakai laptop. Hp hanya untuk membaca.
Mungkin Kak Hidden ada saran? :3

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

#numpang makan
Aku juga selama ini pake smartphone, soalnya kalo pake pc gak bisa sambil akrobat bacanya hehe. Aku pake aplikasi namanya power writer di smartphone buat nulis, semacam notes gt tp enak. Pas nulis di aplikasi formatnya udah bener, ada italicnya. Tiap paragraf baru menjorok ke dalam. Dll. Tp pas aku copy ke k.com formatnya langsung ancur -.- aku frustasi.

Writer Naomi Amaris
Naomi Amaris at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Oohh begitu. Makasih sarannya, ehehe. Hadeh, formatnya langsung ancur, ya. Iya bener, kak Handjri. Dulu aku pernah nyoba pake paragraf yang menjorok ke dalam (Lupa pake aplikasi apa), eh, malah rata Semua jadinya, paragrafnya. Pake aplikasi power writer, hilang gak, kak, bold/italicnya?

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Iya, Naomi, ilang semua pake power writer. Makanya selama ini cerpenku ga ada italic nya. Yaudahlah -.-

Writer Nine
Nine at MAAFKAN AKU (4 years 20 weeks ago)
90

Halo bang Hidden. :)
Yang ini lebih enak dari sebelumnya (dikiranya makanan apa?!). Persoalan EyD sudah di babat habis sama Bang Hadjri di bawah, belum lagi kalo Thiya nongol, waspada aja. :)

Menurut saya, dibagian awal cerita enak aja gitu di baca. Suka dengan dekskripsimu Bang Hidden, cuman terus ke akhir cerita rasanya kurang dapet. Yah itu saja dari saya bang. Tetap semangat!!

Salam lestari. (Y)

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

aaahhh nine, aku sudah menunggu. terima kasih udah bilang enak, nanti saya masak lagi. hehe
eh ya thiya mana, rindu banget ama komennya.
namanya juga kisah sedih. mati aja tuh cewek . aduh maaf aku sangat panas ingin adegan yang lebih.
terima kasih sarannya nine. maaf saya gak bisa komen dari hape. terpaksa nyewa internet huhuhu.
kalo ada yang komen dan mau kritik saya yang panas atau yang dingin kayak saran. saya tetap semangat koq , cayyoo FIRE

maaf lebayy, aku sangat semangat hari ini.
#salam pramuka

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Uhuk...uhuk! *gara-gara namanya disebutin* uhuk! Ada yang membicarakanku? ._.

Writer Nine
Nine at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Nah ini dia si jali-jali. :)

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Gimana Kak, sudah memecahkan rekor belum komentarku? wokwokwok :D

Writer Nine
Nine at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Thiya... -_-

Kalo dikumpul-kumpul, komenmu itu bisa dijadikan novel. :)
Hehe, teruslah seperti begitu dek. Saya justru senang kalo di cerpen yang saya posting yang komen pada panjang kritiknya pedas tapi tetep membangun, padahal waktu pertama gabung di kekom ngak begitu. <--- Kayak udah lama aja situ gabung, postinganmu saja masih dihitung jari, hadeuw -_-"

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Postingan saya juga sedikit kali kak -_-"
Saya komentar berdasarkan ilmu dan pembelajaran yang saya dapatkan dari kakak-kakak yang ada di sini.
Ayo! Baca cerbung mininya, udah ku-upload. Maaf lama, besok part selanjutnya aku sambungin. Aku masih betah pengen membuat Kak Hadjri jadi sipir penjaran yang galak. Hahahaha :D

Writer Nine
Nine at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Part 6 aku udah baca Thiya. :)

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Wahaahahahah :D
Padahal aslinya aku tuh baik luar biasa, santun, ramah alhamdulillah, ringan tangan, suka gotong-royong, dan membantu nenek menyebrang jalan :D

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

diapain tuh nenek-nenek....

aku percaya koq, chopper kan baik. :D

Writer Nine
Nine at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Pembohoong.....

#Lari-terbirit-birit-tangan-meliuk-liuk-hebat-di-udara

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Ya Allah Kak fitnahnya! :3
Wkwkwwk :D

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Luar biasa Thiya, komenmu lebih panjang dari jenggotku. Hakakakakakk :D

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at MAAFKAN AKU (4 years 20 weeks ago)
60

Hmm..lebih bagus dibanding yg sebelumnya, bung den :D
kritik dari saya:
Paragraf pertama kurang nendang, dan antaraa kalimat pertama dan selanjutnya mismatch, dari suasana jumping ke deskripsi fisik, terus ke suasana lagi. Mestinya tiap paragraf kudu fokus, poin utamanya mau ngegambarin apa? nah, itu yg kudu dieksplor lebih. Paragraf selanjutnya ngegambarin poin yg beda, gitu seterusnya, jd kudu fokus.
Terus, kuliat masih banyak kesalahan EYD dan penggunaan kata di-, ke-, -ku, ku- mohon diperhatikan hehe.
Ada beberapa dialog yang janggal, seperti ketika amber bilang "apa yang terjadi, siapa yang menubrukku" itu aneh kalo dia bilang gitu, mending dibikin dialog dalam hati atau interior monolog ajah, jadi gak pake petik dialog.
Emm, bagian pas dia dibegal (ini kata kah?) aneh juga. Dia jatuh karena didorong apa? kena aap? dia kan naaik motor trua gmn caranya dia didorong? aku susah ngebayanginnya. Trus pas dia ditusuk reaksinya "agh?" itu lucu aja hehe, coba lebih dramatis kayak "Arghhh!" atau " Kyaaaa!" atau "Bangggg...Jangaannnnnhhhhh!" atau sejenisnya hehe. Eh enggak, serius reaksinya aneh. Hm, itu aja kali ya. Endingnya lumayan lah hehe. Syedih~

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

aaahhh bang hadjri, selamat datang. udah kutunggu loh bang.

terima kasih sudah mengatakan ceritaku pendekku ini bagus #tersipu

aku menggambarkan kisah sedih bang, makanya suasana terus. kalo mau yang itu hehe pengen sih, tapi nanti bermasalah lagi.

EYD yang mana? dan penggunaan di ke ku ku, kuku memang sengaja ku lebaykan tapi maaf aku tidak memperhatikan di ke, habis udah gak sabar posting disini.
dialognya masih menggunakan bibir bang, tapi kalo mengenai didalam hati, kayanya boleh dicoba di laen kesempatan tapi heheh.
reaksinya sengaja kusederhanakan, takut kayak abang. khu khu

terima kasih sudah mampir, tunggu mampir dariku. gak ganas koq, tenang aja hehe

Writer Naomi Amaris
Naomi Amaris at MAAFKAN AKU (4 years 20 weeks ago)
80

Salam kenal, Kakak. :)
Ceritanya sebenarnya bagus, Mungkin karena kurang tegang (Saya sendiri tidak pandai membuat ketegangan)
Tapi mungkin, penutup ceritanya bisa dipadatin, juga di gregetin lagi (ngomong apa sih)
.
Oh, ya Kak. Kalau menurut saya (masih amatir) Mungkin tidak perlu terlalu banyak menggunakan kata yang sama dalam 1 Kalimat. Misalnya:
.
“Terima kasih,” ucapku dengan senyuman dibibirku.
.
Mungkin bisa menjadi:
.
“Terima kasih,” ucapku dengan senyuman dibibir.
.
Dsb. Tapi anggap aja ini opini pribadi, maaf, Kak. Saya masih pemula, maaf kalau salah Kak.. :D
Tetep semangat ya Kak! Cerita Kakak sebenarnya bagus! Saya cukup suka deskripsinya. Oh ya, aku suka lho cerita perdana Kakak itu.. :D
Salam kenal, dan maaf akan kesalahan sya :D

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

salam kenal juga kk, #tersipu

terima kasih, usaha kerasku selama 1 minggu akhirnya terbalaz hehe. mau yang greget ya kk, aduh maaf saya mau jadi penulis baik hehehe

jangan samakan amatir dong kk, kalo sesama belajar okelah ehm sama aja ya #plaakk

sengaja kulebaykan dikit, agar mendalam. tapi gak boleh ya kk. aduh maaf kalo begitu, tak akan kuulangi dilaen kesempatan.

cerita perdana yang mana nih, hehehe.

huuuaaaaa aku juga minta maaf akan kesalahanku, saya suka panas tanpa dingin terlebih dahulu. habis saya suka berkeringat sih. terima kasih sudah membaca kisah pendekku.

Writer Naomi Amaris
Naomi Amaris at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Hehe, sy juga mau Jadi penulis yang baik.. (lalu?)
Ehehe, bukannya gak boleh, anggap saja ini hanya opini, hehe (ketawa mulu). Cerita perdana, yang di balik rambut hitammu. Hehe, ok. Tetep semangat kak!

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

cerita perdana masih setengah di perbaiki, hikz hikz. semoga tidak ada halangan lagi untuk memperbaikinya.
saya juga mau dong jadi penulis yang baik hehehe
yukz bersama k.com kita menjadi penulis yang baik.

kuberikan semangat juga untuk ceritanya naomi.
maaf bila tersinggung saat aku berkunjung di sana.

Writer Naomi Amaris
Naomi Amaris at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Ohh, justru saya mengharap kunjungan Kakak. Ehehe.
Semoga berhasil diperbaiki, cerita perdananya Kak. Terima kasih juga sarannya.

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at MAAFKAN AKU (4 years 20 weeks ago)
40

Pertama... menurut saya sih kalau ditulis "'Tolong antarkan kue, dan ini alamatnya.' Ucap Ibu sembari memperlihatkan bungkusan di tangannya." itu lebih masuk akal. Kalau kuenya diperlihatkan dan langsung minta diantar, rasanya aneh. Masa ga dibungkus dulu? Dan ngapain si Ibu bawa-bawa kue dari oven atau habis dihias ke teras kalau bukan buat dimakan?
.
Kedua, sejak kapan kartu pelajar jadi pengganti SIM?
.
Ketiga, saya ngerasa aneh kalo udah malam, tapi toko kuenya masih buka. Aneh aja. Beneran deh.
.
Keempat, Menurutku, setelah daerah vital ditusuk, sisa waktu si tokoh untuk bercerita masih terlalu panjang.

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

HAII bangg kita bertemu lagi #peluk
sedikit kisah hidupku
pertama, si aku kan duduk diteras. mana tau ibunya bungkus kue. jadi ya begitu. langsung minta antar. hihihi

kedua, didaerahku di pulau lombok bagian NTB emang bener koq bang, jaman saya dulu waktu sma heheh semua pelajar diperbolehkan membawa kartu pelajar sebagai pengganti sementera sim. sekarang, sumpah stress gara gara kebanyakan pelajar sma ngebut ngebutan wuaduh
tujuannya dilakukan itu, cuma pengenalan sebelum mendapatkan sim
aku masukkan saja disini sebagai kenangan sedihku

ketiga, toko kue disini mah bukanya sampe jam 11. gitu sih bang hehe

keempat. penjelasan seperti apa jatuhnya dan pikirannya hehe

terima kasih udah mampir bang, dan mmaf bila salah kata

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Uwooo.... :O
Baru tahu kalau di sana bisa pakai kartu pelajar. (saya hampir seumur hidup di Jabodetabek sih).
.
Kalau di sini juga, biasanya toko-toko buka paling sampe jam 9 atau 10 malem aja, makanya ngerasa aneh. Hahaha... xD

sijojoz at MAAFKAN AKU (4 years 20 weeks ago)
40

menurut saya sih, karakterisasi tokoh utamanya yang miskin dan yatim sebenernya udah kerasa, cuma pas adegan begal dalam otak saya bertanya, kok anak umur 14 tahun bisa tahu itu namanya begal ya? itu doang sih dan bagian menusuk alat vital.

Writer hidden pen
hidden pen at MAAFKAN AKU (4 years 19 weeks ago)

Salam kenal bang, terima kasih sarannya atau kritik ya #auk ah gelap heheh

saya juga bingung, ini berkaitan kisah nyata tentang saya dan teman ketemu korban. katanya dia kena begal.
aku bingung juga sih, kenapa anak smp tau begal. ini kan pulau lombok. dapat kata dari mana coba.

vital? maafkan diriku yang tidak menjelaskan. seprtinya sudah. dibagian dada. otomatis jantung

maaf bang telat balezz hikz hikzz

Writer shadow
shadow at MAAFKAN AKU (4 years 20 weeks ago)
60

Entah kenapa kurang nyaman bacanya. Mungkin karena kebanyakan titik atau ada kata penghubung yang kurang pas seperti kalimat ini misalnya: "rumah ini sangat besar dengan dikelilingi sebuah taman"
Konflik batin yang dialami tokoh aku kurang berasa sehingga endingnya pas dia dibegal jadi terasa biasa aja. Begitu kalo menurut saya hehe..